Pesantren Mengajar – SMK 4 Kendal

Bismillah

Setelah selesai  Pesantren Mengajar – SMK 6 Balikpapan selanjutnya saya ngisi training pesantren mengajar di SMK 4 Kendal. Oke, Gimana ngajar disana? ini training seperti biasa

whatsapp-image-2016-12-14-at-10-17-17-am

Kalau ditanya saya yang mana, itu loh saya yaang depan.

whatsapp-image-2016-12-13-at-9-33-49-am

whatsapp-image-2016-12-15-at-9-18-44-am

Karena perbedaan kelas, jadi yang duduk disebelah kiri ini adalah anak kelas 1 dan kelas 2, jadi terkadang harus fokus ke kelas 1 dan 2 karena dasar masih belum kuat. hehehe

whatsapp-image-2016-12-14-at-1-56-36-pm

hmm, jangan salah paham ya. wkwkwk

oke, itu suasana kelas nya.

ini foto hari pertama,

kenapa hari pertama gak di depan postingan?-__-

karena sudah terlalu maenstrim :v

day1day12

Yah, sedikit motivasi dan dorongan untuk lebih giat. ini hari pertama loh

oke, saya mau kasih tau sedikit gimana suasana sekolah nya

yang pertama ini sedikit ruangan depan lab komputer

img_20161212_080132_hdrimg_20161212_080135_hdr

IMG_20161212_153306.jpg

oke, fokus sama yang dibelakang saya, bukan saya ya. hehehe

yang keren itu sekolah nya besar dan juga dekat sama sawah. kiri sama kanan sekolahnya itu ada sawah dan tentu bisa ngurangin stres saat ngelab. hehehe

oke, sekarang ini foto kelas malam nya

img_20161212_190551_hdrimg_20161215_221229_hdr

Siang dan malam, tetap semangat nge-lab. joss

 

ini sedikit foto foto tambahan

photo725445772324218863photo725445772324218856photo725445772324218855

 

Oke terakhir sebagai penutup yaitu foto-foto bareng

photo725445772324218858photo725445772324218861

photo725445772324218864img_20161217_154537_hdrimg_20161217_154601_hdrimg_20161217_140142

 

Oke, selesai dengan pesantren mengajar di SMK4 Kendal

 

Pesantren Mengajar – SMK 6 Balikpapan

Bismillah

kali ini saya nggak bahas tentang lab mikrotik, tapi saya mau sharing pengalaman menjadi trainer pesantren mengajar. oke, yang pertama tempat saya menjadi trainer adalah SMK 6 balikpapan.

IMG_20161101_102915_HDR.jpg

Oke, sedikit cerita bahwa saya sebenarnya berasal dari samarinda. jadi untuk pesantren mengajar pertama saya ngambil di Balikpapan, selain karena pengen pulang ke samarinda hehehe (samarinda dan balikpapan ada di kalimantan timur).

selain karena pengen pulang alasan lainnya adalah karena materi yang diminta sekolah tersebut adalah MTCNA + MTCRE. artinya apa yang saya pelajari, apa yang saya fokuskan itu berguna untuk orang lain.

Oh ya saya ke balikpapannya naik pesawat loh :v, gak percaya? nih buktinya. hehehe

img_20161031_102945_hdrimg_20161031_102954_hdr

Ini bukti kalau disana ngadain training. hehehe

IMG_20161102_162035_HDR.jpg

Trainingnya disana selama 5 hari jadi dari senin sampai hari jum’at kalau gak salah itu.

ini salah satu gedung di SMK6 balikpapan

img_20161105_173822_hdr

berikut suasana kelas pada saat training

img_20161101_101137_hdrimg_20161103_081953_hdrimg-20161102-wa0001img-20161102-wa0000img-20161102-wa0002

Salut buat guru guru SMK 6 Balikpapan yang masih semangat untuk belajar Mikrotik.

Meski jurusan berbeda-beda dan juga beda umur tapi tetap dipersatukan dengan ikatan persaudaraan islam.

img_20161101_111822_hdr

Setiap event diakhiri dengan foto bareng

img_20161105_151244_hdrimg_20161105_151220_hdr

oke, selesai training di SMK 6 Balipapan.

Bootcamp MTCINE – Sharing pengalaman

Bismillah

Bootcamp MTCINE tanggal 5 sampai 10 desember. Sebelumnya saya mau berterima kasih kepada Pak Dedi yang mengijinkan saya dan teman teman untuk mengikuti Bootcamp MTCINE 2016 ini.

Oke, Bootcamp MTCINE kali ini diadakan di Dago Highland tepatnya di bandung.

Ni foto pembukaan MTCINE bootcamp di IDN.

img_20161205_100502_hdr

Mungkin anda berfikir suasanya tegang karena tempatnya formal gitu. tapi tenang, disini tempat rapat nya cuman khusus untuk pembahasan materi, untuk lab nya bebas mau dimana.

 

 

gak percaya kalau tempatnya dibandung? ni saya kasih bukti foto yang diambil dari dago Highland. hehehe

IMG_20161205_120519_HDR.jpg

img_20161209_064601_hdr

img_20161209_064608_hdr

kalau masih gak percaya, ni foto yang ada saya nya

IMG_20161206_062852_HDR.jpg

percaya kan. hehehe

oke, itu suasana di dago highland bandung, dan tentu sangat nyaman untuk suasana belajar apalagi untuk bootcamp. joss lah.

ini sedikit suasana ruangan rapat, walau sebenarnya disini cuman bahas materi aja baru nanti lab nya sesuai enaknya dimana

IMG_20161205_100242_HDR.jpg

Oh ya, pada saat bootcamp jika juga kedantangan trainer asal malaysia namanya Pak Khomeini ( yang pakai baju biru dan juga pakai peci) beliau satu-satunya trainer dari malaysia. hehehe

