LAB 26: Hotspot Via Wireless

LAB 26: Hotspot Via Wireless
Pernah berlangganan wifi.id atau semacamnya? Wifi.id tersebut biasanya berupa hotspot yang mana memerlukan authentikasi username dan password agar bisa browsing. Kali ini kita akan labkan. Namun tentu hotspot sederhana.

Langsung saja untuk labnya.

  1. Langkah awal, buatlah wireless mode ap bridge.
  2. Berikan IP Address pada interface wlan1
  3. Selanjutnya, buatlah hotspot setup via interface wlan1.
  4. Lalu ikuti gambar berikut.
  5. Keterangan: 

    1. Local address network : Network untuk hotspot tersebut. 
    2. Address Pool : IP Address yang akan disiapkan untuk client yang terhubung.
    3. Sertificate
    4. Smtp Server
    5. DNS server
    6. DNS Name
    7. Local hotspot User. 
    8. Setup Complete.
  6. lalu konekkan Perangkat kita (PC/Mobile) ke SSID yang kita buat sebelumnya>
  7. Cobalah untuk mengakses IP Address dari wirelsss untuk mengakses hotspot tersebut.
  8. Maka halaman login akan terbuka. Selanjunya login dengan menggunakan username dan password yang telah kita buat sebelumnya.
  9. Jika kogin berhasil, maka webpage kita akan seperti pada gambar dibawah ini.

LAB 26: Hotspot Via Wireless

LAB 26: Hotspot Via Wireless
Pernah berlangganan wifi.id atau semacamnya? Wifi.id tersebut biasanya berupa hotspot yang mana memerlukan authentikasi username dan password agar bisa browsing. Kali ini kita akan labkan. Namun tentu hotspot sederhana.

Langsung saja untuk labnya.

  1. Langkah awal, buatlah wireless mode ap bridge.
  2. Berikan IP Address pada interface wlan1
  3. Selanjutnya, buatlah hotspot setup via interface wlan1.
  4. Lalu ikuti gambar berikut.
  5. Keterangan: 

    1. Local address network : Network untuk hotspot tersebut. 
    2. Address Pool : IP Address yang akan disiapkan untuk client yang terhubung.
    3. Sertificate
    4. Smtp Server
    5. DNS server
    6. DNS Name
    7. Local hotspot User. 
    8. Setup Complete.
  6. lalu konekkan Perangkat kita (PC/Mobile) ke SSID yang kita buat sebelumnya>
  7. Cobalah untuk mengakses IP Address dari wirelsss untuk mengakses hotspot tersebut.
  8. Maka halaman login akan terbuka. Selanjunya login dengan menggunakan username dan password yang telah kita buat sebelumnya.
  9. Jika kogin berhasil, maka webpage kita akan seperti pada gambar dibawah ini.

LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

Pada lab menghubungkan router ke internet via ethernet  telah kita labkan pada lab-lab sebelumnya. Adapun untuk menghubungkan router kita ke internet via wireless maka prinsipnya pun sebenarnya sama. Langsung saja labnya.
  1. Pastikan router kita telah terhubung ke akses point, tentu saja wireless mode dari router kita adalah mode station atau station bridge seperti yang telah kita labkan sebelumnya, dan pastikan statusnya R.
  2. Selanjutnya tambahkan konfigurasi DHCP Client pada interface wlan1.
Selanjutnya kita tambahkan konfigurasi default route. Namun untuk mengetahui IP Address gatewaynya maka kita guna fitur Neighbours beperti berikut

  • Dari pengecekan IP Neighbours tersebut maka kita mengetahu IP Address dari Akses Point (AP) yang terhubung dengan router kita. Dimana pada lab ini IP Address dari AP adalah 192.168.95.1. Maka selanjutnya kita tambahkan konfigurasi Default Route.
  • Selanjutnya test Ping ke 8.8.8.8

    Pada test Ping diatas terlihat bahwasanya router tersebut telah terhubung dengan internet. Adapun untuk menghubung Client dari router kita ke internet, maka kita tunggal menambahkan konfigurasi Firewall NAT pada router kita seperti yang telah dijelaskan pada LAB-LAB sebelumnya.

    LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

    LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

    Pada lab menghubungkan router ke internet via ethernet  telah kita labkan pada lab-lab sebelumnya. Adapun untuk menghubungkan router kita ke internet via wireless maka prinsipnya pun sebenarnya sama. Langsung saja labnya.
    1. Pastikan router kita telah terhubung ke akses point, tentu saja wireless mode dari router kita adalah mode station atau station bridge seperti yang telah kita labkan sebelumnya, dan pastikan statusnya R.
    2. Selanjutnya tambahkan konfigurasi DHCP Client pada interface wlan1.
    Selanjutnya kita tambahkan konfigurasi default route. Namun untuk mengetahui IP Address gatewaynya maka kita guna fitur Neighbours beperti berikut

  • Dari pengecekan IP Neighbours tersebut maka kita mengetahu IP Address dari Akses Point (AP) yang terhubung dengan router kita. Dimana pada lab ini IP Address dari AP adalah 192.168.95.1. Maka selanjutnya kita tambahkan konfigurasi Default Route.
  • Selanjutnya test Ping ke 8.8.8.8

    Pada test Ping diatas terlihat bahwasanya router tersebut telah terhubung dengan internet. Adapun untuk menghubung Client dari router kita ke internet, maka kita tunggal menambahkan konfigurasi Firewall NAT pada router kita seperti yang telah dijelaskan pada LAB-LAB sebelumnya.

    LAB 24 : Virtual AP

    LAB 24 : Virtual AP

    Sebelumnya kita telah labkan wireless mode AP. Ternyata, AP pun bisa kita buat virtualnya. Jadi seolah-olah ada 2 Akses Point, padahal sebenarnya hanya ada satu akses point saja. Dengan virtual AP ini kita bisa memiliki dua atau lebih SSID yang berbeda.
    Untuk langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut.
    1. Masuk ke menu wureless –> interface –> tambahkan interface virtual
    2. Lalu, atur mode dari virtual AP tersebut menjadi AP Bridge, masukkan SSID sesuai dengan keinginan, pada kolom master interface masukkan wlan1, sedangkan untuk security profilenya kita bisa pilih sesuai dengan security profile yang telah kita buat sebelumnya ataupun kita bisa membuat security profile yang baru.
    3. Berikut tampilan di wireless table setelah kita tambahkan virtual AP.
    4. Selanjutnya SSID dari virtual AP tersebut akan terdeteksi dan kita tinggal menghubungkannya dengan PC kita.

    LAB 24 : Virtual AP

    LAB 24 : Virtual AP

    Sebelumnya kita telah labkan wireless mode AP. Ternyata, AP pun bisa kita buat virtualnya. Jadi seolah-olah ada 2 Akses Point, padahal sebenarnya hanya ada satu akses point saja. Dengan virtual AP ini kita bisa memiliki dua atau lebih SSID yang berbeda.
    Untuk langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut.
    1. Masuk ke menu wureless –> interface –> tambahkan interface virtual
    2. Lalu, atur mode dari virtual AP tersebut menjadi AP Bridge, masukkan SSID sesuai dengan keinginan, pada kolom master interface masukkan wlan1, sedangkan untuk security profilenya kita bisa pilih sesuai dengan security profile yang telah kita buat sebelumnya ataupun kita bisa membuat security profile yang baru.
    3. Berikut tampilan di wireless table setelah kita tambahkan virtual AP.
    4. Selanjutnya SSID dari virtual AP tersebut akan terdeteksi dan kita tinggal menghubungkannya dengan PC kita.

    LAB 23: AP Bridge

    LAB 23: AP Bridge

    Sebelumnya kita sudah labkan wireless mode station atau penerima. Sekarang kita akan labkan agar interface wireless pada router kita bisa bertindak sebagai pemancar atau lebih sering disebut dengan istliah Akses Poin. Adapun konfigurasinya adalah sebagai berikut.
    1. Klik wireless — > Interface –> pilih mode AP Bridge dan teruskan pengaturan seperti pada gambar dibawah ini.
    2. Setelah klik OK, maka SSID yang kita buat sebelumny akan terdeteksi.
    3. Catatan : Untuk pilihan isian Frekuensi diatas kita bisa pilih Frekuensi yang paling sedikit gangguan atau penggunanya. Caranya klik Scan pada gambar diatas. Lalu pilih interface wlan dan klik start. Selanjutnya akan terlihat frekuensi-rekuensi yang sedang digunakan, kita bisa pilih frekuensi yng paling sedikit penggunanya dan yang paling noisenya.
    4. Agar client bisa terhubung dan berkomunikasi denan router yang bertindak sebagai akses point tersebut, maka pada interface wlan di router kita berikan IP Address dan DHCP Server.
    5. Selanjutnya setelah melakukan konfigurasi DHCP Server pada router, lalu kita hubungkan PC Client dengan SSID tersebut.

