Perhatikan Kualitas Amalmu – Ustadz Ahmad Zainuddin

Assalamu’alaikum…

Orang yang ahli sholat banyak, yang ahli puasa banyak, yang ahli bersedekah, membaca Al-Quran, hafal Al-Quran banyak, orang yang setiap tahun haji, banyak.. Orang yang ahli masjid, yang ahli tafakur, yang ahli ilmu, banyak..

Tetapi yang diterima amal ibadahnya hanyalah amalan dari orang-orang yang bertaqwa. Allah Subhanahuwata’ala bersabda dalam surat Al-Maidah ayat 27

 إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya Allah hanya menerima amal ibadah dari orang-orang yang bertaqwa”
Darisini Ali Bin Abi Tholib mengatakan, “Jadilah kalian orang-orang yang lebih memperhatikan bagaimana amalan-amalan itu diterima dibandingkan kalian beramal”.
Meskipun sedikit tapi diterma oleh Allah, itu jauh lebih baik daripada banyak namun tidak diterima oleh Allah sama sekali. 
Sebagai contoh, bagaimana agar saat kita bersedekah agar saat kita bersedekah tidak hanya sekedar mengeluarkan uang saja, tetapi sedekah apabila mengeluarkan uang akan luar biasa pahalanya. Dan ini kehususan umat Nabi Muhammad Sholallahu’alaihiwasallam. Beramal ringan namun pahalanya besar, tidak ada umat-umat sebelum Nabi Muhammad seperti ini.
Tetapi harus diberingi dengan memperhatikan kualitas amal ibadah. Apapun bentuknya, amal ibadah yang berkaitan dengan tubuh, yang berkaitan dengan ilmu, yang berkaitan dengan hati, harta, semua amalan tersebut harus benar-benar diperhatikan kualitasnya. Bukan sekedar beramal!!
Semoga kita senantiasa mendapat perlindungan dari Allah dan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa… Wassalamu’alaikum…

Doa bagi Lisan yang Kaku – Ustadz M Abduh Tuasikal

Assalamu’alaikum,…
Saat orang berada didepan public, didepan orang banyak, lisan dan lidah kadang akan sulit berbicara karena dalam keadaan grogi. Namun kita butuh ketika itu pertolong Allah supaya bisa mengutarakan pendapat dihadapan orang banyak.
Ada do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Sholallhu’alaihiwasallam untuk meminta agar dilapangkan hati kita, dimudahkan urusan kita, dan lisan yang sulit berbicara akan dimuadahkan oleh Allah untuk berbicara. Doa tersebut adalah

رَب اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي, يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Robku, Lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskan kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku”
Dalam doa ini kita meminta kelapangan dada, dada ini mudah untuk menerima nikmat yang datang kepada orang lain, tidak iri tidak hasad. Lapang dada ketika menerima cobaan, lapang dada ketika menerima terbatasnya rizqi, lapang dada ketika diberikan musibah. 
Dan kita juga minta agar urusan kita mudah, juga kita minta agar Allah memudahkan kita untuk berbicara dan setiap orang yang mendengar pembicaraan kita dapat mengerti apa yang kita bicarakan. 
Semoga kita senantiasa menjadi orang yang lapang dada kita, semoga Allah mudahkan urusan kita, semoga Allah memudahkan lisan kita untuk berbicara, dan semoga setiap apa yang kita sampaikan kepada orang lain membuat orang lain faham dengan apa yang kita sampaikan..
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahuwata’alah.. Wassalamu’alaikum..

Tanda Seseorang Masuk Surga Atau Neraka – Ustadz Khalid Basalamah

Assalamu’alaikum..
Apakah bisa dilihat tanda-tanda seseorang masuk surga? Ialah ketaatan, Sudah jelas untuk masuk surga haruslah taat. Menjalankan sholat, tutup aurat, melakukan hal-hal yang diwajibkan dan disunahkan, meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

Kemudian bagaimana tanda orang yang masuk neraka? Orang yang berbuat maksiat kepada Allah, kaidahnya sederhana, siapa yang berbuat maksiat kepada Allah dan tidak bertaubat, maka akan masuk neraka.

Nabi Sholallahu’alaihiwasallam berkata, bahwa saat anak Adam mati, maka ada tiga perkara yang mengiringi,

  1. Ibadahnya
  2. Amal Jariahnya
  3. Doa Anak yang Sholeh
Maka tiga hal ini akan menjadi sebab-sebab bagi orang untuk masuk surga, Insyallah…
Kemudian Nabi Sholallahu’alaihiwasallam juga berkata bahwa fadhilah mebaca Al-Quran juga merupakan salah satu penyebab orang masuk surga. Ada orang yang sering menghatamkan Al-Quran, orang-orang yang demikian saat tiba di pintu gerbang surga Allah akan menyuruh orang-orang yang sering membaca Al-Quran untuk membaca Al-Quran kembali. Setiap orang-orang tersebut membaca satu ayat, maka naiklah surga satu drajat. Setelah sampai drajat tertinggi Allah akan mengatakan ‘Berhentilah, ini adalah tempatmu, tempatmu diahir ayat yang kamu baca’.