IMG_20161208_082045_HDR.jpg

Oke, seperti biasa foto-foto bareng sama peserta bootcamp sebelum ujian

DSC_8539.JPG

dsc_8516dsc_8526

Yang kerennya itu disana saya ketemu banyak orang-orang yang sudah punya banyak pengalaman di bidang Network Enggineer

 

 

 

Lab 36. BGP Confederation

Bismillah

BGP Confederation ini fungsinya sama seperti route reflector yaitu untuk mengatasi jaringan iBGP yang harus full mesh. mas, jadi nanti bisa pilih salah satu? bisa pakai RR ( Route Reflector) atau BGP confederation?  iya. jadi nanti sesuai kebutuhan. kalau RR akan menentukan salah satu router menjadi router utama maka pada BGP conferation ini beda lagi.

pada BGP Confederation kita akan membuat adanya sub AS. mas, sub AS itu apa, AS aja udah pusing. Jadi kita akan membuat ada AS didalam AS. Jadi AS yang berada didalam AS utama disebut dengan sub as.

oke, kita langsung ke konfigurasi berikut ini topologi yang akan kita gunakan

Selection_235.png

Sebelum itu pastikan anda menambahkan interface bridge pada router R1 dan router R5 dengan perintah berikut

[admin@R1] > interface bridge add
[admin@R5] > interface bridge add

Konfigurasi ip address

konfigurasi ip address R1

[admin@R1] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=bridge1  
[admin@R1] > ip address add address=12.12.12.1/24 interface=ether2

Konfigurasi ip address R2

[admin@R2] > ip address add address=12.12.12.2/24 interface=ether1 
[admin@R2] > ip address add address=24.24.24.2/24 interface=ether4
[admin@R2] > ip address add address=23.23.23.2/24 interface=ether3

Konfigurasi ip address R3

[admin@R3] > ip address add address=23.23.23.3/24 interface=ether2                                                                                        
[admin@R3] > ip address add address=34.34.34.3/24 interface=ether4

Konfigurasi ip address R4

[admin@R4] > ip address add address=24.24.24.4/24 interface=ether2 
[admin@R4] > ip address add address=34.34.34.4/24 interface=ether3 
[admin@R4] > ip address add address=45.45.45.4/24 interface=ether5

Konfigurasi ip address R5

[admin@R5] > ip address add address=45.45.45.5/24 interface=ether4
[admin@R5] > ip address add address=192.168.5.1/24 interface=bridge1

Konfigurasi routing RIP pada setiap router

Konfigurasi routing RIP router R1

[admin@R1] >routing rip network add network=12.12.12.0/24

Konfigurasi routing RIP router R2

[admin@R2] > routing rip network add network=12.12.12.0/24
[admin@R2] > routing rip networkadd network=23.23.23.0/24
[admin@R2] > routing rip networkadd network=24.24.24.0/24

Konfigurasi routing rip router R3

[admin@R3] >routing rip networkadd network=23.23.23.0/24
[admin@R3] >routing rip network add network=34.34.34.0/24

Konfigurasi routing rip router R4

[admin@R4] > routing rip network add network=34.34.34.0/24
[admin@R4] > routing rip network add network=24.24.24.0/24
[admin@R4] > routing rip network add network=45.45.45.0/24

Konfigurasi routing rip router R5

[admin@R5] > routing rip network add network=45.45.45.0/24

Konfigurasi routing BGP

Konfigurasi routing BGP router R1

[admin@R1] > routing bgp instance set default as=100
[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.1.0/24 
[admin@R1] > routing bgp peer add name=peer1 remote-address=12.12.12.2 remote-as=234

Konfigurasi routing BGP router R2

[admin@R2] > routing bgp instance set default as=20 confederation=234 confederation-peers=30,40 
[admin@R2] > routing bgp peer add remote-address=12.12.12.1 remote-as=100
[admin@R2] > routing bgp peer add nexthop-choice=force-self remote-address=23.23.23.3 \ remote-as=30

Konfigurasi routing BGP router R3

[admin@R3] > routing bgp instance set default as=30 confederation=234 confederation-peers=20,40
[admin@R3] > routing bgp peer add nexthop-choice=force-self remote-address=23.23.23.2 remote-as=20 
[admin@R3] > routing bgp peer add nexthop-choice=force-self remote-address=34.34.34.4 remote-as=40

Konfigurasi routing BGP router R4

[admin@R4] > routing bgp instance set default as=40 confederation=234 confederation-peers=20,30 redistribute-connected=yes
[admin@R4] >routing bgp peer add  nexthop-choice=force-self remote-address=34.34.34.3 remote-as=30
[admin@R4] > routing bgp peer add remote-address=45.45.45.5 remote-as=500

Konfigurasi routing BGP router R5

[admin@R5] > routing bgp instance set default as=500 redistribute-connected=yes 
[admin@R5] > routing bgp network add network=192.168.5.0/24 
[admin@R5] > routing bgp peer add name=peer1 remote-address=45.45.45.4 remote-as=234

Oke, sudah selesai konfigurasi BGP Confederation pada router mikrotik

 

 

Lab 32. ECMP load balance – skenario 2

Bismillah

Kita lanjut tentang masih tentang ECMP load balance nih. kok load balance lagi? biar lebih paham nanti kita akan lab kan load balance ini lebih buaanyak skenario. hehehe.

di  skenario 2 ini yang membedakan adalah pada tujuan dari lab ini. jika pada lab 31 hanya menjadikan load balance maka disini kita menjadikan router laod balance tetapi router memiliki rute priory. yang artinya salah satu rute akan digunakan lebih sering dari pada route yang lainnya.

