Cara Instalasi OpenShift Origin

Cara Instalasi OpenShift Origin

Contoh di sini, memakai CentOS 7.3

STEP 1 – Konfigurasi Jaringan

konfigurasi ip address serta hostname biar gampang dengan menggunakan perintah

nmtui

dan konfigurasi ip address-nya beserta hostname-nya, contoh di lab ini menggunakan ip address & hostname sebagai berikut

  • IP Address : 10.10.10.10/24
  • Gateway : 10.10.10.1
  • DNS : 8.8.8.8
  • Hostname : openshift.noor.labs

Dan jangan lupa tambahkan host di file /etc/hosts

echo “10.10.10.10     openshift.noor.labs” >> /etc/hosts

STEP 2 – Install Aplikasi Pendukung

sudo yum install wget docker -y

STEP 3 – Atur agar Openshift Images dapat di gunakan oleh Docker

Edit file docker,

sudo vi /etc/sysconfig/docker

Pada bagian opsi  INSECURE_REGISTRY , hilangkan tanda pagar dan tambahkan ip host openshift images

INSECURE_REGISTRY=’–insecure-registry 172.30.0.0/16′

Dan setelah itu, restart service docker

sudo systemctl restart docker

STEP 4 – Download Openshift Package

Download versi stable dari openshift, pada saat artikel ini dibuat, versi openshift-nya yg stable yaitu versi 1.41, kalo mau liat di halaman github openshift-nya https://github.com/openshift/origin/releases

Tapi di contoh ini, menggunakan versi 1.41

wget https://github.com/openshift/origin/releases/download/v1.4.1/openshift-origin-client-tools-v1.4.1-3f9807a-linux-64bit.tar.gz

Setelah di download, di extract file tersebut

tar xzvf  openshift-origin-client-tools-v1.4.1-3f9807a-linux-64bit.tar.gz

Masuk ke direktori hasil extract file tersebut

cd openshift*

Salin file oc (Openshift Client) ke direktori /usr/bin, agar bisa di akses dengan mudah, dan jangan lupa atur permission-nya

sudo cp oc /usr/bin/ sudo chmod +x /usr/bin/oc

STEP 5 – Instalasi (Jalankan) Openshift

Sekarang kita bisa langsung jalankan openshift-nya, dengan perintah sebagai berikut

sudo oc cluster up

dan log pada saat menjalankan openshift-nya

— Checking OpenShift client … OK — Checking Docker client … OK — Checking Docker version … OK — Checking for existing OpenShift container … OK — Checking for openshift/origin:v1.4.1 image … OK — Checking Docker daemon configuration … OK — Checking for available ports … OK — Checking type of volume mount … Using nsenter mounter for OpenShift volumes — Creating host directories … OK — Finding server IP … Using 10.10.10.10 as the server IP — Starting OpenShift container … Creating initial OpenShift configuration Starting OpenShift using container ‘origin’ Waiting for API server to start listening OpenShift server started — Adding default OAuthClient redirect URIs … OK — Installing registry … OK — Installing router … OK — Importing image streams … OK — Importing templates … OK — Login to server … OK — Creating initial project “myproject” … OK — Removing temporary directory … OK — Server Information … OpenShift server started. The server is accessible via web console at: https://10.10.10.10:8443 You are logged in as: User: developer Password: developer To login as administrator: oc login -u system:admin

STEP 6 – Izinkan Port 8443 pada Firewall

Karena secara default openshift memakai port 8443, maka kita izinkan terlebih dahulu pada sisi firewall di centos-nya, agar bisa di akses port tersebut, dengan cara

sudo firewall-cmd –add-port 8443/tcp –permanent sudo firewall-cmd –reload

STEP 7 – Akses via Web Browser

Buka web browser dengan google-chrome, firefox atau yang lain, dengan menuliskan alamat ip address host openshift tersebut beserta port dan protokol https-nya, contoh

https://10.10.10.10:8443

dan berikut tampilan OpenSshift-nya

Cara Instalasi OpenShift Origin

Cara Instalasi OpenShift Origin

Cara Instalasi OpenShift Origin

Contoh di sini, memakai CentOS 7.3 STEP 1 – Konfigurasi Jaringan konfigurasi ip address serta hostname biar gampang dengan menggunakan perintah nmtui dan konfigurasi ip address-nya beserta hostname-nya, contoh di lab ini menggunakan ip address & hostname sebagai berikut IP Address : 10.10.10.10/24 Gateway : 10.10.10.1 DNS : 8.8.8.8 Hostname…

Management Virtual Machine Pada VMware ESXi Dengan vSphere Client v6 (Lab 68)


