Certified OpenStack Administration (COA) ? Gimana cara dapetinnya?

Assalamualaikum,

Akhir-akhir ini saya sering ditanya oleh beberapa rekan baik secara langsung maupun di dunia maya, mereka banyak yang japri ke saya dan bertanya mengenai gimana sih caranya dapetin Certified OpenStack Administrator. Oh iya, mungkin bagi temen-temen yang ga tau/ ga ngerti atau malah baru pertama kali denger apa itu OpenStack mungkin bisa dilihat postingan saya sebelum-sebelumnya mengenai OpenStack. Maaf yaa bukannya saya ga mau jelasin nih hehe. Tapi postingan saya kali ini ingin lebih fokus mengarah tentang bagaimana caranya dapetin Certified OpenStack Administrator (COA).

Ya sebelumnya akan saya jelaskan mengenai apa sih itu COA? COA sendiri merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Linux Foundation kepada kandidat ujian OpenStack Administration yang udah lulus. Ujian COA bisa ditempuh oleh seorang SysAdmin yang merasa telah memiliki skill dalam menjalankan administrasi cloud khususnya dengan OpenStack.

Menurut website dari openstack.org disebutkan bahwa untuk mengikuti ujian ini, diharapkan peserta setidaknya sudah memiliki pengalaman dengan OpenStack kurang lebih selama 6 bulan. Yaaa itu sih hanya rekomendasi, kalaupun temen-temen merasa sudah siap buat ujian sih ya sah-sah aja hehe. Sebenarnya ada vendor lain yang menawarkan tentang sertifikasi yang serupa dengan COA ini, mungkin temen-temen bisa mencarinya sendiri di Internet.

Terus keuntungan dari memiliki COA ini apa? ya tentunya sama dengan sertifikat Internasional yang dikeluarkan oleh lembaga lain seperti Cisco, MikroTik, Microsoft, VMware dll. yaitu kesempatan kita untuk meraih pengakuan bahwa kita eligible untuk kerja di dunia professional IT. Khususnya cloud dan OpenStack. Sedikit hal-hal yang menarik mengenai ujian COA adalah sebagai berikut :

  1. Ujiannya itu berbasis performance based test, yang artinya kita akan diminta untuk mengerjakan soal dalam bentuk praktek.
  2. Biaya ujiannya saat tulisan ini dibuat yaitu $300 USD.
  3. Trus ujiannya boleh dilakukan dimanapun dengan syarat ruangan harus memiliki akses internet dan tertutup. Steril dari gangguan orang lain hehe.
  4. Ujiannya itu ada 2 kesempatan. Jadi kalo kalian fail pada ujian pertama, kalian masih bisa mengulang secara gratis. Maksimal 1 tahun dari tanggal kalian booking ujian.
  5. Nantinya pada saat ujian, kita akan di proctorin oleh orang dari OpenStack melalui webcam, screen sharing dan sound komputer. Ya sudah pasti disini kalo ada tindakan yang mencurigakan selama ujian kita bisa dapet teguran atau mungkin bisa sampe di diskualifikasi. *serem*.
  6. Waktu ujiannya selama 2.5 jam, minimal nilai buat lulus itu 76%.
  7. Oh iya hasil ujian akan diumumkan melalui email dengan laporan nilai maksimal 3 hari dari hari kita mengambil ujian.

Apabila kalian berhasil melewati ujian dengan lancar dan kemudian dinyatakan lulus. Kalian pasti akan mendapatkan email seperti ini hehe.

Dan setelah itu, ketika kalian mengecek akun OpenStack kalian, maka kalian bisa mendownload sertifikat kalian seperti ini.

Itu sekilas info mengenai ujian COA. Tenaaang, disini saya akan bagikan mengenai sedikit tips and trik agar temen-temen yang ingin ujian bisa lulus COA.