Screenshot from 2016-09-17 21-49-53.png

[admin@MikroTik] > ip address add address=1.1.1.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] > ip address add address=2.2.2.2/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether3

Yang membedakan konfigurasi pada lab ini dari lab sebelumnya adalah yaitu pada dns menggunakan dns dari isp 1 dan isp 2. bedanya cuman itu? ada lagi. gateway kita isi dua kali untuk menuju isp1

[admin@MikroTik] > ip dns set servers=1.1.1.2,2.2.2.3 allow-remote-requests=yes
[admin@MikroTik] > ip route add gateway=1.1.1.2,1.1.1.1,2.2.2.3 check-gateway=ping

alasan mengisi dua gateway yang sama adalah untuk menentukan priority, jadi router akan lebih akan memilih untuk menggunakan gateway 1.1.1.1 daripada gateway 2.2.2.2.

jangan lupa untuk mengaktifkan firewall nat ke kedua interface ether2 dan ether1

[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
 [admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade

sekarang berikan ip address ke vpcs dan tes ping ke internet

PC1> ip 192.168.1.2/24 192.168.1.1
Checking for duplicate address...
PC1 : 192.168.1.2 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1

PC1> ip dns 192.168.1.1
PC1> ping 8.8.8.8
84 bytes from 8.8.8.8 icmp_seq=4 ttl=51 time=797.850 ms
84 bytes from 8.8.8.8 icmp_seq=5 ttl=51 time=902.436 ms

 

 

Lab 31. ECMP load balance – skenario 1

Bismillah

kali ini kita akan berganti ke materi ECMP load balance whahaha whahaa (maksudnya sih tawa jahat) , pertama kita pahami dulu apa itu ECMP, ECMP atau Equal Cost MultiPath adalah sebutan untuk konfigurasi yang akan membuat jaringan yang memiliki rute lebih daru satu. Nah, kalo load balance itu maksudnya jaringan akan dibagi menjadi balance atau seimbang antara jalur satu dan jalur dua.

load balance ini biasanya digunakan ketika akan menghubungkan router ke dua isp yang berbeda. sebenarnya konsep penggunakan load balance tidak hanya pada menghubungkan ke dua isp yang berbeda tetapi dapat digunakan yang lain.

agar mempermudah memahami konfigurasi load balance maka dibawah ini saya memiliki contoh lab menggunakan load balance  yang akan kita akntifkan pada router yang memiliki dua langganan isp. berikut topologi yang akan kita gunakan.

top

masukkan ip address ke internet ether1 dan ether2 yang terhubung ke isp. anda dapat menyesuaikan dengan ip yang diberikan ISP

[admin@MikroTik] > ip address add address=1.1.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=2.2.2.2/24 interface=ether2

selanjutnya tambahakan dns pada router tersebut

[admin@MikroTik] > ip dns set servers=8.8.8.8

sekarang konfigurasi utama yaitu konfigurasi ip route yang akan mengaktifkan load balance pada mikrotik. pada konfigurasi ini kita tambahakn check-gateway dengan ping sehingga router akan mengecek gateway utama dengan ping setiap beberapa detik sekali

[admin@MikroTik] > ip route add gateway=1.1.1.2,2.2.2.3 check-gateway=ping 

sekarang kita lihat routing tabel pada router mikrotik

[admin@MikroTik] > ip route print 
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit 
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 A S  0.0.0.0/0                          2.2.2.3                   1
                                           1.1.1.2           
 1 ADC  1.1.1.0/24         1.1.1.1         ether2                    0
 2 ADC  2.2.2.0/24         2.2.2.2         ether1                    0

berdasarkan hasil diatas kita akan mengetahui bahwa router memiliki default routing dengan gateway 2.2.2.3 dan 1.1.1.2

kita dapat memeriksa jaringan dengan menggunakan tool traceroute ke internet dari router

[admin@MikroTik] > tool traceroute 8.8.8.8
  # ADDRESS                          LOSS SENT    LAST     AVG    BEST   WORST STD-DEV STATUS                                                                         
  1 2.2.2.3                            0%    1   0.5ms     0.5     0.5     0.5       0                                                                                
  2 172.88.99.1                        0%    1  36.2ms    36.2    36.2    36.2       0                                                                                
  3 192.168.222.1                      0%    1   7.8ms     7.8     7.8     7.8       0                                                                                
  4 192.168.100.1                      0%    1 200.5ms   200.5   200.5   200.5       0                                                                                
  5 180.249.192.1                      0%    1   149ms     149     149     149       0                                                                                
  6                                    0%    1     0ms

untuk mengecek kedua gateway maka kita akan mematikan ip address yang sekarang digunakan dengan cara berikut

[admin@MikroTik] > ip address set 1 disabled=yes

setelah didisable kita traceroute lagi ke alamat ip yang sama

[admin@MikroTik] > tool traceroute 8.8.8.8       
   # ADDRESS                          LOSS SENT    LAST     AVG    BEST   WORST STD-DEV STATUS                                                                         
   1 1.1.1.2                            0%    1   1.1ms     1.1     1.1     1.1       0                                                                                
   2 172.88.99.1                        0%    1   1.7ms     1.7     1.7     1.7       0                                                                                
   3 192.168.222.1                      0%    1   2.5ms     2.5     2.5     2.5       0                                                                                
   4 192.168.100.1                      0%    1 123.4ms   123.4   123.4   123.4       0                                                                                
   5 180.249.192.1                      0%    1 144.2ms   144.2   144.2   144.2       0

berdasrkan diatas kita akan mengetahui bahwa kedua route berhasil untuk digunakan sebagai load balance.

Lab 30. Firewall ( Menghemat resource mikrotik)

Bismillah

Masih pada firewall filter tapi kali ini fungsi nya sedikit lebih berbeda dari firewall biasanya. emang fungsinya apa mas?  Fungsinya adalah mengurasi beban yang harus ditanganin oleh router. Beberapa RB mikrotik sebenarnya memiliki resource yang cukup besar namun semangkin besar kebutuhan akan router tersebut maka akan membuat semangkin dibutuhkannya resource yang besar.