Assalamualaikum…

pada postingan kali ini saya akan melanjutkan lab-nya tentang virtualisasi. pada postingan sebelumnya tentang tutorial instalasi openstack versi liberty sudah selesai, sekarang saya ingin menjelaskan mengenai cara membuat Virtual Machine di VMware ESXi 6.0. Untuk penjelasan dan cara instalasi vSphere ESXi 6.0 silahkan kalian lihat pada postingan saya yang sebelumnya tentang Pengertian VMware vSphere dan Instalasi VMware ESXi 6.0

Sebenernya ada 3 aplikasi lainnya yang bisa kita pakai untuk management VMware ESXi ini, seperti VMware Web Client, VMware vCenter, dan VMware Workstation. Tapi kali ini saya akan menggunakan vSphere Client untuk management-nya.
STEP 1 – Login ke VMware ESXi-nya
Kita akan login menggunakan vSphere Client, pertama kita buka aplikasinya, kemudian masukan IP Address, boleh juga domain server ESXi-nya, login menggunakan user root lalu masukan username dan password-nya,

jika muncul tab tentang “Certificare Warnings” di skip aja, atau klik ignore aja.

STEP 2 – Memilih Tipe Virtual Machine
Kita akan memilih tipe virtual machine yang akan kita buat nanti. klik File > New > Virtual Machine, jika ingin cepat bisa menggunakan shortkey CTRL + N, kemudian kita klik bagian Create a new virtual machine.

Lalu ada 2 opsi yang bisa kita pilih, yaitu :

  • Typical, pada opsi ini hardware yang diatur untuk virtual mechine adalah yang penting, penting saja, kita tidak bisa mengatur secara spesifik hardware yang kita butuhkan
  • Custom, pada opsi ini kita bisa membuat virtual machine dengan spesifik

Jadi kita pilih opsi Custom.

STEP 3 – Memberikan Nama Virtual Machine

Pada langkah ini kita berikan nama untuk virtual machine yang akan kita buat, disini saya akan meng-install Debian versi 7.6.0 yang 32-bit, jadi saya tulis debian-7.6.0-i386

STEP 4 – Memilih Storage

Dilangkah ini kita memilih storage yang akan digunakan oleh virtual machine, kita pilih datastore lalu next.

STEP 5 – Menentukan Nama Sistem Operasi dan Versi-nya

Sekarang kita akan menentukan sistem operasi dan family dari versi yang akan kita buat, disini saya menggunakan Debian Server yang mempunyai family dari linux dengan versi 32-bit

STEP 6 – Menentukan CPU

Lalu kita tentukan CPU yang akan digunakan, kita bisa membuat beberapa sockets atau bisa juga kita tentukan didalam satu socket, berapa core yang akan dibuat. Saya menggunakan 1 socket dengan 1 core per socket.

STEP 7 – Menentukan RAM

Atur RAM sesuai kebutuhan untuk virtual machine yang akan kita install, lalu klik next.

STEP 8 – Menentukan NIC

Disini kita bisa menentukan berapa NIC yang akan digunakan, dan juga kita bisa menentukan adapater yang akan dipakai virtual machine

STEP 9 – Memilih SCSI Controller

Pada VMware ada 4 SCSI Controller, yaitu BusLogic, LSI Logic Parallel, LSI Logic SAS, dan VMware Paravirtual (PVSCSI). Kita pilih yang LSC Logic Paralle.

STEP 10 – Memilih Tipe Disk

Ada 3 opsi yang bisa kita pilih untuk membuat virtual disk, yaitu

  • Create a new virtual disk, opsi ini digunakan untuk membuat disk baru
  • Use an existing virtual disk, opsi ini akan mengunakan virtual disk yang sudah ada
  • Raw Devide Mappings, opsi ini digunakan ketika terhubung dengan SAN
disini saya pilih Create a new virtual disk

STEP 11 – Membuat Hardisk
Pertama kita atur ukuran storage yang akan digunakan oleh virtual machine, setelah itu kita atur Disk Provisioning pada Thin Provision yaitu fitur dari vSpare dimana virtual disk storage ini diizinkan untuk mengalokasikan jika ada request saja, jadi alokasi storage hanya akan dipakai jika virtual machine merequestnya. Contoh, jika ukuran storage nya hanya 8gb dan ketika kita upgrade os nya, ternyata membutuhkan 20gb, maka storage nya akan bertambah menjadi 20gb atau lebih secara otomatis.

STEP 12 – Menentukan Virtual Device Node dan Mode-nya
Pada opsi Virtual Devide Node kita pilih SCSI, lalu pada opsi mode kita pilih Independent Presistent yaitu mode yang terus menggunakan Virtual Machine Disk file (VMDK) walaupun sedang tidak mengambil snapshot dan tetap digunakan dan langsung disimpan secara permanen pada storage.

