Semua Kembali ke Allah

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memudahkan nikmat pada kita, segala apa saja yang ada di sekitar kita itu.

Semua ini merupakan sebuah kemudahan, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjadikan bumi  ini mudah buat manusia, diperintahkan kita untuk memanfaatkan kemudahan tersebut, dan berjalanlah diatasnya dan manfaatkan kemudahan tersebut, dan makanlah rezeki yang telah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tebarkan.

Sehingga manusia ini adalah makhluk yang diberikan pengkhususan kemuliaan ketimbang makhluk yang lain, dan tugas manusia adalah mensyukuri semua nikmat yang telah ditebarkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, karena bersyukur ini merupakan cara untuk mendatangkan akumulasi sebuah kebaikan, ada nilai tambah pada setiap syukur yang kita lakukan.

Yang harus selalu diingat adalah, kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kita akan kembali, dan semua nikmat itu akan dipertanyakan.

Mengalahkan Hawa Nafsu

Hawa nafsu, kita diperintahkan untuk menundukan hawa nafsu kita, namun apa yang dimaksud dengan hawa nafsu?
Diterangkan oleh ibnu rajab alhambali

Jika kita memaksudkan hawa, itu maknanya adalah kecintaan jadi sifatnya umum, kecintaan orang pada istrinya disebut hawa nafsu juga, kecintaan seorang terhadap anaknya juga benar adanya, kecintaan orang laki2 pada perempuan ini juga dinamakan hawa nafsu, kecintaan kita terhadap makan itu juga dinamakan hawa nafsu.

Juga kadang maknanya adalah sesuatu yang menyelisihi kebenaran, dan kadang juga maknanya adalah segala awal dari macam maksiat

Kenapa dikatan maksiat?

Ada sebuah hadits yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita yaitu hadits dari, Abdullah bin amr bin al Ash mengatakan Rasulullah صلى الله عليه وآله bersabda “Salah seorang diantara kalian tidaklah beriman dengan iman yang sempurna sampai dia menundukan hawa nafsunya untuk mengikuti ajaran Rasul صلى الله عليه وآله.”

Dikatakan oleh ibnu rajab bahwa hadits ini adalah hadits yang bermasalah, kalau dikatakan sahih itu tidak pernah tepat, namun intinya makna hadits ini tepat.

Namun apabila kita bisa memahami, yang namanya hawa nafsu keliru ketika sesorang mengedepankan hawa nafsunya dari menjalankan perintah Allah dan Rasulnya.

Ketika mengedepakan hawa nafsunya ini, maka itu lah yang dinamakan seseorang itu terjatuh dalam maksiat.

Dan juga seorang yang terjatuh dalam suatu tindakan yang tidak pernah diperintahkan atau disebut bid’ah, dan itulah orang yang mendahulukan hawa nafsunya dan tidak mau mengkaji, tidak mau belajar tidak mau mengkaji hadits, tidak mau mengkaji tuntunan Rasul صلى الله عليه وآله. Namun dia dahulukan hawa nasunya dari pada syariaat yang sudah ditetapkan.

Dan itulah yang membuat seorang mendahulukan hawa nafsunya, maka intinya kemaksiatan berawal dari hawa nafsu.

Kadang maksudnya adalah menyelisihi kebenaran, kadang maksudnya seorang itu melakukan maksiat yang tidak ada dasarnya.

Marilah kita tundukan hawa nafsu kita, kita harus lebih mengungguli syariat, dan jauhi larangan Allah, supaya selamat dari neraka dan dimudahkan masuk surga. Amin.

Perjalanan Hidup Manusia

Hidup itu hanya sementara, kita semua akan meninggal dunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman “Setiap Jiwa akan merasakan kematian.” , Tidak ada di dunia ini manusia yang kekal, sesungguhnya engkau wahai Muhammad akan mati, dan mereka pun semua akan meninggal dunia, semua manusia akan merasakan kematian, dan kemudian kita akan meraasakna kehidupan yang lebih panjang dari pada kehidupan dunia, dunia dibandingkan dengan kehidupan akhirat sangat sedikit sekali.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman “sesungguhnya satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia kita” 1 hari 24 jam, jika 24 jam sama seperti 1000 tahun di dunia kita, berarti kalau umur kita 60 tahun? kita hanya hidup selama satu setengah jam. Hanya karena kehidupan yang sebentar ini kita menggadaikan Kehidupan Akhirat. Dimana akal manusia?

