Lab 141 – DMVPN Phase II Dynamic Mapping EIGRP

Pada lab sebelumnya kita sudah melakukan konfigurasi DMPVN Phase II menggunakan OSPF. Selanjunya pada lab ini kita juga akan konfigurasi DMVPN Phase II.. namun kali ini kita akan menggunakan EIGRP sebagai routing protocol nya.

Kita akan menggunakan konfigurasi dari lab sebelumnya ya.. kita hanya akan mengubah routing protocol nya saja.. pertama hapus konfigurasi OSPF di seluruh router

R1(config-if)#no router ospf 1
R2(config-if)#no router ospf 1
R3(config-if)#no router ospf 1

Sekarang kita konfigurasikan EIGRP

R1(config)#router ei 1
R1(config-router)#net 10.10.10.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip split-horizon eigrp 1
R2(config)#router ei 1
R2(config-router)#net 10.10.10.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2
R3(config)#router ei 1
R3(config-router)#net 10.10.10.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3

Kita perlu menon-aktifkan split horizon di sisi hub. tujuannya adalah agar spoke menerima tabel routing dari spoke yang lain..

Oke sekarang kita coba lihat tabel routing di R2 (spoke)

R2(config-router)#do sh ip route ei
Gateway of last resort is 24.24.24.4 to network 0.0.0.0

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 1.1.1.1 [90/27008000] via 10.10.10.1, 00:00:08, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D
3.3.3.3 [90/28288000] via 10.10.10.1, 00:01:36, Tunnel0

Perhatikan bahwa untuk menuju 3.3.3.3 (spoke yang lain), R2 masih harus melewati hub. Untuk lebih memastikan kita coba trace,

R2(config-router)#do trace 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
1 10.10.10.1 1 msec 1 msec 1 msec
2 10.10.10.3 0 msec 0 msec 0 msec

berarti masih phase 1 dong? Iya!

Untuk mengubah agar menjadi Phase 2, kita perlu melakukan konfigurasi tambahan pada EIGRP seperti berikut

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip next-hop-self eigrp 1

Sekarang kita coba lihat tabel routing di R2 lagi.

R2(config-router)#do sh ip route eigrp

Gateway of last resort is 24.24.24.4 to network 0.0.0.0

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 1.1.1.1 [90/27008000] via 10.10.10.1, 00:00:03, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D
3.3.3.3 [90/28288000] via 10.10.10.3, 00:00:01, Tunnel0

Perhatikan sekarang kalau R2 mau ke 3.3.3.3, sudah langsung via R3. tidak perlu via R1 (hub) lagi.. kita coba trace

R2(config-router)#do trace 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
1 10.10.10.3 1 msec 0 msec 0 msec

Oke DMVPN Phase 2 nya sudah jalan.

Lab 141 – DMVPN Phase II Dynamic Mapping EIGRP

Pada lab sebelumnya kita sudah melakukan konfigurasi DMPVN Phase II menggunakan OSPF. Selanjunya pada lab ini kita juga akan konfigurasi DMVPN Phase II.. namun kali ini kita akan menggunakan EIGRP sebagai routing protocol nya.

Kita akan menggunakan konfigurasi dari lab sebelumnya ya.. kita hanya akan mengubah routing protocol nya saja.. pertama hapus konfigurasi OSPF di seluruh router

R1(config-if)#no router ospf 1
R2(config-if)#no router ospf 1
R3(config-if)#no router ospf 1

Sekarang kita konfigurasikan EIGRP

R1(config)#router ei 1
R1(config-router)#net 10.10.10.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip split-horizon eigrp 1
R2(config)#router ei 1
R2(config-router)#net 10.10.10.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2
R3(config)#router ei 1
R3(config-router)#net 10.10.10.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3

Kita perlu menon-aktifkan split horizon di sisi hub. tujuannya adalah agar spoke menerima tabel routing dari spoke yang lain..

Oke sekarang kita coba lihat tabel routing di R2 (spoke)

R2(config-router)#do sh ip route ei
Gateway of last resort is 24.24.24.4 to network 0.0.0.0

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 1.1.1.1 [90/27008000] via 10.10.10.1, 00:00:08, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D
3.3.3.3 [90/28288000] via 10.10.10.1, 00:01:36, Tunnel0

Perhatikan bahwa untuk menuju 3.3.3.3 (spoke yang lain), R2 masih harus melewati hub. Untuk lebih memastikan kita coba trace,

R2(config-router)#do trace 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
1 10.10.10.1 1 msec 1 msec 1 msec
2 10.10.10.3 0 msec 0 msec 0 msec

berarti masih phase 1 dong? Iya!