STEP 13 – Verifikasi
Kita lihat konfigurasi yang yang sudah diatur tadi, lihat apakah sudah cocok apa belum, lalu kita beri ceklis pada edit virtual machine setting before completion, karena kita harus memasukan iso yang akan digunakan untuk menginstall virtual machine. lalu klik Continue

STEP 14 – Menambahkan File ISO
Setelah itu kita klik New CD/DVD (adding) dan pilih datastore ISO File, kemudian klik Browse untuk mengambil file iso dari datastore. jika tidak ada iso-nya, silahkan upload iso terlebih dahulu, bisa dilihat pada postingan saya di “Cara Upload File ISO ke VMware ESXi Server

setelah iso-nya sudah dipilih, kita klik OK dan klik Finish

STEP 15 – Menjalankan Virtual Machine
Kemudian kita jalankan virtual machine yang tadi sudah kita buat dengan men-klik icon power on berwarna hijau seperti tombol start pada media player.

lalu kita coba jalankan

And Done~
kita sudah berhasil membuat virtual machine di vSphere, semoga bermanfaat.
Nun walqalami wama yasthurun
Wassalamualaikum…

Management Virtual Machine Pada VMware ESXi Dengan vSphere Client v6 (Lab 68)


Assalamualaikum…

pada postingan kali ini saya akan melanjutkan lab-nya tentang virtualisasi. pada postingan sebelumnya tentang tutorial instalasi openstack versi liberty sudah selesai, sekarang saya ingin menjelaskan mengenai cara membuat Virtual Machine di VMware ESXi 6.0. Untuk penjelasan dan cara instalasi vSphere ESXi 6.0 silahkan kalian lihat pada postingan saya yang sebelumnya tentang Pengertian VMware vSphere dan Instalasi VMware ESXi 6.0

Sebenernya ada 3 aplikasi lainnya yang bisa kita pakai untuk management VMware ESXi ini, seperti VMware Web Client, VMware vCenter, dan VMware Workstation. Tapi kali ini saya akan menggunakan vSphere Client untuk management-nya.
STEP 1 – Login ke VMware ESXi-nya
Kita akan login menggunakan vSphere Client, pertama kita buka aplikasinya, kemudian masukan IP Address, boleh juga domain server ESXi-nya, login menggunakan user root lalu masukan username dan password-nya,

jika muncul tab tentang “Certificare Warnings” di skip aja, atau klik ignore aja.

STEP 2 – Memilih Tipe Virtual Machine
Kita akan memilih tipe virtual machine yang akan kita buat nanti. klik File > New > Virtual Machine, jika ingin cepat bisa menggunakan shortkey CTRL + N, kemudian kita klik bagian Create a new virtual machine.

Lalu ada 2 opsi yang bisa kita pilih, yaitu :

  • Typical, pada opsi ini hardware yang diatur untuk virtual mechine adalah yang penting, penting saja, kita tidak bisa mengatur secara spesifik hardware yang kita butuhkan
  • Custom, pada opsi ini kita bisa membuat virtual machine dengan spesifik

Jadi kita pilih opsi Custom.

STEP 3 – Memberikan Nama Virtual Machine

Pada langkah ini kita berikan nama untuk virtual machine yang akan kita buat, disini saya akan meng-install Debian versi 7.6.0 yang 32-bit, jadi saya tulis debian-7.6.0-i386

STEP 4 – Memilih Storage

Dilangkah ini kita memilih storage yang akan digunakan oleh virtual machine, kita pilih datastore lalu next.

STEP 5 – Menentukan Nama Sistem Operasi dan Versi-nya

Sekarang kita akan menentukan sistem operasi dan family dari versi yang akan kita buat, disini saya menggunakan Debian Server yang mempunyai family dari linux dengan versi 32-bit

STEP 6 – Menentukan CPU

Lalu kita tentukan CPU yang akan digunakan, kita bisa membuat beberapa sockets atau bisa juga kita tentukan didalam satu socket, berapa core yang akan dibuat. Saya menggunakan 1 socket dengan 1 core per socket.

STEP 7 – Menentukan RAM

Atur RAM sesuai kebutuhan untuk virtual machine yang akan kita install, lalu klik next.

STEP 8 – Menentukan NIC

Disini kita bisa menentukan berapa NIC yang akan digunakan, dan juga kita bisa menentukan adapater yang akan dipakai virtual machine

STEP 9 – Memilih SCSI Controller

Pada VMware ada 4 SCSI Controller, yaitu BusLogic, LSI Logic Parallel, LSI Logic SAS, dan VMware Paravirtual (PVSCSI). Kita pilih yang LSC Logic Paralle.

