Keutamaan Shalat Dhuha

Hai sobat, ketemu lagi dengan saya di Blog kesayangan kita semua ini. Pada artikel kemarin saya sudah banyak memberikan penjelasan dan tutorial pemrograman. Kali ini saya akna membagikan sedikit pengetahuan yan gsaya punya.

Keutamaan Shalat Dhuha

Beberapa hari ini saya sedang sibuk dengan kegiatan saya hingga membuat diri ini lelah. Kemudian karena saya adalah anak perantauan yang tinggal jauh sendirian membuat hati resah dan tidak tenang. Mungkin saya sedang merindukan keluarga dan sahabat yang saya sayangi di kampung halaman. Kebingungan datang pada saya sampai membuat hati ini galau. Kemudian saya sadar bagaimana membuat hati ini menjadi tenang kembali. Saya harus lebih mendekatkan diri saya dengan Allah. Dan setelah saya melakukanya, begitu banyak perubahan yang saya dapatkan, baik berupa keteangan hati dan pikiran yang jernih hingga terasa ringan semua beban yan saya rasakan. Dari doa dan ibadah saya bisa merasakan kasih sayang Allah.

Haha oke setelah curhat saya yang aneh, berikut ini saya akan bagikan ilmu yang saya miliki.

Dianjurkan bagi umat islam untuk menjalankan ibadah tambahan atau solat sunah seperti sholat dhuha. Sholat dhuha bisa dilakukan 2 rokaat, 4 rokaat, sampai 8 rakaat. Berikut beberapa hadist tentang shalat dhuha

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Baca juga “Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang shalat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, Sempurna, sempurna, sempurna. (HR. Turmudzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan gharib)

Maka dari dua hadis tersebut menjeaskan keutamaan 2 rakaat shalat duha. Begitu banyak manfaat shalat duha, berikut beberapa manfaat shalat duha

– diwasiatkan oleh Rasulullah untuk dikerjakan setiap hari
– orang yang shalat duha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang taat
– shalat duha 2 rakaat senilai 360 sedekah
– shalat dhuha 4 rakaat membawa kecukupan sepanjang hari
– shalat dhuha merupakan pelancar rezeki
– pahala shalat dhuha senilai dengan pahala umrah

Rasulullah menjanjikan kepada umatnya siapa yang melakukan sahalat dhuha 4 rakaat firman Allah hai anak adam, rukuk untukku 4 rakaat pada awal pagi (dhuha) maka akan aku penuhu hajatmu pada hari itu, apa saja yang kamu mau akan aku penuhi.

Baca juga “Tips Mendapat Ketenangan Hati

Jadi begitu luar biasa keutamaan shalat dhuha ini. Jika kita mengharapkan agar rezeki kita lancar, rezeki kita bertambah dan segala kebutuhan kita dipenuhi, maka shalat dhuha sangat dianjurkan oleh Allah dan Allah menjanjikanya.

Allah berfirman dlaam surat Al Imaran ayat 133 :

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ  مِّن  رَّبِّكُمْ  وَجَنَّةٍ  عَرْضُهَا  السَّمٰوٰتُ  وَالْأَرْضُ  أُعِدَّتْ  لِلْمُتَّقِينَ 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,”

Dari ayat tersebut Allah memerintahkan agar kita segera bertaubat kepada Allah dan berlomba-lomba beribadah dan mengejar agar mendapatkan surga. Karena dari ayat ini kita bisa mendapatkan motivasi untuk semangat beribadah seperti para sahabat yang berjuang beribadah dan meninggal syahid untuk mendapatkan ganjaran yang luar biasa dari Allah yaitu surga.

Masyaalla, Allah tidak akan melanggar janji karena tidak ada yang lebih jujur dari Allah. Kita serahkan semua urusan kepada Allah dan kita berusaha agar Allah selalu memberikan kebaikan kepada kita dan membimbing serta menjaga hambanya ke jalan yang benar.

Sekian artikel Keutamaan Shalat Dhuha, semoga bermanfaat dan menjadi penambah ketaatan kita kepada Allah..