Untuk mengubah agar menjadi Phase 2, kita perlu melakukan konfigurasi tambahan pada EIGRP seperti berikut

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip next-hop-self eigrp 1

Sekarang kita coba lihat tabel routing di R2 lagi.

R2(config-router)#do sh ip route eigrp

Gateway of last resort is 24.24.24.4 to network 0.0.0.0

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 1.1.1.1 [90/27008000] via 10.10.10.1, 00:00:03, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D
3.3.3.3 [90/28288000] via 10.10.10.3, 00:00:01, Tunnel0

Perhatikan sekarang kalau R2 mau ke 3.3.3.3, sudah langsung via R3. tidak perlu via R1 (hub) lagi.. kita coba trace

R2(config-router)#do trace 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
1 10.10.10.3 1 msec 0 msec 0 msec

Oke DMVPN Phase 2 nya sudah jalan.

Lab 140 – DMVPN Phase II Dynamic Mapping OSPF

Pada lab sebelumnya kita telah membahas tentang DMVPN Pahse I. Pada phase 1, jika antar spoke pengen komunikasi, maka harus dilewatkan hub terlebih dahulu.

Berbeda dengan phase 2 ini, pada phase 2, jika antar spoke pengen komunikasi, tidak perlu dilewatkan hub terlebih dahulu.

Oke langsung saja kita akan pake topologi berikut

R4 akan menjadi internet, R1 akan menjadi hub, sedangkan R2 dan R3 akan menjadi spoke.

Preconfigure nya adalah kita sudah konfig ip address di seluruh router sesuai standard IDN, di R1, R2, dan R3 masing-masing punya ip loopback. dan di ketiga router tersebut sudah dikonfigurasikan default route.

Oke sekarang kita konfigurasikan DMVPN nya

R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#tunnel source 14.14.14.1
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#ip nhrp map multicast dynamic
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0
R2(config-if)#tunnel source 24.24.24.2
R2(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R2(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip add 10.10.10.3 255.255.255.0
R3(config-if)#tunnel source 34.34.34.3
R3(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R3(config-if)#ip nhrp network-id 1
R3(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R3(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1

Perbedaan konfigurasi antara DMVPN Phase 1 dan 2 adalah pada konfigurasi di spoke saja.. jika pada phase 1, kita mengkonfiguarasi tunnel destination, tapi kalo di phse 2, konfigurasi tunnel destination diganti dengan tunnel mode gre multipoint seperti diatas.

Untuk pengecekan gunakan perintah berikut

R1(config-if)#do sh dmvpn
Legend: Attrb --> S - Static, D - Dynamic, I - Incomplete
N - NATed, L - Local, X - No Socket
# Ent --> Number of NHRP entries with same NBMA peer
NHS Status: E --> Expecting Replies, R --> Responding,
W --> Waiting
UpDn Time --> Up or Down Time for a Tunnel
==========================================================================

Interface: Tunnel0, IPv4 NHRP Details
Type:Hub, NHRP Peers:2,

# Ent Peer NBMA Addr Peer Tunnel Add State UpDn Tm Attrb
----- --------------- --------------- ----- -------- -----
1 24.24.24.2 10.10.10.2 UP 00:04:28 D
1 34.34.34.3 10.10.10.3 UP 00:03:14 D

R1(config-if)#do sh ip nhrp
10.10.10.2/32 via 10.10.10.2
Tunnel0 created 00:04:32, expire 01:55:27
Type: dynamic, Flags: unique registered
NBMA address: 24.24.24.2
10.10.10.3/32 via 10.10.10.3
Tunnel0 created 00:03:17, expire 01:56:42
Type: dynamic, Flags: unique registered
NBMA address: 34.34.34.3

Oke.. mapping DMVPN sudah jalan semua.. sekarang kita konfigurasi routing protocol OSPF.. o ya.. untuk konfigurasi DMPVN Phase 2, kita tidak bisa menggunakan OSPF Point to Point.. kita harus menggunakan type broadcast seperti berikut

R1(config-if)#router ospf 1
R1(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0 are 0

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#ip ospf network broadcast
R2(config-if)#router ospf 1
R2(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0 are 0

R2(config-router)#int tun0
R2(config-if)#ip ospf network broadcast
R2(config-if)#ip ospf priority 0
R3(config-if)#router ospf 1
R3(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0 are 0

R3(config-router)#int tun0
R3(config-if)#ip ospf network broadcast
R3(config-if)#ip ospf priority 0

Perhatikan bahwa kita perlu set priority di spoke menjadi 0. tujuannya adalah agar spoke tidak menjadi DR.

Oke sekarang kita coba lihat tabel routing di R2 (spoke).