  1. Belajarlah dengan keras.
    Banyakin latihan terus menerus, cari sumber referensi kemudian praktekan kembali hingga seluruh objective exam yang diberikan oleh OpenStack yakin telah terpelajari semua. Requirement ujiannya bisa dilihat disini https://www.openstack.org/coa/requirements/. Kalo pun kesulitan dalam belajar, kalian bisa mengikuti training OpenStack baik itu official maupun unofficial. Buat kalian nih yang ingin mengikuti training OpenStack, juga bisa daftar di ID-Networkers ini link nya http://idn.id/training/openstack-cloud-development/. InsyaAllah nanti saya langsung yang ngajarin hehe *promosi dikit yaaa hahaha*. Dan kalaupun kalian belum bisa ikut training karena mungkin ga ada waktu atau kesulitan dibiayanya, kalian juga bisa liat video di Youtube mengenai ujian dan latihan buat COA. Nih saya kasih sedikit referensi :
    Stephen Smith – Prepping for the OpenStack Administrator Exam
    The Test Takers Guide to the Certified OpenStack AdministratorNah, selain video kalian juga bisa belajar dengan membeli buku di Internet atau di ID-Networkers juga ada. Ada beberapa buku yang saya sarankan untuk dibeli bagi temen-temen yang ingin belajar.
    1. OpenStack Cloud Administration – Hugo Irwanto, ID-Networkers. Bisa dibeli disini yaaa hehe https://www.tokopedia.com/tokoidn/buku-openstack-cloud-administration
    2. Preparing for the Certified OpenStack Administrator Exam – Karya Om Matt Dorn.
    3. Certified OpenStack Administrator Study Guide – Karya Om Andrey Markelov.Btw itu bukan endorse yaa, saya sudah beli dan saya baca memang isinya mantep-mantep semua hehe. Ya intinya darimanapun resource belajar kalian yang penting bisa menunjang buat lulus ujian COA.
  2. Bayar ujian.
    Nah ini terpenting nih, ga ada artinya kalian udah belajar mati-matian tapi ga beli-beli ujian ya sama aja boong -__-“. Segera bayar ujian dan tentukan tanggal ujian kalian. Daftar dan bookingnya bisa disini http://openstack.org/coa/.
  3. Pastikan hardware yang kalian gunakan buat ujian memenuhi kebutuhannya yaa, berikut adalah requirement listnya yang saya kutip dari bukunya Om Matt Dorn.
  4. Siapkan kartu identitas diri.
    Jadi siapkanlah KTP, SIM, Paspor atau identitas yang lainnya sebelum ujian, soalnya nanti ketika ujian mau dimulai kalian akan diminta untuk menunjukan identitas diri sebagai validasi bahwa itu beneran kalian hehe.
  5. AMBIL UJIAN.
    Hehe sorry kalo capslock jebol, ya ini adalah langkah terakhir, kalo kalian merasa sudah yakin bahwa siap untuk ujian. Silahkan segera diambil. Tenaaaang kalo pun fail, kalian masih punya second shoot. Tapi inget, saranku kalo mau ambil second shoot jangan lama-lama dari ujian pertama. Soalnya soal yg akan keluar pas diujian kedua, biasanya mirip-mirip dengan yang pertama.

Ya itulah sedikit cerita mengenai Exam Certified OpenStack Administrator. Semoga kalian semua yang mencoba ambil ujian ini bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

Terima kasih,

Salam.

Konfigurasi Manila Pada Openstack Mitaka

Assalamualaikum kawan semua, kembali lagi pada postingan saya yang sempat terbengkalai kosong dari post hehe. Tapi semuanya itu terbayar dengan pengalaman ngerjain sebuah project yang akan saya ceritakan pada postingan yang lain. Disini saya akan kembali memberikan tutorial berupa sedikit ilmu tentang bagaimana caranya mengkonfigurasi service shared file system menggunakan manila pada Openstack Mitaka. Agar memudahkan konfigurasi saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu Manila dan kegunaannya. Jadi, Manila itu adalah service yang berfungsi untuk memberikan layanan sharing file. Contohnya dalam sebuah openstack itu terdapat 2 user guest yang menginginkan adanya 1 buah folder dalam block storage yang dapat di-share untuk masing-masing instance mereka. Nah, dengan Manila inilah maka folder yang terdapat pada sebuah space block storage dapt di-share untuk kedua belah pihak user. Untuk konfigurasinya, disini saya berasumsi telah memiliki sebuah system openstack dengan 1 node controller, 1 node compute, 1 node block storage dan 1 node object storage. Berikut adalah langkah bagaimana melakukan konfigurasinya :

  1. Buatlah sebuah node baru untuk service manila ini.
  2. Selanjutnya konfigurasikan langkah dibawah ini pada node controller :
    1. Buat database terlebih dahulu untuk service.
      $ mysql -u root -p
      CREATE DATABASE manila;
      GRANT ALL PRIVILEGES ON manila.* TO 'manila'@'localhost' \
        IDENTIFIED BY 'MANILA_DBPASS';
      GRANT ALL PRIVILEGES ON manila.* TO 'manila'@'%' \
        IDENTIFIED BY 'MANILA_DBPASS';

      Gantilah MANILA_DBPASS dengan password database manila yang anda inginkan.