Keutamaan Shalat Dhuha

Hai sobat, ketemu lagi dengan saya di Blog kesayangan kita semua ini. Pada artikel kemarin saya sudah banyak memberikan penjelasan dan tutorial pemrograman. Kali ini saya akna membagikan sedikit pengetahuan yan gsaya punya.

Keutamaan Shalat Dhuha

Beberapa hari ini saya sedang sibuk dengan kegiatan saya hingga membuat diri ini lelah. Kemudian karena saya adalah anak perantauan yang tinggal jauh sendirian membuat hati resah dan tidak tenang. Mungkin saya sedang merindukan keluarga dan sahabat yang saya sayangi di kampung halaman. Kebingungan datang pada saya sampai membuat hati ini galau. Kemudian saya sadar bagaimana membuat hati ini menjadi tenang kembali. Saya harus lebih mendekatkan diri saya dengan Allah. Dan setelah saya melakukanya, begitu banyak perubahan yang saya dapatkan, baik berupa keteangan hati dan pikiran yang jernih hingga terasa ringan semua beban yan saya rasakan. Dari doa dan ibadah saya bisa merasakan kasih sayang Allah.

Haha oke setelah curhat saya yang aneh, berikut ini saya akan bagikan ilmu yang saya miliki.

Dianjurkan bagi umat islam untuk menjalankan ibadah tambahan atau solat sunah seperti sholat dhuha. Sholat dhuha bisa dilakukan 2 rokaat, 4 rokaat, sampai 8 rakaat. Berikut beberapa hadist tentang shalat dhuha

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Baca juga “Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang shalat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, Sempurna, sempurna, sempurna. (HR. Turmudzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan gharib)

Maka dari dua hadis tersebut menjeaskan keutamaan 2 rakaat shalat duha. Begitu banyak manfaat shalat duha, berikut beberapa manfaat shalat duha

– diwasiatkan oleh Rasulullah untuk dikerjakan setiap hari
– orang yang shalat duha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang taat
– shalat duha 2 rakaat senilai 360 sedekah
– shalat dhuha 4 rakaat membawa kecukupan sepanjang hari
– shalat dhuha merupakan pelancar rezeki
– pahala shalat dhuha senilai dengan pahala umrah

Rasulullah menjanjikan kepada umatnya siapa yang melakukan sahalat dhuha 4 rakaat firman Allah hai anak adam, rukuk untukku 4 rakaat pada awal pagi (dhuha) maka akan aku penuhu hajatmu pada hari itu, apa saja yang kamu mau akan aku penuhi.

Baca juga “Tips Mendapat Ketenangan Hati

Jadi begitu luar biasa keutamaan shalat dhuha ini. Jika kita mengharapkan agar rezeki kita lancar, rezeki kita bertambah dan segala kebutuhan kita dipenuhi, maka shalat dhuha sangat dianjurkan oleh Allah dan Allah menjanjikanya.

Allah berfirman dlaam surat Al Imaran ayat 133 :

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ  مِّن  رَّبِّكُمْ  وَجَنَّةٍ  عَرْضُهَا  السَّمٰوٰتُ  وَالْأَرْضُ  أُعِدَّتْ  لِلْمُتَّقِينَ 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,”

Dari ayat tersebut Allah memerintahkan agar kita segera bertaubat kepada Allah dan berlomba-lomba beribadah dan mengejar agar mendapatkan surga. Karena dari ayat ini kita bisa mendapatkan motivasi untuk semangat beribadah seperti para sahabat yang berjuang beribadah dan meninggal syahid untuk mendapatkan ganjaran yang luar biasa dari Allah yaitu surga.

Masyaalla, Allah tidak akan melanggar janji karena tidak ada yang lebih jujur dari Allah. Kita serahkan semua urusan kepada Allah dan kita berusaha agar Allah selalu memberikan kebaikan kepada kita dan membimbing serta menjaga hambanya ke jalan yang benar.

Sekian artikel Keutamaan Shalat Dhuha, semoga bermanfaat dan menjadi penambah ketaatan kita kepada Allah..

Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Berdoa, adalah salah satu jalan bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta ibadah yang diperintahkan oleh Allah seperti dalam firmanya :
“Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [Ghafir : 60].
Menurut firman firman Allah di atas adalah, doa adalah ibadah yang diperintahkan unutk manusia agar manusia memohon kepada Allah untuk dikabulkan apa yang diinginkan oleh manusia tersebut. Dan dalam ayat tersebut tertera bahwa manusia yang tidak berdoa kepada Allah adalah manusia yang sombong dan siksaannya akan sangat pedih. Manusia yang tidak berdoa kepada Allah menganggap masalahnya bisa terselesaikan oleh dirinya sendiri, padahal sebaliknya Allah lah yang melancarkan setiap urusanya.
Banyak juga manusia yang ingin dikabulkan doanya, dikabulkan urusanya, diselesaikan keperluanya. dan diringankan segala bebannya. Adalah perbuatan yang bagus jika manusia berdoa kepada Allah, maka Allah akan senang, Allah akan makin mencintai hambanya yang berdoa kepada Allah dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي
“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)
Sungguh Allah adalah dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Sesungguhnya Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan membutuhkan. Manusi tidak pernah lepas dari keinginan. Maka untuk berdoa, waktu-waktu yang baik untuk berdoa, salah satunya yaitu waktu di hari Jumat.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)  
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.
Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة
“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).
Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.
Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر
“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.
Itulah waktu yang mustajab unutk berdoa di hari Jumat, ada beberapa waktu mustajab lainya yang akan dijelaskan pada artikel berikutnya. Sekian artikel tentang Waktu Mustajab Untuk Berdoa, semoga bermanfaat. Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Berdoa, adalah salah satu jalan bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta ibadah yang diperintahkan oleh Allah seperti dalam firmanya :
“Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [Ghafir : 60].
Menurut firman firman Allah di atas adalah, doa adalah ibadah yang diperintahkan unutk manusia agar manusia memohon kepada Allah untuk dikabulkan apa yang diinginkan oleh manusia tersebut. Dan dalam ayat tersebut tertera bahwa manusia yang tidak berdoa kepada Allah adalah manusia yang sombong dan siksaannya akan sangat pedih. Manusia yang tidak berdoa kepada Allah menganggap masalahnya bisa terselesaikan oleh dirinya sendiri, padahal sebaliknya Allah lah yang melancarkan setiap urusanya.
Banyak juga manusia yang ingin dikabulkan doanya, dikabulkan urusanya, diselesaikan keperluanya. dan diringankan segala bebannya. Adalah perbuatan yang bagus jika manusia berdoa kepada Allah, maka Allah akan senang, Allah akan makin mencintai hambanya yang berdoa kepada Allah dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي
“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)
Sungguh Allah adalah dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Sesungguhnya Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan membutuhkan. Manusi tidak pernah lepas dari keinginan. Maka untuk berdoa, waktu-waktu yang baik untuk berdoa, salah satunya yaitu waktu di hari Jumat.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)  
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.
Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة
“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).
Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.
Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر
“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.
Itulah waktu yang mustajab unutk berdoa di hari Jumat, ada beberapa waktu mustajab lainya yang akan dijelaskan pada artikel berikutnya. Sekian artikel tentang Waktu Mustajab Untuk Berdoa, semoga bermanfaat. Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Manusia Tamak Yang Tidak Pernah Kenyang dan Puas

Salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi seorang hamba ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia cinta kepada ilmu, mencintai ilmu agama, sebab ketika seorang telah mempelajari ilmu agama tersebut kemudian masuk ke dalamnya, maka dia tidak akan kenyang. Oleh karena itu nabi menjelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, ada 2 orang yang tidak pernah kenyang, orang yang rakus tidak akan kenyang selama lamanya, orang yang rakus mencari ilmu dan orang yang rakus mencari dunia, dua perkara ini sama sekali tidak akan kenyang selama lamanya.

