Cara Melakukan TIME MANAGEMENT by Me

Bismillah
TIME MANAGEMENT itu sangat penting untuk mengatur bagaimana kita bisa mengatur waktu 24 jam se-efektif mungkin, jika kita melakukan hari tanpa adanya rencana, hari yang kita lalui akan tidak teratur, misalnya bengong, galau, scroll social media dan akhirnya waktu yang kita punya terbuang sia-sia tanpa melakukan sebuah hal produktif.
Setiap manusia punya waktu yang sama 24 Jam , yang membedakan masing-masing induvidu dengan individu lain adalah bagaimana dia bisa mengelola waktu dengan baik. Melakukan waktu untuk diri sendiri, dengan lingkungan sekitar dan dengan tuhan agar hubungan kita seimbang.
Sedikit tips untuk teman- teman bagaimana mengatur waktu yang baik.
1. Kita harus membuat goals/tujuan yang ingin dicapai. Bisa dalam hidup dan lebih di persempit lagi , per tahun, perbulan,per hari hingga per jam.
2. Jika sudah dibuat ingat selalu tujuan hidup pada akhirnya mau ngapain, kalau bisa di tempel di tempat belajar/ kerja. Agar selalu ingat.
3. Kemudian buat jadwal bulanan, misalnya sebulan sekali harus keluar kota, kemudian di persempit membuat jadwal mingguan, misalnya setiap minggu harus olahraga 3 kali, belajar bahasa inggris 2 kali kemudian letakkan pada hari-hari yang pas untuk melakukan kegiatan tersebut. Persempit  ke harian, misalnya membuat jadwal dalam hari tersebut, teman-teman bisa membuat jadwal esok hari ketika mau tidur.
contoh templanya bisa teman-teman download disini 
3. lakukan semua dengan niat, tekad yang sungguh-sungguh, kemudian lakukan dengan konsisten. Melakukan dengan konsisten kadang ada juga hambatan, sering melanggar jadwal sendiri lah atau pada jam yang seharunya olahraga malah mager terus tidur karena gaya gravitasi kasur yang lebih tinggi dari pada bumi. Oleh karena itu niat dan  tekad teman-teman harus di kuatkan, saya yakin jika niat dan tekat kita kut maka kita bisa melakukan konsisten.

Semoga Bermanfaat 

Cara Melakukan TIME MANAGEMENT by Me

Bismillah
TIME MANAGEMENT itu sangat penting untuk mengatur bagaimana kita bisa mengatur waktu 24 jam se-efektif mungkin, jika kita melakukan hari tanpa adanya rencana, hari yang kita lalui akan tidak teratur, misalnya bengong, galau, scroll social media dan akhirnya waktu yang kita punya terbuang sia-sia tanpa melakukan sebuah hal produktif.
Setiap manusia punya waktu yang sama 24 Jam , yang membedakan masing-masing induvidu dengan individu lain adalah bagaimana dia bisa mengelola waktu dengan baik. Melakukan waktu untuk diri sendiri, dengan lingkungan sekitar dan dengan tuhan agar hubungan kita seimbang.
Sedikit tips untuk teman- teman bagaimana mengatur waktu yang baik.
1. Kita harus membuat goals/tujuan yang ingin dicapai. Bisa dalam hidup dan lebih di persempit lagi , per tahun, perbulan,per hari hingga per jam.
2. Jika sudah dibuat ingat selalu tujuan hidup pada akhirnya mau ngapain, kalau bisa di tempel di tempat belajar/ kerja. Agar selalu ingat.
3. Kemudian buat jadwal bulanan, misalnya sebulan sekali harus keluar kota, kemudian di persempit membuat jadwal mingguan, misalnya setiap minggu harus olahraga 3 kali, belajar bahasa inggris 2 kali kemudian letakkan pada hari-hari yang pas untuk melakukan kegiatan tersebut. Persempit  ke harian, misalnya membuat jadwal dalam hari tersebut, teman-teman bisa membuat jadwal esok hari ketika mau tidur.
contoh templanya bisa teman-teman download disini 
3. lakukan semua dengan niat, tekad yang sungguh-sungguh, kemudian lakukan dengan konsisten. Melakukan dengan konsisten kadang ada juga hambatan, sering melanggar jadwal sendiri lah atau pada jam yang seharunya olahraga malah mager terus tidur karena gaya gravitasi kasur yang lebih tinggi dari pada bumi. Oleh karena itu niat dan  tekad teman-teman harus di kuatkan, saya yakin jika niat dan tekat kita kut maka kita bisa melakukan konsisten.