Jadi agar resource router mikrotik tidak terbuang maka kita akan menambahkan konfigurasi tambahan pada firewall yang akan mengurangi penggunakan resource pada router mikrotik. Berikut ini cara mengurangi beban resource pada mikrotik.

Konfigurasi yang kita tambahkan  ini ada 5 baris yang dimana kesimpulan dari kelima konfigurasi tersebut adalah yang pertama adalah router tidak akan melakukan apa apa terhadap paket yang invalid yang kedua tidak boleh ada user yang ping ke router mikrotik dan juga yang ketika kita hanya akan mengijikan network tertentu saja yang boleh masuk atau mengkonfigurasi router mikrotik.

mas, Topologinya kok gak ada? karena disini kita hanya menggunakan satu router maka tidak perlu topologi karena saya yakin anda pasti sudah paham bentuk dari topologi ini karena anda tinggal membayangkan topologi tersebut.

Bentuk jaringan pada lab ini adalah dari router mikrotik terhubung langsung dengan internet pada interface ether1 dan pada ether2 terhubungn dengan laptop client.

Pertama konfigurasi ip address pada router mikrotik

[admin@MikroTik] > ip address add address=1.1.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1

Aktifkan dns, routing defult dan juga firewall nat

[admin@MikroTik] > ip dns set servers=8.8.8.8
[admin@MikroTik] > ip dns set servers=8.8.8.8 allow-remote-requests=yes
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@MikroTik] > ip route add gateway=1.1.1.2

Sekarang tambahkan konfigurasi firewall filter seperti berikut ini

/ip firewall filter
[admin@MikroTik] > ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop
[admin@MikroTik] > ip firewall filter add chain=input connection-state=established action=accept
[admin@MikroTik] > ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=drop
[admin@MikroTik] > ip firewall filter add chain=input src-address=192.168.1.0/24 action=accept in-interface=!ether1
[admin@MikroTik] > ip firewall filter add chain=input action=drop

dengan konfigurasi diatas akan mengurangi tugas mikrotik dan tentukan akan membuat resource pada mikrotik dapat diguankan untuk keperlual lain.

Oke, sampai sini dulu konfigurasi untuk mengamankan router mikrotik.

Lab.8 Re: SuperLab 18

tl18.png

TUJUAN

  • Semua client dapat saling berkomunikasi
  • Redistribution berjalan dengan baik pada IDN-R4
  • VoIP dial peering dapat berkomunikasi antar network
  • VTP client mendapatkan update dari VTP Server
  • Router on stick pada R7 dengan vlan 10 dan 20
  • Routing vlan 30 dan 40 dengan SVI pada IDN-MLS1
  • Client mendapatkan alamat IP dari DHCP server

MATERI

  • VLAN
  • Inter-VLAN Routing
  • Wireless
  • VTP
  • VoIP Dial Peer
  • RIPv2
  • EIGRP
  • OSPF
  • Redistribution
  • Webserver
  • DHCP Server

KONFIGURASI

Pada R1 kita akan mengkonfigurasikan routing ospf menuju network vlan

1

IDN-R1

IDN-R1>enable
IDN-R1#configure terminal
IDN-R1(config)#hostname IDN-R1

IDN-R1(config)#interface fa1/0
IDN-R1(config-if)#ip address 111.111.111.1 255.255.255.0
IDN-R1(config-if)#no shutdown
IDN-R1(config-if)#exit
IDN-R1(config)#interface fa0/0
IDN-R1(config-if)#ip address 11.11.11.254 255.255.255.0
IDN-R1(config-if)#no shutdown
IDN-R1(config-if)#exit
IDN-R1(config)#interface se3/0
IDN-R1(config-if)#ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
IDN-R1(config-if)#clock rate 56000
IDN-R1(config-if)#no shutdown
IDN-R1(config-if)#exit

IDN-R1(config)#ip dhcp pool toAP1
IDN-R1(dhcp-config)#network 11.11.11.0 255.255.255.0
IDN-R1(dhcp-config)#default-router 11.11.11.254
IDN-R1(dhcp-config)#exit
IDN-R1(config)#ip dhcp excluded-address 11.11.11.100 11.11.11.254

IDN-R1(config)#router ospf 44
IDN-R1(config-router)#network 11.11.11.0 0.0.0.255 area 0
IDN-R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
IDN-R1(config-router)#network 111.111.111.0 0.0.0.255 area 0

Pada MLS1 kita akan mengkonfigurasikan intervlan routing menggunakan SVI pada MLS, sehingga vlan 30 dan 40 dapat berkomunikasi

