Catatan Kajian – Ilmu Asmaul Husna

Bismillah

Kalau kita membaca Al Quran, kita sering kali mendapati Allah menutupi ayat ayat itu dengan Asmaul Husna. seperti Allah adalah aziz dan hakim, Sebetulnya kalau kita menerenungi dan mempelajarinya. Subhanallah, disanan ada hikmah yang agung sekali bahkan ilmu yang luar biasa.

Karena setiap nama-nama Allah Subhanahu wa ta’ala itu menunjukkan kepada apa? kepada sifat Allah dan kepada hukum yang dari pengaruh dari pada nama tersebut. Sebuah contoh misalnya, Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Tabarok.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Dialah Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan. untuk apa? untuk Allah menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalnya. Lalu allah mengatakan dia Allah maha aziz dan maha ghofur. aziz itu maha perkasa yang mempunyai izzah kemuilaan dan ghofur itu maha pengampun, seanan memberikan kepada kita pemahaman. apa? bahwa orang yang memperbaiki amal maka Allah akan berikan kemuliaan.

Orang yang memperbaiki amal, Allah akan jadikan ia mulia dihadapan manusia. yang kedua, orang yang memperbaiki amal, Allah akan ampunin dosa-dosanya. selain itu Allah akan muliakan ia. Subhanallah, Sesuatu yang kalau kita perhatikan luar biasa sekali.

Maka dari itu ya akhi, Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup ayat-ayat tersebut dengan nama-nama tersebut untuk memberitahukan kepada kita sebuah isyarat yang sangat halus dan lembut namun luar biasa dahsyat.

Contoh lain misalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “bertawakallah kamu kepada Allah yang maha Aziz dan maha Rohim” ketika Allah menyuruh kita untuk tawakal, Allah mengatakan kalau Allah itu Aziz. Aziz itu artinya yang mempunyai kemuliaan dan mempunyai keperkasaan dan kekuatan itu aziz.

Maka karena Allah mempunyai sifat izzah maka hendaklah kamu bertawakal kepada Allah. Adapun manusia, dia tidak punya izzah. Manusia itu lemah, yang memberikan izzah itu hanyalah Allah. yang memberikan berbagai macam nikmat dan kekuatan hanyalah Allah. Maka Allah Al Aziz.

Ar rohim, yang maha penyayang. Allah menyeru kita untuk kita bertawakal kepada Aziz dan Rohim seakan Allah mengatakan, kalau kamu bertawakal kepada Allah, maka Allah akan sayangi kamu. ingat, Allah lebih sayang dari pada sayang orang tua kepada Anaknya. Maka mungkin kah Allah menyia-nyiakan hamba nya yang bertawakal kepada Nya? Tidak mungkin.

Demikian kalau kita perhatikan setiap ayat-ayat yang Allah subhanahu wa Ta’ala sebutkan nama-namanya selalu sepadan dengan isi daripada ayat tersebut. terkadang nama-nama tersebut juga diletakkan sangat indah sekali. bahkan seringkali selalu Allah letakkan nama tersebut dalam sebuah redaksi kalimat yang sangat sepadan sekali.

Saya berikan contoh, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang dimana Allah menyebutkan dirinya bersemayam di atas Arrsyh dan Rasullulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa arrasy Allah itu adalah makhluk allah yang paling besar yang Allah ciptakan. Kata Rasullullah Tidaklah langit dan bumi dibandingkan dengan kursi kecuali seperti apa kata Rasullullah  Shallallahu alaihi wa sallah? seperti cincin dibandingkan padang pasir. dan tidak lah kursi yang sangat besar dibandingkan dengan Arrasy kecuali seperti cincin dibandingkan padang pasir.

Kemudian disitu ketika Allah menyebutkan bahwa dirinya bersemayam di Arrash, Allah menyebutkan namanya Arrahman. apa itu Arrahman? Ar rahman artinya sangat luas dan dipenuhi oleh rahmat dan kasih sayangNya. Dimana rahmat Allah meluasi segala sesuatu, dimana Arrash mahkluk yang paling besar meliputi semua makhluk yang ada dibawahnya. maka demikian pula Rahmat Allah meliputi segala apa yang ada dibawahnya. dimana Allah menciptakan Arrash sebagai kasih sayang Allah kepada hambanya.

Masya Allah, betapa sangat sepadan dan luar biasa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan nama-namaNya sesuai dengan redaksi daripada makna ayat-ayat yang ada pada Al Quran. memang betapa indah Al -Quran  bagi mereka yang mau memikirkannya. maka kita berusaha untuk mentadaburinya. Allah mengatakan yang artinya “apakah mereka tidak mau mentadaburi Al Quran ataukah hati mereka ada padanya”. kita tidak ingin menjadi orang-orang yang tidak mau mentadaburi Al Quran.

