Rumah Masa Depan – Yufid TV

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, 

Sudahkah kita memiliki rumah? Atau sudah membangunnya? Atau kita masih tenggelam dalam impian indah dalam mendirikan rumah. Hampir setiap manusia yang ada di muka bumi ini berkeinginan untuk memiliki sebuah rumah. Tempat tinggal bersama keluarga, tempat berteduh dari hujan dan panas, tempat memadu kasih sayang dengan keluarga.
Kita bekerja keras, memeras otak, membanting tulang, bercucuran keringat, berusaha menabung rupiah demi rupiah untuk menabung untuk mewujudkan  cita cita untuk membeli rumah yang diimpikan. Alhamdulillah, sudah banyak dari kita yang sudah memiliki rumah. 
Namun, sudah cukupkah kita bekerja keras, menabung amal amal shaleh, yang hakikatnya bekal untuk membangun rumah impian kita, yang lebih baik di akhirat kelak. Rumah masa depan, yang sesungguhnya.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al-Kahfi:46)”

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

 

Rumah Masa Depan – Yufid TV

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, 

Sudahkah kita memiliki rumah? Atau sudah membangunnya? Atau kita masih tenggelam dalam impian indah dalam mendirikan rumah. Hampir setiap manusia yang ada di muka bumi ini berkeinginan untuk memiliki sebuah rumah. Tempat tinggal bersama keluarga, tempat berteduh dari hujan dan panas, tempat memadu kasih sayang dengan keluarga.
Kita bekerja keras, memeras otak, membanting tulang, bercucuran keringat, berusaha menabung rupiah demi rupiah untuk menabung untuk mewujudkan  cita cita untuk membeli rumah yang diimpikan. Alhamdulillah, sudah banyak dari kita yang sudah memiliki rumah. 
Namun, sudah cukupkah kita bekerja keras, menabung amal amal shaleh, yang hakikatnya bekal untuk membangun rumah impian kita, yang lebih baik di akhirat kelak. Rumah masa depan, yang sesungguhnya.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al-Kahfi:46)”

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

 

Lihatlah Ke Bawah – Yufid TV

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Hampir di setiap langkah demi langkah kehidupan, sering kali kita iringi dengan keluhan. Hampir di setiap masalah yang mendera, sering kita lalui dengan keluh dan kesah. Bahkan hampir di setiap nikmat dan anugrah yang kita miliki, kita sambut bukan dengan syukur, melainkan dengan dahi berkerut tanda tak puas. Lalu membanding bandingkannya dengan nikmat orang lain. Seakan Allah tak pernah menurunkan nikmatnya. Seolah tak ada anugrahnya yang pernah menyapa. 
Sinar matahari saja yang tak satupun makhluk melata bisa hidup tanpanya, tiba tiba saja kita keluhkan saat melangkah di bawah teriknya. Hanya karena kita tak pernah melihat bahwa di sisi kita ada yang lebih berat dalam melangkah, dan dia tak sedikitpun mengeluh, tunduk sabar. Namun terus melangkah. 
Udara yang tak satupun manusia dapat hidup tanpanya, tiba tiba kita sepelekan dengan keluhan, dengan kerutan dahi, dan wajah yang muram. Hanya karena panasnya cuaca, atau gerahnya udara yang terasa. 
Tengoklah sejenak kebawah, tataplah sejenak kesamping, dikiri dan kanan kita, ada banyak yang lebih berat memikul beban, lebih susah menahan derita. Tengoklah sejenak kebawah, tataplah sejenak kesamping, tak sedikit dari mereka yang tak seberuntung kita, tak sedikit dari kita yang tak seperti posisi dan keadaan kita saat ini. 
Maka bangunlah dari mimpi hidup sempurna di dunia, jalani hari harimu, apa adanya. Dengan sabar, syukur, dan sehebat hebat ikhtiar, serta doa. Dengan begitu, dada menjadi lapang. Jiwapun teduh dalam ridha dan sabar. Bibir bisa menyimpul senyum, dan raut muka tak lagi masam. 
Dalam urusan duniawi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam memerintahkan kita untuk melihat kebawah. Melihat mereka yang tak seberuntung kita. Melihat mereka yang tak semampu kita. Agar nikmat Allah sekecil apapun itu tetap besar dan agung di hati sebagaimana layaknya. Karena pada hakikatnya, tak ada yang kecil dari nikmat nikmat Allah, yang maha besar. 

“Lihatlah mereka yang ada dibawahmu (dalam urusan pencapaian duniawi), dan janganlah kalian memandang orang diatas kalian. Itu lebih layak, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah untuk kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. 