    2. Gunakan credentials admin.
      $ . admin-openrc.sh
    3. Buat user credentials untuk manila.
      $ openstack user create --domain default --password-prompt manila
    4. Tambahkan role admin kedalam user manila.
      $ openstack role add --project service --user manila admin
    5. Buat pula service entity manila dan manilav2.
      $ openstack service create --name manila \
        --description "OpenStack Shared File Systems" share
      $ openstack service create --name manilav2 \
        --description "OpenStack Shared File Systems" sharev2
    6. Trus kita buat service API endpoint manila.
      $ openstack endpoint create --region RegionOne \
        share public http://controller:8786/v1/%\(tenant_id\)s
      $ openstack endpoint create --region RegionOne \
        share internal http://controller:8786/v1/%\(tenant_id\)s
      $ openstack endpoint create --region RegionOne \
        share admin http://controller:8786/v1/%\(tenant_id\)s
      $ openstack endpoint create --region RegionOne \
        sharev2 public http://controller:8786/v2/%\(tenant_id\)s
      $ openstack endpoint create --region RegionOne \
        sharev2 internal http://controller:8786/v2/%\(tenant_id\)s
      $ openstack endpoint create --region RegionOne \
        sharev2 internal http://controller:8786/v2/%\(tenant_id\)s
    7. Selanjutnya install paket manila untuk node controller :
      # apt-get install manila-api manila-scheduler \
        python-manilaclient
    8. Jika sudah, konfigurasi manila dengan mengedit file /etc/manila/manila.conf dan lakukan edit seperti langkah dibawah ini :
      • Pada bagian database tambahkan seperti ini.
        [database]
        ...
        connection = mysql+pymysql://manila:MANILA_DBPASS@controller/manila

        Ubahlah MANILA_DBPASS dengan password database manila anda masing-masing.

      • Dibagian [DEFAULT] tambahkan seperti ini.
        [DEFAULT]
        ...
        rpc_backend = rabbit
        default_share_type = default_share_type
        rootwrap_config = /etc/manila/rootwrap.conf
        auth_strategy = keystone
        my_ip = IP_CONTROLLER

        Ubahlah IP_CONTROLLER dengan ip management node controller.

      • Pada bagian [oslo_messaging_rabbit], tambahkan konfiguasi RabbitMQ seperti ini.
        [oslo_messaging_rabbit]
        ...
        rabbit_host = controller
        rabbit_userid = openstack
        rabbit_password = RABBIT_PASS
      • Konfigurasikan pula identity access pada bagian [keystone_authtoken], tambahkan seperti ini.
        [keystone_authtoken]
        ...
        memcached_servers = controller:11211
        auth_uri = http://controller:5000
        auth_url = http://controller:35357
        auth_type = password
        project_domain_name = default
        user_domain_name = default
        project_name = service
        username = manila
        password = MANILA_PASS

        Ubahlah MANILA_PASS dengan password identity user manila anda.

      • Tambah pula konfigurasi lock path seperti dibawah [oslo_concurrency], seperti ini.
        [oslo_concurrency]
        ...
        lock_path = /var/lib/manila/tmp
    9. Sinkronisasikan database manila.
      # su -s /bin/sh -c "manila-manage db sync" manila
    10. Selanjutnya silahkan restart service manila pada node controller.
      # service manila-scheduler restart
      # service manila-api restart
  3. Konfigurasi manila pada node shared file :
    1. Install paket-paket yang dibutuhkan.
      # apt-get install manila-share python-pymysql
    2. Kemudian edit file /etc/manila/manila.conf
      • Pada bagian database tambahkan seperti ini.
        [database]
        ...
        connection = mysql+pymysql://manila:MANILA_DBPASS@controller/manila

        Ubahlah MANILA_DBPASS dengan password database manila anda masing-masing.