    LAB 23: AP Bridge

    LAB 23: AP Bridge

    Sebelumnya kita sudah labkan wireless mode station atau penerima. Sekarang kita akan labkan agar interface wireless pada router kita bisa bertindak sebagai pemancar atau lebih sering disebut dengan istliah Akses Poin. Adapun konfigurasinya adalah sebagai berikut.
    1. Klik wireless — > Interface –> pilih mode AP Bridge dan teruskan pengaturan seperti pada gambar dibawah ini.
    2. Setelah klik OK, maka SSID yang kita buat sebelumny akan terdeteksi.
    3. Catatan : Untuk pilihan isian Frekuensi diatas kita bisa pilih Frekuensi yang paling sedikit gangguan atau penggunanya. Caranya klik Scan pada gambar diatas. Lalu pilih interface wlan dan klik start. Selanjutnya akan terlihat frekuensi-rekuensi yang sedang digunakan, kita bisa pilih frekuensi yng paling sedikit penggunanya dan yang paling noisenya.
    4. Agar client bisa terhubung dan berkomunikasi denan router yang bertindak sebagai akses point tersebut, maka pada interface wlan di router kita berikan IP Address dan DHCP Server.
    5. Selanjutnya setelah melakukan konfigurasi DHCP Server pada router, lalu kita hubungkan PC Client dengan SSID tersebut.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    Mode station bridige ini merupakan mode wireless yang digunakan untuk menerima sinyal yang dipancarkan oleh Akses Point. Ada beberapa mode yang bisa kita gunakan untuk menerima pancaran sinyal tersebut yakni mode station, station bridge, station pseudo bridge, station pseudo bridge clone, dll. Adapun perbedaan antara masing-masing mode tersebut akan kita bahas pada artikel selanjutnya
    Adapun topologi yang kita gunakan adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

    Utuk langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut:
    1. Masuk ke menu Wireless -> Interface
    2. Berikut tampilan wireless table setelah di enable.
    3. Selanjutnya Double klik pada wlan1. Maka akan tampil setting wireless wlan1. Lalu atur mode=station bridge –> apply –> scan.
    4.  

    5. Setelah kita klik scan, maka akan tampil tampilan seperti berikut. Lalu pilih interface yang akan kita gunakan untuk melakukan scanning, pada lab ini kita menggunakan wlan1. Lalu klik start, maka akan tampil beberapa SSID yang terbaca di router. Lalu pilih SSID yang akan kita hubungkan dengan router kita, terakhir klik Connect.
    6. Selanjutnya, SSID pada interface wireless kita akan otomatis berubah mengikuti SSID yang kita terhubung dengannya. Karena SSID yang kita terhubung dengannya tersebut membutuhkan password untuk terhubung, maka dibagian security profile kita masukkan securoty profile yang sudah kita buat sebelumnya. Terakhir klik OK.
      Hingga tahap ini, router kita yang bertindak sebagai penerima (Station) sudah terhubung dengan router yang bertindak sebagai pemancar (AP) yang ditandai dengan status R router yang berarti Running pada interface wilan1.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    Mode station bridige ini merupakan mode wireless yang digunakan untuk menerima sinyal yang dipancarkan oleh Akses Point. Ada beberapa mode yang bisa kita gunakan untuk menerima pancaran sinyal tersebut yakni mode station, station bridge, station pseudo bridge, station pseudo bridge clone, dll. Adapun perbedaan antara masing-masing mode tersebut akan kita bahas pada artikel selanjutnya
    Adapun topologi yang kita gunakan adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

    Utuk langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut:
    1. Masuk ke menu Wireless -> Interface
    2. Berikut tampilan wireless table setelah di enable.
    3. Selanjutnya Double klik pada wlan1. Maka akan tampil setting wireless wlan1. Lalu atur mode=station bridge –> apply –> scan.
    4.  

    5. Setelah kita klik scan, maka akan tampil tampilan seperti berikut. Lalu pilih interface yang akan kita gunakan untuk melakukan scanning, pada lab ini kita menggunakan wlan1. Lalu klik start, maka akan tampil beberapa SSID yang terbaca di router. Lalu pilih SSID yang akan kita hubungkan dengan router kita, terakhir klik Connect.
    6. Selanjutnya, SSID pada interface wireless kita akan otomatis berubah mengikuti SSID yang kita terhubung dengannya. Karena SSID yang kita terhubung dengannya tersebut membutuhkan password untuk terhubung, maka dibagian security profile kita masukkan securoty profile yang sudah kita buat sebelumnya. Terakhir klik OK.
      Hingga tahap ini, router kita yang bertindak sebagai penerima (Station) sudah terhubung dengan router yang bertindak sebagai pemancar (AP) yang ditandai dengan status R router yang berarti Running pada interface wilan1.