STEP 10 – Memilih Tipe Disk

Ada 3 opsi yang bisa kita pilih untuk membuat virtual disk, yaitu

  • Create a new virtual disk, opsi ini digunakan untuk membuat disk baru
  • Use an existing virtual disk, opsi ini akan mengunakan virtual disk yang sudah ada
  • Raw Devide Mappings, opsi ini digunakan ketika terhubung dengan SAN
disini saya pilih Create a new virtual disk

STEP 11 – Membuat Hardisk
Pertama kita atur ukuran storage yang akan digunakan oleh virtual machine, setelah itu kita atur Disk Provisioning pada Thin Provision yaitu fitur dari vSpare dimana virtual disk storage ini diizinkan untuk mengalokasikan jika ada request saja, jadi alokasi storage hanya akan dipakai jika virtual machine merequestnya. Contoh, jika ukuran storage nya hanya 8gb dan ketika kita upgrade os nya, ternyata membutuhkan 20gb, maka storage nya akan bertambah menjadi 20gb atau lebih secara otomatis.

STEP 12 – Menentukan Virtual Device Node dan Mode-nya
Pada opsi Virtual Devide Node kita pilih SCSI, lalu pada opsi mode kita pilih Independent Presistent yaitu mode yang terus menggunakan Virtual Machine Disk file (VMDK) walaupun sedang tidak mengambil snapshot dan tetap digunakan dan langsung disimpan secara permanen pada storage.

STEP 13 – Verifikasi
Kita lihat konfigurasi yang yang sudah diatur tadi, lihat apakah sudah cocok apa belum, lalu kita beri ceklis pada edit virtual machine setting before completion, karena kita harus memasukan iso yang akan digunakan untuk menginstall virtual machine. lalu klik Continue

STEP 14 – Menambahkan File ISO
Setelah itu kita klik New CD/DVD (adding) dan pilih datastore ISO File, kemudian klik Browse untuk mengambil file iso dari datastore. jika tidak ada iso-nya, silahkan upload iso terlebih dahulu, bisa dilihat pada postingan saya di “Cara Upload File ISO ke VMware ESXi Server

setelah iso-nya sudah dipilih, kita klik OK dan klik Finish

STEP 15 – Menjalankan Virtual Machine
Kemudian kita jalankan virtual machine yang tadi sudah kita buat dengan men-klik icon power on berwarna hijau seperti tombol start pada media player.

lalu kita coba jalankan

And Done~
kita sudah berhasil membuat virtual machine di vSphere, semoga bermanfaat.
Nun walqalami wama yasthurun
Wassalamualaikum…

Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 18.0

NOTE : Screenshoot sedang proses

Assalamualaikum…

Pada postingan sebelumnya, kita sudah membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, kali inii saya akan menambahkan block storage atau cinder kedalam instanece yang sudah dibuat, pada part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat , melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

Part Sebelumnya:

  • Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0
  • kita langsung saja nge-lab cara menambahkan block storage ke instance

    LAB 65 – Membuat Volume – Node Controller

    sekarang kita akan membuat sebuah volume terlebih dahulu, yang nantinya volume ini akan digunakan instance

    STEP 1 – Konfigurasi
    kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    setelah itu kita buat volume dengan ukuran 1GB

    $ cinder create –display-name volume1 1

    lalu cek volume yang tadi di buat

    $ cinder list

    kemudian kita tambahkan volume tadi ke instance

    $ nova volume-attach INSTANCE_NAME VOLUME_ID

    > ganti INSTANCE_NAME dengan nama instance-nya
    > ganti VOLUME ID dengan id volume yang tadi dibuat

    STEP 2 – Verifikasi
    lalu kita lihat list dari volume-nya

    $ nova volume-list

    setelah itu lihat remote public-instance dengan ssh, dan lakukan fdisk untuk melihat kalau di instance sudah ada volume /dev/vdb

    $ sudo fdisk -l


    LAB 67 – Membuat Template dengan Heat – Node Controller

    pada lab ini kita akan membuat template untuk men-describe stack. Sebelum memulai silahkan lihat Template Guide untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh template. Langsung saja kita mulai konfigurasinya

    STEP 1 – Konfigurasi
    Pertama kita buat template nya terlebih dulu dengan nama vschool-template.yml