R2(config-if)#do sh ip route ospf
Gateway of last resort is 24.24.24.4 to network 0.0.0.0

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 1.1.1.1 [110/1001] via 10.10.10.1, 00:06:11, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O
3.3.3.3 [110/1001] via 10.10.10.3, 00:06:00, Tunnel0

Perhatikan bahwa dar R2 kalau mau ke 3.3.3.3 tidak harus via R1, tapi langsung ke R3 (lihat gatewaynya 10.10.10.3). kita coba trace

R2(config-if)#do trace 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
1 10.10.10.3 2 msec 1 msec 1 msec

Perhatikan hasil trace diatas.. bahwa dari spoke ke spoke tidak harus lewat hub. Ini artinya antar spoke sudah melakukan mapping.. coba kita cek

R2(config-if)#do sh ip nhrp
10.10.10.1/32 via 10.10.10.1
Tunnel0 created 00:01:00, never expire
Type: static, Flags: used
NBMA address: 14.14.14.1
10.10.10.2/32 via 10.10.10.2
Tunnel0 created 00:00:09, expire 01:59:50
Type: dynamic, Flags: router unique local
NBMA address: 24.24.24.2
(no-socket)
10.10.10.3/32 via 10.10.10.3
Tunnel0 created 00:00:09, expire 01:59:50
Type: dynamic, Flags: router
NBMA address: 34.34.34.3

Perhatikan bahwa R2 dan R3 sudah melakukan mapping secara dynamic. itulah kenapa spoke dan spoke bisa berkomunikasi secara langsung.

Lab 140 – DMVPN Phase II Dynamic Mapping OSPF

Pada lab sebelumnya kita telah membahas tentang DMVPN Pahse I. Pada phase 1, jika antar spoke pengen komunikasi, maka harus dilewatkan hub terlebih dahulu.

Berbeda dengan phase 2 ini, pada phase 2, jika antar spoke pengen komunikasi, tidak perlu dilewatkan hub terlebih dahulu.

Oke langsung saja kita akan pake topologi berikut

R4 akan menjadi internet, R1 akan menjadi hub, sedangkan R2 dan R3 akan menjadi spoke.

Preconfigure nya adalah kita sudah konfig ip address di seluruh router sesuai standard IDN, di R1, R2, dan R3 masing-masing punya ip loopback. dan di ketiga router tersebut sudah dikonfigurasikan default route.

Oke sekarang kita konfigurasikan DMVPN nya

R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#tunnel source 14.14.14.1
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#ip nhrp map multicast dynamic
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0
R2(config-if)#tunnel source 24.24.24.2
R2(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R2(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip add 10.10.10.3 255.255.255.0
R3(config-if)#tunnel source 34.34.34.3
R3(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R3(config-if)#ip nhrp network-id 1
R3(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R3(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1

Perbedaan konfigurasi antara DMVPN Phase 1 dan 2 adalah pada konfigurasi di spoke saja.. jika pada phase 1, kita mengkonfiguarasi tunnel destination, tapi kalo di phse 2, konfigurasi tunnel destination diganti dengan tunnel mode gre multipoint seperti diatas.

Untuk pengecekan gunakan perintah berikut

R1(config-if)#do sh dmvpn
Legend: Attrb --> S - Static, D - Dynamic, I - Incomplete
N - NATed, L - Local, X - No Socket
# Ent --> Number of NHRP entries with same NBMA peer
NHS Status: E --> Expecting Replies, R --> Responding,
W --> Waiting
UpDn Time --> Up or Down Time for a Tunnel
==========================================================================

Interface: Tunnel0, IPv4 NHRP Details
Type:Hub, NHRP Peers:2,

# Ent Peer NBMA Addr Peer Tunnel Add State UpDn Tm Attrb
----- --------------- --------------- ----- -------- -----
1 24.24.24.2 10.10.10.2 UP 00:04:28 D
1 34.34.34.3 10.10.10.3 UP 00:03:14 D

R1(config-if)#do sh ip nhrp
10.10.10.2/32 via 10.10.10.2
Tunnel0 created 00:04:32, expire 01:55:27
Type: dynamic, Flags: unique registered
NBMA address: 24.24.24.2
10.10.10.3/32 via 10.10.10.3
Tunnel0 created 00:03:17, expire 01:56:42
Type: dynamic, Flags: unique registered
NBMA address: 34.34.34.3

Oke.. mapping DMVPN sudah jalan semua.. sekarang kita konfigurasi routing protocol OSPF.. o ya.. untuk konfigurasi DMPVN Phase 2, kita tidak bisa menggunakan OSPF Point to Point.. kita harus menggunakan type broadcast seperti berikut

R1(config-if)#router ospf 1
R1(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0 are 0

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#ip ospf network broadcast
R2(config-if)#router ospf 1
R2(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0 are 0

R2(config-router)#int tun0
R2(config-if)#ip ospf network broadcast
R2(config-if)#ip ospf priority 0
R3(config-if)#router ospf 1
R3(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0 are 0

R3(config-router)#int tun0
R3(config-if)#ip ospf network broadcast
R3(config-if)#ip ospf priority 0

Perhatikan bahwa kita perlu set priority di spoke menjadi 0. tujuannya adalah agar spoke tidak menjadi DR.