Lihatlah Ke Bawah – Yufid TV

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Hampir di setiap langkah demi langkah kehidupan, sering kali kita iringi dengan keluhan. Hampir di setiap masalah yang mendera, sering kita lalui dengan keluh dan kesah. Bahkan hampir di setiap nikmat dan anugrah yang kita miliki, kita sambut bukan dengan syukur, melainkan dengan dahi berkerut tanda tak puas. Lalu membanding bandingkannya dengan nikmat orang lain. Seakan Allah tak pernah menurunkan nikmatnya. Seolah tak ada anugrahnya yang pernah menyapa. 
Sinar matahari saja yang tak satupun makhluk melata bisa hidup tanpanya, tiba tiba saja kita keluhkan saat melangkah di bawah teriknya. Hanya karena kita tak pernah melihat bahwa di sisi kita ada yang lebih berat dalam melangkah, dan dia tak sedikitpun mengeluh, tunduk sabar. Namun terus melangkah. 
Udara yang tak satupun manusia dapat hidup tanpanya, tiba tiba kita sepelekan dengan keluhan, dengan kerutan dahi, dan wajah yang muram. Hanya karena panasnya cuaca, atau gerahnya udara yang terasa. 
Tengoklah sejenak kebawah, tataplah sejenak kesamping, dikiri dan kanan kita, ada banyak yang lebih berat memikul beban, lebih susah menahan derita. Tengoklah sejenak kebawah, tataplah sejenak kesamping, tak sedikit dari mereka yang tak seberuntung kita, tak sedikit dari kita yang tak seperti posisi dan keadaan kita saat ini. 
Maka bangunlah dari mimpi hidup sempurna di dunia, jalani hari harimu, apa adanya. Dengan sabar, syukur, dan sehebat hebat ikhtiar, serta doa. Dengan begitu, dada menjadi lapang. Jiwapun teduh dalam ridha dan sabar. Bibir bisa menyimpul senyum, dan raut muka tak lagi masam. 
Dalam urusan duniawi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam memerintahkan kita untuk melihat kebawah. Melihat mereka yang tak seberuntung kita. Melihat mereka yang tak semampu kita. Agar nikmat Allah sekecil apapun itu tetap besar dan agung di hati sebagaimana layaknya. Karena pada hakikatnya, tak ada yang kecil dari nikmat nikmat Allah, yang maha besar. 

“Lihatlah mereka yang ada dibawahmu (dalam urusan pencapaian duniawi), dan janganlah kalian memandang orang diatas kalian. Itu lebih layak, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah untuk kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. 

Nikmatnya Dunia – Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, 

https://i.ytimg.com/vi/N-rURRq4SQ0/hqdefault.jpg?custom=true&w=246&h=138&stc=true&jpg444=true&jpgq=90&sp=68&sigh=WN99Lvc2j5aAejrbpa-wb0p6IdI


Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu, Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillahu falaa mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah, asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu amma ba’du.

Kehidupan dunia, tidak lain dan tidak bukan hanyalah kehidupan yang sementara.  Kehidupan yang tidak jarang melalaikan manusia dari ajaran Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Oleh karena itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى didalam alquran menjelaskan kepada kita tentang bagaimana perumpamaan, permisalan, kehidupan di dunia ini. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman : 

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid:20)

Itulah Ma’asyiral Muslimin perumpamaan kehidupan di dunia ini. Kita lihat pepohonan, tanaman, tumbuh tumbuhan yang sangat indah ini, namun tidak ada yang kekal abadi. Sebentar lagi, dia akan kering, sebentar lagi dia akan rontok, dia akan hancur. Itulah kehidupan dunia, tidak ada yang kekal abadi. Setiap yang ada di muka bumi ini pasti akan hancur, dunia adalah tempat yang sementara.

Oleh karena itulah Ma’asyiral Muslimin Rahimakulullah, kalau kita mengetahui akan hal seperti itu, mengapa kita terlalu tamak kepada dunia. Mengapa kita lalai dari akhirat, yang mana dunia akan hancur, dan kita akan kembali kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpesan :

“Jadilah kalian di dunia seperti orang yang melewati sebuah jalan atau sebagaimana seorang musafir yang mana orang musafir tidak mungkin berlama lama di tempat perantauannya.”

Seorang yang lewat di jalan tidak akan mungkin dia berhenti di tengah jalan, dia pasti akan melewatinya dan akan sampai kepada tujuannya. Itulah kehidupan dunia yang mana tidak akan mungkin manusia kekal abadi selama lamanya. Oleh karena itulah Ma’asyiral Muslimin Rahimakulullah, yang harus kita betul betul kita kejar adalah kebahagiaan di akhirat, yang itu semuanya kekal abadi dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memberikan gambaran kepada kita di akhirat ada neraka yang pedih Naudzubillah, dan ada ampunan dan keridhaan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yaitu surga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Dan kehidupan dunia itu amat melalaikan, dan menjauhkan dari jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .

Oleh karena itu Allah mengatakan :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. …” (QS. Al-Munafiqun:9)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakulullah,

“…Dan berbekallah ke negeri akhirat dan sebaik baik bekal adalah taqwa kepada Allah…” (QS. Al-Baqarah:197)

Aqulu qouli hadza wa akhiru da’wana, anil hamdulillhi rabbil alamin. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.  

 

Nikmatnya Dunia – Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, 

https://i.ytimg.com/vi/N-rURRq4SQ0/hqdefault.jpg?custom=true&w=246&h=138&stc=true&jpg444=true&jpgq=90&sp=68&sigh=WN99Lvc2j5aAejrbpa-wb0p6IdI


Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu, Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillahu falaa mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah, asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu amma ba’du.