Rasulullah Shalallahu Wa alaihi wa salam telah memberikan kita bimbingan-bimbingan agar kita wafat diatas khusnul khotimah, inilah yang seharusnya kita pikirkan…

Lalu bagaimana agar kita bisa khusnul khotimah, wahai anak jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, Hai anak jagalah Allah niscaya engkau akan mendapatkan Allah dihadapanmu, jagalah batasan-batasan Allah, niscaya Allah akan menjaga kamu.

Tidak Pernah Kenyang

Kita senantiasa memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala nikmatnya dan karunia yang deberikan pada kita semua, sehingga mudah-mudahan kita termasuk hamba yang bersyukur kepadanya.

Salah satu nikmat Allah Azza Wa Jalla bagi seorang hamba ketika Allah Azza Wa Jalla memberikannya cinta kepada ilmu, mencintai ilmu agama, ilmu islam, Sebab ketika orang sudah mempelajari ilmu agama tersebut, kemudian masuk di dalamnya, dia tidak akan pernah merasakan kenyang, oleh karena itu Rasulullah shallallahu wa sallam menjelaskan dalam hadits yang diriwayatkan yang datang dari sahabat anaz bin malik radhiallahuanhu, rasululllah bersabda “ada dua orang yang tidak pernah merasa kenyang, lapar terus, dua orang yang rakus yang tidak akan kenyang selama-lamanya, orang yang rakus mencari ilmu dan orang yang rakus mencari dunia.

Dua perkara ini samasekali tidak akan pernah kenyang selama-lamanya, maka rakus terhadap dunia adalah hal yang tercela, adapun yang terpuji adalah apabila ketika seorang terus mencari ilmu agama ini, mempelajari islam dari sumbernya kitabbullah ataupun dari hadits nabi shallallahu wa sallam maka dari itu kita harus melihat diri kita, apakah kita termasuk bagian dari orang2 yang dikehendaki oleh Allah untuk memahami Agama ini?

Dia akan terus belajar dan belajar, dan tidak pernah puas, maka jika dia tidak pernah puas dan terus belajar, itu adalah tanda kebaikan disamping dia memperlajarinya dia terus mengamalkan karena buah dari ilmu adalah kita beramal dan kita mempraktikan dari kebenaran tersebut.

 

Mengingat Kematian

Pada suatu hari Umar Bin Khattab radhiyallahu ta’ala Anhu mengatakan “setiap harinya kita mendengar berita kematian bahwa si fulan mati kemudian si fulan mati.” kata Umar, “dan kelak Pada suatu hari akan ada yang mengatakan Umar mati.” lanjut Umar Bin Khattab ra

Itu nasehat buat kita semua bahwa pada suatu hari akan ada yang menyebutkan nama kita mati.

 

Yang perlu kita pikirkan,  apakah Kita sudah siap untuk diumumkan nama kita termasuk dari jajaran orang-orang yang sudah mati?

Andai kata ketika kita mati semuanya selesai maka kematian buat kita adalah tempat istirahat  tapi tatkala kita mati pada hakekatnya kita akan dimintai pertanggung jawaban tentang semua yang kita amalkan, maka sebelum kontrak kematian kita selesai atau kontrak kehidupan kita sudah usai, maka Coba kau berusaha untuk beramal apa yang bisa kau bawa kepada kematian itu?

 

Karena kelak nanti ketika sudah selesai orang-orang pun berbondong-bondong mengantarkan kita ke kuburan kita. Mereka akan meninggalkan kita sendiri anak saudara keluarga semuanya tidak ada urusan sama kita kembali, maka sebelum hari itu tiba, saatnya kita mempersiapkan diri, karena kalau sudah tiba nggak bisa diperpanjang lagi.

 

Setelah itu kita akan tahu apa sebenarnya kehidupan dunia ini,  kehidupan dunia ini yang telah lama lama kita berada disana, padahal itu hanya sebentar..

 

Persiapkanlah dirimu sebaik mungkin sebelum waktunya tiba, karena kematian tidak menunggumu.

Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Semua orang memilikii hajat, dan semua orang punya keperluan semua memiliki urusan yang dia mengharapkan keinginannya dikabulkan, hajatnya terselesaikan, keperluannya dimudahkan, dan jalan pintas untuk meraih semuanya itu ringan, tidak membutuhkan waktu, dan harta, itu berdoa kepada Allah SWT, memohon kepada sang pencipta agar urusan kita diselesaikan, memilih waktu waktu mustajab untuk hal itu dan diantara waktu mustajab yang banyak diantara kita lupa dengan waktu itu adalah berdoa pada hari jumat.