Oke sekarang kita coba lihat tabel routing di R2 (spoke).

R2(config-if)#do sh ip route ospf
Gateway of last resort is 24.24.24.4 to network 0.0.0.0

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 1.1.1.1 [110/1001] via 10.10.10.1, 00:06:11, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O
3.3.3.3 [110/1001] via 10.10.10.3, 00:06:00, Tunnel0

Perhatikan bahwa dar R2 kalau mau ke 3.3.3.3 tidak harus via R1, tapi langsung ke R3 (lihat gatewaynya 10.10.10.3). kita coba trace

R2(config-if)#do trace 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
1 10.10.10.3 2 msec 1 msec 1 msec

Perhatikan hasil trace diatas.. bahwa dari spoke ke spoke tidak harus lewat hub. Ini artinya antar spoke sudah melakukan mapping.. coba kita cek

R2(config-if)#do sh ip nhrp
10.10.10.1/32 via 10.10.10.1
Tunnel0 created 00:01:00, never expire
Type: static, Flags: used
NBMA address: 14.14.14.1
10.10.10.2/32 via 10.10.10.2
Tunnel0 created 00:00:09, expire 01:59:50
Type: dynamic, Flags: router unique local
NBMA address: 24.24.24.2
(no-socket)
10.10.10.3/32 via 10.10.10.3
Tunnel0 created 00:00:09, expire 01:59:50
Type: dynamic, Flags: router
NBMA address: 34.34.34.3

Perhatikan bahwa R2 dan R3 sudah melakukan mapping secara dynamic. itulah kenapa spoke dan spoke bisa berkomunikasi secara langsung.

Lab 105 – DMVPN Phase 1 Dynamic Map (OSPF)

Pembahasan pada lab ini akan sangat mirip dengan pembahasan pada lab Dynamic Mapping DMVPN EIGRP yang telah kita bahas sebelumnya. Hanya saja pada lab ini kita akan merubah routing protocol yang digunakan dari EIGRP menjadi OSPF.
Topologi yang akan kita gunakan adalah sama seperti berikut
Gambar 1 Topologi jarignan DMVPN

Langsung saja kita hapus EIGRP yang telah kita konfigurasi sebelumnya

R1(config-if)#no router eigrp 10
R2(config-if)#no router eigrp 10
R3(config-if)#no router eigrp 10
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip ospf network point-to-multipoint
R1(config-if)#ip ospf hello-interval 10

R1(config-if)#router ospf 10
R1(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0 are 0
R2(config-router)#router ospf 10
R2(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#router ospf 10
R3(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0 are 0

Untuk pengujian, kita coba lihat tabel routing di cabang 2

R3(config-router)#do sh ip ro ospf

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 1.1.1.1 [110/1001] via 10.10.10.1, 00:02:32, Tunnel0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 2.2.2.2 [110/2001] via 10.10.10.1, 00:02:22, Tunnel0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 3 subnets, 2 masks
O 10.10.10.1/32 [110/1000] via 10.10.10.1, 00:02:32, Tunnel0
Oke cabang 2 sudah punya informasi tentang kantor pusat dan cabang 1. Selanjutnya kita coba lakukan ping

R3(config-router)#do ping 1.1.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R3(config-router)#do ping 2.2.2.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Oke sukses!!!!

Lab 105 – DMVPN Phase 1 Dynamic Map (OSPF)

Pembahasan pada lab ini akan sangat mirip dengan pembahasan pada lab Dynamic Mapping DMVPN EIGRP yang telah kita bahas sebelumnya. Hanya saja pada lab ini kita akan merubah routing protocol yang digunakan dari EIGRP menjadi OSPF.
Topologi yang akan kita gunakan adalah sama seperti berikut
Gambar 1 Topologi jarignan DMVPN

Langsung saja kita hapus EIGRP yang telah kita konfigurasi sebelumnya

R1(config-if)#no router eigrp 10
R2(config-if)#no router eigrp 10
R3(config-if)#no router eigrp 10
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip ospf network point-to-multipoint
R1(config-if)#ip ospf hello-interval 10

R1(config-if)#router ospf 10
R1(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0 are 0
R2(config-router)#router ospf 10
R2(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#router ospf 10
R3(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 are 0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0 are 0

Untuk pengujian, kita coba lihat tabel routing di cabang 2

R3(config-router)#do sh ip ro ospf

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 1.1.1.1 [110/1001] via 10.10.10.1, 00:02:32, Tunnel0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 2.2.2.2 [110/2001] via 10.10.10.1, 00:02:22, Tunnel0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 3 subnets, 2 masks
O 10.10.10.1/32 [110/1000] via 10.10.10.1, 00:02:32, Tunnel0
Oke cabang 2 sudah punya informasi tentang kantor pusat dan cabang 1. Selanjutnya kita coba lakukan ping

R3(config-router)#do ping 1.1.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R3(config-router)#do ping 2.2.2.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Oke sukses!!!!