2

IDN-MLS1

IDN-MLS1>enable
IDN-MLS1#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-MLS1(config)#hostname IDN-MLS1
IDN-MLS1(config)#vlan 30
IDN-MLS1(config-vlan)#name IDN-VLAN30
IDN-MLS1(config-vlan)#exit
IDN-MLS1(config)#vlan 40
IDN-MLS1(config-vlan)#name IDN-VLAN40
IDN-MLS1(config-vlan)#exit
IDN-MLS1(config)#interface fa0/1
IDN-MLS1(config-if)#no switchport
IDN-MLS1(config-if)#ip address 111.111.111.2 255.255.255.0
IDN-MLS1(config-if)#exit
IDN-MLS1(config)#interface vlan 30
IDN-MLS1(config-if)#ip address 30.30.30.254 255.255.255.0
IDN-MLS1(config-if)#exit
IDN-MLS1(config)#interface vlan 40
IDN-MLS1(config-if)#ip address 40.40.40.254 255.255.255.0
IDN-MLS1(config-if)#exit
IDN-MLS1(config)#interface range fa0/2-3
IDN-MLS1(config-if-range)#switchport mode access
IDN-MLS1(config-if-range)#switchport access vlan 30
IDN-MLS1(config-if-range)#exit
IDN-MLS1(config)#interface range fa0/4-5
IDN-MLS1(config-if-range)#switchport mode access
IDN-MLS1(config-if-range)#switchport access vlan 40
IDN-MLS1(config-if-range)#exit
IDN-MLS1(config)#ip dhcp pool IDN-VLAN30
IDN-MLS1(dhcp-config)#network 30.30.30.0 255.255.255.0
IDN-MLS1(dhcp-config)#default-router 30.30.30.254
IDN-MLS1(dhcp-config)#exit
IDN-MLS1(config)#ip dhcp pool IDN-VLAN40
IDN-MLS1(dhcp-config)#network 40.40.40.0 255.255.255.0
IDN-MLS1(dhcp-config)#default-router 40.40.40.254
IDN-MLS1(dhcp-config)#exit
IDN-MLS1(config)#ip routing
IDN-MLS1(config)#router ospf 44
IDN-MLS1(config-router)#network 30.30.30.0 0.0.0.255 area 0
IDN-MLS1(config-router)#network 40.40.40.0 0.0.0.255 area 0
IDN-MLS1(config-router)#network 111.111.111.0 0.0.0.255 area 0

Pada R2 kita akan mengkonfigurasikan routing ospf pid 44 mengadvertise menuju R1,R3 dan R4

3

IDN-R2

#konfigurasi hostname
IDN-R2>enable
IDN-R2#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-R2(config)#hostname IDN-R2

#konfigurasi addressing
IDN-R2(config)#interface se2/0
IDN-R2(config-if)#ip address 24.24.24.2 255.255.255.0
IDN-R2(config-if)#no shutdown
IDN-R2(config-if)#exit
IDN-R2(config)#interface se3/0
IDN-R2(config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
IDN-R2(config-if)#no shutdown
IDN-R2(config-if)#exit
IDN-R2(config)#interface se6/0
IDN-R2(config-if)#ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
IDN-R2(config-if)#no shutdown
IDN-R2(config-if)#exit

#konfigurasi routing ospf pid 44
IDN-R2(config)#router ospf 44
IDN-R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
IDN-R2(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.255 area 0
IDN-R2(config-router)#network 24.24.24.0 0.0.0.255 area 0

Pada R3 kita akan mengkonfigurasi voip service dan juga dial peering menuju segment voip yang lain, dan juga melakukan advertisement routing menggunakan ospf pid 44 menuju R2 dan network pada voip, dan membuat dhcp pool untuk IPPhone  dan PC agar mendapat IP dari dhcp server

4

IDN-R3

#konfigurasi hostname
IDN-R2>enable
IDN-R2#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-R2(config)#hostname IDN-R3

#konfigurasi addressing
IDN-R3(config)#interface se0/2/0
IDN-R3(config-if)#ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
IDN-R3(config-if)#clock rate 56000
IDN-R3(config-if)#no shutdown
IDN-R3(config-if)#exit
IDN-R3(config)#interface fa0/0
IDN-R3(config-if)#ip address 33.33.33.254 255.255.255.0
IDN-R3(config-if)#no shutdown
IDN-R3(config-if)#exit

#konfigurasi dhcp untuk voip
IDN-R3(config)#ip dhcp pool voip
IDN-R3(dhcp-config)#network 33.33.33.0 255.255.255.0
IDN-R3(dhcp-config)#default-router 33.33.33.254
IDN-R3(dhcp-config)#option 150 ip 33.33.33.254 
IDN-R3(dhcp-config)#exit

#konfigurasi voip
IDN-R3(config)#telephony-service
IDN-R3(config-telephony)#max-dn 2
IDN-R3(config-telephony)#max-ephones 2
IDN-R3(config-telephony)#ip source-address 33.33.33.254 port 2000
IDN-R3(config-telephony)#auto assign 1 to 2
IDN-R3(config-telephony)#exit

#konfigurasi voip dial peering
IDN-R3(config)#dial-peer voice 1 voip
IDN-R3(config-dial-peer)#destination-pattern 3333
IDN-R3(config-dial-peer)#session target ipv4:56.56.56.6
IDN-R3(config-dial-peer)#exit
IDN-R3(config)#dial-peer voice 2 voip
IDN-R3(config-dial-peer)#destination-pattern 4444
IDN-R3(config-dial-peer)#session target ipv4:56.56.56.6
IDN-R3(config-dial-peer)#exit
IDN-R3(config)#ephone-dn 1
IDN-R3(config-ephone-dn)#number 1111
IDN-R3(config-ephone-dn)#exit
IDN-R3(config)#ephone-dn 2
IDN-R3(config-ephone-dn)#number 2222
IDN-R3(config-ephone-dn)#exit
IDN-R3(config)#router ospf 44
IDN-R3(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.255 area 0
IDN-R3(config-router)#network 33.33.33.0 0.0.0.255 area 0

Pada SW1 kita akan mengkonfigurasi switchport voice vlan 1, vlan 1 yaitu vlan default pada switch yang akan digunakan, dan switchport access vlan menuju PC2

5

IDN-SW1

#konfigurasi hostname
IDN-SW1>enable
IDN-SW1#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-SW1(config)#hostname IDN-SW1

#konfigurasi voice vlan
IDN-SW1(config)#interface range fa0/2-4
IDN-SW1(config-if-range)#switchport mode access
IDN-SW1(config-if-range)#switchport voice vlan 1

Pada R4 kita akan mengkonfigurasi routing redistribution yang akan menghubungkan semua routing protokol pada lab ini yaitu RIP, EIGRP,OSPF.