Maka rakus kepada dunia adalah  yang tercela, adapun yang terpuji adalah orang yang mencari ilmu, dari sumber ilmu seperti kitab Al Quran atau hadis. Oleh karena itu, kita harus melihat diri kita, apakah kita termasuk bagian dari orang yang disebut oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Siapa yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala maka Allah pahamkan tentang agama ini. Dia terus belajar dan belajar tapi tidak pernah puas, ketika dia tidak puas dan terus belajar maka akan ada kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di samping mempelajarinya dia juga mengamalkannya, karena buah dari ilmu adalah beramal dan kita mempraktikkan ilmu yang dipunya.

Jika haus akan dunia, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, tidak ada yang bisa memenuhi mulut anak adam kecuali masuk ke liang lahat. Adapun ilmu adalah sebaik baik bekal menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama ilmu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam yang dibawakan oleh Allah dalam kitabnya dan disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dalam hadisnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, apabila kalian pegang teguh keduanya maka kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu Al Quran dan sunah Nabi

Para ulama berkata: Cinta dunia itu pangkal segala kesalahan dan pasti merusak agama ditinjau dari berbagai sisi:

  • Mencintai dunia akan mengakibatkan mengagungkannya, padahal di sisi Allah Ta’ala dunia sangat remeh. Adalah suatu dosa terbesar mengagungkan sesuatu yang dianggap remeh.
  • Allah Ta’ala telah melaknat, memurkai dan membenci dunia, kecuali yang ditunjukan kepada-Nya.
  • Orang yang cinta dunia pasti menjadikan tujuan akhir dari segalanya. Ia pun berusaha semampunya akan mendapatkannya.
  • Mencintai dunia akan menghalangi seorang hamba dari aktivitas yang bermanfaat untuk kehidupan di akherat. Ia akan sibuk dengan apa yang dicintainya.
  • Mencintai dunia menjadikan dunia sebagai harapan terbesar seorang hamba.
  • Pecinta dunia adalah manuia dengan adzab yang paling berat. Mereka disiksa di tiga negeri, di dunia, di barzakh dan di akherat.
  • Orang yang rindu dan cinta kepada dunia sehingga ia mengutamakannya dari pada akherat adalah amakhluk yang paling bodoh, dungu dan tidak berakal

Untuk mengobati penyakit tamak dari hati seseorang, Ibnu Qudamah dalam kitab Mukhtashar al-Qashidin mengungkapkan bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur:sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini:
  • Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.
  • Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, dan harus merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah.
  • Hendaknya mengetahui bahwa qana`ah itu adalah kemuliaan karena sudah merasa tercukupi, dan dalam kerakusan dan tamak itu ada kehinaan.
  • Membandingkan antara kehidupan Yahudi dan Nasrani yang tenggelam dalam kenikmatan dengan kehidupan para nabi dan orang shalih. Siapakah di antara mereka yang mulia di sisi Allah Ta’ala.
  • Dia harus mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik
Sekian artikel tentang Manusia Yang Tidak Pernah Kenyang dan Puas, semoga bermanfaat.

Manusia Tamak Yang Tidak Pernah Kenyang dan Puas

Salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi seorang hamba ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia cinta kepada ilmu, mencintai ilmu agama, sebab ketika seorang telah mempelajari ilmu agama tersebut kemudian masuk ke dalamnya, maka dia tidak akan kenyang. Oleh karena itu nabi menjelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, ada 2 orang yang tidak pernah kenyang, orang yang rakus tidak akan kenyang selama lamanya, orang yang rakus mencari ilmu dan orang yang rakus mencari dunia, dua perkara ini sama sekali tidak akan kenyang selama lamanya.

Maka rakus kepada dunia adalah  yang tercela, adapun yang terpuji adalah orang yang mencari ilmu, dari sumber ilmu seperti kitab Al Quran atau hadis. Oleh karena itu, kita harus melihat diri kita, apakah kita termasuk bagian dari orang yang disebut oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Siapa yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala maka Allah pahamkan tentang agama ini. Dia terus belajar dan belajar tapi tidak pernah puas, ketika dia tidak puas dan terus belajar maka akan ada kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di samping mempelajarinya dia juga mengamalkannya, karena buah dari ilmu adalah beramal dan kita mempraktikkan ilmu yang dipunya.