Perbanyak Thawaf atau Shalat Sunnah? – Ustadz M. Abduh Tuasikal

Asslamu’alaikum…

Nabi Muhammad Sholallahu’alaihiwasallam bersabda bahwa soal di masjid beliau, itu mendapat ketlipatan seribu kali daripada sholat di masjid lainnya. Kemudian sholat di Masjidil Harom mendapat kelipatan seratus ribu kali dibanding sholat di masjid lainnya.

Para ulama membahasnya dengan masalah thowaf, manakah yang lebih baik, ketika orang-orang indonesia, orang-orang yang tidak mukim dimekah datang ke masjidil harom, apakah lebih afdol baginya untuk melakukan thowaf ataukah banyak melakukan sholat sunnah atau memperbanyak bacaan Al-Quran.

Kita lihat bahwa ada beberapa ibadah yang dapat kita lakukan disini. Menurut pendapat dari Ibnu Abbas dan juga Imam Ahmad, dan juga dikuatkan oleh Ibnu Thoiyima. Karena penduduk selain mekah, mereka jarang melihat Ka’bah, maka yang lebih afdol baginya adalah memperbanyak thowaf daripada memperbanyak sholat sunnah.

Oleh karena itu, ulama’ sarankan bagi kita yang jauh dari Mekah, jarang bejumpa dengan ka’bah. Maka perbanyaklah thawaf, perbanyaklah melakukan putaran ka’bah sebanyak tujuh kali. Perbanyaklah melakukan thawaf diwaktu apapun saat kita memiliki waktu luang.

Mari kita perbanyak ibadah-ibadah yang semakin mendekatkan kita kepada Allah, perbanyak taubat, dan perbanyak istiqhfar..

Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahuwata’ala.. Wassalamu’alaikum..

Kekeliruan dalam Memahami Takdir – Ustadz Ahmad Zainuddin

Assalamu’alaikum…
Kalau orang berzina, kalau dikatakan kehendak pribadi dan itu takdir Allah, lalu Anda mau apa? Apakah anda akan bilang? itu kan sudah takdir Allah? Saya berzina ini kan takdir Allah?
Sering sekali orang keliru dalam memahami takdir, dia bersandar dengan takdir dalam hal maksiat. Orang sering mengatakan “Bukankah orang yang bermaksiat sudah ditakdirkan oleh Allah? Lalu kenapa dia mendapat siksa?” Kadang ada pertanyaan yang lebih keras lagi “Bukankah iblis menyimpang dari Allah itu takdir Allah, kenapa iblis disiksa?”
Maka jawabannya mudah, yang pertama Allah Maha Adil. Allah tidak pernah mendzolimi hambanya walau secuilpun. Yang kedua Allah tidak pernah menghukumi seorang manusia dengan siksa kecuali setelah Allah menyediakan seluruh fasilitas agar dia mendapat petunjuk dari Allah. 
Contoh, Allah turunkan Al-Quran sebagai petunjuk untuknya. Allah utus Rosul sebagai petunjuk untuknya.  Allah adakan para ulama’ yang menjelaskan Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad Sholallahu’alaihiwasallam. Artinya semua fasilitas Allah berikan agar dia Sholeh. Namun ternyata dia masih memilih jalan yang salah. Jadi ini salah siapa? Salah sendiri! itulah jawabannya. 
Allah memberikan kepada dia jalan yang buruk dan jalan yang taqwa. Dia milih jalan yang buruk, pada saat itu Allah menyiksanya. Ini bukan salah Allah.!! 
Bukankah orang kafir itu kafir minimal dari umur 15 – 60 tahun. Berarti sekitar 45 tahun saja dia kafir. Dia kafir 45 tahun di dunia, mati dalam keadaan kekafirannya lalu dia disiksa di ahirat, di neraka selama-lamanya, kekal abadi tanpa keluar darinya karena dia mati dalam kekafiran. Ini kan gak adil ?
Maka jawabannya yang pertama yaitu Allah tidak akan pernah mendzolimi hambanya! yang kedua kenapa Allah menyiksa dia dengan kekal abadi? Karena Allah maha kuasa! dan itu adalah bukti kekuasaan Allah! 
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahuwata’ala.. Wassalamu’alaikum..