    # nano vschool-template.yml

    lalu tambahkan konfigurasi berikut

    heat_template_version: 2015-10-15
    description: Launch a basic instance using the “m1.tiny“ flavor and one network.
    parameters:
      ImageID:
        type: string
        description: Image to use for the instance.
      NetID:
        type: string
        description: Network ID to use for the instance.
    resources:
      server:
        type: OS::Nova::Server
        properties:
          image: { get_param: ImageID }
          flavor: m1.tiny
          networks:
          – network: { get_param: NetID }
    outputs:
      instance_name:
        description: Name of the instance.
        value: { get_attr: [ server, name ] }
      instance_ip:
        description: IP address of the instance.
        value: { get_attr: [ server, first_address ] }


    kemudian sekarang kita buat stack-nya, sebelum nya kita load admin-openrc.sh nya dulu

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita lihat list network nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita konfigurasi NET_ID environment variable untuk mencerminkan ID di network. Contoh disini menggunakan public network

    $ export NET_ID=$(neutron net-list | awk ‘/ public / { print $2 }’)

    lalu buat stack menggunakan cirros instance yang sudah ada di public network

    $ heat stack-create -f demo-template.yml -P “ImageID=cirros;NetID=$NET_ID” stack

    STEP 2 – Verifikasi
    sekarang kita verifikasi template nya

    $ heat stack-list

    lalu kita lihat nama dan IP address dari instance yang sudah dibuat

    $ heat output-show –all stack
    $ nova list

    jika ingin menghapus stack yang tadi sudah dibuat, berikut perintahnya

    $ heat stack-delete stack

    Sampai disini tutorial Instalasi Openstack Liberty pada Ubuntu 14.04 LTS, semoga bermanfaat untuk yang membacanya, silahkan tanyakan ke saya jika ada trouble selama proses instalasi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 18.0

    NOTE : Screenshoot sedang proses

    Assalamualaikum…

    Pada postingan sebelumnya, kita sudah membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, kali inii saya akan menambahkan block storage atau cinder kedalam instanece yang sudah dibuat, pada part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat , melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

  • Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0
  • kita langsung saja nge-lab cara menambahkan block storage ke instance

    LAB 65 – Membuat Volume – Node Controller

    sekarang kita akan membuat sebuah volume terlebih dahulu, yang nantinya volume ini akan digunakan instance

    STEP 1 – Konfigurasi
    kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    setelah itu kita buat volume dengan ukuran 1GB

    $ cinder create –display-name volume1 1

    lalu cek volume yang tadi di buat

    $ cinder list

    kemudian kita tambahkan volume tadi ke instance

    $ nova volume-attach INSTANCE_NAME VOLUME_ID

    > ganti INSTANCE_NAME dengan nama instance-nya
    > ganti VOLUME ID dengan id volume yang tadi dibuat

    STEP 2 – Verifikasi
    lalu kita lihat list dari volume-nya

    $ nova volume-list

    setelah itu lihat remote public-instance dengan ssh, dan lakukan fdisk untuk melihat kalau di instance sudah ada volume /dev/vdb

    $ sudo fdisk -l


    LAB 67 – Membuat Template dengan Heat – Node Controller

    pada lab ini kita akan membuat template untuk men-describe stack. Sebelum memulai silahkan lihat Template Guide untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh template. Langsung saja kita mulai konfigurasinya

    STEP 1 – Konfigurasi
    Pertama kita buat template nya terlebih dulu dengan nama vschool-template.yml

    # nano vschool-template.yml

    lalu tambahkan konfigurasi berikut

    heat_template_version: 2015-10-15
    description: Launch a basic instance using the “m1.tiny“ flavor and one network.
    parameters:
      ImageID:
        type: string
        description: Image to use for the instance.
      NetID:
        type: string
        description: Network ID to use for the instance.
    resources:
      server:
        type: OS::Nova::Server
        properties:
          image: { get_param: ImageID }
          flavor: m1.tiny
          networks:
          – network: { get_param: NetID }
    outputs:
      instance_name:
        description: Name of the instance.
        value: { get_attr: [ server, name ] }
      instance_ip:
        description: IP address of the instance.
        value: { get_attr: [ server, first_address ] }


    kemudian sekarang kita buat stack-nya, sebelum nya kita load admin-openrc.sh nya dulu

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita lihat list network nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita konfigurasi NET_ID environment variable untuk mencerminkan ID di network. Contoh disini menggunakan public network