Jika haus akan dunia, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, tidak ada yang bisa memenuhi mulut anak adam kecuali masuk ke liang lahat. Adapun ilmu adalah sebaik baik bekal menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama ilmu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam yang dibawakan oleh Allah dalam kitabnya dan disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dalam hadisnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, apabila kalian pegang teguh keduanya maka kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu Al Quran dan sunah Nabi

Para ulama berkata: Cinta dunia itu pangkal segala kesalahan dan pasti merusak agama ditinjau dari berbagai sisi:

  • Mencintai dunia akan mengakibatkan mengagungkannya, padahal di sisi Allah Ta’ala dunia sangat remeh. Adalah suatu dosa terbesar mengagungkan sesuatu yang dianggap remeh.
  • Allah Ta’ala telah melaknat, memurkai dan membenci dunia, kecuali yang ditunjukan kepada-Nya.
  • Orang yang cinta dunia pasti menjadikan tujuan akhir dari segalanya. Ia pun berusaha semampunya akan mendapatkannya.
  • Mencintai dunia akan menghalangi seorang hamba dari aktivitas yang bermanfaat untuk kehidupan di akherat. Ia akan sibuk dengan apa yang dicintainya.
  • Mencintai dunia menjadikan dunia sebagai harapan terbesar seorang hamba.
  • Pecinta dunia adalah manuia dengan adzab yang paling berat. Mereka disiksa di tiga negeri, di dunia, di barzakh dan di akherat.
  • Orang yang rindu dan cinta kepada dunia sehingga ia mengutamakannya dari pada akherat adalah amakhluk yang paling bodoh, dungu dan tidak berakal

Untuk mengobati penyakit tamak dari hati seseorang, Ibnu Qudamah dalam kitab Mukhtashar al-Qashidin mengungkapkan bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur:sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini:
  • Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.
  • Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, dan harus merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah.
  • Hendaknya mengetahui bahwa qana`ah itu adalah kemuliaan karena sudah merasa tercukupi, dan dalam kerakusan dan tamak itu ada kehinaan.
  • Membandingkan antara kehidupan Yahudi dan Nasrani yang tenggelam dalam kenikmatan dengan kehidupan para nabi dan orang shalih. Siapakah di antara mereka yang mulia di sisi Allah Ta’ala.
  • Dia harus mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik
Sekian artikel tentang Manusia Yang Tidak Pernah Kenyang dan Puas, semoga bermanfaat.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan, adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Pada bulan Ramadhan, amal kebaikan umat Islam akan dibalas dengan berkah yang melimpah, pahala yang didapat akan dilipat gandakan. Pada bulan Ramadhan kita melaksanakan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Jika kita menjalani puasa dengan sempurna, maka saat Hari Raya Idul Fitri kita akan bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir. Maka dari pada itu, kita sebagai umat Islam yang beriman sebaiknya memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat dan tidak melewatkan bulan yang penuh rahmat ini dengan kegiatan yang sia-sia.

Bulan Ramadhan hanya 30 hari, maka gunakan waktu sebaik baiknya. Barang siapa yang mendapati ramadhan teteapi tidak menggunakan kesempatan yang berharga itu dengan sebaik baiknya, maka dosanya tidak akan diampuni oleh Allah. Orang yang menganggap bulan ramadhan seperti bulan bulan biasa, dengan sikap yang biasa biasa saja dan menyia-nyiakannya, maka akan dijauhkan dari surga dan akan dimasukkan ke dalam neraka.

Karena mulianya bulan ramadhan, maka jadikan bulan ini sebagai ladang pahala bagi kita. Dengan melakukan pekerjaan yang baik dan memperbanyak ibadah, maka kita akan mendapatkan rahmat, pahala, bahkan ampunan yang berlimpah.