Indahnya Islam – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

Assalamu’alaikum…
Orang yang berada diatas islam, berada dalam cahaya Allah Subhanahuwata’ala. Saat gelap gulita, dia tahu mana yang halal, mana yang haram, berkat cahaya dari Allah.

Dengan islam, dan kitapun tidak pernah berhenti memohon kepada Allah

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 

“Tunjukkan kepada kami jalan yang lurus, Yakni Jalan Islam”

Dan salah satu bentuk kecintaan Allah pada hambanya, Allah  bersabda

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ 

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam”

Yang awalnya sempit dadanya, tidak mau menerima islam, namun dia menerima islam atas izin Allah Subhanahuwata’ala.
Kadangkala kita tidak bersyukur atas nikmat islam ini, kadang kita lebih bersyukur jika nikmat yang kita terima berupa mobil, kita bersyukur dengan nikmat rumah, padahal Allah bersabda

 مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ للَّهِ بَاقٍ 

“Apa yang disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah Kekal” 
Agama islam, adalah agama yang awal sampai ahir isinya adalah kebaikan. Isinya persaudaraan, cinta dan kasih sayang, saling mewasiatkan kepada kebiakan, saling mewasiatkan kepada kesabaran, Agama yang dasarnya adalah Tauhid, yang syi’arnya adalah mengikuti Rosulullah Sholallahu’alaihiwasallam. Agama yang sempurna dan paripurna, Agama bukan hanya untuk bangsa Arab, bukan hanya untuk kulit putih, namun agama untuk seluruh manusia dan jin.
Itulah agama islam yang agama ini sampai hari kiamat akan bisa dipraktikkan sesuai dengan akal manusia, sesuai dengan kebutuhan manusia, karana Allah bersabda 

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam”

Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah.. Wassalamu’alaikum..

Menjadi Penebar Kebaikan – Ustadz Abdullah Taslim

Assalamu’alaikum..

Diantara amal yang keutamaannya sangat besar dalam islam, yang ini tugasnya para Nabi dan tugas orang-orang yang mewarisi adalah berdakwah dijalan Allah Subhanahuwata’ala dan menjadi sebab tersebarnya ilmu sunnah kepada manusia, yang ini sungguh merupakan keutamaan yang besar sampai-sampai disebutkan oleh salah seorang Imam Ahlussunnah dari kala’an tabi’in, “Aku tidak mengetahui setelah drajad ke-Nabian, yang lebih utama daripada menyebarkan ilmu sunnah kepada manusia”

Yang bisa melakukan hal tersebut tentu bukan hanya orang yang bisa dikatakan sebagi ustadz saja. Melainkan kita orang awam bisa ikut serta dalam hal tersebut, kenapa dalam urusan dunia kita berlomba-lomba meraih keutamaan namun dalam urusan agama kita mengalah untuk sebagian orang saja.

Siapa yang tidak ingin menjadi pewaris para Nabi? siapa yang tidak ingin menjadi orang-orang yang ikut serta dalam menyebarkan sunnah Nabi Sholallahu’alaihiwasallam? yaitu dengan cara belajar agama kemudian semaksimal mungkin mencoba untuk menyebarkan apa yang telah kita pelajari tersebut. Sesungguhnya tidak ada amal yang lebih utama dari hal ini bagi orang-orang yang mengharapkan karunia dari Allah Subhanahuwata’ala.

Namun kita perlu mengihlaskan diri. Imam Syafi’i ketika beliau diterangkan bahwa buku-bukunya, kitab-kitabnya begitu tersebar, beliau mengatakan “Aku sangat mengharapkan manusia bisa mengenal kebenaran dalam kitab ini meskipun tidak dinisbatkan kepadaku satu huruf saja.

Inilah puncak dari keihlasan, inilah keutamaan yang besar menjadi sebab tersebarnya kebenaran tanpa disertai dengan tidak mengharapkan balasan, pujian, dan sanjungan manusia.

Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahuwata’ala. Wassalamu’alaikum…