Ceramah Singkat – Ilmu Asmaul Husna – Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc

Mereka Yang Pertama Masuk Neraka

Mereka Yang Pertama Masuk Neraka

Bahayanya orang yang riya’, orang yang suka mengungkit-ngungkit pemberian, orang yang suka ujub dengan amalnya, perhatikan kata Allah subhanahu wa ta’ala perumpamaan dia seperti perumpamaan batu yang diatasnya ada pasir-pasir, kemudian batu tersebut dituruni oleh hujan, akhirnya pasir yang ada di atas batu tersebut hilang,habis, bersih, putih, bening, seperti tidak ada pasir sedikitpun.

Kata imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, riya’ itu adalah menampakkan ibadah supaya dilihat sama orang lain, apa tujuannya? agar dipuji, itu definisi dari riya’. Coba perhatikan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibni Khuzaimah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah keluar menemui para sahabatnya lalu beliau bersabda

“Hai manusia, jauhi kalian dari syirik-syirik rahasia, para sahabat bertanya, wahai Rasulullah apa itu syirik-syirik rahasia”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda

“Seseorang shalat, lalu dia memperbagus shalatnya gara-gara dilihat oleh seseorang”

Lihat hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam riwayat imam Ahmad dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam bersabda

“Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang aku paling takutkan terhadap kalian, dibandingkan Al-Masih, Ad-Dajjal | Tentu wahai Rasulullah, apa itu? | syirik yang tersembunyi”

Yaitu maksudnya riya’. Dajjal kalau keluar itu sangat menipu manusia, orang mati dihidupkan, turun hujan (semua daerah yang dia lewati maka semua apa yang ada didalam bumi keluar), ini dia mendatangkan berkah menurut pandangan manusia. Fitnah, ujian yang paling besar adalah Dajjal, tetapi ada sesuatu yang lebih ditakuti oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dibadingkan dajjal, ternyata riya’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata, Allah berfirman

“Aku Dzat yang sangat tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa yang beramal dan dia menysirik didalamnya (Riya’) maka Aku tinggalkan dia dan amalnya” (HR: Muslim, no. 2985 dan Ibnu Majah, no. 4202 dari sahabat Abu Hurairah)

Diakui nggak diakui, kita itu manusia yang suka pujian, ini yang menyebabkan kadang-kadang seseorang sulit untuk lepas dari riya’. Jangan pernah tertipu dengan pujian manusia, manusia cuma melihat dzahirnya saja.
Penyakit riya’ harus diobati karena dia adalah sifat orang munafik Al-Khullas, sifat orang munafik yang benar-benar murni kemunafikannya. Munafik yang bukan sekedar munafik amali. Munafiki i’tiqad munafik yang merupakan aqidah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’:142)

Orang riya’, pasti amalnya tidak maksimal, tidak memperhatikan kualitas, pasti asal terlihat dan pasti terputus setelah tidak dilihat lagi oleh manusia. Orang yang istiqomah tanda ikhlas, yang tidak istiqomah tanda tidak ikhlas, pasti terputus, karena kenapa? karena tergantung penglihatan atau pujian manusia, kalau tidak ada yang melihat, tidak ada yang memuji, putus amalnya. Dalam hadist riwayat imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata, Allah berfirman

“Ketika seluruh manusia diberikan pahala sesuai dengan amal ibadahnya karena mereka beramal karena Allah, maka orang-orang yang riya’ Allah berfirman kenapa mereka ‘Silahkan kalian pergi ke orang yang kalian riya’i, apakah kalian akan mendapatkan pahal dari mereka'”

Nabi mengatakan

“Yang pertama akan dihisab dan akan dilemparkan kedalam api Neraka ada 3 golongan, yang pertama orang yang mati dikancah jihad, lalu orang ini dihadapkan dihadapan Allah lalu Allah sebutkan nikmat-nikmatnya yang Allah berikan didunia, Allah sebutkan nikmat Allah, lalu apa yang dia katakan ‘aku berperang dijalan Mu sampai aku mati syahid. Apa kata Allah ‘kadzabta-Dusta..!! namun pandangan hakikatnya engkau berperang agar dikatakan pahlawan, dan gelar itu telah engkau dapatkan, lalu Allah panggil malaikatNya, lalu orang ini diseret dengan wajah yang ada dibawah sampai dilemparkan kedalam api neraka”