Kehidupan dunia, tidak lain dan tidak bukan hanyalah kehidupan yang sementara.  Kehidupan yang tidak jarang melalaikan manusia dari ajaran Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Oleh karena itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى didalam alquran menjelaskan kepada kita tentang bagaimana perumpamaan, permisalan, kehidupan di dunia ini. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman : 

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid:20)

Itulah Ma’asyiral Muslimin perumpamaan kehidupan di dunia ini. Kita lihat pepohonan, tanaman, tumbuh tumbuhan yang sangat indah ini, namun tidak ada yang kekal abadi. Sebentar lagi, dia akan kering, sebentar lagi dia akan rontok, dia akan hancur. Itulah kehidupan dunia, tidak ada yang kekal abadi. Setiap yang ada di muka bumi ini pasti akan hancur, dunia adalah tempat yang sementara.

Oleh karena itulah Ma’asyiral Muslimin Rahimakulullah, kalau kita mengetahui akan hal seperti itu, mengapa kita terlalu tamak kepada dunia. Mengapa kita lalai dari akhirat, yang mana dunia akan hancur, dan kita akan kembali kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpesan :

“Jadilah kalian di dunia seperti orang yang melewati sebuah jalan atau sebagaimana seorang musafir yang mana orang musafir tidak mungkin berlama lama di tempat perantauannya.”

Seorang yang lewat di jalan tidak akan mungkin dia berhenti di tengah jalan, dia pasti akan melewatinya dan akan sampai kepada tujuannya. Itulah kehidupan dunia yang mana tidak akan mungkin manusia kekal abadi selama lamanya. Oleh karena itulah Ma’asyiral Muslimin Rahimakulullah, yang harus kita betul betul kita kejar adalah kebahagiaan di akhirat, yang itu semuanya kekal abadi dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memberikan gambaran kepada kita di akhirat ada neraka yang pedih Naudzubillah, dan ada ampunan dan keridhaan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yaitu surga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Dan kehidupan dunia itu amat melalaikan, dan menjauhkan dari jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .

Oleh karena itu Allah mengatakan :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. …” (QS. Al-Munafiqun:9)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakulullah,

“…Dan berbekallah ke negeri akhirat dan sebaik baik bekal adalah taqwa kepada Allah…” (QS. Al-Baqarah:197)

Aqulu qouli hadza wa akhiru da’wana, anil hamdulillhi rabbil alamin. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.  

 

Semut dan Madu – Yufid TV

Setetes madu jatuh diatas tanah. Lalu datanglah seekor semut dan perlahan lahan, dicicipinya madu tersebut. Lalu ia beranjak hendak pergi, namun rasa manis madu sudah terlanjur mengikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit demi sedikit saja, setelah itu barulah ia akan pergi. Namun, ternyata ia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.

Dia berfikir, kenapa tidak sekalian saja untuk masuk dan menceburkan diri untuk mencicipi manisnya lagi dan lagi. Maka masuklah sang semut tepat di tengah tetesan madu. Ternyata, badan mungilnya malah tenggelam penuh madu. Kakinya lengket dengan tanah. SDan tentu saja tidak bisa bergerak. Dia terus seperti itu sepanjang hayatnya, mati dalam setetes madu.

Demikianlah analogis sederhana dari dunia dan pecinta dunia. Sebagaimana diperumpamakan oleh seorang pepatah arab,

“Tidaklah kenikmatan dunia berarti apa apa, melainkan bagai setetes besar madu. Maka siapa yang mencicipinya sedikit, maka ia akan selamat. Namun siapa yang menceburkan diri kedalamnya, maka ia akan binasa.” (Pepatah Arab)

Kesempatan Untuk Bermaksiat – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah.. kali ini, saya ingin berbagi kepada saudara sekalian mengenai dosa yang sering kali orang-orang lalai ketika melakukannya, semoga menjadi pelajaran untuk kita semua dan semoga keimanan kita semakin tinggi kepada Allah SWT. Aamiin..

Pernahkah kalian untuk berfikir sejenak ketika berada disuatu tempat dimana kalian terasa sebegitu bebasnya untuk melakukan maksiat?

Apakah kalian pernah sekilat terpikir mempunyai kesempatan untuk bermaksiat?