      • Dibagian [DEFAULT] tambahkan seperti ini.
        [DEFAULT]
        ...
        rpc_backend = rabbit
        default_share_type = default_share_type
        rootwrap_config = /etc/manila/rootwrap.conf
        auth_strategy = keystone
        my_ip = IP_CONTROLLER

        Ubahlah IP_CONTROLLER dengan ip management node controller.

      • Dibagian [DEFAULT] tambahkan seperti ini.
        [DEFAULT]
        ...
        rpc_backend = rabbit
        default_share_type = default_share_type
        rootwrap_config = /etc/manila/rootwrap.conf
        auth_strategy = keystone
        my_ip = IP_CONTROLLER

        Ubahlah IP_CONTROLLER dengan ip management node controller.

      • Pada bagian [oslo_messaging_rabbit], tambahkan konfiguasi RabbitMQ seperti ini.
        [oslo_messaging_rabbit]
        ...
        rabbit_host = controller
        rabbit_userid = openstack
        rabbit_password = RABBIT_PASS
      • Konfigurasikan pula identity access pada bagian [keystone_authtoken], tambahkan seperti ini.
        [keystone_authtoken]
        ...
        memcached_servers = controller:11211
        auth_uri = http://controller:5000
        auth_url = http://controller:35357
        auth_type = password
        project_domain_name = default
        user_domain_name = default
        project_name = service
        username = manila
        password = MANILA_PASS

        Ubahlah MANILA_PASS dengan password identity user manila anda.

      • Tambah pula konfigurasi lock path seperti dibawah [oslo_concurrency], seperti ini.
        [oslo_concurrency]
        ...
        lock_path = /var/lib/manila/tmp
  4. Nah, kemudian untuk melanjutkan langkahnya kita membutuhkan sebuah node baru yang nantinya berfungsi sebagai share storage. Jadi silahkan jalankan sebuah node baru dengan nama storage node dan tambahkan sebuah harddisk kosong baru.
    1. Jika sudah jalankan dan install paket-paketnya.
      # apt-get install lvm2 nfs-kernel-server
    2. Disini saya asumsikan disk baru yang telah saya tambahkan memiliki directory /dev/sdc. Kita buat sebuah partisi baru dengan jenis LVM pada /dev/sdc.
      # pvcreate /dev/sdc
      Physical volume "/dev/sdc" successfully created
    3. Trus bikin manila volume group.
      # vgcreate manila-volumes /dev/sdc
      Volume group "manila-volumes" successfully created
    4. Buka file /etc/lvm/lvm.conf dan edit seperti ini.
      1. Dibagian devices tambahkan disk yang udah kita buat ta
        devices {
        ...
        filter = [ "a/sdb/", "a/sdc", "r/.*/"]
      2. Edit file /etc/manila/manila.conf dan ubah seperti ini dibagian DEFAULTdan LVM.
        [DEFAULT]
        ...
        enabled_share_backends = lvm
        enabled_share_protocols = NFS,CIFS
        [lvm]
        share_backend_name = LVM
        share_driver = manila.share.drivers.lvm.LVMShareDriver
        driver_handles_share_servers = False
        lvm_share_volume_group = manila-volumes
        lvm_share_export_ip = IP_MANAGEMENT

        Ubah IP_MANAGEMENT dengan IP address management pada node storage.

    5. Kemudian restart service manila pada node manila.
      $ service manila-share restart
  5. Terakhir adalah verifikasi service.
    1. Pada node controller gunakan admin credentials.
      $ . admin-openrc
    2. Kita lihat manila service list, jika seperti dibawah ini berarti udah benar dan konfigurasi telah selesai.
      $ manila service-list
      +----+------------------+-------------+------+---------+-------+----------------------------+
      | Id | Binary           | Host        | Zone | Status  | State | Updated_at                 |
      +----+------------------+-------------+------+---------+-------+----------------------------+
      | 1  | manila-scheduler | controller  | nova | enabled | up    | 2016-10-06T20:17:28.000000 |
      | 2  | manila-share     | storage@lvm | nova | enabled | up    | 2016-10-06T20:17:29.000000 |
      +----+------------------+-------------+------+---------+-------+----------------------------+

Itulah sedikit ilmu yang dapat saya share, jika ada pertanyaan tanyakan saja pada komentar dibawah ini. Terima kasih. Wassalamualaikum.