6

IDN-R4

#konfigurasi hostname
IDN-R4>enable
IDN-R4#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-R4(config)#hostname IDN-R4

#konfigurasi addressing
IDN-R4(config)#interface fa0/0
IDN-R4(config-if)#ip address 44.44.44.254 255.255.255.0
IDN-R4(config-if)#no shutdown
IDN-R4(config-if)#exit
IDN-R4(config)#interface se2/0
IDN-R4(config-if)#ip address 24.24.24.4 255.255.255.0
IDN-R4(config-if)#clock rate 56000
IDN-R4(config-if)#no shutdown
IDN-R4(config-if)#interface se3/0
IDN-R4(config-if)#ip address 45.45.45.4 255.255.255.0
IDN-R4(config-if)#clock rate 56000
IDN-R4(config-if)#no shutdown
IDN-R4(config-if)#exit

#konfigurasi routing ospf pid 44
IDN-R4(config)#router ospf 44
IDN-R4(config-router)#network 24.24.24.0 0.0.0.255 area 0
IDN-R4(config-router)#redistribute eigrp 11 subnets
IDN-R4(config-router)#redistribute rip subnets
IDN-R4(config-router)#exit

#konfigurasi routing eigrp as 11
IDN-R4(config)#router eigrp 11
IDN-R4(config-router)#no auto-summary
IDN-R4(config-router)#network 45.45.45.0 0.0.0.255
IDN-R4(config-router)#redistribute ospf 44 metric 1 1 1 1 1
IDN-R4(config-router)#redistribute rip metric 1 1 1 1 1
IDN-R4(config-router)#exit

#konfigurasi routing ripv2
IDN-R4(config)#router rip
IDN-R4(config-router)#version 2
IDN-R4(config-router)#no auto-summary
IDN-R4(config-router)#network 44.44.44.0
IDN-R4(config-router)#redistribute eigrp 11 metric 1
IDN-R4(config-router)#redistribute ospf 44 metric 1

Pada R5 kita akan mengkonfigurasi routing eigrp as 11 menuju R4, R6 dan R7.

7

IDN-R5

#konfigurasi hostname
IDN-R5>enable
IDN-R5#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-R5(config)#hostname IDN-R5

#konfigurasi addressing
IDN-R5(config)#interface se0/0/1
IDN-R5(config-if)#ip address 45.45.45.5 255.255.255.0
IDN-R5(config-if)#no shutdown
IDN-R5(config-if)#exit
IDN-R5(config)#interface se0/0/0
IDN-R5(config-if)#ip address 56.56.56.5 255.255.255.0
IDN-R5(config-if)#clock rate 56000
IDN-R5(config-if)#no shutdown
IDN-R5(config-if)#exit
IDN-R5(config)#interface se0/2/0
IDN-R5(config-if)#ip address 57.57.57.5 255.255.255.0
IDN-R5(config-if)#clock rate 56000
IDN-R5(config-if)#no shutdown
IDN-R5(config-if)#exit

#konfigurasi routing eigrp as 11
IDN-R5(config)#router eigrp 11
IDN-R5(config-router)#no auto-summary
IDN-R5(config-router)#network 45.45.45.0 0.0.0.255
IDN-R5(config-router)#network 56.56.56.0 0.0.0.255
IDN-R5(config-router)#network 57.57.57.0 0.0.0.255

Pada R6 kita akan mengkonfigurasi voip service dan dial peerin menuju voip pada segment yang lain, dan memberi IPPhone alamat IP melalui DHCP server, dan juga routing eigrp as 11.

8

IDN-R6

#konfigurasi hostname
IDN-R6>enable
IDN-R6#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-R6(config)#hostname IDN-R6

#konfigurasi addressing
IDN-R6(config)#interface se0/2/0
IDN-R6(config-if)#ip address 56.56.56.6 255.255.255.0
IDN-R6(config-if)#no shutdown
IDN-R6(config-if)#exit
IDN-R6(config)#interface se0/0/0
IDN-R6(config-if)#ip address 57.57.57.7 255.255.255.0
IDN-R6(config-if)#no shutdown
IDN-R6(config-if)#exit
IDN-R6(config)#interface fa0/0
IDN-R6(config-if)#ip address 66.66.66.254 255.255.255.0
IDN-R6(config-if)#no shutdown
IDN-R6(config-if)#exit

#konfigurasi dhcp untuk voip
IDN-R6(config)#ip dhcp pool voip
IDN-R6(dhcp-config)#network 66.66.66.0 255.255.255.0
IDN-R6(dhcp-config)#default-router 66.66.66.254
IDN-R6(dhcp-config)#option 150 ip 66.66.66.254
IDN-R6(dhcp-config)#exit

#konfigurasi voip
IDN-R6(config)#telephony-service
IDN-R6(config-telephony)#max-dn 2
IDN-R6(config-telephony)#max-ephones 2
IDN-R6(config-telephony)#ip source-address 66.66.66.254 port 2000
IDN-R6(config-telephony)#auto assign 1 to 2
IDN-R6(config-telephony)#exit

#konfigurasi voip dial peering
IDN-R6(config)#dial-peer voice 1 voip
IDN-R6(config-dial-peer)#destination-pattern 1111
IDN-R6(config-dial-peer)#session target ipv4:23.23.23.3
IDN-R6(config-dial-peer)#exit
IDN-R6(config)#dial-peer voice 2 voip
IDN-R6(config-dial-peer)#destination-pattern 2222
IDN-R6(config-dial-peer)#session target ipv4:23.23.23.3
IDN-R6(config-dial-peer)#exit
IDN-R6(config)#ephone-dn 1
IDN-R6(config-ephone-dn)#number 3333
IDN-R6(config-ephone-dn)#exit
IDN-R6(config)#ephone-dn 2
IDN-R6(config-ephone-dn)#number 4444
IDN-R6(config-ephone-dn)#router eigrp 11
IDN-R6(config-router)#no auto-summary
IDN-R6(config-router)#network 56.56.56.0 0.0.0.255
IDN-R6(config-router)#network 66.66.66.0 0.0.0.255

Pada SW3 kita akan mengkonfigurasi switchport voice vlan 1.

