Multicast Sparse Mode – Static RP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan share materi kembali, dan materi yang akan saya bahas pada kali ini adalah multicast sparse mode.

Dalamsparse mode, host diharuskan untuk megirim requst terlebih dahulu, baru akan dikirimi traffic multicast. Di dalam sparse mode sendiri, akan ada router yang menjadi rendezvous point dimana router tersebutaka menjadi pusat untuk menghubungkan multicast source dan router yang memiliki host.

Cara pemilihan RP sendiri, dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu seperti berikut.
– Static RP
– Auto RP
– BSR

Pada kali ini, yang akan kita gunakan adalah static RP dimana semua router uang tergabung ke dalam multicast tersebut, diharuskan untuk mendefinisikan router mana yang akan dijadikan sebagai RP. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi

 

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan yang ada pada lab sebelumnya. Dan sekarang, rubah mode yang sebelumnya dense mode, menjadi sparse mode. 

Router1

R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip pim sparse-mode
R1(config-if)#ex
R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#ip pim sparse-mode
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/1
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip pim sparse-mode
R3(config-if)#ex
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#ip pim sparse-mode
R3(config-if)#ex

Oke jika sudah, sekarang definisikan router yang akan menjadi rp dalam jaringan tersebut. 
Router1

R1(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2

Router2

R2(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2

Router3

R3(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2

Lalu selanjutnya, lakukan verifikasi pada setiap router. 
Router2

R2(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)

Router1

R1(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)

Router3

R3(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)

Lalu cek juga ip mroute pada R2. 
Router2

R2(config)#do sh ip mroute
IP Multicast Routing Table

(*, 239.0.0.1), 00:01:53/00:02:35, RP 2.2.2.2, flags: S
  Incoming interface: Null, RPF nbr 0.0.0.0
  Outgoing interface list:
    Ethernet0/0, Forward/Sparse, 00:01:53/00:02:35

(*, 224.0.1.40), 00:29:23/00:03:18, RP 2.2.2.2, flags: SJCL
  Incoming interface: Null, RPF nbr 0.0.0.0
  Outgoing interface list:
    Ethernet0/1, Forward/Sparse, 00:27:32/00:03:18
    Ethernet0/0, Forward/Sparse, 00:29:23/00:02:36

Maka akan terlihat bahwa R2 sudah menjadi sebagai RP.

Multicast Sparse Mode – Static RP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan share materi kembali, dan materi yang akan saya bahas pada kali ini adalah multicast sparse mode.

Dalamsparse mode, host diharuskan untuk megirim requst terlebih dahulu, baru akan dikirimi traffic multicast. Di dalam sparse mode sendiri, akan ada router yang menjadi rendezvous point dimana router tersebutaka menjadi pusat untuk menghubungkan multicast source dan router yang memiliki host.

Cara pemilihan RP sendiri, dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu seperti berikut.
– Static RP
– Auto RP
– BSR

Pada kali ini, yang akan kita gunakan adalah static RP dimana semua router uang tergabung ke dalam multicast tersebut, diharuskan untuk mendefinisikan router mana yang akan dijadikan sebagai RP. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi

 

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan yang ada pada lab sebelumnya. Dan sekarang, rubah mode yang sebelumnya dense mode, menjadi sparse mode. 

Router1

R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip pim sparse-mode
R1(config-if)#ex
R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#ip pim sparse-mode
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/1
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip pim sparse-mode
R3(config-if)#ex
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#ip pim sparse-mode
R3(config-if)#ex

Oke jika sudah, sekarang definisikan router yang akan menjadi rp dalam jaringan tersebut. 
Router1

R1(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2

Router2

R2(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2

Router3

R3(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2

Lalu selanjutnya, lakukan verifikasi pada setiap router. 
Router2

R2(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)

Router1

R1(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)

Router3

R3(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)

Lalu cek juga ip mroute pada R2. 
Router2

R2(config)#do sh ip mroute
IP Multicast Routing Table

(*, 239.0.0.1), 00:01:53/00:02:35, RP 2.2.2.2, flags: S
  Incoming interface: Null, RPF nbr 0.0.0.0
  Outgoing interface list:
    Ethernet0/0, Forward/Sparse, 00:01:53/00:02:35

(*, 224.0.1.40), 00:29:23/00:03:18, RP 2.2.2.2, flags: SJCL
  Incoming interface: Null, RPF nbr 0.0.0.0
  Outgoing interface list:
    Ethernet0/1, Forward/Sparse, 00:27:32/00:03:18
    Ethernet0/0, Forward/Sparse, 00:29:23/00:02:36

Maka akan terlihat bahwa R2 sudah menjadi sebagai RP.