Konfigurasi VM Port Group Pada vSphere ESXi 6.0 (LAB 90)

Assalamualaikum rek. Kali ini saya akan kembali membagikan postingan saya mengenai konfigurasi VM Port Group pada ESXi. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu VM Port Group dan apa manfaatnya jika kita menggunakannya. Berikut penjelasannya :

Jadi, VM Port Group itu adalah sebuah mekanisme dimana kita dapat memanfaatkan adanya 2 NIC pada server ESXi menjadi lebih efisien dan memilah adanya traffic yang masuk maupun keluar baik kedalam server ESXi ataupun kedalam VM yang terdapat didalam ESXi.

Baiklah langsung saja kita praktekan lab nya, syarat yang paling utama dalam lab ini pastikan server ESXi yang anda punya sudah memiliki 2 NIC yang berjalan secara baik. Jika sudah kita bisa melanjutkan kedalam tahap konfigurasi.

  1. Login terlebih dahulu kedalam control panel ESXi melalui vSphere Client.
  2. Kemudian pilih tab Configuration > pilih Networking > pilih Add Networking. screenshot_1
  3. Jika sudah akan keluar jendela baru Add Network Wizard. Dan silahkan pilih Connection Types Virtual Machine selanjutnya klik next. screenshot_2
  4. Selanjutnya pilih Create vSphere standard switch pada vmnic1 dan lanjutkan klik next. screenshot_3
  5. Dibagian Network Label silahkan tambahkan label yang diinginkan jika sudah klik next. screenshot_4
  6. Pastikan pada hasil summary sudah sesuai dengan konfigurasi yang diinginkan. Dan klik Finish untuk mengakhiri pembuatan Network baru. screenshot_5
  7. Maka vSphere standard switch baru yang telah kita tambahkan network serta nantinya akan digunakan untuk memisahkan traffic sudah berhasil dibuat. screenshot_6

Ya itulah sedikit ilmu yang dapat saya bagikan, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya untuk teman-teman sekalian. Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan saja langsung, insyaAllah akan saya jawab dengan senang hati. Baiklah sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Cara Upgrade Server ESXi 6 (LAB 88)

Asslamaualaikum Wr. Wb. Kali ini saya akan kembali membagikan ilmu tentang bagaimana caranya kita upgrade versi server ESXi. Mungkin banyak yang bertanya mengapa kita perlu update server ESXi kita?

Berikut beberapa hal yang baru di versi 6 update 2 pada VMware ESXi :

  • High Ethernet Link Speed, pada esxi 6 update 2 ini sudah mendukung 25G dan 50G kecepatan dari link ethernet.
  • VMware Host Client, telah terinstall otomatis vmware web client, dan web client tersebut telah menggunakan HTML5 agar menjadi lebih ringan.
  • VMware Virtual SAN 6.2, telah terinstall otomatis juga vmware virtual SAN dengan versi 6.2.
  • vSphere APIs untuk I/O filtering, telah mendukung filter I/O (input/output) dari VASA Provider dengan IPv6 environment. Dan juga telah mendukung VMIOF versi 1.0 dan 1.1

Beberapa alasan agar upgrade server ESXi yaitu perbaikan dari masalah keamanan, kompatibilitas serta yang lainnya. Sebelum melakukan upgrade server ESXi ada baiknya agar kita mematikan semua VM yang berjalan. Kemudian backup jika diperlukan, oke langsung saja kita praktekan Labnya :

  1. Sebelum upgrade download terlebih dahulu file upgrade dari https://my.vmware.com/group/vmware/patch dan saat kita download diperlukan user login atau kita juga bisa mendaftarnya secara gratis pula.
  2. Silahkan akses login pada vSphere Client. Screenshot_1
  3. Kemudian silahkan pindah ke tab Configuration kemudian pilih storage. Screenshot_2
  4. Pada datastore silahkan klik kanan dan Browse Datastore. Screenshot_3
  5. Setelah itu klik upload dan pilih upload file. Pada tahap ini silahkan pilih file update nya dan klik open maka file akan terupload di datastore. Screenshot_4Screenshot_5
  6. Kemudian jika ada kotak dialog operation warning klik aja Yes. Dan setelah itu tunggu hingga proses upload file berhasil. Screenshot_6Screenshot_7
  7. Disini file telah terupload dan untuk melakukan upgrade nya kita eksekusi perintah upgrade nya via CLI.
    # esxcli software vib install -d /vmfs/volumes/datastore1/update-form-blablabla

