LAB 6 : Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
Pada dunia networking, ip address atau addressing merupakan hal yang mutlak harus di kuasai. Cara untuk melakukan addressing pun beragam, diantaranya adalah dengan menginputkan secara manual, baik itu pada PC maupun pada Router. Hal ini mungkin terlihat biasa saja alias bukan merupakan sebuah masalah, namun bagaimana jika kita sudah mengurusi jaringan dengan skala yang besar, katakanlah Jaringan dengan jumlah clitn yang mencapai ratusan, rasanya tidak mungkin kita memasukkan IP Address per PC. Maka dari itu, kita bisa menggunakan fitur Dynamic Host Configuratioin Protocol (DHCP). Fitur DHCP pun ada beragam, seperti DHCP Server, DHCP Client, dan DHCP Relay dan lain-lain. DHCP server merupakan DHCP yang akan menyediakan dan memberikan IP Address kepada clientnya, bisa router ataupun PC. Kita langsung saja melakukan konfigurasi DHCP pada mikrotik.
Untuk topologinya, kita gunakan topologi yang paling sederhana.

Pertama, pastikan ip address pada masing-masing interface router sudah di pasang. Pemberian ip address ini kita lakukan secara manual, dengan perintah
[admin@IDN_R1] > ip address print 
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK INTERFACE
[admin@IDN_R1] > ip address add address=12.12.12.1/24 interface=ether2
[admin@IDN_R1] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
Selanjutnya, kita lakuka konfigurasi DHCP Server pada interface yang kita inginkan untuk dijadikan DHCP Server.
[admin@IDN_R1] > ip dhcp-server setup   
Select interface to run DHCP server on

dhcp server interface: ether1
Select network for DHCP addresses

dhcp address space: 192.168.1.0/24
Select gateway for given network

gateway for dhcp network: 192.168.1.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server

addresses to give out: 192.168.1.2-192.168.1.10
Select DNS servers

dns servers: 8.8.8.8
Select lease time

lease time: 15m
Pada konfigurasi diatas, kita bisa mengatur lease timenya. Lease time adalah lama waktu peminjaman sebuah ip.
Selanjutnya, cek ip yang tersdia pada ip pool
[admin@IDN_R1] > ip pool print                                   
# NAME RANGES
0 dhcp_pool1 192.168.1.2-192.168.1.10
[admin@IDN_R1] >
Pada output diatas, diketahui bahwa ip yang disediakan oleh DHCP Server adalah IP dalam range 192.168.1.2-192.168.1.10
Lakukan pula pengecekan dhcp server yang kita buat sebelumnya.
[admin@IDN_R1] > ip dhcp-server print 
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 dhcp1 ether1 dhcp_pool1 15m
[admin@IDN_R1] >
Pada output diatas, terlihat bahwa DHCP Server yang kita buat sebelumnya menggunakan ip yang disediakan oleh dhcp pool.
Untuk memastikan apakah DHCP Server sudah berjalan dengan baik dan untuk melihat apakah IP yang akan dipinjamkan ke client adalah ip dalam range di ip pool, maka kita cukup mengaktifkan fitur DHCP Client pada client, dalam hal ini PC.
PC1> ip dhcp
DORA IP 192.168.1.9/24 GW 192.168.1.1

PC1> sh ip

NAME : PC1[1]
IP/MASK : 192.168.1.9/24
GATEWAY : 192.168.1.1
DNS : 8.8.8.8
DHCP SERVER : 192.168.1.1
DHCP LEASE : 794, 900/450/787
MAC : 00:50:79:66:68:00
LPORT : 10007
RHOST:PORT : 127.0.0.1:10006
MTU : 1500


PC2> ip dhcp
DDORA IP 192.168.1.10/24 GW 192.168.1.1

PC2> sh ip

NAME : PC2[1]
IP/MASK : 192.168.1.10/24
GATEWAY : 192.168.1.1
DNS : 8.8.8.8
DHCP SERVER : 192.168.1.1
DHCP LEASE : 785, 900/450/787
MAC : 00:50:79:66:68:01
LPORT : 10009
RHOST:PORT : 127.0.0.1:10008
MTU : 1500

Lakukan PING untuk mengujikan kevalidan IP tersebut.
PC1> ping 192.168.1.10

84 bytes from 192.168.1.10 icmp_seq=1 ttl=64 time=2.292 ms
84 bytes from 192.168.1.10 icmp_seq=2 ttl=64 time=0.305 ms
^C
PC1>


PC2> ping 192.168.1.9

84 bytes from 192.168.1.9 icmp_seq=1 ttl=64 time=0.307 ms
84 bytes from 192.168.1.9 icmp_seq=2 ttl=64 time=0.298 ms
^C
PC2>

LAB 5 : NTP – Client

NTP

NTP berguna untuk mensinkronisasikan waktu di internet dengan rotuer. Waktu di internet biasanya merupakan waktu saat itu juga.

Topologinya kira-kira seperti ini

Pertama, cek time di router dengan menggunakan perintah system clock print.

[admin@MikroTik] > system clock print  
[admin@MikroTik] > system clock print
time: 16:16:45
date: sep/04/2016
time-zone-name: manual
gmt-offset: +07:00
[admin@MikroTik] >
Jika menggunakan Winbox, bisa dengan cara seperti pada gambar berikut
Diatas terlihat bahwa waktu pada router tidak sesuai dengan waktu sebenarnya. Maka kita lakukan konfigurasi NTP Client, seperti pada perintah dibawah ini dan perhatikan statusnya.
[admin@MikroTik] > system ntp client set enabled=yes mode=unicast primary-ntp=202.65.114.202
[admin@MikroTik] > system ntp client print
enabled: yes
mode: unicast
primary-ntp: 202.65.114.202
secondary-ntp: 0.0.0.0
dynamic-servers:
status: started
[admin@MikroTik] >
[admin@MikroTik] >

Jika menggunakan Winbox, bisa dengan cara seperti pada gambar berikut

Kemudian atur time zone-nya, disini saya memilih Asia/Jakarta.

[admin@MikroTik] > system clock set time-zone-name=Asia/Jakarta 
[admin@MikroTik] > system clock print
[admin@MikroTik] > system clock print
time: 03:23:02
date: sep/04/2016
time-zone-name: Asia/Jakarta
gmt-offset: +07:00
[admin@MikroTik] >
[admin@MikroTik] >

Selanjutnya, karena kita akan menggunakan waktu dari internet untuk di sinkronkan dengan waktu router, maka pastikan router tersebut bisa mengakses internet. Jika belum bisa tambahkan konfigurasi default route. Lalu ping ke 8.8.8.8 untuk pengujian koneksi ke internet.
[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=11.11.11.1
[admin@MikroTik] > ping 8.8.8.8
HOST SIZE TTL TIME STATUS
8.8.8.8 56 55 113ms
8.8.8.8 56 55 289ms
8.8.8.8 56 55 214ms
8.8.8.8 56 55 94ms

 Selanjutnya, ketikkan perintah system ntp client print, dan perhatikan statusnya

[admin@MikroTik] > system ntp client print 
enabled: yes
mode: unicast
primary-ntp: 202.65.114.202
secondary-ntp: 0.0.0.0
dynamic-servers:
status: reached

 Lalu cek kembali waktu pada router

[admin@MikroTik] > 
[admin@MikroTik] > system clock print
time: 13:24:43
date: sep/04/2016
time-zone-name: Asia/Jakarta
gmt-offset: +07:00
[admin@MikroTik] >

 Maka waktu pada router pun sudah sesuai dengan waktu sebenarnya.