Lalu orang yang kedua, orang yang kedua ini mempelajari ilmu agama, lalu mengajarkannya dan membaca alquranul karim, lalu orang ini dihadapkan dihadapan Allah, lalu Allah jelaskan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada dia ‘untuk apa kau gunakan nikmat-nikmat tersebut?’ dengan bangganya orang ini mengatakan ‘aku mempelajari dan mengajarkan ilmu agama semata-mata untuk mencari ridhamu’ apa kata Allah? .. kadzabta.. dusta..!! bohong..!! namun sejatinya engkau mempelajari dan mengajarkan ilmu agama agar dikatan alim ulama, ustadz, tuan guru dan engkau membaca alquran agar dikatakan qori, dan gelar itu telah engkau dapatkan di dunia‘, Allah kembali memanggil malaikatNya untuk menyeret orang ini sampai dia hempaskan dan dilemparkan kedalam neraka.
Dan yang ketiga adalah seseorang yang diberikan harta oleh Allah dan orang ini mengatakan dengan bangganya ‘aku tidak pernah meninggalkan satu jalan kebaikan pun yang Engkau ridhai yang Engkau cintai kecuali aku dermakan hartaku disana’ tidak ada satupun fakir miskin yang mengetuk pintu rumahnya kecuali ia berikan infaq dan sedekah, tidak ada satupun proposal yang mampir kemejanya kecuali ia bantu acara tersebut tidak ada satupun anak yatim yang mengharapkan uluran tangan kecuali dia menjadi orang tua asuh, semua jalan kebaikan itu uangnya ada disana, lalu apa kata Allah..‘kadzabta.. dusta!! namun sejatinya engkau melakukan hal tersebut agar dikatakan dermawan dan gelar itu telah engkau dapatkan.’ akhirnya Allah perintahkan kembali malaikatNya untuk melemparkan dia kedalam siksa api neraka. Ini pelajaran menarik dari hadist tentang riya’, ini sebab kenapa kita harus mengobati penyakit riya’, maka pantas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam senantiasa berdoa meminta amalan muttaqobbala-amalan yang diterima- kira-kira nih amalan kita diterima nggak?

Mereka Yang Pertama Masuk Neraka

Mereka Yang Pertama Masuk Neraka

Bahayanya orang yang riya’, orang yang suka mengungkit-ngungkit pemberian, orang yang suka ujub dengan amalnya, perhatikan kata Allah subhanahu wa ta’ala perumpamaan dia seperti perumpamaan batu yang diatasnya ada pasir-pasir, kemudian batu tersebut dituruni oleh hujan, akhirnya pasir yang ada di atas batu tersebut hilang,habis, bersih, putih, bening, seperti tidak ada pasir sedikitpun.

Kata imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, riya’ itu adalah menampakkan ibadah supaya dilihat sama orang lain, apa tujuannya? agar dipuji, itu definisi dari riya’. Coba perhatikan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibni Khuzaimah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah keluar menemui para sahabatnya lalu beliau bersabda

“Hai manusia, jauhi kalian dari syirik-syirik rahasia, para sahabat bertanya, wahai Rasulullah apa itu syirik-syirik rahasia”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda

“Seseorang shalat, lalu dia memperbagus shalatnya gara-gara dilihat oleh seseorang”

Lihat hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam riwayat imam Ahmad dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam bersabda

“Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang aku paling takutkan terhadap kalian, dibandingkan Al-Masih, Ad-Dajjal | Tentu wahai Rasulullah, apa itu? | syirik yang tersembunyi”

Yaitu maksudnya riya’. Dajjal kalau keluar itu sangat menipu manusia, orang mati dihidupkan, turun hujan (semua daerah yang dia lewati maka semua apa yang ada didalam bumi keluar), ini dia mendatangkan berkah menurut pandangan manusia. Fitnah, ujian yang paling besar adalah Dajjal, tetapi ada sesuatu yang lebih ditakuti oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dibadingkan dajjal, ternyata riya’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata, Allah berfirman

“Aku Dzat yang sangat tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa yang beramal dan dia menysirik didalamnya (Riya’) maka Aku tinggalkan dia dan amalnya” (HR: Muslim, no. 2985 dan Ibnu Majah, no. 4202 dari sahabat Abu Hurairah)

Diakui nggak diakui, kita itu manusia yang suka pujian, ini yang menyebabkan kadang-kadang seseorang sulit untuk lepas dari riya’. Jangan pernah tertipu dengan pujian manusia, manusia cuma melihat dzahirnya saja.
Penyakit riya’ harus diobati karena dia adalah sifat orang munafik Al-Khullas, sifat orang munafik yang benar-benar murni kemunafikannya. Munafik yang bukan sekedar munafik amali. Munafiki i’tiqad munafik yang merupakan aqidah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’:142)