    Screenshot_8

  8. Tunggu hingga proses selesai dan lakukan reboot jika sudah selesai instalasinya. Screenshot_10
  9. Dan berikut tampilan sebelum dan sesudah upgrade, maka version buildnya akan berbeda antara yang lama dan yang baru. Screenshot_11Screenshot_12

Oke cukup sekianyang bisa saya sampaikan pada lab kali ini, esok akan saya lanjutnya dengan materi virtual networking pada vSphere ESXi. Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Cara Menambah User Login dan License kedalam vSphere ESXi 6 (LAB 87)

Assalamualaikum Wr. Wb. Berjumpa kembali kawan sekalian. Kali ini saya akan membawakan sebuah tutorial kembali dengan pembahasan bagaimana cara agar kita dapat membuat user baru yang nantinya dapat digunakan untuk login kedalam server vSphere ESXi dan juga dapat melakukan manage terhadap server ESXi maupun host yang didalamnya.

Nah, karena materi untuk menambahkan user tersebut terlalu singkat maka saya gabungkan pula materi bagaimana caranya agar kita dapat memasukkan licensi kedalam vSphere ESXi kita tersebut. Mungkin jika kita gunakan ESXi hanya untuk kebutuhan demo ataupun mengerjakan lab kita bisa menggunakan fasilitas licensi trial yang diberikan oleh VMware selama 30 hari.

Akan tetapi jika kita gunakan secara commercial dan company tentu saja kita harus membeli licensi dan memasukkan licensi tersebut kedalam ESXi. Baiklah langsung saja kita praktekan lab nya :

  1. Silahkan login terlebih dahulu kedalam server ESXi menggunakan vSphere Client.A28
  2. Untuk menambahkan user baru silahkan pilih tab Users.Screenshot_2
  3. Kemudian klik kanan dan pilih add user. Screenshot_3
  4. Nah isikan detail user dari username hingga passwordnya. Gunakan password sesuai kriteria yang diminta oleh ESXi yaitu password minimal 8 karakter harus mengandung huruf besar, huruf kecil, angka, serta karakter spesial . Jika sudah tekan Ok. Contoh password @K4tahugo Screenshot_4
  5. Maka user yang telah dibuat akan muncul pada list user. Screenshot_5
  6. Tinggal kita tambahkan permissions untuk user tersebut agar dapat berperilaku seperti admin. Kita mulai dengan pindah pada tab Permissions. Screenshot_6
  7. Selanjutnya klik kanan dan pilih Add Permission. Screenshot_7
  8. Maka akan muncul jendela Assign Permissions. Pada jendela tersebut, dibagian Assigned Role isikan dengan Administrator kemudian klik Add untuk menambahkan user yang ingin diberikan role administrator tersebut. Screenshot_8
  9. Pada jendela baru yang keluar, kita pilih user yang telah kita tambahkan tadi. Disini saya memilih user hugo2 dan jika sudah klik Ok. Screenshot_9
  10. Klik Ok lagi untuk menutup jendela Assign Permissions. Screenshot_10
  11. Kita lihat user tersebut telah terdapat pada list permissions. Screenshot_11
  12. Kita uji coba dengan mengakses server ESXi melalui vSphere client menggunakan user baru tersebut. Jika login berhasil maka kita bisa melihat dashboard admin server ESXi.Screenshot_12
  13. Selanjutnya kita akan menambahkan license kedalam ESXi kita. Yaitu dengan cara memilih tab Configuration, kemudian pilih Licensed Features dan klik edit yang terdapat pada bagian pojok.Screenshot_55
  14. Setelah itu masukkan license yang kita miliki dan jika sudah klik Ok. Maka otomatis status dari license kita akan berubah sesuai dengan license yang kita beli.

Nah, jadi itulah konfigurasi lab kali ini, jika mendapat kesulitan silahkan tanyakan secara langsung kepada saya. Baiklah usai sudah dan kita akan berjumpa pada postingan selanjutnya.