Lab 104 – DMVPN Phase 1 Dynamic Mapping (EIGRP)

Pada lab sebelumnya kita telah belajar mengkonfigurasi DMVPN static mapping. Selanjutnya pada lab ini kita akan belajar mengkonfigurasi DMVPN dynamic mapping. 
Apa sih bedanya antara static mapping dengan dynamic mapping? Jika menggunakan static mapping, sisi hub (kantor pusat harus melakukan mapping ke seluruh spoke (cabang) secara manual. Sedangkan jika menggunakan dynamic mapping, yang perlu melakukan mapping secara manual hanya pada sisi spoke (cabang) saja.
Oke langsung aja kita konfig ya, berikut topologi yang akan kita gunakan pada lab ini
Gambar 1 Topologi jaringan DMVPN
Diasumsikan kita telah mengkonfigurasi seperti pada lab sebelumnya, pada lab ini kita hanya akan menghapus beberapa konfigurasi pada lab sebelumnya yang sudah tidak diperluakan lagi
R1(config-if)#no int tun0
R1(config)#no router rip
R2(config-router)#no int tun0
R2(config)#no router rip
R3(config-router)#no int tun0
R3(config)#no router rip

Oke lanjut kita konfigurasi dynamic mapping DMVPN

R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#tunnel source eth0/0
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint

R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#ip nhrp authentication IDN
R1(config-if)#ip nhrp map multicast dynamic
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#tunnel source eth0/0
R2(config-if)#tunnel destination 14.14.14.1

R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp authentication IDN

R2(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R2(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip add 10.10.10.3 255.255.255.0

R3(config-if)#tunnel sour eth0/0
R3(config-if)#tunnel dest 14.14.14.1

R3(config-if)#ip nhrp network-id 1
R3(config-if)#ip nhrp authentication IDN

R3(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R3(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1

Untuk pengujian, kita coba lakukan ping dari cabang 1 ke kantor pusat dan cabang 2

R2(config-if)#do ping 10.10.10.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R2(config-if)#do ping 10.10.10.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/3 ms

Oke sudah sukses. Lanjut kita konfigurasi EIGRP

R1(config-if)#router eigrp 10
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#net 10.10.10.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip split-horizon eigrp 10
R2(config-if)#router eigrp 10
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#net 10.10.10.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2
R3(config-if)#router eigrp 10
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#net 10.10.10.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3

Untuk pengujian, kita coba lihat tabel routing di cabang 1

R2(config-router)#do sh ip route eigrp

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 1.1.1.1 [90/27008000] via 10.10.10.1, 00:02:01, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 3.3.3.3 [90/28288000] via 10.10.10.1, 00:01:35, Tunnel0

Oke cabang 1 sudah punya informasi tentang kantor pusat dan cabang 2. Sekarang kita coba lakukan ping

R2(config-router)#do ping 1.1.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R2(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Oke sukses…!!!

Lab 104 – DMVPN Phase 1 Dynamic Mapping (EIGRP)

Pada lab sebelumnya kita telah belajar mengkonfigurasi DMVPN static mapping. Selanjutnya pada lab ini kita akan belajar mengkonfigurasi DMVPN dynamic mapping. 
Apa sih bedanya antara static mapping dengan dynamic mapping? Jika menggunakan static mapping, sisi hub (kantor pusat harus melakukan mapping ke seluruh spoke (cabang) secara manual. Sedangkan jika menggunakan dynamic mapping, yang perlu melakukan mapping secara manual hanya pada sisi spoke (cabang) saja.
Oke langsung aja kita konfig ya, berikut topologi yang akan kita gunakan pada lab ini
Gambar 1 Topologi jaringan DMVPN
Diasumsikan kita telah mengkonfigurasi seperti pada lab sebelumnya, pada lab ini kita hanya akan menghapus beberapa konfigurasi pada lab sebelumnya yang sudah tidak diperluakan lagi
R1(config-if)#no int tun0
R1(config)#no router rip
R2(config-router)#no int tun0
R2(config)#no router rip
R3(config-router)#no int tun0
R3(config)#no router rip