Kisah riwayat dari Ibnul Jauzi:
Pemuda yang Membakar Tangannya Ada sebuah kisah lelaki shalih yang diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi. Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa ada seorang pria yang terbiasa berpuasa pada siang hari, dan shalat malam sepanjang malam. Dia tidak pernah melakukan apapun yang haram. Dia tahu bahwa orang-orang di sekelilingnya, di lingkungannya adalah orang-orang yang rusak. Dia tidak duduk dalam perkumpulan mereka karena apa yang mereka lakukan adalah bergosip dan mencela. Dia menjauh dari perkumpulan apapun dan hanya tinggal di rumahnya, dan tidak pernah meninggalkan rumahnya. Ketika kehabisan makanan, dia akan meninggalkan rumahnya, dan membeli cukup makanan untuk persediaan selama jangka waktu tertentu. Setelah selesai, dia tinggal di rumahnya hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Orang-orang di lingkungannya, mereka berkumpul bersama dan berkata, “Lihatlah pria ini. Apakah dia berpikir bahwa dia lebih baik daripada kita? Dia tidak datang dan duduk bersama perkumpulan kita. Dia tidak berjalan atau berbicara kepada kita. Kita melihatnya, dan dia hanya menundukkan pandangannya, dan dia pergi ke toko dan kembali pulang ke rumahnya.” Pria ini tidak pernah melihat ke kiri atau ke kanan atau bahkan melihat ke depan. Dia hanya menunduk dan berjalan. Jadi mereka iri kepada pria ini, dan inilah bagaimana syetan tidak hanya menyerang kita seorang diri, melainkan syetan mempunyai orang-orang yang telah disesatkannya, dan syetan menyuruh mereka untuk menyerang orang-orang beriman. Inilah yang mereka lakukan. Yang mereka lakukan adalah mencari di seluruh negeri, sampai mereka menemukan wanita paling cantik di negeri itu. Dia adalah gadis muda. Dia adalah gadis perawan. Mereka mendekati gadis itu, dan berkata, “Kami ingin kau menggoda pria itu, dan berzina dengannya.” “Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu.” Jawab gadis itu. Gadis itu berasal dari salah satu keluarga termiskin di negeri itu, dia kesulitan dalam menyambung hidupnya. Mereka kemudian berkata, “Jika kamu dapat melakukan ini, maka kami akan memberikanmu emas yang setara dengan berat tubuhmu, dan bahkan bisa mendapatkan lebih. Semua kemiskinan yang kau alami sekarang, semuanya akan berakhir. Sekarang yang harus kau lakukan adalah berzina dengan pria itu.” Gadis itu pun pulang ke rumah. Dia mulai memikirkannya sampai dia melihat kondisinya dan berfikir. Subhanallah, apa yang difikirkannya…. “Tidak ada yang tersisa bagiku. Aku akan mati dalam kemiskinan.” Akhirnya dia menerima tugas yang mereka tawarkan kepadanya. Dan dia berkata, “Aku akan pergi dan berzia dengan pria itu.” Pada suatu malam yang dingin, gadis itu pergi dan mengetuk pintu rumah pria ini. Dia mengetuk pintunya. Pria itu pun membuka pintu rumahnya, dan melihat seorang gadis. Lalu dia menutup pintunya. Gadis itu mengatakan, “Tolong biarkan aku masuk ke dalam rumahmu. Aku sedang bepergian, dan berpikir aku akan sampai ke tempat tujuanku sebelum waktu malam. Tetapi sekarang malam telah datang dan aku berada di tempat antah berantah, aku tidak tahu di mana tempat ini, aku tidak mengenal satu pun orang di sini, dan jika kau tidak menerimaku di rumahmu, maka aku takut sesuatu yang akan menimpaku di luar.” Pria itu menjawab, “Kami mempunyai banyak tetangga di sekitar. Silahkan pergi dan ketuklah pintu salah seorang tetangga di sini. Insya Allah mereka akan membantumu.” Gadis itu pergi. Tetapi beberapa saat kemudian, gadis itu mengetuk pintu pria itu lagi. Gadis itu berkata, “Aku telah mengunjungi rumah-rumah tetanggamu, tapi tak seorang pun di rumah. Di luar sangat dingin. Aku takut bahwa aku akan mati jika kau tidak menerima dan mempersilahkanku masuk ke dalam rumahmu.” Pria itu menjawab, “Berjalanlah sedikit saja menuruni bukit,d an kau akan menemukan lebih banyak rumah di sana. Insya Allah mereka akan mengizinkanmu untuk tinggal bersama mereka.” Pria itu berkata lagi, “Tidak ada seorang pun di rumahku. Jadi, kamu tidak boleh masuk ke rumahku.” Gadis itu pergi. Beberapa saat kemudian gadis itu kembali dan mengetuk pintu si pria. Ia membuka pintu dan melihat gadis itu. Gadis itu berkata, “Wallahi, jika kau tidak memperbolehkanku masuk ke dalam rumahmu, lalu ada seorang pria yang menyentuhku, memperkosaku dan merenggut kesucianku, maka demi Allah, pada kiamat kelak aku akan berdiri di hadapan Allah dan berkata bahwa kau-lah penyebabnya. Kamulah yang menjadi sebab aku diperkosa. Karenamu pula hal itu terjadi, dan aku akan menyalahkanmu.” Ketika pria itu mendengar nama Allah, dia menjadi sangat takut. Kenapa? Karena hati orang-orang beriman akan bergetar ketika mendengar nama Allah disebut. Pria ini menjadi sangat takut. Dia berkata, dan