Multicast Dense Mode

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi kembali, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai multicast.

Dalam penggunaan multicast sendiri, akan memungkinkan router untuk mengirimi langsung sebuah paket ke tujuan yang telah berada 1 grup dengannya. Jadi walaupun jaringan tersebut menggunakan switch untuk membroadcast ke semua router, dengan adanya multicast, router tersebut hanya akan mengirimi ke tujuan yang sebelumnya berada 1 grup dengannya, atau ke tujuan yang hanya membutuhkannya. Jadi bukan dikirimkan ke seluruh router yang ada pada jaringan tersebut.

Oke langsung saja, berikut topologi yang digunakan.

Topologi

 

 

Konfigurasi

Oke untuk konfigurasinya, tentunya kita harus mengkonfigurasikan ip address terlebih dahulu agar router yang directly connected dapat saling terhubung. Jika sudah, sekarang aktifkan multicast routing pada setiap router.

Router1

R1(config)#ip multicast-routing

Router2

R2(config)#ip multicast-routing

Router3

R3(config)#ip multicast-routing

Jika sudah, sekarang aktifkan dense mode pada interface yang akan digunakan. Aktifkan juga OSPF agar nantinya setiap router dapat saling berhubungan.

Router1

R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#ip pim dense-mod
R1(config-if)#ip os 123 ar 0
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip pim dense-mode
R1(config-if)#ip os 123 ar 0
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/1
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#ip pim dense-mode
R3(config-if)#ip os 123 ar 0
R3(config-if)#ex
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip os 123 ar 0
R3(config-if)#ip pim dense-mode
R3(config-if)#ex

Oke jika sudah, sekarag pada R1, kita akan coba untuk join grup ke ip multicast. Misalkan 239.0.0.1.

Router1

R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip igmp join-group 239.0.0.1
R1(config-if)#ex

Lalu lakukan verifikasi ping dari R3.

Router3

R3(config)#do ping 239.0.0.1
Type escape sequence to abort.
Sending 1, 100-byte ICMP Echos to 239.0.0.1, timeout is 2 seconds:

Reply to request 0 from 1.1.1.1, 49 ms
Reply to request 0 from 1.1.1.1, 73 ms

Dan maka akan terlihat ping telah berhasil.

Multicast Dense Mode

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi kembali, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai multicast.

Dalam penggunaan multicast sendiri, akan memungkinkan router untuk mengirimi langsung sebuah paket ke tujuan yang telah berada 1 grup dengannya. Jadi walaupun jaringan tersebut menggunakan switch untuk membroadcast ke semua router, dengan adanya multicast, router tersebut hanya akan mengirimi ke tujuan yang sebelumnya berada 1 grup dengannya, atau ke tujuan yang hanya membutuhkannya. Jadi bukan dikirimkan ke seluruh router yang ada pada jaringan tersebut.

Oke langsung saja, berikut topologi yang digunakan.

Topologi

 

 

Konfigurasi

Oke untuk konfigurasinya, tentunya kita harus mengkonfigurasikan ip address terlebih dahulu agar router yang directly connected dapat saling terhubung. Jika sudah, sekarang aktifkan multicast routing pada setiap router.

Router1

R1(config)#ip multicast-routing

Router2

R2(config)#ip multicast-routing

Router3

R3(config)#ip multicast-routing

Jika sudah, sekarang aktifkan dense mode pada interface yang akan digunakan. Aktifkan juga OSPF agar nantinya setiap router dapat saling berhubungan.