Orang riya’, pasti amalnya tidak maksimal, tidak memperhatikan kualitas, pasti asal terlihat dan pasti terputus setelah tidak dilihat lagi oleh manusia. Orang yang istiqomah tanda ikhlas, yang tidak istiqomah tanda tidak ikhlas, pasti terputus, karena kenapa? karena tergantung penglihatan atau pujian manusia, kalau tidak ada yang melihat, tidak ada yang memuji, putus amalnya. Dalam hadist riwayat imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata, Allah berfirman

“Ketika seluruh manusia diberikan pahala sesuai dengan amal ibadahnya karena mereka beramal karena Allah, maka orang-orang yang riya’ Allah berfirman kenapa mereka ‘Silahkan kalian pergi ke orang yang kalian riya’i, apakah kalian akan mendapatkan pahal dari mereka'”

Nabi mengatakan

“Yang pertama akan dihisab dan akan dilemparkan kedalam api Neraka ada 3 golongan, yang pertama orang yang mati dikancah jihad, lalu orang ini dihadapkan dihadapan Allah lalu Allah sebutkan nikmat-nikmatnya yang Allah berikan didunia, Allah sebutkan nikmat Allah, lalu apa yang dia katakan ‘aku berperang dijalan Mu sampai aku mati syahid. Apa kata Allah ‘kadzabta-Dusta..!! namun pandangan hakikatnya engkau berperang agar dikatakan pahlawan, dan gelar itu telah engkau dapatkan, lalu Allah panggil malaikatNya, lalu orang ini diseret dengan wajah yang ada dibawah sampai dilemparkan kedalam api neraka”

Lalu orang yang kedua, orang yang kedua ini mempelajari ilmu agama, lalu mengajarkannya dan membaca alquranul karim, lalu orang ini dihadapkan dihadapan Allah, lalu Allah jelaskan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada dia ‘untuk apa kau gunakan nikmat-nikmat tersebut?’ dengan bangganya orang ini mengatakan ‘aku mempelajari dan mengajarkan ilmu agama semata-mata untuk mencari ridhamu’ apa kata Allah? .. kadzabta.. dusta..!! bohong..!! namun sejatinya engkau mempelajari dan mengajarkan ilmu agama agar dikatan alim ulama, ustadz, tuan guru dan engkau membaca alquran agar dikatakan qori, dan gelar itu telah engkau dapatkan di dunia‘, Allah kembali memanggil malaikatNya untuk menyeret orang ini sampai dia hempaskan dan dilemparkan kedalam neraka.
Dan yang ketiga adalah seseorang yang diberikan harta oleh Allah dan orang ini mengatakan dengan bangganya ‘aku tidak pernah meninggalkan satu jalan kebaikan pun yang Engkau ridhai yang Engkau cintai kecuali aku dermakan hartaku disana’ tidak ada satupun fakir miskin yang mengetuk pintu rumahnya kecuali ia berikan infaq dan sedekah, tidak ada satupun proposal yang mampir kemejanya kecuali ia bantu acara tersebut tidak ada satupun anak yatim yang mengharapkan uluran tangan kecuali dia menjadi orang tua asuh, semua jalan kebaikan itu uangnya ada disana, lalu apa kata Allah..‘kadzabta.. dusta!! namun sejatinya engkau melakukan hal tersebut agar dikatakan dermawan dan gelar itu telah engkau dapatkan.’ akhirnya Allah perintahkan kembali malaikatNya untuk melemparkan dia kedalam siksa api neraka. Ini pelajaran menarik dari hadist tentang riya’, ini sebab kenapa kita harus mengobati penyakit riya’, maka pantas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam senantiasa berdoa meminta amalan muttaqobbala-amalan yang diterima- kira-kira nih amalan kita diterima nggak?

Rezeki yang Berkah

Perlu kita camkan, masalah nafkah bukan masalah banting ngebanting tulang. Masalah nafkah adalah masalah takwa
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari segala arah yang tidak diduga-duga” (QS. Ath-Thalaq:2-3).