dia memiliki dua ruangan di rumahnya, “Masuk, dan duduklah di ruangan ini. Jangan kau ketuk pintuku, atau mengatakan sesuatu pun kepadaku. Ketika waktu Shubuh tiba, tinggalkanlah rumahku dan lanjutkanlah perjalananmu.” Pria itu kemudian meninggalkan gadis tersebut di ruangannya, dan dia berjalan ke ruangan kedua dan mengunci pintunya, dia kembali melanjutkan bacaan Al-Qur’annya. Orang-orang di lingkungan itu. Mereka tahu bahwa gadis itu telah masuk ke rumahnya. Mereka kemudian berkumpul di sekitar rumahnya, menanti memergoki mereka berdua melakukan zina. Sedangkan pria itu orang yang sangat shaleh. Dia tidak pernah menghadapi hal seperti ini dalam hidupnya. Pria itu masih di dalam ruangannya dan membaca kitab Allah. Sementara gadis tersebut siap untuk berzina dengan pria ini. Orang-orang di lingkungan itu sudah berkumpul di sekeliling rumahnya, menunggu untuk memasuki rumahnya untuk memergoki mereka berzina. Pria itu masih tetap membaca Al-Qur’an, sementara gadis itu mulai berteriak. Gadis itu berteriak, berteriak dan berteriak. Pria itu kemudian membuka pintu ruangannya, dan berjalan menuju ruangan di mana gadis itu berada. Dia membawa lampu minyak di tangannya. Dia pergi ke ruangan di mana gadis itu berada. Ternyata gadis itu sedang terbaring di lantai tanpa berpakaian, dan gadis itu menggoda si pria…, Pria ini sekarang untuk pertama kali dalam hidupnya, dia melihat sesuatu yang tak pernah dilihat sebelumnya. Karena pandangannya selalu ditundukkan. Dia merasakan sesuatu dalam hatinya yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Pikirannya memerintahkannya untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benaknya. Ada seorang gadis tercantik di negeri itu di hadapannya, menggodanya untuk berzina. Apa yang dilakukan pria itu? Apakah yang akan dilakukan seseorang dalam situasi seperti ini? Dia tidak pernah melihat hal seperti ini dalam hidupnya. Orang-orang sekarang tahu…., mereka mendengar teriakan pertama dari si gadis, sehingga mereka akan tahu bahwa sebentar lagi mereka akan memergoki keduanya berzina. Mereka pun bergerak mendekati pintu rumah pria ini. Gadis itu sekarang, tiba-tiba mulai berteriak dan berteriak lagi, dan terus berteriak. Orang-orang kemudian mendobrak pintunya. Mereka masuk dan melihat bahwa gadis itu terbaring di lantai dan pria itu juga tergeletak di lantai… Tapi gadis itu berada di sudut ruangan, dan si pria berada di sudut lainnya. Gadis itu terus berteriak dan berteriak. Mereka melihat pria yang ada di sudut ruangan itu. Tangannya berada di dalam kobaran lampu minyak yang dibawanya. Dia menangis dan menangis. Sementara gadis itu berteriak. Mereka pun membawa gadis itu keluar dari rumahnya. Gadis itu berkata, “Jauhkan aku dari pria itu, karena demi Allah keimanannya membunuhku. Aku melihat sesuatu di hadapanku yang tak dapat kujelaskan. Dan hal ini berpengaruh pada hati dan pikiranku. Iman pria itu membunuhku. Jadi, tolong jauhkan aku darinya.” Pria itu menangis di sudut ruangan, karena setiap kali ia mengambil satu langkah untuk mendekati gadis itu, dia meletakkan tangannya di atas lampu minyak yang dibawanya dan berkata, “Ingatlah bahwa api Jahannam lebih panas daripada api dunia ini.” Sampai akhirnya dia terjatuh ke lantai… Kemudian ketika dia mampu berdiri lagi, dia pun berdiri dan mengambil satu langkah menuju gadis itu. Ketika dia mengambil satu langkah menuju gadis itu, dia kembali memasukkan tangannya ke dalam api dan berkata, “Ingatlah bahwa api neraka jauh lebih panas dairpada api dunia ini.” Dia terus melakukan hal ini sampai tangannya tetap berada di dalam apinya. Gadis itu pergi, setelah dibawa oleh orang-orang. Kemudian pria itu memohon ampun kepada Allah. Dia berkata, “Ya Allah, ampuni aku atas dosa yang telah kulakukan.” Dosa apa yang dilakukan pria ini? Apa yang dia lakukan? Dia menjauh dari zina. Dia menjauh dari gadis tercantik di negeri itu. Dosa apa yang dilakukannya? Dia berkata, “Ya Allah, ampuni aku atas langkah kakiku yang berjalan menuju gadis itu.” Lihatlah keimanan pria ini, lihatlah keimanan orang-orang shaleh. Tidak ada yang dapat menggoda mereka. Tidak ada yang dapat menjauhkan mereka dari Allah. ditulis ulang oleh Ibnu Abdil Bari.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Sedangkan pemuda tersebut memiliki kesempatan untuk melakukan maksiat. Yang membuatnya bertahan yaitu imannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka dari itu kesempatan untuk tidak dapat melakukan maksiat adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat besar. Seseorang yang tidak diberikan waktu dan kesempatan untuk bermaksiat adalah sebuah nikmat yang terbesar dari nikmat-nikmat terbesar besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita semua.

Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk jauh dari maksiat. Ada sebagian orang dimana ia benar benar di uji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kemaksiatan

Maka bersyukurlah jika kita tidak diberikan kesempatan untuk bermaksiat.

Jika kita tidak pernah terpikirkan untuk menginggalkan ibadah. Jika kita tidak pernah terpikirkan untuk mencuri, berzina, minum khamer. Dimana pada saat itu kita mempunyai kesempatan untuk melakukannya. Maka bersyukurlah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah memberikan sepintas pun pemikiran kepada kita untuk melakukannya.

Hal ini merupakan tadabbur atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Lihat juga video-nya Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Nun walqalami wama yasthurun


أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kesempatan Untuk Bermaksiat – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah.. kali ini, saya ingin berbagi kepada saudara sekalian mengenai dosa yang sering kali orang-orang lalai ketika melakukannya, semoga menjadi pelajaran untuk kita semua dan semoga keimanan kita semakin tinggi kepada Allah SWT. Aamiin..

Pernahkah kalian untuk berfikir sejenak ketika berada disuatu tempat dimana kalian terasa sebegitu bebasnya untuk melakukan maksiat?

Apakah kalian pernah sekilat terpikir mempunyai kesempatan untuk bermaksiat?

Kisah riwayat dari Ibnul Jauzi:
Pemuda yang Membakar Tangannya Ada sebuah kisah lelaki shalih yang diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi. Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa ada seorang pria yang terbiasa berpuasa pada siang hari, dan shalat malam sepanjang malam. Dia tidak pernah melakukan apapun yang haram. Dia tahu bahwa orang-orang di sekelilingnya, di lingkungannya adalah orang-orang yang rusak. Dia tidak duduk dalam perkumpulan mereka karena apa yang mereka lakukan adalah bergosip dan mencela. Dia menjauh dari perkumpulan apapun dan hanya tinggal di rumahnya, dan tidak pernah meninggalkan rumahnya. Ketika kehabisan makanan, dia akan meninggalkan rumahnya, dan membeli cukup makanan untuk persediaan selama jangka waktu tertentu. Setelah selesai, dia tinggal di rumahnya hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Orang-orang di lingkungannya, mereka berkumpul bersama dan berkata, “Lihatlah pria ini. Apakah dia berpikir bahwa dia lebih baik daripada kita? Dia tidak datang dan duduk bersama perkumpulan kita. Dia tidak berjalan atau berbicara kepada kita. Kita melihatnya, dan dia hanya menundukkan pandangannya, dan dia pergi ke toko dan kembali pulang ke rumahnya.” Pria ini tidak pernah melihat ke kiri atau ke kanan atau bahkan melihat ke depan. Dia hanya menunduk dan berjalan. Jadi mereka iri kepada pria ini, dan inilah bagaimana syetan tidak hanya menyerang kita seorang diri, melainkan syetan mempunyai orang-orang yang telah disesatkannya, dan syetan menyuruh mereka untuk menyerang orang-orang beriman. Inilah yang mereka lakukan. Yang mereka lakukan adalah mencari di seluruh negeri, sampai mereka menemukan wanita paling cantik di negeri itu. Dia adalah gadis muda. Dia adalah gadis perawan. Mereka mendekati gadis itu, dan berkata, “Kami ingin kau menggoda pria itu, dan berzina dengannya.” “Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu.” Jawab gadis itu. Gadis itu berasal dari salah satu keluarga termiskin di negeri itu, dia kesulitan dalam menyambung hidupnya. Mereka kemudian berkata, “Jika kamu dapat melakukan ini, maka kami akan memberikanmu emas yang setara dengan berat tubuhmu, dan bahkan bisa mendapatkan lebih. Semua kemiskinan yang kau alami sekarang, semuanya akan berakhir. Sekarang yang harus kau lakukan adalah berzina dengan pria itu.” Gadis itu pun pulang ke rumah. Dia mulai memikirkannya sampai dia melihat kondisinya dan berfikir. Subhanallah, apa yang difikirkannya…. “Tidak ada yang tersisa bagiku. Aku akan mati dalam kemiskinan.” Akhirnya dia menerima tugas yang mereka tawarkan kepadanya. Dan dia berkata, “Aku akan pergi dan berzia dengan pria itu.” Pada suatu malam yang dingin, gadis itu pergi dan mengetuk pintu rumah pria ini. Dia mengetuk pintunya. Pria itu pun membuka pintu rumahnya, dan melihat seorang gadis. Lalu dia menutup pintunya. Gadis itu mengatakan, “Tolong biarkan aku masuk ke dalam rumahmu. Aku sedang bepergian, dan berpikir aku akan sampai ke tempat tujuanku sebelum waktu malam. Tetapi sekarang malam telah datang dan aku berada di tempat antah berantah, aku tidak tahu di mana tempat ini, aku tidak mengenal satu pun orang di sini, dan jika kau tidak menerimaku di rumahmu, maka aku takut sesuatu yang akan menimpaku di luar.” Pria itu menjawab, “Kami mempunyai banyak tetangga di sekitar. Silahkan pergi dan ketuklah pintu salah seorang tetangga di sini. Insya Allah mereka akan membantumu.” Gadis itu pergi. Tetapi beberapa saat kemudian, gadis itu mengetuk pintu pria itu lagi. Gadis itu berkata, “Aku telah mengunjungi rumah-rumah tetanggamu, tapi tak seorang pun di rumah. Di luar sangat dingin. Aku takut bahwa aku akan mati jika kau tidak menerima dan mempersilahkanku masuk ke dalam rumahmu.” Pria itu menjawab, “Berjalanlah sedikit saja menuruni bukit,d an kau akan menemukan lebih banyak rumah di sana. Insya Allah mereka akan mengizinkanmu untuk tinggal bersama mereka.” Pria itu berkata lagi, “Tidak ada seorang pun di rumahku. Jadi, kamu tidak boleh masuk ke rumahku.” Gadis itu