Router1

R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#ip pim dense-mod
R1(config-if)#ip os 123 ar 0
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip pim dense-mode
R1(config-if)#ip os 123 ar 0
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/1
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#ip pim dense-mode
R3(config-if)#ip os 123 ar 0
R3(config-if)#ex
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip os 123 ar 0
R3(config-if)#ip pim dense-mode
R3(config-if)#ex

Oke jika sudah, sekarag pada R1, kita akan coba untuk join grup ke ip multicast. Misalkan 239.0.0.1.

Router1

R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip igmp join-group 239.0.0.1
R1(config-if)#ex

Lalu lakukan verifikasi ping dari R3.

Router3

R3(config)#do ping 239.0.0.1
Type escape sequence to abort.
Sending 1, 100-byte ICMP Echos to 239.0.0.1, timeout is 2 seconds:

Reply to request 0 from 1.1.1.1, 49 ms
Reply to request 0 from 1.1.1.1, 73 ms

Dan maka akan terlihat ping telah berhasil.

DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping OSPF

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan share materi kembali, dan masih sama mengenai DMVPN, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping with OSPF.

Pada artikel sebelumnya, saya juga sudah membahas mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic mapping with EIGRP, dan sekarang kita akan menggunakan routing EIGRP. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan konfigurasi yang sudah ada pada lab sebelumnya, akan tetapi kita harus menghapus interface tunnel yang ada pada lab sebelumnya terlebih dahulu. Jika sudah, konfigurasikan DMVPN pada setiap router.

Router1

R1(config)#int tun3
R1(config-if)#ip addr
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip nhrp redir
R1(config-if)#ip os net point-to-mul
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int tun2
R2(config-if)#ip addr 182.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip nhrp short
R2(config-if)#ip os net point-to-mul
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int tun2
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip nhrp short
R3(config-if)#ip os net point-to-mul
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex

Oke jika sudah, sekarang tambahkan routing OSPF pada setiap router.
Router1

R1(config)#router os 100
R1(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R1(config-router)#ex

Router2

R2(config)#router os 100
R2(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R2(config-router)#ex

Router3

R3(config)#router os 100
R3(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R3(config-router)#ex

Jika sudah, lakukanverifikasi bahwa router telah didapatkan oleh setiap router.

DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping OSPF

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan share materi kembali, dan masih sama mengenai DMVPN, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping with OSPF.

Pada artikel sebelumnya, saya juga sudah membahas mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic mapping with EIGRP, dan sekarang kita akan menggunakan routing EIGRP. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan konfigurasi yang sudah ada pada lab sebelumnya, akan tetapi kita harus menghapus interface tunnel yang ada pada lab sebelumnya terlebih dahulu. Jika sudah, konfigurasikan DMVPN pada setiap router.

Router1

R1(config)#int tun3
R1(config-if)#ip addr
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip nhrp redir
R1(config-if)#ip os net point-to-mul
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int tun2
R2(config-if)#ip addr 182.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip nhrp short
R2(config-if)#ip os net point-to-mul
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int tun2
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip nhrp short
R3(config-if)#ip os net point-to-mul
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex

Oke jika sudah, sekarang tambahkan routing OSPF pada setiap router.
Router1

R1(config)#router os 100
R1(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R1(config-router)#ex

Router2

R2(config)#router os 100
R2(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R2(config-router)#ex

Router3

R3(config)#router os 100
R3(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R3(config-router)#ex

Jika sudah, lakukanverifikasi bahwa router telah didapatkan oleh setiap router.

DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping EIGRP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya masih membahas mengenai DMVPN, dan DMVPN yang akan dibahas pada kali ini adalah mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping dengan EIGRP.

Lalu apa bedanya? Agak susah sih ngebedainnya, mungkin nanti akan dibahas teorinya aja ya, tapi nyusul aja hehehe. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, kita dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya. Lalu hapus terlebih dahulu interface tunnelnya, baru kita buat lagi.