9

IDN-SW3

#konfigurasi hostname
IDN-SW3>enable
IDN-SW3#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-SW3(config)#hostname IDN-SW3
IDN-SW3(config)#interface range fa0/2-3
IDN-SW3(config-if-range)#switchport mode access
IDN-SW3(config-if-range)#switchport voice vlan 1

Pada R7 kita akan mengkonfigurasi routing eigrp as 11 menuju client vlan 10 dan 20 dan juga menuju ke R5, dan mengkonfigurasi router on stick/intervlan routing supaya vlan 10 dan 20 dapat saling berkomunikasi.

10

IDN-R7

#konfigurasi hostname
IDN-R7>enable
IDN-R7#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-R7(config)#hostname IDN-R7

#konfigurasi addressing
IDN-R7(config)#interface se0/0/0
IDN-R7(config-if)#ip address 57.57.57.7 255.255.255.0
IDN-R7(config-if)#no shutdown
IDN-R7(config-if)#exit

#konfigurasi router on stick inter vlan routing
IDN-R7(config)#interface fa0/0
IDN-R7(config-if)#no shutdown
IDN-R7(config-if)#exit
IDN-R7(config)#interface fa0/0.10
IDN-R7(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
IDN-R7(config-subif)#ip address 10.10.10.254 255.255.255.0
IDN-R7(config-subif)#exit
IDN-R7(config)#interface fa0/0.20
IDN-R7(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
IDN-R7(config-subif)#ip address 20.20.20.254 255.255.255.0
IDN-R7(config-subif)#exit

#konfigurasi dhcp server untuk client vlan 10 dan vlan 20
IDN-R7(config)#ip dhcp pool IDN-VLAN10
IDN-R7(dhcp-config)#network 10.10.10.0 255.255.255.0
IDN-R7(dhcp-config)#default-router 10.10.10.254
IDN-R7(dhcp-config)#exit
IDN-R7(config)#ip dhcp pool IDN-VLAN20
IDN-R7(dhcp-config)#network 20.20.20.0 255.255.255.0
IDN-R7(dhcp-config)#default-router 20.20.20.254
IDN-R7(dhcp-config)#exit

#konfigurasi routing eigrp as 11
IDN-R7(config)#router eigrp 11
IDN-R7(config-router)#no auto-summary
IDN-R7(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255
IDN-R7(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.255
IDN-R7(config-router)#network 57.57.57.0 0.0.0.255

Pada SW4 kita akan mengkonfigurasi VTP server, pada SW5 kita mengkonfigurasinya menjadi transparent yang hanya menjadi forwarding update, pada SW6 kita akan mengkonfigurasinya menjadi VTP Client yang hanya akan menerima  update dari VTP server.

11

IDN-SW4, IDN-SW5 dan IDN-SW6

 

SW4

#konfigurasi hostname
IDN-SW4>enable
IDN-SW4#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-SW4(config)#hostname IDN-SW4

#konfigurasi database vlan
IDN-SW4(config)#vlan 10
IDN-SW4(config-vlan)#name IDN-VLAN10
IDN-SW4(config-vlan)#exit
IDN-SW4(config)#vlan 20
IDN-SW4(config-vlan)#name IDN-VLAN20
IDN-SW4(config-vlan)#exit

#konfigurasi vtp server
IDN-SW4(config)#vtp domain idn

#konfigurasi trunking
IDN-SW4(config)#interface fa0/1
IDN-SW4(config-if)#switchport mode trunk
IDN-SW4(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20
IDN-SW4(config-if)#exit
IDN-SW4(config)#interface fa0/2
IDN-SW4(config-if)#switchport mode trunk
IDN-SW4(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20

SW5

#konfigurasi hostname
IDN-SW5>enable
IDN-SW5#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-SW5(config)#hostname IDN-SW5

#konfigurasi vtp transparent
IDN-SW5(config)#vtp mode transparent
IDN-SW5(config)#vtp domain idn

#konfigurasi database vlan
IDN-SW5(config)#vlan 10
IDN-SW5(config-vlan)#name IDN-VLAN10
IDN-SW5(config-vlan)#exit
IDN-SW5(config)#vlan 20
IDN-SW5(config-vlan)#name IDN-VLAN20
IDN-SW5(config-vlan)#exit

#konfigurasi trunking
IDN-SW5(config)#interface fa0/1
IDN-SW5(config-if)#switchport mode trunk
IDN-SW5(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20
IDN-SW5(config-if)#exit
IDN-SW5(config)#interface fa0/2
IDN-SW5(config-if)#switchport mode trunk
IDN-SW5(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20

SW6

#konfigurasi hostname
IDN-SW6>enable
IDN-SW6#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
IDN-SW6(config)#hostname IDN-SW6

#konfigurasi vtp client
IDN-SW6(config)#vtp mode client
IDN-SW6(config)#vtp domain idn

#konfigurasi access vlan
IDN-SW6(config)#interface fa0/1
IDN-SW6(config-if)#switchport mode access
IDN-SW6(config-if)#switchport access vlan 10
IDN-SW6(config-if)#exit

#konfigurasi trunking
IDN-SW6(config)#interface fa0/2
IDN-SW6(config-if)#switchport mode trunk
IDN-SW6(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20
IDN-SW6(config-if)#exit
IDN-SW6(config)#interface fa0/3
IDN-SW6(config-if)#switchport mode access
IDN-SW6(config-if)#switchport access vlan 10
IDN-SW6(config-if)#exit

#konfigurasi access vlan
IDN-SW6(config)#interface fa0/4
IDN-SW6(config-if)#switchport mode access
IDN-SW6(config-if)#switchport access vlan 20
IDN-SW6(config-if)#exit
IDN-SW6(config)#interface fa0/5
IDN-SW6(config-if)#switchport mode access
IDN-SW6(config-if)#switchport access vlan 20

 

Membuat Aplikasi Speech To Text

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kali ini saya akan membagaikan bagaimana cara membuat aplikasi sederhana Speech to text menggunakan API yang sudah ada dari setiap android device, 
Saya telah membuat aplikasi sederhana. berikut ini adalah screenshootnya.