Semoga Bermanfaat 

Cara konfigurasi trunking vlan pada Switch cisco

Sebelumnya saya sudah membahas sedikit teori trunking pada posting sebelumnya, kali ini saya akan membahas cara mempraktekan trunking pada switch cisco. Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa trunk adalah sebuah jalur penghubung antar switch yang dapat dilewati oleh lalu lintas VLAN dari manapun.

Untuk melakukan konfigurasi trunk pada switch cisco berikut ini adalah sintaksnya :

  • Masuk pada mode konfigurasi interface yang akan dijadikan sebagai jalur trunk.
  • Switch(config)# int fx/x
  • Kemudian ganti mode switchport mode menjadi trunk.
  • Switch(config-if)# switchport mode trunk
    Switch(config-if)# exit
  • Lakukan hal yang sama pada switch sebelahnya.
  • Switch(config)# int fx/x
    Switch(config-if)# switchport mode trunk
    Switch(config-if)# exit

Setelah mengetahui sintaks konfigurasinya, mari kita mencoba lab VLAN Trunking dibawah ini menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer :

VLAN

Pertama kita lakukan konfigurasi VLAN terlebih dahulu pada kedua switch tersebut :

SW1

SW1(config)#vlan 10
SW1(config-vlan)#vlan 20
SW1(config-vlan)#vlan 30
SW1(config-vlan)#exit
SW1(config)#int f0/1
SW1(config-if)#sw mo acc
SW1(config-if)#sw acc vl 10
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#int f0/2
SW1(config-if)#sw mo acc
SW1(config-if)#sw acc vl 20
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#int f0/3
SW1(config-if)#sw mo acc
SW1(config-if)#sw acc vl 30
SW1(config-if)#exit

SW2

SW2(config)#vlan 10
SW2(config-vlan)#vlan 20
SW2(config-vlan)#vlan 30
SW2(config-vlan)#exit
SW2(config)#int f0/1
SW2(config-if)#sw mo acc
SW2(config-if)#sw acc vl 10
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#int f0/2
SW2(config-if)#sw mo acc
SW2(config-if)#sw acc vl 20
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#int f0/3
SW2(config-if)#sw mo acc
SW2(config-if)#sw acc vl 30
SW2(config-if)#exit

IP Address PC

Kita berikan IP Address pada setiap PC

Sisi kiri

PC1 PC2 PC3

Sisi kanan

PC4 PC5 PC6

Trunking

Kita lakukan konfigurasi trunk pada kedua Switch tersebut.

SW1

SW1(config)#int f0/4
SW1(config-if)#sw mo tr

SW1(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to up

SW1(config-if)#exit

SW2

SW2(config)#int f0/4
SW2(config-if)#sw mo tr

SW2(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to up

SW2(config-if)#exit

Verifikasi

Untuk melakukan verifikasi kita lakukan perintah dibawah ini untuk melihat status trunking pada switch :

SW1#sh int tru
Port Mode Encapsulation Status Native vlan
Fa0/4 on 802.1q trunking 1

Port Vlans allowed on trunk
Fa0/4 1-1005

Port Vlans allowed and active in management domain
Fa0/4 1,10,20,30

Port Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Fa0/4 1,10,20,30

Dari hasil diatas kita dapat melihat status interface f0/4 sudah trunking beserta protokol yang digunakan, sedangkan informasi dibawahnya menunjukan daftar VLAN yang dapat melewati jalur trunk tersebut.

Lalu lakukan ping dari salah satu PC ke PC lainnya :

PC1

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 10.10.10.2

Pinging 10.10.10.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time=53ms TTL=128
Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Ping statistics for 10.10.10.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 53ms, Average = 13ms

PC2

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 20.20.20.2

Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:

Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=1ms TTL=128
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Ping statistics for 20.20.20.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 1ms, Average = 0ms

PC3

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 30.30.30.2

Pinging 30.30.30.2 with 32 bytes of data:

Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Ping statistics for 30.30.30.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Jika semuanya sudah sukses tandanya konfigurasi sudah benar. Sekian itu saja yang dapat saya sampaikan pada postingan kali ini.