Router1

R1(config)#no int tun1
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip nhrp redir
R1(config-if)#no ip sp ei 100
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mu
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int tun1
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip nhrp short
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip nhrp short
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex

Jika sudah, sekarang tambahkan routing pada ketiga router tersebut agar terjalin adjacency melalui tunnel. 
Router1

R1(config)#router ei 100
R1(config-router)#net 192.168.100.1 0.0.0.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#ex

Router2

R2(config)#router ei 100
R2(config-router)#net 192.168.100.2 0.0.0.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#ex

Router3

R3(config)#router ei 100
R3(config-router)#net 192.168.100.3 0.0.0.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#ex

Lalu lakukan verifikasi bahwa antar router sekarang sudah dapat terhubung.

DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping EIGRP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya masih membahas mengenai DMVPN, dan DMVPN yang akan dibahas pada kali ini adalah mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping dengan EIGRP.

Lalu apa bedanya? Agak susah sih ngebedainnya, mungkin nanti akan dibahas teorinya aja ya, tapi nyusul aja hehehe. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, kita dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya. Lalu hapus terlebih dahulu interface tunnelnya, baru kita buat lagi.

Router1

R1(config)#no int tun1
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip nhrp redir
R1(config-if)#no ip sp ei 100
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mu
R1(config-if)#ex

Router2

R2(config)#int tun1
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip nhrp short
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex

Router3

R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip nhrp short
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex

Jika sudah, sekarang tambahkan routing pada ketiga router tersebut agar terjalin adjacency melalui tunnel. 
Router1

R1(config)#router ei 100
R1(config-router)#net 192.168.100.1 0.0.0.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#ex

Router2

R2(config)#router ei 100
R2(config-router)#net 192.168.100.2 0.0.0.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#ex

Router3

R3(config)#router ei 100
R3(config-router)#net 192.168.100.3 0.0.0.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#ex

Lalu lakukan verifikasi bahwa antar router sekarang sudah dapat terhubung.

DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping BGP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya kan melanjutkan materi kembali, dan materi yang akan kita bahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping with BGP.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasi dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya, tapi jangan dihapus tunnelnya, dikarenakan kita akan menggunakan tunnel yang sebelumnya, dan hanya ada perubahan pada routing yang akan digunakan. 

Router1

R1(config)#router bg 101
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#nei 192.168.100.2 remote 102
R1(config-router)#nei 192.168.100.3 remote 103
R1(config-router)#ex

Router2

R2(config)#router bg 102
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#nei 192.168.100.1 remote 101
R2(config-router)#nei 192.168.100.3 remote 103
R2(config-router)#nei 192.168.100.3 ebgp-multihop 2
R2(config-router)#ex

Router3

R3(config)#router bg 103
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 255.255.255.255
R3(config-router)#nei 192.168.100.1 remote 101
R3(config-router)#nei 192.168.100.2 remote 102
R3(config-router)#nei 192.168.100.2 ebgp-mul 2
R3(config-router)#ex

Jika sudah, sekarang lakukan verifikasi bahwa antar loopback yang dimiliki oleh router dapat terhubung.

DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping BGP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya kan melanjutkan materi kembali, dan materi yang akan kita bahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping with BGP.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasi dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya, tapi jangan dihapus tunnelnya, dikarenakan kita akan menggunakan tunnel yang sebelumnya, dan hanya ada perubahan pada routing yang akan digunakan. 

Router1

R1(config)#router bg 101
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#nei 192.168.100.2 remote 102
R1(config-router)#nei 192.168.100.3 remote 103
R1(config-router)#ex

Router2

R2(config)#router bg 102
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#nei 192.168.100.1 remote 101
R2(config-router)#nei 192.168.100.3 remote 103
R2(config-router)#nei 192.168.100.3 ebgp-multihop 2
R2(config-router)#ex

Router3

R3(config)#router bg 103
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 255.255.255.255
R3(config-router)#nei 192.168.100.1 remote 101
R3(config-router)#nei 192.168.100.2 remote 102
R3(config-router)#nei 192.168.100.2 ebgp-mul 2
R3(config-router)#ex

Jika sudah, sekarang lakukan verifikasi bahwa antar loopback yang dimiliki oleh router dapat terhubung.