Oke lanjut kita konfigurasi dynamic mapping DMVPN

R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#tunnel source eth0/0
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint

R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#ip nhrp authentication IDN
R1(config-if)#ip nhrp map multicast dynamic
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#tunnel source eth0/0
R2(config-if)#tunnel destination 14.14.14.1

R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp authentication IDN

R2(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R2(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip add 10.10.10.3 255.255.255.0

R3(config-if)#tunnel sour eth0/0
R3(config-if)#tunnel dest 14.14.14.1

R3(config-if)#ip nhrp network-id 1
R3(config-if)#ip nhrp authentication IDN

R3(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp nhs 10.10.10.1
R3(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1

Untuk pengujian, kita coba lakukan ping dari cabang 1 ke kantor pusat dan cabang 2

R2(config-if)#do ping 10.10.10.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R2(config-if)#do ping 10.10.10.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/3 ms

Oke sudah sukses. Lanjut kita konfigurasi EIGRP

R1(config-if)#router eigrp 10
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#net 10.10.10.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1

R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip split-horizon eigrp 10
R2(config-if)#router eigrp 10
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#net 10.10.10.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2
R3(config-if)#router eigrp 10
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#net 10.10.10.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3

Untuk pengujian, kita coba lihat tabel routing di cabang 1

R2(config-router)#do sh ip route eigrp

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 1.1.1.1 [90/27008000] via 10.10.10.1, 00:02:01, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D 3.3.3.3 [90/28288000] via 10.10.10.1, 00:01:35, Tunnel0

Oke cabang 1 sudah punya informasi tentang kantor pusat dan cabang 2. Sekarang kita coba lakukan ping

R2(config-router)#do ping 1.1.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R2(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Oke sukses…!!!

Lab 103 – DMVPN Phase 1 Static Mapping (RIP)

Apa sih DMVPN? terus kenapa kita harus pake DMVPN? 
DMVPN (Dynamic Multipoint Virtual Private Network) merupakan sebuah mekanisme yang memungkinkan kita untuk membuat jalur VPN secara bersamaan. Gimana sih maksudnya? kita coba pake contoh kasus langsung aja lah biar lebih mudah memahaminya. Coba lihat topologi ini deh
Gambar 1 Topologi DMVPN
Pada topologi diatas, kita diminta untuk menghubungkan kantor pusat dengan kedua cabang. Untuk melakukan hal tersebut, kita bisa menggunakan beberapa cara, cara pertama adalah dengan menggunakan gre tunnel, yaitu membuat VPN pada kantor pusat dengan kedua kantor cabang seperti ini
Gambar 2 Topologi gre tunnel
Cara tersebut mungkin saja kita gunakan jika jumlah kantor cabang sedikit, namun jika ternyata kita memiliki kantor cabang yang banyak, maka cara yang paling efektif untuk kita pilih adalah menggunakan DMVPN. Yaitu kita akan membuat Multipoint VPN seperti berikut
Gambar 3 Topologi DMVPN
Dengan menggunakan DMVPN seperti diatas, kita hanya perlua membuat satu tunnel 1 pada kantor pusat untuk seluruh kantor cabang. Oke langsung aja kita coba konfig ya,
Diasumsikan R1 menjadi kantor pusat, R2 dan R3 menjadi kantor cabang, dan R4 menjadi internet. Pertama kita lakukan konfig dasar dulu ya
R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0

R1(config)#int l0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255

R1(config-if)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 14.14.14.4
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ip add 24.24.24.2 255.255.255.0

R2(config-if)#int l0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255

R2(config-if)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 24.24.24.4
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 34.34.34.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int l0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255

R3(config-if)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 34.34.34.4
R4(config)#int e0/0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 14.14.14.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/1
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 24.24.24.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/2
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 34.34.34.4 255.255.255.0
Perhatikan bahwa kita perlu mengkonfigurasikan default route pada kantor pusat dan cabang, hal ini dikarenakan R4 seolah-oalah bertindak sebagai internet. Bukankah untuk menuju internet kita harus konfigurasi default route??