Cara konfigurasi trunking vlan pada Switch cisco

Sebelumnya saya sudah membahas sedikit teori trunking pada posting sebelumnya, kali ini saya akan membahas cara mempraktekan trunking pada switch cisco. Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa trunk adalah sebuah jalur penghubung antar switch yang dapat dilewati oleh lalu lintas VLAN dari manapun.

Untuk melakukan konfigurasi trunk pada switch cisco berikut ini adalah sintaksnya :

  • Masuk pada mode konfigurasi interface yang akan dijadikan sebagai jalur trunk.
  • Switch(config)# int fx/x
  • Kemudian ganti mode switchport mode menjadi trunk.
  • Switch(config-if)# switchport mode trunk
    Switch(config-if)# exit
  • Lakukan hal yang sama pada switch sebelahnya.
  • Switch(config)# int fx/x
    Switch(config-if)# switchport mode trunk
    Switch(config-if)# exit

Setelah mengetahui sintaks konfigurasinya, mari kita mencoba lab VLAN Trunking dibawah ini menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer :

VLAN

Pertama kita lakukan konfigurasi VLAN terlebih dahulu pada kedua switch tersebut :

SW1

SW1(config)#vlan 10
SW1(config-vlan)#vlan 20
SW1(config-vlan)#vlan 30
SW1(config-vlan)#exit
SW1(config)#int f0/1
SW1(config-if)#sw mo acc
SW1(config-if)#sw acc vl 10
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#int f0/2
SW1(config-if)#sw mo acc
SW1(config-if)#sw acc vl 20
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#int f0/3
SW1(config-if)#sw mo acc
SW1(config-if)#sw acc vl 30
SW1(config-if)#exit

SW2

SW2(config)#vlan 10
SW2(config-vlan)#vlan 20
SW2(config-vlan)#vlan 30
SW2(config-vlan)#exit
SW2(config)#int f0/1
SW2(config-if)#sw mo acc
SW2(config-if)#sw acc vl 10
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#int f0/2
SW2(config-if)#sw mo acc
SW2(config-if)#sw acc vl 20
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#int f0/3
SW2(config-if)#sw mo acc
SW2(config-if)#sw acc vl 30
SW2(config-if)#exit

IP Address PC

Kita berikan IP Address pada setiap PC

Sisi kiri

PC1 PC2 PC3

Sisi kanan

PC4 PC5 PC6

Trunking

Kita lakukan konfigurasi trunk pada kedua Switch tersebut.

SW1

SW1(config)#int f0/4
SW1(config-if)#sw mo tr

SW1(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to up

SW1(config-if)#exit

SW2

SW2(config)#int f0/4
SW2(config-if)#sw mo tr

SW2(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to up

SW2(config-if)#exit

Verifikasi

Untuk melakukan verifikasi kita lakukan perintah dibawah ini untuk melihat status trunking pada switch :

SW1#sh int tru
Port Mode Encapsulation Status Native vlan
Fa0/4 on 802.1q trunking 1

Port Vlans allowed on trunk
Fa0/4 1-1005

Port Vlans allowed and active in management domain
Fa0/4 1,10,20,30

Port Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Fa0/4 1,10,20,30

Dari hasil diatas kita dapat melihat status interface f0/4 sudah trunking beserta protokol yang digunakan, sedangkan informasi dibawahnya menunjukan daftar VLAN yang dapat melewati jalur trunk tersebut.

Lalu lakukan ping dari salah satu PC ke PC lainnya :

PC1

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 10.10.10.2

Pinging 10.10.10.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time=53ms TTL=128
Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 10.10.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Ping statistics for 10.10.10.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 53ms, Average = 13ms

PC2

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 20.20.20.2

Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:

Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=1ms TTL=128
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Ping statistics for 20.20.20.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 1ms, Average = 0ms

PC3

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 30.30.30.2

Pinging 30.30.30.2 with 32 bytes of data:

Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 30.30.30.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Ping statistics for 30.30.30.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Jika semuanya sudah sukses tandanya konfigurasi sudah benar. Sekian itu saja yang dapat saya sampaikan pada postingan kali ini.