    $ export NET_ID=$(neutron net-list | awk ‘/ public / { print $2 }’)

    lalu buat stack menggunakan cirros instance yang sudah ada di public network

    $ heat stack-create -f demo-template.yml -P “ImageID=cirros;NetID=$NET_ID” stack

    STEP 2 – Verifikasi
    sekarang kita verifikasi template nya

    $ heat stack-list

    lalu kita lihat nama dan IP address dari instance yang sudah dibuat

    $ heat output-show –all stack
    $ nova list

    jika ingin menghapus stack yang tadi sudah dibuat, berikut perintahnya

    $ heat stack-delete stack

    Sampai disini tutorial Instalasi Openstack Liberty pada Ubuntu 14.04 LTS, semoga bermanfaat untuk yang membacanya, silahkan tanyakan ke saya jika ada trouble selama proses instalasi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0

    Assalamualaikum…

    Pada postingan kali ini, kita masuk ke lab membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, di part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat vm, melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    Oke untuk itu kita langsung saja lanjut nge-lab nya, sekarang kita sudah sampai hingga lab 63 dengan pembahasan instalasi instance.

    LAB 63 – Menjalankan Instance di Public Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    petama kita load admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    kemudian kita check flavor nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 1GB RAM, 1GBStorage. ini bisa kita konfigurasi sesuai kemauan kita.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PUBLIC_NET_ID \
      –security-group default –key-name vschoolkey vschool-instance

    > ganti PUBLIC_NET_ID dengan ID dari public network
    > ganti juga vschoolkey dengan keypair yang anda buat
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut

    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu
    $ nova get-vnc-console public-instance novnc


    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di public network
    pertama kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.100

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.100

    LAB 64 – Menjalankan Instance di Private Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    pertama kita load demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh 

    lalu kita litah list flavor-nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 2GB RAM, 30GBStorage.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PRIVATE_NET_ID \  –security-group default –key-name mykey private-instance

    > ganti PRIVATE_NET_ID dengan ID dari private network
    > ganti vschoolkey dengan keypair yang dibuat tadi
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut
    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu

    $ nova get-vnc-console private-instance novnc

    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di private network,
    pertama kita buat floating IP address terlebih dahulu. berikut perintahnya

    $ neutron floatingip-create public

    kemudian kita tambahkan floating IP tersebuh kedalam instance yang ada di private network

    $ nova floating-ip-associate private-instance 192.168.55.167

    192.168.55.167 adalah ip public
    setelah itu kita check status penambahan floating IP-nya telah berhasil

    $ nova list

    lalu kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.167

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.167

    pada part kali ini cukup sampai di membuat instace pada public network dan private network. kita lanjut di part selanjutnya tentang cara memasukan cinder atau block storage ke dalam instance yang sudah jadi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0

    Assalamualaikum…

    Pada postingan kali ini, kita masuk ke lab membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, di part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat vm, melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    Oke untuk itu kita langsung saja lanjut nge-lab nya, sekarang kita sudah sampai hingga lab 63 dengan pembahasan instalasi instance.

    LAB 63 – Menjalankan Instance di Public Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    petama kita load admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    kemudian kita check flavor nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 1GB RAM, 1GBStorage. ini bisa kita konfigurasi sesuai kemauan kita.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PUBLIC_NET_ID \
      –security-group default –key-name vschoolkey vschool-instance

    > ganti PUBLIC_NET_ID dengan ID dari public network
    > ganti juga vschoolkey dengan keypair yang anda buat
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut

    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu
    $ nova get-vnc-console public-instance novnc


    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di public network
    pertama kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.100

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.100

    LAB 64 – Menjalankan Instance di Private Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    pertama kita load demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh 

    lalu kita litah list flavor-nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 2GB RAM, 30GBStorage.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PRIVATE_NET_ID \  –security-group default –key-name mykey private-instance

    > ganti PRIVATE_NET_ID dengan ID dari private network
    > ganti vschoolkey dengan keypair yang dibuat tadi
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut
    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu

    $ nova get-vnc-console private-instance novnc

    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di private network,
    pertama kita buat floating IP address terlebih dahulu. berikut perintahnya

    $ neutron floatingip-create public

    kemudian kita tambahkan floating IP tersebuh kedalam instance yang ada di private network

    $ nova floating-ip-associate private-instance 192.168.55.167

    192.168.55.167 adalah ip public
    setelah itu kita check status penambahan floating IP-nya telah berhasil

    $ nova list

    lalu kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.167

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.167

    pada part kali ini cukup sampai di membuat instace pada public network dan private network. kita lanjut di part selanjutnya tentang cara memasukan cinder atau block storage ke dalam instance yang sudah jadi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 16.0

    Assalamualaikum…

    kita hampir mendekati akhir dari instalasi openstack ini. pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial untuk membuat VM di openstack. untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    pada lab sebelumnya kita sudah menyelesaikan instalasi ceilometer, sekarang kita akan belajar cara membuat instance atau virtual mechine.