 

Pada hari Jumat itu yang kebanyakan kita sibuk dengan pekerjaannya sampai rumah ya udahlah udah capek, lupa pada hari Jumat ada waktu mustajab, yang mana Allah akan mengabulkan doa-doa kita dan waktunya itu nggak banyak, sedikit.., kapan waktunya? Wallahu a’lam

 

Ibnu Hajar Asqalani dalam Kitabnya yang menjelaskan bahwa ada 40 pendapat ulama tentang waktu mustajab di hari Jumat itu, ini menandakan bahwa waktu itu memang sebuah misteri dan kita harus mencari dan memanfaatkan hari Jumat untuk berdoa.

 

Ada pendapat yang lebih mendekati kebenaran waktu itu setelah sholat ashar, maka paling tidak tatkala kita ada di rumah, ada di tempat kerja kita, di jalan kita pada hari Jumat Setelah shalat Ashar. Manfaatkan lah karena kita nggak tahu di menit keberapa doa itu mustajab.

Salafi

Tahukah kita apa salafi itu? Salafi bukanlah partai, Salafi bukan juga kelompok seperti Ikhwan muslimin yang didirikan oleh ASA al-banna bukan seperti jamaah tableh yang didirikan oleh Muhammad Ilyas Tahrir yang didirikan oleh taqiyuddin an-nabhani namun Salafi adalah Salafiyah, mazhab Salaf itu hanya sekedar pemahaman yang mengikuti jejak para sahabat para tabiin dan tabiut tabiin atau metode dalam memahami agama berdasarkan pemahaman para Salafus Sholeh.

Tidak tercela orang yang menempatkan mazhab Salaf dan menisbatkan diri kepada Allah dengan mengatakan saya Salafi atau dakwah Salafiyah dan berbangga dengannya  bahkan merupakan wajib menerima hal ini sesuai dengan kesepakatan nama karean mazhab salaf itu pasti benar, karena mazhab salaf itu dipuji dan direkomendasi oleh Allah

Ketika terjadinya perpecahhan ditengah umat  akan terpecah 73 golongan semuanya diancam masuk neraka kecuali satu ketika ditanya “Siapa yang selama itu ya rasulullah” yang satu itu ya Rasulullah rasul mengatakan  “yang mengikuti aku dan para sahabat ku.”

Inilah namanya Madrasah mazhabnya Rasul dan mazhabnya para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka masalah muslimin jadilah anda sebagai salafi dalam artian seorang yang mengikuti Jejak Rasul dan para sang rasul dalam bidang agama yg baik Aqidah Ibadah Akhlak Muamalah dakwah jihad harus mengikuti metode para Salaf karena itulah al-haq kebenaran karena itu adalah sesuatu yang pasti benar dan tidak akan mungkin menyimpang dari Alquran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam,

Sungguh salah ada orang yang mengira bahwasanya dakwah Salafiyah itu seperti partai seperti kelompok kaum muslimin yang mereka miliki pendirinya tahun pendiriannya.

Dakwah salafiya yang mendirikan adalah Allah dan Rasullah, munculnya sudah ada sejak zaman Asshohabah. Kita tidak akan benar dalam beragama, kecuali kembali ke mazhab salaf ajaran salafiyah, yaitu kembali ke Al-quran dan hadist yang shohih dengan pemahaman para salafus sholeh .

Masih Adakah Taubat Untukku?

Sampai Kapan kamu akan berbuat seperti itu terus kamu tidak yakin bahwasanya azab Allah itu keras. Beristighfar tetapi tidak meninggalkan maksiat ini adalah tobatnya dari orang dusta seringkali sebagian dari orang bertobat, tetapi pada hari yang sama dia melakukan kesalahan yang sama.Padahal Ia sudah bertobat , ini bukan istighfar yang di minta, kita itu di dunia hannya sebentar.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
 “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Apakah hanya karena kita ingin mendapatkan dunia dan dunia memuaskan syahwat kita dan hawa nafsu kita kita gadaikan kehidupan yang sepanjang begitu kalau misalnya kamu hidup di dunia 60 tahun Tahukah kamu satu harinya di sisi Allah seribu tahun kalau 1 hari 24 jam di sisi Allah 1000 tahun berarti kita hidup didunia hanya 1,5 jam .

Apa kamu tidak sadar?