Pengertian trunking pada switch cisco (dot1q)

Sebelumnya saya sudah membahas materi VLAN yang merupakan teknologi pada Switch yang memungkinkan kita membagi satu switch menjadi beberapa broadcast domain yang berbeda. Kali ini saya akan membahas materi kedua setelah VLAN yaitu trunking, apa itu trunking? Kita coba lihat topologi dibawah ini :

Jika kita memiliki dua switch yang masing-masing switch tersebut memiliki VLAN, untuk menghubungkannya kita harus menghubungkannya menggunakan jalur khusus yang disebut dengan Trunk. Singkatnya jalur trunk ini adalah jalur yang dapat dilewati oleh semua lalu lintas dari VLAN manapun, karena jika hanya port switch biasa, hanya dapat dilewati satu VLAN saja.

Terdapat dua protokol trunking yang saya ketahui, berikut ini adalah protokol trunking nya :

  • dot1q (802.1q) : Protokol ini paling sering digunakan karena dapat digunakan pada switch brand apapun.
  • ISL : Sedangkan yang ini merupakan milik cisco, hanya produk cisco yang dapat menggunakannya.

Proses Trunking

Frame data yang akan melewati jalur trunk sebelumnya akan ditandai terlebih dahulu menggunakan protokol trunking diatas (dot1q / ISL) didalam tanda tersebut memuat informasi asal frame tersebut dari VLAN mana, informasi inilah yang digunakan Switch untuk memilah lalu lintas VLAN pada trunk agar tidak tertukar.
Lalu ketika sampai pada ujung jalur trunk atau sampai pada switch sebelahnya, switch yang menerima akan mengecek tanda dot1q frame tersebut dari VLAN mana, kemudian tanda dot1q tersebut dicopot dan frame data tersebut akan dilemparkan ke port switch sesuai VLAN frame data tersebut.

Dot1q Header

Normalnya header frame ethernet adalah seperti dibawah ini ketika sebelum masuk jalur trunk :

Kemudian ini adalah frame ethernet yang sudah terbungkus (encapsulation) dengan protokol dot1q :

Didalam header dot1q memuat beberapa informasi seperti priority yang menunjukan nilai prioritas dari frame data tersebut, dan VLAN-ID yang sudah saya jelaskan sebelumnya untuk menunjukan frame data tersebut berasal dari VLAN mana.

Itu saja yang dapat saya sampaikan untuk posting kali ini, mohon maaf jika kata-kata saya kurang dimengerti.

Pengertian trunking pada switch cisco (dot1q)

Sebelumnya saya sudah membahas materi VLAN yang merupakan teknologi pada Switch yang memungkinkan kita membagi satu switch menjadi beberapa broadcast domain yang berbeda. Kali ini saya akan membahas materi kedua setelah VLAN yaitu trunking, apa itu trunking? Kita coba lihat topologi dibawah ini :

Jika kita memiliki dua switch yang masing-masing switch tersebut memiliki VLAN, untuk menghubungkannya kita harus menghubungkannya menggunakan jalur khusus yang disebut dengan Trunk. Singkatnya jalur trunk ini adalah jalur yang dapat dilewati oleh semua lalu lintas dari VLAN manapun, karena jika hanya port switch biasa, hanya dapat dilewati satu VLAN saja.

Terdapat dua protokol trunking yang saya ketahui, berikut ini adalah protokol trunking nya :

  • dot1q (802.1q) : Protokol ini paling sering digunakan karena dapat digunakan pada switch brand apapun.
  • ISL : Sedangkan yang ini merupakan milik cisco, hanya produk cisco yang dapat menggunakannya.

Proses Trunking

Frame data yang akan melewati jalur trunk sebelumnya akan ditandai terlebih dahulu menggunakan protokol trunking diatas (dot1q / ISL) didalam tanda tersebut memuat informasi asal frame tersebut dari VLAN mana, informasi inilah yang digunakan Switch untuk memilah lalu lintas VLAN pada trunk agar tidak tertukar.
Lalu ketika sampai pada ujung jalur trunk atau sampai pada switch sebelahnya, switch yang menerima akan mengecek tanda dot1q frame tersebut dari VLAN mana, kemudian tanda dot1q tersebut dicopot dan frame data tersebut akan dilemparkan ke port switch sesuai VLAN frame data tersebut.