    Di postingan kali ini kita akan membuat Virtual Network, karena saat menginstall neutron kita menggunakan Opsi 2 – Self-Service Networks, lihat di Part 6.0 “Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 6.0” kita akan membuat Public dan Private Network

    langsung saja kita lanjut nge-lab

    LAB 59 – Membuat Public Network – Node Controller

    petama kita membuat public network yang akan digunakan oleh Intance (Virtual Mechine) untuk memproleh IP Address secara DHCP.

    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create public –shared –provider:physical_network public –provider:network_type flat

    > –sharedberfungsi men-share network untuk digunakan oleh semua project.
    > –provider:pysical_network public dan –provider:network_type flatdigunakan untuk menghubungkan flat virtual network dengan flat native public physical network pada eth1

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create public PUBLIC_NETWORK_CIDR –name public \  –allocation-pool start=START_IP_ADDRESS,end=END_IP_ADDRESS \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PUBLIC_NETWORK_GATEWAY

    PUBLIC_NETWORK_CIDR ganti dengan ip pada interface yang terhubung public
    START_IP_ADDRESS dan END_IP_ADDRESS ganti dengan first dan last IP address dari range ip yang di inginkan untuk digunakan oleh intances.
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolver
    PUBLIC_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway dari ip public
    contohnya seperti dibawah

    public network menggunakan 192.168.55.0/24 dengan gateway 192.168.55.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 192.168.55.100 sampai 192.168.55.200. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.

    LAB 60 – Membuat Private Project Network – Node Controller
    jika memilih opsi 2, kita bisa membuat privare project virtual network untuk bisa terhubung dengan physical network infrastructure lewat layer-3 (routing) dan NAT. Network ini sudah termasuk DHCP server yang memberikan IP Address kepada intances.
    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create private

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create private PRIVATE_NETWORK_CIDR –name private \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PRIVATE_NETWORK_GATEWAY

    PRIVATE_NETWORK_CIDR ganti dengan ip yang akan digunakan untuk private network
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolves
    > PRIVATE_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway yang akan digunakan di private network

    contohnya seperti dibawah ini

    privarte network menggunakan 10.10.10.0/24 dengan gateway 10.10.10.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 10.10.10.2 sampai 10.10.10.254. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.
    LAB 60 – Membuat Vitrual Router – Node Controller
    agar private network dapat terhubung dengan public network, kita menggunakan router virtual, interface pada router ini akan terhubung dengan network private namun, gateway yang dipakai adalah gatway dari network public, jadi kedua network ini dapat saling terhubung.
    langsung saja kita konfigurasi network-nya
    pertama kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita tambahkan vitual router external pada network public

    $ neutron net-update public –router:external

    setelah itu kita buat router-nya

    $ neutron router-create router

    kemudian kita tambahkan subnet private network pada interface di router

    $ neutron router-interface-add router private

    lalu kita set gateway public network pada router

    $ neutron router-gateway-set router public

    terakhir kita verifikasi di node controller
    pertama kita lihat list network-nya terlebih dahulu

    $ ip netns

    lalu kita lihat port pada router yang tadi sudah dibuat

    $ neutron router-port-list router

    kemudian kita coba ping ke interface public physical network

    $ ping -c 4 192.168.77.113

    LAB 61 – Membuat Generate a Key Pair – Node Controller
    kebanyakan cloud images mendukung public key authentication daripada conventional password authentication. sebelum menjalankan intances, kalian harus menambahkan public key ke nova
    pertama load terlebih dahulu demo-openrc,sh

    $ source demo-openrc.sh

    kemudian kita generate dan tambahkan key pairnya

    $ ssh-keygen -q -N “” 

    $ nova keypair-add –pub-key ~/.ssh/id_rsa.pub mykey

    lalu kita verifikasi key pair yang tadi sudah dibuat

    $ nova keypair-list

    LAB 62 – Menambahkan Aturan Security Group Default – Node Controller
    secara default, security group mengizinkan semua intances termasuk aturan firewall yang menolak untuk meremote intances. untuk linux seperti cirros, disarankan untuk mengizinkan ICMP (ping) dan secure shell (SSH)
    pertama kita izinkan ICMP kedalam aturan default-nya

    $ nova secgroup-add-rule default icmp -1 -1 0.0.0.0/0

    kemudian izinkan akses SSH

    $ nova secgroup-add-rule default tcp 22 22 0.0.0.0/0

    oke kita akan lanjutkan di part selanjutnya, pada Part 17.0 kita akan menjalankan instance nya.
    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 16.0

    Assalamualaikum…

    kita hampir mendekati akhir dari instalasi openstack ini. pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial untuk membuat VM di openstack. untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    pada lab sebelumnya kita sudah menyelesaikan instalasi ceilometer, sekarang kita akan belajar cara membuat instance atau virtual mechine.