Jazakallah Khairan. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Konfigurasi Otomatisasi VM Startup dan Shutdown Pada vSphere ESXi 6 (LAB 86)

Assalamualaikum kawan, kali ini saya ingin membagikan tutorial mengenai bagaimana caranya agar VM kita yang berada pada vSphere ESXi dapat berjalan ataupun mati secara otomatis. Penggunaan fitur ini biasanya digunakan dikala kita telah memiliki banyak VM di ESXi, coba kita bayangkan jika kita melakukan start dan shutdown VM secara satu-satu tapi kita mempunyai 100 VM.

Hal ini tentu saja kurang efisien dan menjadikan pekerjaan menjadi lama. Nah untuk itu kita bisa menggunakan service ini. Baiklah langsung saja kita praktikan.

  1. Pertama silahkan login terlebih dahulu kedalam ESXi panel kalian melalui vSphere Client.
  2. Pilih tab Configuration kemudian pilih Virtual Machine Startup/Shutdown. A24
  3. Selanjutnya bisa kita lihat, jika kita belum melakukan konfigurasi maka pada status terlihat disabled. Maka untuk mengkonfigurasinya silahkan klik Properties pada bagian pojok. A25
  4. Disini kita bisa melakukan konfigurasi yang pertama silahkan checklist pada Allow virtual machine to start and stop automatically with the system. Kita juga bisa mengatur waktu yang dibutuhkan untuk delay startup ataupun shutdown serta action shutdown yang akan dilakukan. KIta bisa pula mengatur order urutan VM mana yang akan mati atau hidup terlebih dahulu. Gunakan Move up / Move down untuk mengubah urutannya, tempatkan pada Automatic startup maka VM akan dijalankan / dimatikan secara otomatis sesuai urutannya. Pada urutan tersebut ada pilihan pula jikalau kita ingin agar mesin ESXi yang mengatur urutan boot silahkan pilih Any order, atau jika kita ingin membuat agar beberapa VM tertentu perlu dijalankan secara manual maka pindahkan set order ke Manual startup.
  5. A26Baiklah konfigurasi telah selesai. Dan apabila kita cek status service maka berubah menjadi enabled serta VM berada pada Automatic Startup Order. A27

Konfigurasi telah berhasil dan berjalan dengan sempurna. Jika ada yang perlu ditanyakan silahkan langsung tanyakan saja saya siap menjawab hehe. Akhir kata

Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Konfigurasi NTP pada vSphere ESXi 6 (LAB 85)

Assalamualaikum kawan, dikesempatan kali ini saya ingin membagikan bagaimana caranya kita mengkonfigurasi vSphere ESXi agar dapat menjadi dan menggunakan NTP untuk sinkronisasi waktu.

Fungsi dari NTP ini nantinya akan berguna sebagai sinkronisasi waktu antar VM dan juga saat kita melakukan konfigurasi scheduler task serta masih banyak kegunaan yang lainnya.

Oke langsung saja kita lab kan materi ini.

  1. Silahkan akses ESXi melalui vSphere Client.
  2. Kemudian pindah lah pada tab configuration kemudian pilih Time configuration.A15
  3. Jika NTP belum berjalan maka statusnya adalah stopped. Selanjutnya silahkan klik properties pada pojok kanan untuk melakukan konfigurasi.A16
  4. Setelah itu centang pada bagian NTP client enabled dilanjutkan dengan klik tombol option. A17
  5. Dibagian NTP setting silahkan tambahkan NTP server address dengan klik tombol Add dan jika sudah silahkan simpan. Disini saya menggunakan NTP dari LIPI pada alamat ntp.kim.lipi.go.idA19
  6. Centang pada bagian Restart NTP service to apply changes agar service memuat ulang service dan menerapkan hasil konfigurasinya. A20
  7. Kemudian kita pilih Start automatically if any ports are open and stop when all ports closed. Agar nantinya service NTP ini berjalan secara otomatis. Jangan lupa klik start agar service NTP tersebut berjalan dan silahkan klik Ok untuk menyimpan seluruh konfigurasi.A23
  8. Hasilnya adalah waktu pada ESXi kita akan berubah menjadi waktu terupdate dari NTP server yang telah kita inputkan tadi. A22.png

Baiklah konfigurasi NTP pada ESXi telah selesai. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi sesama. Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.