Nabi bersabda dalam hadits Tirmidzi

“Kalau kalian benar-benar tawakal dengan tawakal yang sebenar-benarnya, maka Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada seekor burung. Burung keluar dipagi hari dalam kondisi perut lapar, dan pulang disore hari”

Lihat, nabi katakan burung pulangnya sore, bukan jam 12 malam. Ada burung pulang jam 12 malam? | enggak, burung pulang sore dan kenyang dan bawa rezeki buat anak-anaknya. Keberkahan!
Ini bukan kuantitas berapa lama kita bekerja tapi kualitas iman dan takwa kita dan ikhtiar yang maksimal. Ikhtiar yang maksimal bukan bekerja sampai jam 11 malam, sampai jam 2 malam, lalu week end kita pake untuk nambah-nambah mencari sampingan sehingga kita lupa ngaji, kita lupa belajar, kita lupa ibadah, ini nggak berkah! Ingat, burung bisa enjoy menikmati kehidupannya pulang sore, makanya hadistnya “pulang sore dalam kondisi tenang, kenyang dan bisa kasih buat anak-anak” berkah soalnya, karena taqwa, karea ikhtiar, karena burung nggak maksiat, karea burung nggak nipu orang, karena burung berdzikir kepada Allah. Setiap binatang berdzikir atau nggak kepada Allah? berdzikir, kita lupa dzikir, lupa ngaji, akhirnya kita diperbudak oleh dunia.
Allah kasih kita 168 jam/pekan, masa nggak punya waktu 2 jam untuk belajar agama! sesibuk itukah kita? 168 jam/pekan, 2 jam aja nggak punya waktu? Wooh sibuk banget kita, nabi aja kalah sibuk sama kita misalnya. Nabi (rasul) itu umatnya banyak, lalu kepala negara, lalu pemegang kunci baitul mall, menteri keuangan, lalu yang berikutnya panglima perang, kalau bahasa kita panglima TNI, itu masih sempat belajar dengan malaikat Jibril. Kita Presiden bukan, menteri bukan, Panglima TNI bukan, nggak sempat belajar.., Subhanallah.. Ini nyari apa sih dalam hidup. Nabi istrinya 9, kita istri satu, bahkan banyak yang jomblo.. nggak ngaji-ngaji, jadi ini gimana sih? Ini sudah diperbudak dunia, ini ada yang salah dalam hidup kita, nggak bisa demikian, Dan semakin diperbudak dunia, semakin sengsara, makanya para ulama dulu itu cari nafkahnya setiap hari hanya 2 jam, bisa eksis, Syaih Albani itu kan tukang jam, dan beliau nggak kerja setiap hari, dan kalaupun kerja paling hanya 2-3 jam selesai, tutup toko baca, belajar dan seterusnya. Keberkahan ini yang hilang. Maka yakinlah, kita harus kembali kepada bagaimana mengatur waktu sesuai dengan Alquran dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam

Lab 14. Simple Queue – scenario 3

Bismillah

Kita melanjutkan mater simpe queue lagi ya. nah kan sebelumnya uda tuh tentang Lab 11. Simple queue – scenario 1 dan tentang Lab 12. Simple queue – scenario 2 .dan juga   jadi sekarang belajar simple queue yang lebih ekstrim dari sebelumnya.kalau sebelumnya kita hanya melimit koneksi internet dua PC dengan limit bandwidth yang sama maka kali ini kita akan melimit 3 PC dengan limit bandwidth yang berbeda. User 1 dengan limit bandwidth upload dan download 1M/2M, User 2 dengan limit 512M/1M dan juga User 3 dengan limit 256M/512M

Berikut topologi yang akan kita gunakan

top

seperti biasa, yang akan kita konfigurasi pertama kali adalah ip address pada Router Mikrotik internet dan PC VIrtual

[admin@MikroTik] > /ip address 
add address=1.1.1.1/24 interface=ether1
add address=192.168.1.1/24 interface=ether2

sekarang tambahkan dns, ip route dan juga nat agar router maupun Virtual PC dapat mengakses internet

[admin@MikroTik] > ip dns set servers=8.8.8.8
[admin@MikroTik] > ip route add gateway=1.1.1.2
[admin@MikroTik] > /ip firewall nat 
add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

Tes ping ke arah internet

[admin@MikroTik] > ping 8.8.8.8                
  SEQ HOST                                     SIZE TTL TIME  STATUS                                                                                                               
    0 8.8.8.8                                    56  55 24ms 
    1 8.8.8.8                                    56  55 84ms 
    2 8.8.8.8                                    56  55 27ms 
    sent=3 received=3 packet-loss=0% min-rtt=24ms avg-rtt=45ms max-rtt=84ms

Selanjutnya kita akan menambahkan ip dhcp server ke arah PC virtual yang dimana ip yang disewakan antara dari 2 s/d 4 karena berdasarkan topologi diatas kita hanya membutuhkan 3 PC.