    Di postingan kali ini kita akan membuat Virtual Network, karena saat menginstall neutron kita menggunakan Opsi 2 – Self-Service Networks, lihat di Part 6.0 “Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 6.0” kita akan membuat Public dan Private Network

    langsung saja kita lanjut nge-lab

    LAB 59 – Membuat Public Network – Node Controller

    petama kita membuat public network yang akan digunakan oleh Intance (Virtual Mechine) untuk memproleh IP Address secara DHCP.

    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create public –shared –provider:physical_network public –provider:network_type flat

    > –sharedberfungsi men-share network untuk digunakan oleh semua project.
    > –provider:pysical_network public dan –provider:network_type flatdigunakan untuk menghubungkan flat virtual network dengan flat native public physical network pada eth1

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create public PUBLIC_NETWORK_CIDR –name public \  –allocation-pool start=START_IP_ADDRESS,end=END_IP_ADDRESS \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PUBLIC_NETWORK_GATEWAY

    PUBLIC_NETWORK_CIDR ganti dengan ip pada interface yang terhubung public
    START_IP_ADDRESS dan END_IP_ADDRESS ganti dengan first dan last IP address dari range ip yang di inginkan untuk digunakan oleh intances.
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolver
    PUBLIC_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway dari ip public
    contohnya seperti dibawah

    public network menggunakan 192.168.55.0/24 dengan gateway 192.168.55.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 192.168.55.100 sampai 192.168.55.200. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.

    LAB 60 – Membuat Private Project Network – Node Controller
    jika memilih opsi 2, kita bisa membuat privare project virtual network untuk bisa terhubung dengan physical network infrastructure lewat layer-3 (routing) dan NAT. Network ini sudah termasuk DHCP server yang memberikan IP Address kepada intances.
    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create private

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create private PRIVATE_NETWORK_CIDR –name private \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PRIVATE_NETWORK_GATEWAY

    PRIVATE_NETWORK_CIDR ganti dengan ip yang akan digunakan untuk private network
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolves
    > PRIVATE_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway yang akan digunakan di private network

    contohnya seperti dibawah ini

    privarte network menggunakan 10.10.10.0/24 dengan gateway 10.10.10.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 10.10.10.2 sampai 10.10.10.254. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.
    LAB 60 – Membuat Vitrual Router – Node Controller
    agar private network dapat terhubung dengan public network, kita menggunakan router virtual, interface pada router ini akan terhubung dengan network private namun, gateway yang dipakai adalah gatway dari network public, jadi kedua network ini dapat saling terhubung.
    langsung saja kita konfigurasi network-nya
    pertama kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita tambahkan vitual router external pada network public

    $ neutron net-update public –router:external

    setelah itu kita buat router-nya

    $ neutron router-create router

    kemudian kita tambahkan subnet private network pada interface di router

    $ neutron router-interface-add router private

    lalu kita set gateway public network pada router

    $ neutron router-gateway-set router public

    terakhir kita verifikasi di node controller
    pertama kita lihat list network-nya terlebih dahulu

    $ ip netns

    lalu kita lihat port pada router yang tadi sudah dibuat

    $ neutron router-port-list router

    kemudian kita coba ping ke interface public physical network

    $ ping -c 4 192.168.77.113

    LAB 61 – Membuat Generate a Key Pair – Node Controller
    kebanyakan cloud images mendukung public key authentication daripada conventional password authentication. sebelum menjalankan intances, kalian harus menambahkan public key ke nova
    pertama load terlebih dahulu demo-openrc,sh

    $ source demo-openrc.sh

    kemudian kita generate dan tambahkan key pairnya

    $ ssh-keygen -q -N “” 

    $ nova keypair-add –pub-key ~/.ssh/id_rsa.pub mykey

    lalu kita verifikasi key pair yang tadi sudah dibuat

    $ nova keypair-list

    LAB 62 – Menambahkan Aturan Security Group Default – Node Controller
    secara default, security group mengizinkan semua intances termasuk aturan firewall yang menolak untuk meremote intances. untuk linux seperti cirros, disarankan untuk mengizinkan ICMP (ping) dan secure shell (SSH)
    pertama kita izinkan ICMP kedalam aturan default-nya

    $ nova secgroup-add-rule default icmp -1 -1 0.0.0.0/0

    kemudian izinkan akses SSH

    $ nova secgroup-add-rule default tcp 22 22 0.0.0.0/0

    oke kita akan lanjutkan di part selanjutnya, pada Part 17.0 kita akan menjalankan instance nya.
    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…