Dot1q Header

Normalnya header frame ethernet adalah seperti dibawah ini ketika sebelum masuk jalur trunk :

Kemudian ini adalah frame ethernet yang sudah terbungkus (encapsulation) dengan protokol dot1q :

Didalam header dot1q memuat beberapa informasi seperti priority yang menunjukan nilai prioritas dari frame data tersebut, dan VLAN-ID yang sudah saya jelaskan sebelumnya untuk menunjukan frame data tersebut berasal dari VLAN mana.

Itu saja yang dapat saya sampaikan untuk posting kali ini, mohon maaf jika kata-kata saya kurang dimengerti.

Membuat Program Klasemen Dengan C++

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini saya akan share ke temen-temen cara membuat aplikasi klasemen sepakbola menggunakan C++

Untuk gambaran aplikasinya, pertama menampilkan tabel klasemen , dan kita harus menginput nama club dan goal yang akan bertanding

Berikut adalah source code nya

Penjelasan

Jika temen-temen melihat kode pada baris pertama terdapat kode #include <iostream>. 

Line 1

Tanda ‘#’ adalah preprocessor directive. 

Preprocessor directive adalah perintah – perintah yang diberikan kepada compiler untuk melakukan definisi, memasukkan file library, dll.

Jadi kita akan memasukkan (include) library iostream ke dalam program. iostream adalah header yang dibutuhkan untuk “kegiatan” input dan output.

Line 3

using namespace std; berfungsi untuk memberitahukan kepada kompiler bahwa kita akan menggunakan semua fungsi, class atau file yang terdapat pada memori namespace std.

Line 7-13

Untuk pendeklarasian nama variabel yang dibutuhkan di program , 

Line 27-28

cout : perintah keluaran dasar berbentuk text
cin : perintah input dasar text


Line 40-54

Untuk pemilihan kedua tim

Line 56-61

Kondisi ketika jumlah goal tim pertama dan kedua sama, maka point nya 1

Line 62-66

Kondisi ketika tim pertama jumlah goal nya lebih banyak , maka 
-Untuk tim pertama : 
Point bertambah 3, menang bertambah 1
-Untuk tim kedua :

Kalah bertambah 1

dan untuk line 67-71


Kondisi ketika tim kedua jumlah goal nya lebih banyak , maka 
-Untuk tim kedua :
Point bertambah 3, menang bertambah 1
-Untuk tim pertama : 
Kalah bertambah 1

Membuat Program Klasemen Dengan C++

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini saya akan share ke temen-temen cara membuat aplikasi klasemen sepakbola menggunakan C++

Untuk gambaran aplikasinya, pertama menampilkan tabel klasemen , dan kita harus menginput nama club dan goal yang akan bertanding

Berikut adalah source code nya

Penjelasan

Jika temen-temen melihat kode pada baris pertama terdapat kode #include <iostream>. 

Line 1

Tanda ‘#’ adalah preprocessor directive. 

Preprocessor directive adalah perintah – perintah yang diberikan kepada compiler untuk melakukan definisi, memasukkan file library, dll.

Jadi kita akan memasukkan (include) library iostream ke dalam program. iostream adalah header yang dibutuhkan untuk “kegiatan” input dan output.

Line 3

using namespace std; berfungsi untuk memberitahukan kepada kompiler bahwa kita akan menggunakan semua fungsi, class atau file yang terdapat pada memori namespace std.

Line 7-13

Untuk pendeklarasian nama variabel yang dibutuhkan di program , 

Line 27-28

cout : perintah keluaran dasar berbentuk text
cin : perintah input dasar text


Line 40-54

Untuk pemilihan kedua tim

Line 56-61

Kondisi ketika jumlah goal tim pertama dan kedua sama, maka point nya 1

Line 62-66

Kondisi ketika tim pertama jumlah goal nya lebih banyak , maka 
-Untuk tim pertama : 
Point bertambah 3, menang bertambah 1
-Untuk tim kedua :

Kalah bertambah 1

dan untuk line 67-71


Kondisi ketika tim kedua jumlah goal nya lebih banyak , maka 
-Untuk tim kedua :
Point bertambah 3, menang bertambah 1
-Untuk tim pertama : 
Kalah bertambah 1