[admin@MikroTik] > ip dhcp-server setup 
Select interface to run DHCP server on 
dhcp server interface: ether2
Select network for DHCP addresses 
dhcp address space: 192.168.1.0/24
Select gateway for given network 
gateway for dhcp network: 192.168.1.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server 
addresses to give out: 192.168.1.2-192.168.1.4  
Select DNS servers 
dns servers: 8.8.8.8
Select lease time 
lease time: 10m

Sekarang aktifkan dhcp client pada setiap virtual PC

top2.png

setelah itu periksa ip yang sudah disewa oleh PC virtual

 [admin@MikroTik] > ip dhcp-server lease print 
Flags: X - disabled, R - radius, D - dynamic, B - blocked 
 #   ADDRESS                         MAC-ADDRESS       HOST-NAME                 STATUS 
 0 D 192.168.1.4                     08:00:27:48:45:66 irpan-PC                
 1 D 192.168.1.3                     08:00:27:77:1C:B0 irpan-PC 
 2 D 192.168.1.2                    08:00:27:5A:56:9F irpan-PC  

sebelum kita melimitasi, kita harus membuat ip yang telah disewakan menjadi dhcp static yang anda dapat pahami bentuk konfigurasinya pada Lab 13. dhcp static ip berikut konfigurasi yang akan kita gunakan.

[admin@MikroTik] > ip dhcp-server lease make-static 0,1,2

Nah, sekarang baru kita bisa melimitasi berdasarkan ip address setiap virtual PC

PC1

 

 

PC1.png

PC2

PC2.png

PC3

PC3.png

diatas kita menggunakan aplikasi badwidthtest yang anda bisa dapatkan pada  https://drive.google.com/open?id=0B1kPLzgIwOOVaXlfX3N5WEp3Z3M

 

 

Catatan Kajian – Cinta dan benci karena siapa

Bismillah

Diantara salah satu hal yang berkaitan erat dengan al kaidah al islamiyah yaitu istilah loyal, berlepas diri dan membenci. Rasul Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sekuat-kuat tali keimanan cinta karena Allah dan benci karena Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Didunia ini ada dua kelompok manusia, orang kafir dan orang mukmin. Kewajiaban kita sebagai kaum muslimin untuk menerapkan konsekuensi daripada dua kalimat sahadatain yaitu adanya cinta dan benci arena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Didalam Alquran, Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak menjelaskan kepada kita tentang haramnya kita mencintai atau loyalitas kepada orang-orang kafir. Allah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (panggalan Q.S Al Maidah:51)

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tidaklah engkau Muhammad mendapati sekelompok orang yang beriman kepada Allah dan mereka membenci orang-orang yang memusuhi  Allah, menentang Allah. baik orang tua mereka sendiri, anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka atau karib kerabat mereka.

Mereka adalah orang-orang yang kata Allah Subhanahu wa Ta’ala telah allah tanamkan keimanan dalam hati mereka. Ciri orang beriman adalah mereka tidak punya loyalitas kepada orang-orang kafir.

Maka dari sinilah kita mengetahui kewajiban kaum muslimin untuk mereka membenci orang-orang kafir tersebut meskipun kebencian tidak melampaui batas yang tidak sampai mendzolimi, yang tidak melampaui batasan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam urusan dunia kita boleh berbuat baik kepada mereka namun dalam urusan agama harus betul betul membenci dengan hati kita terhadap orang kafir tersebut. Kemudian juga kewajiban kita untuk kita tidak mengikuti jejak orang-orang kafir baik dalam aqidah kita, ibadah kita, pakaian kita, dan lain sebagainya.

Diantaranya Rasullullah Shallallahu alaihi wa Sallam berkata “selisihilah orang orang yahudi. perihalah jenggot dan cukurlah kumis” maka dalam bentuk kita menyelisihi orang yahudi tidak memiliki loyal ke orang yahudi maka kita memelihara  jenggot tersebut.

Maka mereka-mereka yang tidak mau melakukan hal ini maka mereka telah mengikuti jejak orang Yahudi. yang mana Rasul mengatakan “dan lebih dari itu, diantara bentuk orang itu ber-wala’ kepada orang-orang kafir yaitu dengan mengikuti akidah mereka.

Kalau orang-orang kafir menyembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala maka kalau kaum muslimin ada yang menyembah selain Allah maka mereka telah mengikuti dan ber-wala’ kepada orang-orang kafir tersebut. diantaranya ketika seorang muslim, meminta minta kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam ingin dientas kan musibah dari dirinya dengan cara bentuk lain semisal sumpah maka ini bentuk menyerupai orang orang Nasrani.

kewajiban kita kamu muslimin untuk meninggalkan perayaan-peraaan orang-0rang kafir diantaranya perayaan tahun baru yang dimana seharusnya kita sebagai umat islam harus menghindari hal tersebut