Selanjutnya kita konfigurasi DMVPN pada kantor pusat dan kantor cabang

R1(config-if)#int tun0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#tunnel source 14.14.14.1
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint

R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.2 24.24.24.2
R1(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.3 34.34.34.3
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#tunnel source 24.24.24.2
R2(config-if)#tunnel destination 14.14.14.1

R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip add 10.10.10.3 255.255.255.0

R3(config-if)#tunnel source 34.34.34.3
R3(config-if)#tunnel destination 14.14.14.1

R3(config-if)#ip nhrp network-id 1
R3(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1

Untuk pengujian, kita coba lakukan ping dari kantor pusat ke kedua cabang

R1(config-if)#do ping 10.10.10.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/2 ms
R1(config-if)#do ping 10.10.10.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/2 ms
Oke lanjut kita konfigurasikan RIP pada kantor pusat dan kedua cabang untuk menghubungkan jaringan private nya masing-masing, namun sebelumnya kita harus mengaktifkan multicast pada tunnel terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan RIP menggunakan tipe komunikasi multicast untuk bertukar routing update
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip nhrp map multicast 24.24.24.2
R1(config-if)#ip nhrp map multicast 34.34.34.3
R2(config-if)#int tun0
R2(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1
R3(config-if)#int tun0
R3(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1

Oke sekarang baru kita bisa konfigurasi RIP

R1(config-if)#router rip
R1(config-router)#ve 2
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#net 10.10.10.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1
R2(config-if)#router rip
R2(config-router)#ve 2
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#net 10.10.10.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2
R3(config-if)#router rip
R3(config-router)#ve 2
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#net 10.10.10.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3

Untuk pengujian, kita coba lihat tabel routing pada kantor pusat

R1(config-router)#do sh ip rou rip

2.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
R 2.0.0.0/8 [120/1] via 10.10.10.2, 00:01:18, Tunnel0
R 2.2.2.2/32 [120/1] via 10.10.10.2, 00:00:25, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 3.3.3.3 [120/1] via 10.10.10.3, 00:00:18, Tunnel0
Perhatikan bahwa kantor pusat sudah memiliki informasi tentang network-network pada kantor cabang. Kita coba lakukan ping
R1(config-router)#do ping 2.2.2.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R1(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Oke kantor pusat sudah bisa ping ke kedua kantor cabang. Sekarang kita coba cek tabel routing di kantor cabang 1

R2(config-router)#do sh ip route rip

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 1.1.1.1 [120/1] via 10.10.10.1, 00:00:12, Tunnel0

Cabang 1 sudah tau netowrk kantor pusat, tapi kog belum tahu network cabang 2? coba deh kita ping

R2(config-router)#do ping 1.1.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R2(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
UUUUU
Success rate is 0 percent (0/5)
Tuh kan, cabang 1 udah bisa ping ke kantor pusat, tapi belum bisa ping ke cabang 2? kenapa kog bisa gitu? Hal ini dikarenakan adanya split horizon, ingat bahwa distance vektor routing protocol akan menerapkan split horizon, yaitu bahwa suatu router tidak akan mengadvertise network ke interface yang sama saat menerima network tersebut.
Agar kedua cabang bisa saling berkomunikasi, kita harus menonaktifkan splithorizon pada kantor pusat
R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip split-horizon

Oke sekarang kita coba lihat tabel routing di cabang 1 lagi

R2(config-router)#do sh ip route rip

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 1.1.1.1 [120/1] via 10.10.10.1, 00:00:13, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 3.3.3.3 [120/2] via 10.10.10.3, 00:00:13, Tunnel0

Tuh sekarang cabang 1 udah puny informasi tentang cabang 2. Kita coba ping ya

R2(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/3 ms

Oke sudah sukses.

Lab 103 – DMVPN Phase 1 Static Mapping (RIP)

Apa sih DMVPN? terus kenapa kita harus pake DMVPN? 
DMVPN (Dynamic Multipoint Virtual Private Network) merupakan sebuah mekanisme yang memungkinkan kita untuk membuat jalur VPN secara bersamaan. Gimana sih maksudnya? kita coba pake contoh kasus langsung aja lah biar lebih mudah memahaminya. Coba lihat topologi ini deh
Gambar 1 Topologi DMVPN
Pada topologi diatas, kita diminta untuk menghubungkan kantor pusat dengan kedua cabang. Untuk melakukan hal tersebut, kita bisa menggunakan beberapa cara, cara pertama adalah dengan menggunakan gre tunnel, yaitu membuat VPN pada kantor pusat dengan kedua kantor cabang seperti ini
Gambar 2 Topologi gre tunnel
Cara tersebut mungkin saja kita gunakan jika jumlah kantor cabang sedikit, namun jika ternyata kita memiliki kantor cabang yang banyak, maka cara yang paling efektif untuk kita pilih adalah menggunakan DMVPN. Yaitu kita akan membuat Multipoint VPN seperti berikut
Gambar 3 Topologi DMVPN
Dengan menggunakan DMVPN seperti diatas, kita hanya perlua membuat satu tunnel 1 pada kantor pusat untuk seluruh kantor cabang. Oke langsung aja kita coba konfig ya,
Diasumsikan R1 menjadi kantor pusat, R2 dan R3 menjadi kantor cabang, dan R4 menjadi internet. Pertama kita lakukan konfig dasar dulu ya
R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0