Langkah langkahnya adalah:
1. Buat file-> new project
2. kemudian pada main_activity tambahkan

3. selanjutnya pada ActivityMain.java , tambahkan

  1. import java.util.ArrayList;
  2. import java.util.Locale;
  3. import android.app.Activity;
  4. import android.content.ActivityNotFoundException;
  5. import android.content.Intent;
  6. import android.os.Bundle;
  7. import android.speech.RecognizerIntent;
  8. import android.view.View;
  9. import android.widget.ImageButton;
  10. import android.widget.TextView;
  11. import android.widget.Toast;
  12. public class MainActivity extends Activity {
  13. protected static final int RESULT_SPEECH = 1;
  14. private ImageButton btnSpeak;
  15. private TextView Text;
  16. @Override
  17. public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
  18. super.onCreate(savedInstanceState);
  19. setContentView(R.layout.activity_main);
  20. Text = (TextView) findViewById(R.id.Text);
  21. btnSpeak = (ImageButton) findViewById(R.id.mic);
  22. btnSpeak.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
  23. @Override
  24. public void onClick(View v) {
  25. Intent intent = new Intent(
  26. RecognizerIntent.ACTION_RECOGNIZE_SPEECH);
  27. intent.putExtra(RecognizerIntent.EXTRA_LANGUAGE_MODEL, Locale.getDefault());
  28. try {
  29. startActivityForResult(intent, RESULT_SPEECH);
  30. Text.setText(“”);
  31. } catch (ActivityNotFoundException a) {
  32. Toast.makeText(getApplicationContext(),
  33. “Your device doesn’t support Speech to Text”,
  34. Toast.LENGTH_SHORT).show();
  35. }
  36. }
  37. });
  38. }
  39. @Override
  40. protected void onActivityResult(int requestCode, int resultCode, Intent data) {
  41. super.onActivityResult(requestCode, resultCode, data);
  42. switch (requestCode) {
  43. case RESULT_SPEECH: {
  44. if (resultCode == RESULT_OK && null != data) {
  45. ArrayList<String> text = data
  46. .getStringArrayListExtra(RecognizerIntent.EXTRA_RESULTS);
  47. Text.setText(text.get(0));
  48. }
  49. break;
  50. }
  51. }
  52. }
  53. }
4. Pada manifest.xml tambahkan

  1. <uses-permission android:name=“android.permission.RECORD_AUDIO”/>
  2. <uses-permission android:name=“android.permission.INTERNET” />
5. Dan jangna lupa pada drawable tambakan file ini.

Membuat Aplikasi Speech To Text

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kali ini saya akan membagaikan bagaimana cara membuat aplikasi sederhana Speech to text menggunakan API yang sudah ada dari setiap android device, 
Saya telah membuat aplikasi sederhana. berikut ini adalah screenshootnya.

Langkah langkahnya adalah:
1. Buat file-> new project
2. kemudian pada main_activity tambahkan

3. selanjutnya pada ActivityMain.java , tambahkan

  1. import java.util.ArrayList;
  2. import java.util.Locale;
  3. import android.app.Activity;
  4. import android.content.ActivityNotFoundException;
  5. import android.content.Intent;
  6. import android.os.Bundle;
  7. import android.speech.RecognizerIntent;
  8. import android.view.View;
  9. import android.widget.ImageButton;
  10. import android.widget.TextView;
  11. import android.widget.Toast;
  12. public class MainActivity extends Activity {
  13. protected static final int RESULT_SPEECH = 1;
  14. private ImageButton btnSpeak;
  15. private TextView Text;
  16. @Override
  17. public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
  18. super.onCreate(savedInstanceState);
  19. setContentView(R.layout.activity_main);
  20. Text = (TextView) findViewById(R.id.Text);
  21. btnSpeak = (ImageButton) findViewById(R.id.mic);
  22. btnSpeak.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
  23. @Override
  24. public void onClick(View v) {
  25. Intent intent = new Intent(
  26. RecognizerIntent.ACTION_RECOGNIZE_SPEECH);
  27. intent.putExtra(RecognizerIntent.EXTRA_LANGUAGE_MODEL, Locale.getDefault());
  28. try {
  29. startActivityForResult(intent, RESULT_SPEECH);
  30. Text.setText(“”);
  31. } catch (ActivityNotFoundException a) {
  32. Toast.makeText(getApplicationContext(),
  33. “Your device doesn’t support Speech to Text”,
  34. Toast.LENGTH_SHORT).show();
  35. }
  36. }
  37. });
  38. }
  39. @Override
  40. protected void onActivityResult(int requestCode, int resultCode, Intent data) {
  41. super.onActivityResult(requestCode, resultCode, data);
  42. switch (requestCode) {
  43. case RESULT_SPEECH: {
  44. if (resultCode == RESULT_OK && null != data) {
  45. ArrayList<String> text = data
  46. .getStringArrayListExtra(RecognizerIntent.EXTRA_RESULTS);
  47. Text.setText(text.get(0));
  48. }
  49. break;
  50. }
  51. }
  52. }
  53. }
4. Pada manifest.xml tambahkan

  1. <uses-permission android:name=“android.permission.RECORD_AUDIO”/>
  2. <uses-permission android:name=“android.permission.INTERNET” />
5. Dan jangna lupa pada drawable tambakan file ini.