Baca juga “Langkah Menuju Sukses

Umar bin Khattab pernah berkata bahwa beliau sangat membenci melihat umat Islam tidak melakukan pekerjaan apa pun, tidak melakukan pekerjaan yang menghasilkan manfaat di dunia maupun di akhirat. Kita harus menjauhi hal itu, apalagi di dalam bulan Ramadhan.

Abdullah bin mashut mengatakan bahwa beliau tidak pernah  menyesal terhadap sesuatu seperti penyesalan karena terbenamnya matahari yang berarti berkurangnya umur tetapi amal tidak bertambah. Sesungguhnya Allah akan membuat manusia menjadi sibuk melakukan hal yang tidak bermanfaat atau sibuk melakukan pekerjaan dunia ketika manusia itu telah melupakan Allah. Itu adalah tanda bahwa Allah telah berpaling dari manusia tersebut.

Karena ramadhan hanya sementara, hanya ada setahun sekali, dan kita tidak tahu apa kita bisa mendapatkan kesempatan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan lebih baik di tahun yang akan datang, maka kita harus menggunakannya dengan sebaik baiknya. Agar lebih semangat dalam beribadah dan melakukan pekerjaan yang lebih baik, berikut ini adalah keutamaan-keutamaan dalam bulan ramadhan :

  • Bulan diturunkanya Al Quran
  • Amal shaleh yang berlipat ganda
  • Bulan penuh keberkahan 
  • Ramadhan bulan pengampunan dosa
  • Pintu surga dibuka sedangkan pintu neraka ditutup
  • Bulan yang mendidik untuk mencapai ketakwaan
  • Terdapat malam Lailatul Qadar

Dan itu adalah keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, semoga dengan mengetahuinya kita bisa lebih meningkatkan ibadah kita kepada Allah. Sekian artikel tentang Keutamaan Bulan Ramadhan, semoga bermanfaat.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan, adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Pada bulan Ramadhan, amal kebaikan umat Islam akan dibalas dengan berkah yang melimpah, pahala yang didapat akan dilipat gandakan. Pada bulan Ramadhan kita melaksanakan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Jika kita menjalani puasa dengan sempurna, maka saat Hari Raya Idul Fitri kita akan bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir. Maka dari pada itu, kita sebagai umat Islam yang beriman sebaiknya memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat dan tidak melewatkan bulan yang penuh rahmat ini dengan kegiatan yang sia-sia.

Bulan Ramadhan hanya 30 hari, maka gunakan waktu sebaik baiknya. Barang siapa yang mendapati ramadhan teteapi tidak menggunakan kesempatan yang berharga itu dengan sebaik baiknya, maka dosanya tidak akan diampuni oleh Allah. Orang yang menganggap bulan ramadhan seperti bulan bulan biasa, dengan sikap yang biasa biasa saja dan menyia-nyiakannya, maka akan dijauhkan dari surga dan akan dimasukkan ke dalam neraka.

Karena mulianya bulan ramadhan, maka jadikan bulan ini sebagai ladang pahala bagi kita. Dengan melakukan pekerjaan yang baik dan memperbanyak ibadah, maka kita akan mendapatkan rahmat, pahala, bahkan ampunan yang berlimpah.

Baca juga “Langkah Menuju Sukses

Umar bin Khattab pernah berkata bahwa beliau sangat membenci melihat umat Islam tidak melakukan pekerjaan apa pun, tidak melakukan pekerjaan yang menghasilkan manfaat di dunia maupun di akhirat. Kita harus menjauhi hal itu, apalagi di dalam bulan Ramadhan.

Abdullah bin mashut mengatakan bahwa beliau tidak pernah  menyesal terhadap sesuatu seperti penyesalan karena terbenamnya matahari yang berarti berkurangnya umur tetapi amal tidak bertambah. Sesungguhnya Allah akan membuat manusia menjadi sibuk melakukan hal yang tidak bermanfaat atau sibuk melakukan pekerjaan dunia ketika manusia itu telah melupakan Allah. Itu adalah tanda bahwa Allah telah berpaling dari manusia tersebut.