pergi. Beberapa saat kemudian gadis itu kembali dan mengetuk pintu si pria. Ia membuka pintu dan melihat gadis itu. Gadis itu berkata, “Wallahi, jika kau tidak memperbolehkanku masuk ke dalam rumahmu, lalu ada seorang pria yang menyentuhku, memperkosaku dan merenggut kesucianku, maka demi Allah, pada kiamat kelak aku akan berdiri di hadapan Allah dan berkata bahwa kau-lah penyebabnya. Kamulah yang menjadi sebab aku diperkosa. Karenamu pula hal itu terjadi, dan aku akan menyalahkanmu.” Ketika pria itu mendengar nama Allah, dia menjadi sangat takut. Kenapa? Karena hati orang-orang beriman akan bergetar ketika mendengar nama Allah disebut. Pria ini menjadi sangat takut. Dia berkata, dan dia memiliki dua ruangan di rumahnya, “Masuk, dan duduklah di ruangan ini. Jangan kau ketuk pintuku, atau mengatakan sesuatu pun kepadaku. Ketika waktu Shubuh tiba, tinggalkanlah rumahku dan lanjutkanlah perjalananmu.” Pria itu kemudian meninggalkan gadis tersebut di ruangannya, dan dia berjalan ke ruangan kedua dan mengunci pintunya, dia kembali melanjutkan bacaan Al-Qur’annya. Orang-orang di lingkungan itu. Mereka tahu bahwa gadis itu telah masuk ke rumahnya. Mereka kemudian berkumpul di sekitar rumahnya, menanti memergoki mereka berdua melakukan zina. Sedangkan pria itu orang yang sangat shaleh. Dia tidak pernah menghadapi hal seperti ini dalam hidupnya. Pria itu masih di dalam ruangannya dan membaca kitab Allah. Sementara gadis tersebut siap untuk berzina dengan pria ini. Orang-orang di lingkungan itu sudah berkumpul di sekeliling rumahnya, menunggu untuk memasuki rumahnya untuk memergoki mereka berzina. Pria itu masih tetap membaca Al-Qur’an, sementara gadis itu mulai berteriak. Gadis itu berteriak, berteriak dan berteriak. Pria itu kemudian membuka pintu ruangannya, dan berjalan menuju ruangan di mana gadis itu berada. Dia membawa lampu minyak di tangannya. Dia pergi ke ruangan di mana gadis itu berada. Ternyata gadis itu sedang terbaring di lantai tanpa berpakaian, dan gadis itu menggoda si pria…, Pria ini sekarang untuk pertama kali dalam hidupnya, dia melihat sesuatu yang tak pernah dilihat sebelumnya. Karena pandangannya selalu ditundukkan. Dia merasakan sesuatu dalam hatinya yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Pikirannya memerintahkannya untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benaknya. Ada seorang gadis tercantik di negeri itu di hadapannya, menggodanya untuk berzina. Apa yang dilakukan pria itu? Apakah yang akan dilakukan seseorang dalam situasi seperti ini? Dia tidak pernah melihat hal seperti ini dalam hidupnya. Orang-orang sekarang tahu…., mereka mendengar teriakan pertama dari si gadis, sehingga mereka akan tahu bahwa sebentar lagi mereka akan memergoki keduanya berzina. Mereka pun bergerak mendekati pintu rumah pria ini. Gadis itu sekarang, tiba-tiba mulai berteriak dan berteriak lagi, dan terus berteriak. Orang-orang kemudian mendobrak pintunya. Mereka masuk dan melihat bahwa gadis itu terbaring di lantai dan pria itu juga tergeletak di lantai… Tapi gadis itu berada di sudut ruangan, dan si pria berada di sudut lainnya. Gadis itu terus berteriak dan berteriak. Mereka melihat pria yang ada di sudut ruangan itu. Tangannya berada di dalam kobaran lampu minyak yang dibawanya. Dia menangis dan menangis. Sementara gadis itu berteriak. Mereka pun membawa gadis itu keluar dari rumahnya. Gadis itu berkata, “Jauhkan aku dari pria itu, karena demi Allah keimanannya membunuhku. Aku melihat sesuatu di hadapanku yang tak dapat kujelaskan. Dan hal ini berpengaruh pada hati dan pikiranku. Iman pria itu membunuhku. Jadi, tolong jauhkan aku darinya.” Pria itu menangis di sudut ruangan, karena setiap kali ia mengambil satu langkah untuk mendekati gadis itu, dia meletakkan tangannya di atas lampu minyak yang dibawanya dan berkata, “Ingatlah bahwa api Jahannam lebih panas daripada api dunia ini.” Sampai akhirnya dia terjatuh ke lantai… Kemudian ketika dia mampu berdiri lagi, dia pun berdiri dan mengambil satu langkah menuju gadis itu. Ketika dia mengambil satu langkah menuju gadis itu, dia kembali memasukkan tangannya ke dalam api dan berkata, “Ingatlah bahwa api neraka jauh lebih panas dairpada api dunia ini.” Dia terus melakukan hal ini sampai tangannya tetap berada di dalam apinya. Gadis itu pergi, setelah dibawa oleh orang-orang. Kemudian pria itu memohon ampun kepada Allah. Dia berkata, “Ya Allah, ampuni aku atas dosa yang telah kulakukan.” Dosa apa yang dilakukan pria ini? Apa yang dia lakukan? Dia menjauh dari zina. Dia menjauh dari gadis tercantik di negeri itu. Dosa apa yang dilakukannya? Dia berkata, “Ya Allah, ampuni aku atas langkah kakiku yang berjalan menuju gadis itu.” Lihatlah keimanan pria ini, lihatlah keimanan orang-orang shaleh. Tidak ada yang dapat menggoda mereka. Tidak ada yang dapat menjauhkan mereka dari Allah. ditulis ulang oleh Ibnu Abdil Bari.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Sedangkan pemuda tersebut memiliki kesempatan untuk melakukan maksiat. Yang membuatnya bertahan yaitu imannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka dari itu kesempatan untuk tidak dapat melakukan maksiat adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat besar. Seseorang yang tidak diberikan waktu dan kesempatan untuk bermaksiat adalah sebuah nikmat yang terbesar dari nikmat-nikmat terbesar besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita semua.

Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk jauh dari maksiat. Ada sebagian orang dimana ia benar benar di uji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kemaksiatan

Maka bersyukurlah jika kita tidak diberikan kesempatan untuk bermaksiat.

Jika kita tidak pernah terpikirkan untuk menginggalkan ibadah. Jika kita tidak pernah terpikirkan untuk mencuri, berzina, minum khamer. Dimana pada saat itu kita mempunyai kesempatan untuk melakukannya. Maka bersyukurlah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah memberikan sepintas pun pemikiran kepada kita untuk melakukannya.

Hal ini merupakan tadabbur atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Lihat juga video-nya Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Nun walqalami wama yasthurun


أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kenapa Muslim Mencium Hajar Aswad? Ini Jawabannya!

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kenapa Muslim Mencium Hajar Aswad? Ini Jawabannya!

Berikut ini adalah kajian dari Ustadz M Abduh Tuasikal yang membahas tentang “Kenapa Muslim Mencium Hajar Aswad?”, yuk kita simak..


Mungkin ada yang bertanya,

“kok bisa kaum muslimin diperintahkan untuk mencium sebuah batu?”

Batu hitam yang ada di pojok ka’bah, yang kita kenal yaitu “hajar aswat“. Kok sampai melakukan seperti ini? bukankah seperti ini adalah paganisme? menyembah batu? maka ini akan terjawab dengan apa yang dikatakan Umar bin Khattab radhiallahu anhu.

Pernah Abbas bin Radhiyah dia bertemu dengan Umar, tatkala itu dia menyampaikan kepada Umar, sesuatu dan dia dapati dari Umar bahwasanya Umar itu baru saja mencium hajar aswat. Dan dia bertanya,

“Aku melihat engkau wahai Umar, mencium hajar aswat. Kenapa demikian?”.

Maka ketika itu Umar menjawab,

“Sesungguhnya aku, menciummu wahai hajar aswat.”

Dia mengatakan seolah-olah berdialog dengan hajar aswat, sebuah batu tadi.

“Sesungguhnya jika aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan menciummu.”

Jadi kita bisa ambil pelajaran, hajar aswat adalah hanya sebuah batu yang tidak bisa mendatangkan manfaat, tidak bisa memberikan bahaya. Namun Umar menyebutkan sebab di sini, dalam riwayat hadist Muslim tadi, sebab kenapa dia sampai mencium hajar aswat, hanya karena mengikuti apa yang di praktikan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Berarti kita bukan menyembahnya.

Hanya karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menciumnya, kita juga menciumnya. Buktinya lagi ketika kita tidak mampu menciumnya, ketika kita memulai thawaf maka kita cukup mengusapnya, jika tidak mampu mengusapnya kita cukup dengan melambaikan tangan berisyarat dengan mengucapkan bismillah allahu akbar.

Itu tandanya juga kita tidak harus mencium hajar aswat. Intinya kita dapat ambil pelajaran yang lainnya, kita memang harus mengikuti apa yang nabi Rasulullah shalallhu alaihi wasallam itu perintahkan. Beliau melakukan seperti dalam ibadah thawaf maka kita ikuti seperti itu. Untuk ibadah-ibadah yag lainnya, dala shalat kita, zikir kita, ibadah yang lainnya, kita juga berusaha untuk mengikut nabi Rasulullah shalallhu alaihi waslllam.

Rasulullah pernah bersabda,

“Siapa yang melakukan amalan, yang tidak ada tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”

Dan* Ibnu ma’sub* pernah mengatakan,

  • “Ikuti saja petunjuk Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, jangan membuat-buat sesuatu yang tidak ada tuntunannya, dengan tuntunan Rasulullah itu sudah mencukupi kalian.”

Mudah-mudahan kita semakin semangat dalam ibadah, dan berusaha terus untuk mengikuti apa yang Rasulullah ajarkan.


Dan seperti itu lah ringkasan kajian dari Ustadz M Abduh Tuasikal judul “Kenapa Muslim Mencium Hajar Aswad?”…

Dan berikut juga aku lampirkan video kajiannya