Apakah hanya untuk 1,5 jam kamu gadaikan kehidupan yang tiada tara Tidakkah kamu berpikir? saudaraku, kita ini manusia yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa ta’ala segera Kita sadar setelah kita Taubat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Bangun tidur sampai tidur kembali Adakah Kita lepas dari dosa dan maksiat? tidak ada.
Kegelisahan, gundah , ketidak tenangan ini yang dirasakan oleh setiap pelaku maksiat, tak kaa juga para peminum khamr, para peminum kahrm merasa kenikmatan saat meminumnya tapi setelah minum khamr, yang ada adalah kegelisahan, maka ia akan mencari berikutnya. kenapa kelezatan yang bersifat sementara setelah anda bermaksiat memang anda merasakan kelezatan namun Ingatlah kelezatan tersebut hanya sementara dan setelah pergi kelezatan tersebut akan ada kegelisahan akan ada yang kekeringan dalam hati anda.

Jika anda ingin bahagia maka bertakwalah kepada Allah, dengan betaqwa kepada Allah nisacaya kita akan merasakan kebahagiaan dalam hati.

Gadget, Sebelum Tidur dan Bangun Tidur

Tatkala kamu bangun dari tidurmu, setelah terlelap dari tidurmu yang begitu nyaman dan hangat, dan kau bangun.. jangan kau sentuh peralatan2 elektronik mu itu, laptopmu, gadgetmu, hpmu, tapi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bersyukur pada penciptamu.

Katakanlah “Alhamdulillahsegala puji bagi allah yang telah menghidupkan kita setelah DIA mematikan kita, kita mati ketika tidur kita tidak tahu berapa banyak orang yang tidak bangun lagi dari tidurnya, dan takala Allah telah memberikanmu nyawa dan mengembalikan nyawa, ruhnya kepadamu maka ucapkan alhamdulillah, yang telah menghidupkan aku setelah aku mati.

Sehingga, semua aktifitas kita, semuanya, pada hari itu, adalah aktifitas untuk menuju kembali kepada allah, karena kita tahu, kita bakal mati, usaha kita, perkerjaan kita, pada hakikat itu akan kita tinggalkan, dan takala ketika engkau tidur kembali, jangan lupa untuk mengingat mati karena kita akan mati, dan berdoalah sebelum tidur.

Nikmatnya Dunia

Kehidupan kehidupan dunia tidak lain dan tidak bukan, adalah kehidupan yang sementara, kehidupan yang banyak terkadang melalaikan iman manusia.

Ayat al-qur’an menjelaskan kepada kita tentang bagaimana perumpamaan permasalahan kehidupan, ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, hanyalah hal-hal yang melalaikan dan perhiasan serta hal-hal yang menjadikan kalian bermegah-megahan memperbanyak anak dan harta dan anak keturunan perumpamaan dunia kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti air hujan yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang menakjubkan orang yang menanamnya kemudian tanaman tersebut, Setelah dia Indah Setelah dia menyejukkan mata namun pada akhirnya dia akan kering dia akan hancur dan dia akan menjadi hal yang tidak menyejukan mata lagi.

Kemudian kata Allah dan di dalam negeri akhirat ada azab yang pedih dan ampunan serta keridhoan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan tidaklah kehidupan dunia kecuali perhiasan yang melalaikan Itulah perumpamaan kehidupan di dunia ini kita lihat pohon dan tanaman tumbuh-tumbuhan yang sangat indah ini, namun tidak ada yang kekal abadi sebentar lagi dia akan mengering, sebentar lagi dia akan rontok, dia akan hancur, Itulah kehidupan dunia.

Tidak ada yang kekal abadi setiap yang ada di atas muka bumi ini pasti akan hancur.

Dunia tempat yang sementara, kalau kita mengatakan hal seperti itu Mengapa kita terlalu tama’ kepada dunia?

Mengapa kita lalai dari negeri akhirat yang mana dunia akan hancur dan kita akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

Oleh itulah Rasulullah berpesan “jadilah kalian di dunia seperti seorang yang melewati sebuah jalan atau seorang musafir yang mana seorang musafir tidak akan mungkin berlama-lama di tempat perantauannya seorang yang lewat jalan tidak akan mungkin dia berhenti tengah jalan dan dia pasti akan melewatinya dan akan sampai kepada tujuannya

Itulah kehidupan dunia yang mana tidak akan mungkin manusia kekal abadi selama-lamanya, oleh karena Itulah, yang harus kita betul-betul kejar adalah kebahagiaan kehidupan di akhirat yang itu semuanya kekal abadi

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan gambaran kepada kita di akhirat ada azab yang pedih neraka jahanam nauzubilamindzalik dan ada ampunan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu surga Allah subhanahu wa ta’ala dan kehidupan dunia itu amat melalaikan dan menjauhkan manusia dari jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.