R1(config)#int l0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255

R1(config-if)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 14.14.14.4
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ip add 24.24.24.2 255.255.255.0

R2(config-if)#int l0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255

R2(config-if)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 24.24.24.4
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 34.34.34.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int l0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255

R3(config-if)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 34.34.34.4
R4(config)#int e0/0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 14.14.14.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/1
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 24.24.24.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/2
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 34.34.34.4 255.255.255.0
Perhatikan bahwa kita perlu mengkonfigurasikan default route pada kantor pusat dan cabang, hal ini dikarenakan R4 seolah-oalah bertindak sebagai internet. Bukankah untuk menuju internet kita harus konfigurasi default route??

Selanjutnya kita konfigurasi DMVPN pada kantor pusat dan kantor cabang

R1(config-if)#int tun0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#tunnel source 14.14.14.1
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint

R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.2 24.24.24.2
R1(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.3 34.34.34.3
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#tunnel source 24.24.24.2
R2(config-if)#tunnel destination 14.14.14.1

R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip add 10.10.10.3 255.255.255.0

R3(config-if)#tunnel source 34.34.34.3
R3(config-if)#tunnel destination 14.14.14.1

R3(config-if)#ip nhrp network-id 1
R3(config-if)#ip nhrp map 10.10.10.1 14.14.14.1

Untuk pengujian, kita coba lakukan ping dari kantor pusat ke kedua cabang

R1(config-if)#do ping 10.10.10.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/2 ms
R1(config-if)#do ping 10.10.10.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.10.10.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/2 ms
Oke lanjut kita konfigurasikan RIP pada kantor pusat dan kedua cabang untuk menghubungkan jaringan private nya masing-masing, namun sebelumnya kita harus mengaktifkan multicast pada tunnel terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan RIP menggunakan tipe komunikasi multicast untuk bertukar routing update
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip nhrp map multicast 24.24.24.2
R1(config-if)#ip nhrp map multicast 34.34.34.3
R2(config-if)#int tun0
R2(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1
R3(config-if)#int tun0
R3(config-if)#ip nhrp map multicast 14.14.14.1

Oke sekarang baru kita bisa konfigurasi RIP

R1(config-if)#router rip
R1(config-router)#ve 2
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#net 10.10.10.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1
R2(config-if)#router rip
R2(config-router)#ve 2
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#net 10.10.10.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2
R3(config-if)#router rip
R3(config-router)#ve 2
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#net 10.10.10.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3

Untuk pengujian, kita coba lihat tabel routing pada kantor pusat

R1(config-router)#do sh ip rou rip

2.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
R 2.0.0.0/8 [120/1] via 10.10.10.2, 00:01:18, Tunnel0
R 2.2.2.2/32 [120/1] via 10.10.10.2, 00:00:25, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 3.3.3.3 [120/1] via 10.10.10.3, 00:00:18, Tunnel0
Perhatikan bahwa kantor pusat sudah memiliki informasi tentang network-network pada kantor cabang. Kita coba lakukan ping
R1(config-router)#do ping 2.2.2.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R1(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Oke kantor pusat sudah bisa ping ke kedua kantor cabang. Sekarang kita coba cek tabel routing di kantor cabang 1

R2(config-router)#do sh ip route rip

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 1.1.1.1 [120/1] via 10.10.10.1, 00:00:12, Tunnel0

Cabang 1 sudah tau netowrk kantor pusat, tapi kog belum tahu network cabang 2? coba deh kita ping

R2(config-router)#do ping 1.1.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
R2(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
UUUUU
Success rate is 0 percent (0/5)
Tuh kan, cabang 1 udah bisa ping ke kantor pusat, tapi belum bisa ping ke cabang 2? kenapa kog bisa gitu? Hal ini dikarenakan adanya split horizon, ingat bahwa distance vektor routing protocol akan menerapkan split horizon, yaitu bahwa suatu router tidak akan mengadvertise network ke interface yang sama saat menerima network tersebut.
Agar kedua cabang bisa saling berkomunikasi, kita harus menonaktifkan splithorizon pada kantor pusat
R1(config-router)#int tun0
R1(config-if)#no ip split-horizon

Oke sekarang kita coba lihat tabel routing di cabang 1 lagi

R2(config-router)#do sh ip route rip

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 1.1.1.1 [120/1] via 10.10.10.1, 00:00:13, Tunnel0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R 3.3.3.3 [120/2] via 10.10.10.3, 00:00:13, Tunnel0

Tuh sekarang cabang 1 udah puny informasi tentang cabang 2. Kita coba ping ya

R2(config-router)#do ping 3.3.3.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/3 ms

Oke sudah sukses.