Rezeki yang Berkah

Masalah nafkah bukanlah masalah banting tulang, masalah nafkah adalah masalah taqwa,
Allah bersabda, “Barang siapa yang bertqwa kepada Allah, maka Allah akan berikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak ia duga-duga”
Nabi bersabda dalam hadist Tirmidzi, “Kalau kalian benar benar bertawakal dengan tawakal yang sebenar-benarnya, Maka Allah akan berikan rizki sebagaimana Allah berikan rizki kepada seekor burung, Burung keluar dipagi hari dalam kondisi perut lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang”
Perhatikan bahwa Nabi mengatakan sore hari, bukan jam 12 malam!! Burung pulang sore dan kenyang, dan dia membawa rizki buat anak-anaknya. Ini bukan masalah kuantitas berapa lama kita bekerja, tapi kualitas iman dan taqwa kita serta ihtiar yang maksimal.
Ikhtiar yang maksimal bukan berarti harus bekerja sampai jam 12 malam, sampai jam 2 malam, kemudian diahir pekan masih mencari kerjaan untuk tambahan, sehingga kita lupa ngaji, kita lupa belajar, kita lupa ibadah. Ini tidak berkah!
Ingat burung bisa enjoy menimati kehidupannya pulang sore dalam kondisi tenang, kenyang, dan bisa memberi anaknya makanan. Hal ini dikarenakan Berkah, karena taqwa, karena ikhtiar, karena burung tidak maksiat, karena burung tidak menipu orang. Karena burung berdzikir kepada Allah. Setiap hewan berdzikir kepada Allah, tapi kita lupa dzikir, lupa ngaji ahirnya kita diperbudak oleh dunia. 
Allah memberi kita 168 jam per minggu, benarhkan kita tidak punya waktu 2 jam saja untuk belajar agama? sesibuk itukah kita?? 
Nabi Muhammad Sholallahu’alaihiwasallam adalah Rosul, umatnya banyak, kepala negara, pemegang kunci baitul mall, menteri keuangan, panglima perang, itu masih sempat belajar bersama malaikat Jibril. Kita presiden bukan, mentri bukan, panglima bukan, tidak sempat belajar? 
Syaikh Albani itu tukang jam, beliau tidak kerja setiap hari, sekalinya kerja cuma 2 jam 3 jam. selesai tutup toko, baca buku, belajar. 
Keberkahan inilah yang hilang dari diri kita, maka yakinlah kita harus kembali kepada bagaimana mengatur waktu sesuai dengan quran dan sunnah Nabi Sholallahu’alaihiwasallam…
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahuwata’ala, Wassalamu’alaikum.

Kamu Dan Hartamu Milik Orang Tuamu – Ustadz Subhan Bawazier

Assalamu’alaikum..

Kita dan harta yang Kita miliki sebenarnya adalah milik orang kita. Jangan kita kira harta itu sebuah materi, bahwasanya setiap kebaikan yang kita miliki itu adalah harta kita. Harta yang kita miliki dalam bentuk kebaikan akan menjadi kebaikan untuk orang tua kita.  Maka jika seorang anak benar benar baik, dia akan senantiasa mendoakan orang tuanya.

Rosulullah Sholallahu’alaihiwasallam bersabda “Saat seseorang meninggal dunia, maka putus semua hubungan, kecuali tiga hal.

Yang pertama adalah sedekah yang berkepanjangan ketika hidup, yang kedua adalah ilumu yang bermanfaat yang diajarkan, dan yang ketiga adalah doa anak yang sholeh.

Nah doa anak yang sholeh inilah yang menjadi kewajiban kita untuk jangan sampai bibir kita berhenti mendoakan orang tua kita.

Jangan makam orang orang yang tidak kita kenal kita ziarah namun makam orang tua sendiri tidak pernah kita ziarah. ini adalah hal yang salah, karena makam orang tua jauh lebih utama. Ziarah ke makam orang tua, kemudian doakan orang tua,

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Ini doa anak sholeh yang akan sampai ke alam kubur, bahkan malaikat pun akan mengehintakan cambukannya ketika ada doa anak diatas dunia sampai ke alam kubur orang tua.

Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah.,, Wassalamu’alaikum..

Yang Halal Itu Untuk Anakmu – Ustadz Subhan Bawazier

Assalamu’alaikum…

Teringat hadist Rousulullah ketika beliau kabarkan tentang seseorang yang sedang di ‘arafah. Orang itu mengangkat tangan ke langit meminta kepada Allah, bertawasul dengan nama Allah “Ya Robbi, Ya Robbi”

Kemudian Rosul mengatakan “Bahwa sesungguhnya meskipun seseorang berdoa diwaktu yang tepat dan layak, tapi jika makanan yang dimakan haram, minuman yang diminum haram, beli baju dengan uang yang haram, dan melakukan sesuatu yang haram. Maka doanya tidak akan diijabahi”

Kita sebagai orang tua harus faham, sesungguhnya anak kita ini adalah titipan Allah. Sehingga kita harus membesarkan dia seperti yang diinginkan Allah.. Sabda Allah dalam Al-Quran, “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah, menjadi hamba  yang beribadah dengan cara yang baik”. Maka kita harus mencari rizqi yang halal untuk anak kita agar anak kita kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah berkat rizqi yang halal.

Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah,, Wassalamu’alaikum..