Karena ramadhan hanya sementara, hanya ada setahun sekali, dan kita tidak tahu apa kita bisa mendapatkan kesempatan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan lebih baik di tahun yang akan datang, maka kita harus menggunakannya dengan sebaik baiknya. Agar lebih semangat dalam beribadah dan melakukan pekerjaan yang lebih baik, berikut ini adalah keutamaan-keutamaan dalam bulan ramadhan :

  • Bulan diturunkanya Al Quran
  • Amal shaleh yang berlipat ganda
  • Bulan penuh keberkahan 
  • Ramadhan bulan pengampunan dosa
  • Pintu surga dibuka sedangkan pintu neraka ditutup
  • Bulan yang mendidik untuk mencapai ketakwaan
  • Terdapat malam Lailatul Qadar

Dan itu adalah keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, semoga dengan mengetahuinya kita bisa lebih meningkatkan ibadah kita kepada Allah. Sekian artikel tentang Keutamaan Bulan Ramadhan, semoga bermanfaat.

Tidak Jenuh Saat Menunggu

Tidak ada orang yang suka menunggu, ada pun yang suka pasti akan ada perasaan jenuh. Saat menunggu sesuatu, seseorang akan melakukan hal yang bisa membuat dia lupa waktu atau mengabaikan waktu. Ada yang menunggu sembari melihat sekeliling, ada yang menunggu sembari duduk santai, ada yang menunggu sembari bermain game, mendengarkan musik, membaca, mengobrol atau hal lainya yang bisa melenyapkan waktu lebih cepat.

Saat menunggu kadang orang melakukan hal lain untuk membuat dia tidak merasa jenuh atau bosan. Melakukan sesuatu hal sembari menunggu adalah baik karena orang tersebut mungkin tidak akan cepat merasa bosan. Tapi bagaimana jika seseorang tersebut saat menunggu dia tidak mengingat sesuatu hal yang sebenarnya paling bisa membuat dia tidak bosan. Hal tersebut adalah berzikir kepada Allah.

Berzikir dapat membuat seseorang menjadi tenang dan damai, dzikir dapat membuat seorang muslim dekat dengan Allah, dan berzikir dapat menambah amal dari seorang yang melakukannya. Jadi kenapa saat kita menunggu sesuatu kita sebaiknya berzikir?

Baca juga “Cara Memasak Mie Instan dengan Aman dan Benar

Sebenarnya proses menunggu adalah sebagian dari siksa, apalagi jika waktunya sangat lama. Hal tersebut bisa membuat seseorang menjadi bosan, membuat menjadi jenuh, membuat seseorang menjadi tidak semangat, hingga membuat seseorang menjadi marah. Jadi, dengan berzikir orang akan merasa tenang dan tenteram. Orang yang membasahi bibirnya dengan berzikir tidak akan merasakan siksaan yang disebabkan karena menunggu.

Saat seorang berzikir saat dia menunggu sesuatu, orang tersebut akan bisa melalui waktu dengan baik, karena dia melakukan hal yang baik. Tanpa dia sadari, dengan berzikir saat menunggu bisa membuat dia lupa akan waktu yang harus dia lalui.

Berzikir juga memiliki manfaat lainya yang sangat luar biasa bagi orang yang melakukannya. Tsabit bin al-Banant RA. pernah berkata kepada muridnya, “Saya tahu kapan Allah SWT mengingat saya“ dan muridnya bertanya kepada beliau “Bagaimana Anda mengetahui hal itu?” dan jawab beliau adalah “Apabila saya mengingat-Nya, Dia pasti mengingat saya,”. Dari situ kita bisa mengerti, Allah mengetahui apa yang kita perbuat adalah hal yang membuat seseorang ingat kepada Allah, maka Allah akan melihat dan memberi ganjaran baik kepada orang yang berzikir.

Manfaat berzikir kepada Allah sangat luar biasa. Rasulullah pernah bersabda, ”Orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang –orang yang lalai adalah seperti pohon hijau di tengah pohon-pohon yang kering. Orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai adalah seperti orang yang berjuang di tengah orang-orang yang lari dari medan perang.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah ditanya,”Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab,”Engkau mati sementara lisanmu basah karena zikir kepada Allah ’Azza wa jalla.”

Terlalu luar biasa manfaat berzikir, jika dilakukan saat seseorang sedang menunggu, maka nanti akan mendapatkan hal baik dan balasan yang baik pula. Sekian artikel tentang Saat Menunggu, semoga bermanfaat dan menjadi ispirasi bagi kita semua agar lebih mendekatkan diri kepada Allah

Tidak Jenuh Saat Menunggu

Tidak ada orang yang suka menunggu, ada pun yang suka pasti akan ada perasaan jenuh. Saat menunggu sesuatu, seseorang akan melakukan hal yang bisa membuat dia lupa waktu atau mengabaikan waktu. Ada yang menunggu sembari melihat sekeliling, ada yang menunggu sembari duduk santai, ada yang menunggu sembari bermain game, mendengarkan musik, membaca, mengobrol atau hal lainya yang bisa melenyapkan waktu lebih cepat.

Saat menunggu kadang orang melakukan hal lain untuk membuat dia tidak merasa jenuh atau bosan. Melakukan sesuatu hal sembari menunggu adalah baik karena orang tersebut mungkin tidak akan cepat merasa bosan. Tapi bagaimana jika seseorang tersebut saat menunggu dia tidak mengingat sesuatu hal yang sebenarnya paling bisa membuat dia tidak bosan. Hal tersebut adalah berzikir kepada Allah.

Berzikir dapat membuat seseorang menjadi tenang dan damai, dzikir dapat membuat seorang muslim dekat dengan Allah, dan berzikir dapat menambah amal dari seorang yang melakukannya. Jadi kenapa saat kita menunggu sesuatu kita sebaiknya berzikir?

Baca juga “Cara Memasak Mie Instan dengan Aman dan Benar

Sebenarnya proses menunggu adalah sebagian dari siksa, apalagi jika waktunya sangat lama. Hal tersebut bisa membuat seseorang menjadi bosan, membuat menjadi jenuh, membuat seseorang menjadi tidak semangat, hingga membuat seseorang menjadi marah. Jadi, dengan berzikir orang akan merasa tenang dan tenteram. Orang yang membasahi bibirnya dengan berzikir tidak akan merasakan siksaan yang disebabkan karena menunggu.

Saat seorang berzikir saat dia menunggu sesuatu, orang tersebut akan bisa melalui waktu dengan baik, karena dia melakukan hal yang baik. Tanpa dia sadari, dengan berzikir saat menunggu bisa membuat dia lupa akan waktu yang harus dia lalui.

Berzikir juga memiliki manfaat lainya yang sangat luar biasa bagi orang yang melakukannya. Tsabit bin al-Banant RA. pernah berkata kepada muridnya, “Saya tahu kapan Allah SWT mengingat saya“ dan muridnya bertanya kepada beliau “Bagaimana Anda mengetahui hal itu?” dan jawab beliau adalah “Apabila saya mengingat-Nya, Dia pasti mengingat saya,”. Dari situ kita bisa mengerti, Allah mengetahui apa yang kita perbuat adalah hal yang membuat seseorang ingat kepada Allah, maka Allah akan melihat dan memberi ganjaran baik kepada orang yang berzikir.

Manfaat berzikir kepada Allah sangat luar biasa. Rasulullah pernah bersabda, ”Orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang –orang yang lalai adalah seperti pohon hijau di tengah pohon-pohon yang kering. Orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai adalah seperti orang yang berjuang di tengah orang-orang yang lari dari medan perang.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah ditanya,”Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab,”Engkau mati sementara lisanmu basah karena zikir kepada Allah ’Azza wa jalla.”

Terlalu luar biasa manfaat berzikir, jika dilakukan saat seseorang sedang menunggu, maka nanti akan mendapatkan hal baik dan balasan yang baik pula. Sekian artikel tentang Saat Menunggu, semoga bermanfaat dan menjadi ispirasi bagi kita semua agar lebih mendekatkan diri kepada Allah