Bara’ ada tiga macam yaitu yang pertama benci 100% yaitu membenci orang-orang kafir yang dimana tidak ada kecintaan sama sekali kepada orang kafir tersebut. kemudian yang kedua al wala’ 100% cinta kepada para sahabat Rasullullah Shallalau wa Sallam. kemudian yang ketiga wala’ wal bara’ yaitu sesua kadar seseorang yaitu seperti seorang mukmin yang berbuat maksiat atau seorang mukmin yang berbalik ke bid’ah-an kita cinta karena keimanannya dan kita cinta karena kemaksiatannya ataupun ke-bid’ahannya tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita orang-orang cinta dan membenci karena Allah Subhanahu wa Ta’ala

Ceramah singkat – Cinta dan Benci karena Siapa – Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc

Jangan Katakan Nanti

Jangan Katakan Nanti – Ust. Abu Yahya Badru Salam, Lc.
Kita ketika beramal, ada saja yang membuat kita it u berhenti dari beramal, apa itu?, banyak perkara, diantaranya adalah seorang tertipu oleh angan-angan “ah gampang, nanti, besok, saya bisa lakukan itu. Ah gampang lusa saya masih kosong kok waktunya, ah gampang nanti malem saya punya waktu In Syaa Allah” sehingga akhirnya, menggampangkan seperti ini, menyebabkan kita selalu menunda-nunda perbuatan.

Ketika kita ada waktu di waktu pagi kita berkata..”ah nanti deh baca quran nya, sore masih ada waktu misalnya” ketika kita menuntut ilmu, setan datang mungkin kepada kita “ah gampang, saya masih ada waktu kok untuk menuntut ilmu”. Maka ini sebuah penyakit yang banyak sekali menghentikan seorang beramal untuk segera beramal. Seorang penuntut ilmu itu tidak ada di kamusnya kata nanti untuk beramal. Ada waktu, lakukan! Ada waktu, gunakan! makanya Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu ardah ketika membawakan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wassallam

“Jadilah didunia, seakan-akan kamu orang yang asing atau penyeberang jalan” kata beliau apa “Kalau kamu berada diwaktu pagi, jangan tunggu-tunggu waktu sore, dan kalau kamu berada diwaktu sore jangan tunggu-tunggu waktu pagi, ambil waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan ambil waktu hidupmu sebelum kami mati. Subhanallah, cobalah kita berfikir, ketika kita mengatakan nanti, sampai kapan nanti?!!. Kita yakin ajal datangnya nanti? kita tidak tau. Makanya seorang penuntut ilmu itu ketika kata nanti itu sudah ada di pikirannaya segera berkata “ah sudahlah, sekarang saya ada kesempatan saya lakukan”. Hasan Al-Basri juga berkata begini “Jauhi oleh kamu menunda-nunda (nanti-nanti-nanti) karena kamu sedang berada dihari ini bukan di hari esok” jika kamu bisa melakukan itu, ketika kita bisa melakukan pada waktunya, ada waktu kesempatan, ambil! Maka kata beliau apa, Jika esok masih menjelang, kamu masih bisa seperti hari ini, dan apabila esok tidak menjelang lagi alias ajal mendatangi kita, kita pun tidak akan menyesal.

Kata-kata nanti.. nanti… ini perkara yang dalam syariat islam saja, dalam alquran dan hadits sangat tidak sepadan, Allah mengatakan

Bersegeralah pada ampunan Rabb mu

Allah mengatakan bersegeralah. Kalau seseorang mengatakan “nanti”, kira-kira dia bersegera tidak? jawabnya tidak Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan “berlomba-lombalah” sementara orang yang mengatakan nanti, tidak berlomba-lomba. Para ulama usul fiqih mengatakan bahwa perintah itu harus dilakukan sesegera mungkin, tidak boleh di tunda-tunda. Maka demikian pula, seorang penuntut ilmu jangan menunda-nunda waktu. Kalau ada kesempatan, ambil. Ini in syaa Allah kunci kesuksesna kita dan ini yang menjadikan kita jauh dari kemalasan.
..
Oleh karena itulah ya akhi, ketika kita menuntut ilmu ketika kita beramal shaleh, ketika kita hendak melakukan berbagai macam kebaikan dan kebaikan, yang kita jaga adalah bagaimana saya bisa melakukan itu diwaktu-waktu yang memang itu.. pertama di tugas waktunya, yang kedua saya bisa melakukannya sesegera mungkin.
Ada orang berhaji, sudah punya uang berhaji, banyak uangnya masya Allah, lalu dia berkata..”ah gampang, nanti saya haji tahun depan aja. Ah gampang nanti saya hajinya umur 40 tahun aja” ya ternyata qadarullah setahun kemudian usahanya bangkrut, akhirnya dia tidak bisa berhaji,bagaimana? Ada orang yang ada kesempatan untuk membaca alquran dan mengatakan nanti sore saya membaca alquran, eh sorenya dia sakit, akhirnya dia tidak bisa membaca alquran, bagaimana? merugi! wallahi sangat merugi, makanya renungkan ini baik-baik, siapa saja kita, baik itu seorang ustadz, atau bapak-bapak, atau bahkan kita semua penuntut ilmu Allah subhanahu wata’ala, siapa pun kita yang ingin mencari kehidupan akhirat dan beramal shaleh, jauhi yang namanya kata nanti!, nggak ada kata nanti!, ada kesempatan hari ini! kecuali kalau memang ditundanya karena ada maslahat yang lebih besar, kita tunda itu karena ada udzur yang syar’i, adapun kita membiasakan diri menunda-nunda-nunda-nunda itu tanda kemalasan akhi, seorang mukmin tidak demikian, makanya Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda

“Bersungguh-sungguhlah untuk menghasilkan apa yang bermanfaat buat kamu, semangatlah” kata Rasulullahu ‘alaihi wassallam. Orang yang mengatakan nanti-nanti-nanti itu menunjukkan dia tidak Bersungguh-sungguh ya akhi, itu menunjukkan dia tidak ada kesemangatan kebaikan demi kebaikan, namun terkadang anehnya dalam masalah yang sifatnya itu tidak ada manfaatnya seringkali kita tidak mengatakan nanti, ada film rame.. waah untuk mengatakan nanti berat rasanya, ada sesuatu yang sesuai dengan syahwat, terkadang untuk mengatakan nanti berat rasanya. La hawla quwwata ila billah, maka, kita sebagai orang yang beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat mar kita berlomba-lomba, mari kita bersungguh-sungguh, semoga ini akan memberikan motivasi kedalam kehidupan kita.

Wabillahi taufiq, subhakallahiwabihamdih, asyhadualla ila ha illa anta, astagfiruka waatubu ilaih, wassalamualaikum warah matullahi wabarakatuh.

Catatan Kajian – Kesempatan Untuk Bermaksiat

bismillahirrohmanirrohim

saudaraku seiman yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketika berada ditempat yang sepi yang dimana mata terjaga dari melihat yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Telinga terjaga dari mendengarkan dari yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tangan dan kaki terjaga dari mengerjakan hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. kemudian juga kemaluan terjaga dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saya sempat berpikir kalau seandainya saya berada di sebuah tempat yang ditempat tersebut saya memiliki kesempatan untuk bermaksiat, apakah saya akan sanggup melawan maksiat tersebut. Saya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan untuk saya menjauhi maksiat tersebut.

tetapi yang saya ingin tekankan disini bahwa kesempatan untuk tidak bermaksiat yang diberikan oleh Allah Subhanu wa Ta’ala adalah nikmat. Salah satu nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terbesar.

Seseorang tidak diberikan waktu, tidak diberikan kesempatan untuk bermaksiat kepada Allah adalah sebuah nikmat yang terbesar dan tidak semua orang diberikan seperti itu, tidak semua orang diberikan kesempatan untuk jauh dari maksiat.

Ada sebagian orang terkadang dia benar-benar diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kemaksiatan maka bapak-ibu saudara-saudari yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersyukurlah.

Jika Anda tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermaksiat karena itu berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. jika Anda tidak diberikan ruang, untuk melakukan dosa kepada Allah Subhanu wa Ta’ala karena itu salah satu pemberian terbesar yang Allah berikan kepada Anda.

Jika Anda tidak pernah bahkan tidak pernah terpikirkan untuk meninggakan untuk meninggalkan sholat, meninggalkan puasa ramadhan, kemudian mencuri, membunuh, berzinah, minum khamar. Tidak pernah terpikirkan oleh Anda maka yakini itu adalah sebuah nikmat yang terbesar dari nikmat-nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Anda.

Dan akhirnya dari sini kita memang dapat mengambil pelajaran, sungguh begitu besar nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. diantaranya adalah tidak diberikan seorang hamba kesempatan untuk melakukan maksiat, untuk melakukan sebuah dosa.

ini merupakan tadabbur atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Ibrahim yang artinya “dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah kalian tidak akan pernah menghitungnya dan salah satu nikmat Allah yang terbesar seseorang tidak diberikan kesempatan untuk bermaksiat.

Dan satu poin lagi, kalau begitu jangan coba-coba bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena berarti  Anda sudah menghilangkan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada Anda

Ceramah singkat – Kesempatan untuk bermaksiat – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc