Konfigurasi Nginx Reverse Proxy pada CentOS 7

Nginx memiliki sebuah fitur yang disebut dengan Reverse Proxy yaitu sebuah fitur yang memungkinkan kita memiliki satu server frontend atau controller, dan backend dibelakang server controller, nantinya server yang menerima permintaan client adalah frontend/controller kemudian akan diteruskan menuju salah satu server backend tergantung permintaan client.

Kali ini saya akan mengkonfigurasi Reverse Proxy Nginx berdasarkan topologi dibawah ini :

Topologi

Terdapat satu server controller dan dua server backend, jika client mengakses www.network.dz/node01 maka akan diarahkan pada server backend #1 begitu pula untuk /node02.

Server Controller

  1. Pastikan server ini sudah terinstall nginx sebelumnya, jika belum bisa lihat postingan saya yang ini.
  2. Setelah server sudah terinstall nginx, buka kembali file konfigurasi /etc/nginx/nginx.conf. Catatan : server ini sudah saya konfigurasi SSL sebelumnya, jika tidak ingin menggunakan SSL abaikan dan ganti beberapa sintaks.
  3. [root@m1-dz ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    #Cari bagian server {}
    server {
    listen 443 ssl; #ganti menjadi 80 dan hapus SSL jika tidak ingin mengaktifkan SSL
    #listen [::]:80 default_server;
    server_name www.network.dz;
    root /usr/share/nginx/html;
    #abaikan tulisan merah ini jika tidak ingin mengaktifkan SSL
    ssl_protocols TLSv1 TLSv1.1 TLSv1.2;
    ssl_prefer_server_ciphers on;
    ssl_ciphers ECDHE+RSAGCM:ECDH+AESGCM:DH+AESGCM:ECDH+AES256:DH+AES256:ECDH+AES128:DH+AES:!aNULL!eNull:!EXPORT:!DES:!3DES:!MD5:!DSS;
    ssl_certificate /etc/pki/tls/certs/web-cert.crt;
    ssl_certificate_key /etc/pki/tls/private/web-key.key;


    proxy_redirect off;
    proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
    proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
    proxy_set_header Host $http_host;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location /node01 { #untuk /node01 mengarah ke node01.network.dz
    proxy_pass http://node01.network.dz/;
    }

    location /node02 {
    proxy_pass http://node02.network.dz/;
    }


  4. Cek sintaks konfigurasi.
  5. [root@m1-dz ~]# nginx -t
    nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
    nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful
  6. Restart nginx untuk memperbarui konfigurasi.
  7. [root@m1-dz ~]# systemctl restart nginx

Server node01 & node02

  1. Pada kedua server ini tidak ada konfigurasi khusus yang dilakukan, bahkan jika kedua server ini menggunakan apache tidak menjadi masalah, cukup install web server apache/nginx biasa pada kedua server ini.
  2. Contoh file konfigurasi nginx /etc/nginx/nginx.conf pada kedua server ini.
  3. #Server Node01
    [root@node01 ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server;
    server_name node01.network.dz; #sesuai dengan subdomain server
    root /usr/share/nginx/html;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location / {
    }

    #Server Node02
    [root@node02 ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server;
    server_name node02.network.dz; #sesuai dengan subdomain server
    root /usr/share/nginx/html;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location / {
    }
    #Bisa dilihat tidak ada konfigurasi khusus pada kedua server.
  4. Buat file index.html pada kedua server tersebut.
  5. [root@node01 ~]# vi /usr/share/nginx/html/index.html
    <h1>NODE01 Server BACKEND #1</h1>
    <h2>node01.network.dz</h2>

    [root@node02 ~]# vi /usr/share/nginx/html/index.html
    <h1>NODE02 Server BACKEND #2</h1>
    <h2>node02.network.dz</h2>

Testing Client

Setelah semua konfigurasi selesai kita testing lewat client.

  • Untuk node01
  • Untuk node02

Cukup sampai disini postingan saya kali ini,

Sekian terima kasih.

Referensi

Server World

Konfigurasi Nginx Reverse Proxy pada CentOS 7

Nginx memiliki sebuah fitur yang disebut dengan Reverse Proxy yaitu sebuah fitur yang memungkinkan kita memiliki satu server frontend atau controller, dan backend dibelakang server controller, nantinya server yang menerima permintaan client adalah frontend/controller kemudian akan diteruskan menuju salah satu server backend tergantung permintaan client.

Kali ini saya akan mengkonfigurasi Reverse Proxy Nginx berdasarkan topologi dibawah ini :

Topologi

Terdapat satu server controller dan dua server backend, jika client mengakses www.network.dz/node01 maka akan diarahkan pada server backend #1 begitu pula untuk /node02.

Server Controller

  1. Pastikan server ini sudah terinstall nginx sebelumnya, jika belum bisa lihat postingan saya yang ini.
  2. Setelah server sudah terinstall nginx, buka kembali file konfigurasi /etc/nginx/nginx.conf. Catatan : server ini sudah saya konfigurasi SSL sebelumnya, jika tidak ingin menggunakan SSL abaikan dan ganti beberapa sintaks.
  3. [root@m1-dz ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    #Cari bagian server {}
    server {
    listen 443 ssl; #ganti menjadi 80 dan hapus SSL jika tidak ingin mengaktifkan SSL
    #listen [::]:80 default_server;
    server_name www.network.dz;
    root /usr/share/nginx/html;
    #abaikan tulisan merah ini jika tidak ingin mengaktifkan SSL
    ssl_protocols TLSv1 TLSv1.1 TLSv1.2;
    ssl_prefer_server_ciphers on;
    ssl_ciphers ECDHE+RSAGCM:ECDH+AESGCM:DH+AESGCM:ECDH+AES256:DH+AES256:ECDH+AES128:DH+AES:!aNULL!eNull:!EXPORT:!DES:!3DES:!MD5:!DSS;
    ssl_certificate /etc/pki/tls/certs/web-cert.crt;
    ssl_certificate_key /etc/pki/tls/private/web-key.key;


    proxy_redirect off;
    proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
    proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
    proxy_set_header Host $http_host;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location /node01 { #untuk /node01 mengarah ke node01.network.dz
    proxy_pass http://node01.network.dz/;
    }

    location /node02 {
    proxy_pass http://node02.network.dz/;
    }


  4. Cek sintaks konfigurasi.
  5. [root@m1-dz ~]# nginx -t
    nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
    nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful
  6. Restart nginx untuk memperbarui konfigurasi.
  7. [root@m1-dz ~]# systemctl restart nginx

Server node01 & node02

  1. Pada kedua server ini tidak ada konfigurasi khusus yang dilakukan, bahkan jika kedua server ini menggunakan apache tidak menjadi masalah, cukup install web server apache/nginx biasa pada kedua server ini.
  2. Contoh file konfigurasi nginx /etc/nginx/nginx.conf pada kedua server ini.
  3. #Server Node01
    [root@node01 ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server;
    server_name node01.network.dz; #sesuai dengan subdomain server
    root /usr/share/nginx/html;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location / {
    }

    #Server Node02
    [root@node02 ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server;
    server_name node02.network.dz; #sesuai dengan subdomain server
    root /usr/share/nginx/html;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location / {
    }
    #Bisa dilihat tidak ada konfigurasi khusus pada kedua server.
  4. Buat file index.html pada kedua server tersebut.
  5. [root@node01 ~]# vi /usr/share/nginx/html/index.html
    <h1>NODE01 Server BACKEND #1</h1>
    <h2>node01.network.dz</h2>

    [root@node02 ~]# vi /usr/share/nginx/html/index.html
    <h1>NODE02 Server BACKEND #2</h1>
    <h2>node02.network.dz</h2>

Testing Client

Setelah semua konfigurasi selesai kita testing lewat client.

  • Untuk node01
  • Untuk node02

Cukup sampai disini postingan saya kali ini,

Sekian terima kasih.

Referensi

Server World

Konfigurasi Nginx dengan PHP-FPM pada CentOS7

Nginx adalah sebuah aplikasi yang menyediakan layanan Web Server, aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan PHP-FPM yang merupakan alternatif untuk memproses konten script PHP,  dengan kita menginstall nginx dan php-fpm, aplikasi nginx dapat memproses script PHP dan hasil outputnya akan ditampilkan di komputer client.

Saya akan menginstall Nginx dan PHP-FPM di sebuah server yang bersistem operasi CentOS 7, kedua aplikasi ini terdapat didalam repositori remi, untuk itu sebelum menginstallnya kita harus memasukan repo remi di server.

Topologi

Berikut ini adalah topologi server yang akan dikonfigurasi :

Web Server

  1. Pada web server pastikan nginx sudah dapat beroperasi sebelumnya, jika belum bisa lihat postingan saya yang ini.
  2. Untuk menginstall PHP-FPM kita perlu menginstall repo REMI, karena paket PHP-FPM berada pada repo REMI ini, setelah itu baru kita menginstall paket PHP-FPM nya.
  3. [root@node01 ~]# yum -y install http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-7.rpm
    [root@node01 ~]# yum -y install php70 php70-php-pear php70-php-mbstring php70-php-fpm
  4. Setelah proses installasi selesai, kemudian kita lakukan Load Environtment PHP70.
  5. [root@node01 ~]# php70 -v #melihat versi PHP
    PHP 7.0.30 (cli) (built: Apr 24 2018 20:40:19) ( NTS )
    Copyright (c) 1997-2017 The PHP Group
    Zend Engine v3.0.0, Copyright (c) 1998-2017 Zend Technologies

    [root@node01 ~]# scl enable php70 bash

    #Buat file seperti dibawah ini agar php70 dapat berjalan otomatis ketika server menyala
    [root@node01 ~]# vi /etc/profile.d/php70.sh
    #!/bin/bash

    source /opt/remi/php70/enable
    export X_SCLS="`scl enable php70 'echo $X_SCLS'`"

  6. Edit file konfigurasi PHP-FPM pada /etc/opt/remi/php70/php-fpm.d/www.conf.
  7. [root@node01 ~]# vi /etc/opt/remi/php70/php-fpm.d/www.conf
    #cari tulisan seperti dibawah ini, ganti tulisan apache menjadi nginx
    ; RPM: apache user chosen to provide access to the same directories as httpd
    user = nginx
    ; RPM: Keep a group allowed to write in log dir.
    group = nginx
  8. Jalankan service PHP-FPM.
  9. [root@node01 ~]# systemctl start php70-php-fpm
    [root@node01 ~]# systemctl enable php70-php-fpm
  10. Pastikan PHP-FPM berjalan pada port 9000.
  11. [root@node01 ~]# ss -napt | grep php-fpm
    LISTEN 0 128 :::9000 :::*
    users:(("php-fpm",pid=978,fd=0),("php-fpm",pid=977,fd=0),("php-fpm",pid=976,fd=0),("php-fpm",pid=975,fd=0),("php-fpm",pid=974,fd=0),("php-fpm",pid=918,fd=6))
  12. Setelah itu edit file konfigurasi nginx untuk mengintegrasikan dengan PHP-FPM.
  13. [root@node01 ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server;
    server_name node01.network.dz;
    root /usr/share/nginx/html;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location / {
    }
    #tambahkan script dibawah ini didalam server {}
    location ~ \.php$ {
    fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
    fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
    fastcgi_param PATH_INFO $fastcgi_path_info;
    include fastcgi_params;
    }

  14. Restart nginx untuk memperbarui konfigurasi.
  15. [root@node01 ~]# systemctl restart nginx
  16. Buat file index.php pada direktori root web server.
  17. [root@node01 ~]# echo '<?php phpinfo(); ?>' > /usr/share/nginx/html/index.php
  18. Terakhir testing client apakah sudah dapat bekerja.

Sampai disini saja postingan saya kali ini,
Sekian dan terima kasih.

Referensi

Server World

Konfigurasi Nginx dengan PHP-FPM pada CentOS7

Nginx adalah sebuah aplikasi yang menyediakan layanan Web Server, aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan PHP-FPM yang merupakan alternatif untuk memproses konten script PHP,  dengan kita menginstall nginx dan php-fpm, aplikasi nginx dapat memproses script PHP dan hasil outputnya akan ditampilkan di komputer client.

Saya akan menginstall Nginx dan PHP-FPM di sebuah server yang bersistem operasi CentOS 7, kedua aplikasi ini terdapat didalam repositori remi, untuk itu sebelum menginstallnya kita harus memasukan repo remi di server.

Topologi

Berikut ini adalah topologi server yang akan dikonfigurasi :

Web Server

  1. Pada web server pastikan nginx sudah dapat beroperasi sebelumnya, jika belum bisa lihat postingan saya yang ini.
  2. Untuk menginstall PHP-FPM kita perlu menginstall repo REMI, karena paket PHP-FPM berada pada repo REMI ini, setelah itu baru kita menginstall paket PHP-FPM nya.
  3. [root@node01 ~]# yum -y install http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-7.rpm
    [root@node01 ~]# yum -y install php70 php70-php-pear php70-php-mbstring php70-php-fpm
  4. Setelah proses installasi selesai, kemudian kita lakukan Load Environtment PHP70.
  5. [root@node01 ~]# php70 -v #melihat versi PHP
    PHP 7.0.30 (cli) (built: Apr 24 2018 20:40:19) ( NTS )
    Copyright (c) 1997-2017 The PHP Group
    Zend Engine v3.0.0, Copyright (c) 1998-2017 Zend Technologies

    [root@node01 ~]# scl enable php70 bash

    #Buat file seperti dibawah ini agar php70 dapat berjalan otomatis ketika server menyala
    [root@node01 ~]# vi /etc/profile.d/php70.sh
    #!/bin/bash

    source /opt/remi/php70/enable
    export X_SCLS="`scl enable php70 'echo $X_SCLS'`"

  6. Edit file konfigurasi PHP-FPM pada /etc/opt/remi/php70/php-fpm.d/www.conf.
  7. [root@node01 ~]# vi /etc/opt/remi/php70/php-fpm.d/www.conf
    #cari tulisan seperti dibawah ini, ganti tulisan apache menjadi nginx
    ; RPM: apache user chosen to provide access to the same directories as httpd
    user = nginx
    ; RPM: Keep a group allowed to write in log dir.
    group = nginx
  8. Jalankan service PHP-FPM.
  9. [root@node01 ~]# systemctl start php70-php-fpm
    [root@node01 ~]# systemctl enable php70-php-fpm
  10. Pastikan PHP-FPM berjalan pada port 9000.
  11. [root@node01 ~]# ss -napt | grep php-fpm
    LISTEN 0 128 :::9000 :::*
    users:(("php-fpm",pid=978,fd=0),("php-fpm",pid=977,fd=0),("php-fpm",pid=976,fd=0),("php-fpm",pid=975,fd=0),("php-fpm",pid=974,fd=0),("php-fpm",pid=918,fd=6))
  12. Setelah itu edit file konfigurasi nginx untuk mengintegrasikan dengan PHP-FPM.
  13. [root@node01 ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
    server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server;
    server_name node01.network.dz;
    root /usr/share/nginx/html;

    # Load configuration files for the default server block.
    include /etc/nginx/default.d/*.conf;

    location / {
    }
    #tambahkan script dibawah ini didalam server {}
    location ~ \.php$ {
    fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
    fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
    fastcgi_param PATH_INFO $fastcgi_path_info;
    include fastcgi_params;
    }

  14. Restart nginx untuk memperbarui konfigurasi.
  15. [root@node01 ~]# systemctl restart nginx
  16. Buat file index.php pada direktori root web server.
  17. [root@node01 ~]# echo '<?php phpinfo(); ?>' > /usr/share/nginx/html/index.php
  18. Terakhir testing client apakah sudah dapat bekerja.

Sampai disini saja postingan saya kali ini,
Sekian dan terima kasih.

Referensi

Server World

Konfigurasi Virtual Host nginx pada CentOS 7

Virtual Hosting adalah salah satu metode pada web server yang memungkinkan dalam satu server terdapat konten web site yang berbeda beda, cara membedakannya dengan alamat domain atau sub domain yang diakses, sehingga bisa dikatakan dalam satu server memiliki lebih dari satu domain atau sub domain.

Kegunaan dari Virtual Hosting ini kita dapat meletakan sejumlah aplikasi web based dalam satu server yang sama, misalnya untuk www berisi halaman default dari web server dan untuk webmail berisi halaman webmail untuk mengakses mail server.

Topologi

Kali ini saya akan membahas konfigurasi virtual hosting pada nginx berdasarkan topologi dibawah ini :

Pada topologi diatas, web server memiliki 3 subdomain yang berbeda, nantinya masing-masing subdomain memiliki isi yang berbeda beda menggunakan virtual host.

Web Server

  1. Pastikan server dan nginx sudah dapat berjalan dan dikonfigurasi sebelumnya.
  2. Jika belum dapat dilihat pada postingan saya yang ini, Jika sudah kita buat file konfigurasi vhost pada direktori /etc/nginx/conf.d/.
  3. [root@m1-dz ~]# vi /etc/nginx/conf.d/vhost.conf
    server {
    listen 80;
    server_name admin.network.dz; #subdomain yang diinginkan

    location / {
    root /usr/share/nginx/admin; #lokasi file html
    index index.html;
    }
    }


    server {
    listen 80;
    server_name webmail.network.dz;

    location / {
    root /usr/share/nginx/webmail;
    index index.html;
    }
    }


  4. Lakukan pengecekan sintaks, pastikan tidak ada yang error.
  5. [root@m1-dz ~]# nginx -t
    nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
    nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful
  6. Buat file html pada masing-masing root direcotry situs web.
  7. [root@m1-dz ~]# mkdir /usr/share/nginx/admin /usr/share/nginx/webmail
    [root@m1-dz ~]# vi /usr/share/nginx/admin/index.html
    <h1>Admin website</h1>
    <h2>admin.network.dz</h2>

    [root@m1-dz ~]# vi /usr/share/nginx/webmail/index.html
    <h1>Webmail website</h1>
    <h2>webmail.network.dz</h2>
  8. Restart aplikasi nginx untuk memperbarui konfigurasi.
  9. [root@m1-dz ~]# systemctl restart nginx
  10. Testing akses  domain-domain tersebut lewat client.

Jika tidak ada masalah sampai disini, maka konfigurasi yang dilakukan telah selesai.

Sekian terima kasih.

Referensi

  • Server World
  • Konfigurasi Virtual Host nginx pada CentOS 7

    Virtual Hosting adalah salah satu metode pada web server yang memungkinkan dalam satu server terdapat konten web site yang berbeda beda, cara membedakannya dengan alamat domain atau sub domain yang diakses, sehingga bisa dikatakan dalam satu server memiliki lebih dari satu domain atau sub domain.

    Kegunaan dari Virtual Hosting ini kita dapat meletakan sejumlah aplikasi web based dalam satu server yang sama, misalnya untuk www berisi halaman default dari web server dan untuk webmail berisi halaman webmail untuk mengakses mail server.

    Topologi

    Kali ini saya akan membahas konfigurasi virtual hosting pada nginx berdasarkan topologi dibawah ini :

    Pada topologi diatas, web server memiliki 3 subdomain yang berbeda, nantinya masing-masing subdomain memiliki isi yang berbeda beda menggunakan virtual host.

    Web Server

    1. Pastikan server dan nginx sudah dapat berjalan dan dikonfigurasi sebelumnya.
    2. Jika belum dapat dilihat pada postingan saya yang ini, Jika sudah kita buat file konfigurasi vhost pada direktori /etc/nginx/conf.d/.
    3. [root@m1-dz ~]# vi /etc/nginx/conf.d/vhost.conf
      server {
      listen 80;
      server_name admin.network.dz; #subdomain yang diinginkan

      location / {
      root /usr/share/nginx/admin; #lokasi file html
      index index.html;
      }
      }


      server {
      listen 80;
      server_name webmail.network.dz;

      location / {
      root /usr/share/nginx/webmail;
      index index.html;
      }
      }


    4. Lakukan pengecekan sintaks, pastikan tidak ada yang error.
    5. [root@m1-dz ~]# nginx -t
      nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
      nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful
    6. Buat file html pada masing-masing root direcotry situs web.
    7. [root@m1-dz ~]# mkdir /usr/share/nginx/admin /usr/share/nginx/webmail
      [root@m1-dz ~]# vi /usr/share/nginx/admin/index.html
      <h1>Admin website</h1>
      <h2>admin.network.dz</h2>

      [root@m1-dz ~]# vi /usr/share/nginx/webmail/index.html
      <h1>Webmail website</h1>
      <h2>webmail.network.dz</h2>
    8. Restart aplikasi nginx untuk memperbarui konfigurasi.
    9. [root@m1-dz ~]# systemctl restart nginx
    10. Testing akses  domain-domain tersebut lewat client.

    Jika tidak ada masalah sampai disini, maka konfigurasi yang dilakukan telah selesai.

    Sekian terima kasih.

    Referensi

  • Server World
  • Cara membuat web server dengan Nginx pada CentOS 7

    Web Server adalah sebuah server pada jaringan komputer yang dapat melayani permintaan data berupa konten web site yang tersimpan dalam web server tersebut. Secara default web server menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) untuk berkomunikasi dengan web client, dan protokol transport TCP pada port 80.

    Untuk membuat sebuah web server kita harus menginstall aplikasi yang dapat menerima dan merespon protokol HTTP yang masuk kedalam server. Kali ini aplikasi yang akan saya bahas adalah Nginx, aplikasi ini bersifat open source dan didapatkan secara gratis.

    Topologi

    Web Server

    1. Lakukan konfigurasi IP Address sesuai dengan jaringan dimana server berada atau seperti pada topologi. Cara konfigurasi IP Address lihat disini.
    2. Masuk dalam shell server lewat ssh atau monitor, Kemudian kita install paket aplikasi nginx menggunakan yum.
    3. #Nginx berada di repo EPEL, jadi install repo EPEL terlebih dahulu
      [root@m1-dz ~]# yum -y install epel-release

      #setelah terinstall, baru kita dapat menginstall NGINX
      [root@m1-dz ~]# yum --enablerepo=epel -y install nginx
    4. Edit file konfigurasi nginx yang ada pada /etc/nginx/nginx.conf
    5. [root@m1-dz ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
      server {
      listen 80 default_server;
      listen [::]:80 default_server;
      server_name www.network.dz; #Ganti menjadi domain milik server.
      root /usr/share/nginx/html; #lokasi file html
    6. Buat file index.html yang menjadi isi dari web server ini.
    7. [root@m1-dz ~]# cd /usr/share/nginx/html/
      [root@m1-dz html]# rm -f index.html #hapus file default
      [root@m1-dz html]# vi index.html #buat file baru
      <h1>
      Nginx test</h1>
      <h2>
      www.network.dz</h2>
    8. Test sintaks file konfigurasi, pastikan tidak ada yang error.
    9. [root@m1-dz html]# nginx -t
      nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
      nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful
    10. Buka firewall, kemudian jalankan service nginx.
    11. [root@m1-dz html]# firewall-cmd --add-service=http --permanent
      success
      [root@m1-dz html]# firewall-cmd --reload
      success
      [root@m1-dz html]# systemctl start nginx
      [root@m1-dz html]# systemctl enable nginx
      Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/nginx.service to /usr/lib/systemd/system/nginx.service.
    12. Testing lewat PC Client
    13. Untuk melihat error, dan orang yang mengakses dapat dilakukan dengan perintah dibawah ini.
    14. [root@m1-dz html]# tail -f /var/log/nginx/error.log 
      2018/06/24 10:02:00 [error] 1606#0: *1 open() "/usr/share/nginx/html/favicon.ico" failed (2: No such file or directory), client: 192.168.100.1, server: www.network.dz, request: "GET /favicon.ico HTTP/1.1", host: "www.network.dz", referrer: "http://www.network.dz/"

      [root@m1-dz html]# tail -f /var/log/nginx/access.log
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:00 +0700] "GET / HTTP/1.1" 200 44 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:00 +0700] "GET /favicon.ico HTTP/1.1" 404 3650 "http://www.network.dz/" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:07 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:08 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:08 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:08 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"

    Jika sampai disini tidak ada masalah, maka konfigurasi sudah selesai dan web server sudah dapat digunkan.

    Sekian terima kasih

    Referensi

    Cara membuat web server dengan Nginx pada CentOS 7

    Web Server adalah sebuah server pada jaringan komputer yang dapat melayani permintaan data berupa konten web site yang tersimpan dalam web server tersebut. Secara default web server menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) untuk berkomunikasi dengan web client, dan protokol transport TCP pada port 80.

    Untuk membuat sebuah web server kita harus menginstall aplikasi yang dapat menerima dan merespon protokol HTTP yang masuk kedalam server. Kali ini aplikasi yang akan saya bahas adalah Nginx, aplikasi ini bersifat open source dan didapatkan secara gratis.

    Topologi

    Web Server

    1. Lakukan konfigurasi IP Address sesuai dengan jaringan dimana server berada atau seperti pada topologi. Cara konfigurasi IP Address lihat disini.
    2. Masuk dalam shell server lewat ssh atau monitor, Kemudian kita install paket aplikasi nginx menggunakan yum.
    3. #Nginx berada di repo EPEL, jadi install repo EPEL terlebih dahulu
      [root@m1-dz ~]# yum -y install epel-release

      #setelah terinstall, baru kita dapat menginstall NGINX
      [root@m1-dz ~]# yum --enablerepo=epel -y install nginx
    4. Edit file konfigurasi nginx yang ada pada /etc/nginx/nginx.conf
    5. [root@m1-dz ~]# vi /etc/nginx/nginx.conf
      server {
      listen 80 default_server;
      listen [::]:80 default_server;
      server_name www.network.dz; #Ganti menjadi domain milik server.
      root /usr/share/nginx/html; #lokasi file html
    6. Buat file index.html yang menjadi isi dari web server ini.
    7. [root@m1-dz ~]# cd /usr/share/nginx/html/
      [root@m1-dz html]# rm -f index.html #hapus file default
      [root@m1-dz html]# vi index.html #buat file baru
      <h1>
      Nginx test</h1>
      <h2>
      www.network.dz</h2>
    8. Test sintaks file konfigurasi, pastikan tidak ada yang error.
    9. [root@m1-dz html]# nginx -t
      nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
      nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful
    10. Buka firewall, kemudian jalankan service nginx.
    11. [root@m1-dz html]# firewall-cmd --add-service=http --permanent
      success
      [root@m1-dz html]# firewall-cmd --reload
      success
      [root@m1-dz html]# systemctl start nginx
      [root@m1-dz html]# systemctl enable nginx
      Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/nginx.service to /usr/lib/systemd/system/nginx.service.
    12. Testing lewat PC Client
    13. Untuk melihat error, dan orang yang mengakses dapat dilakukan dengan perintah dibawah ini.
    14. [root@m1-dz html]# tail -f /var/log/nginx/error.log 
      2018/06/24 10:02:00 [error] 1606#0: *1 open() "/usr/share/nginx/html/favicon.ico" failed (2: No such file or directory), client: 192.168.100.1, server: www.network.dz, request: "GET /favicon.ico HTTP/1.1", host: "www.network.dz", referrer: "http://www.network.dz/"

      [root@m1-dz html]# tail -f /var/log/nginx/access.log
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:00 +0700] "GET / HTTP/1.1" 200 44 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:00 +0700] "GET /favicon.ico HTTP/1.1" 404 3650 "http://www.network.dz/" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:07 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:08 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:08 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"
      192.168.100.1 - - [24/Jun/2018:10:02:08 +0700] "GET / HTTP/1.1" 304 0 "-" "Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/67.0.3396.79 Safari/537.36" "-"

    Jika sampai disini tidak ada masalah, maka konfigurasi sudah selesai dan web server sudah dapat digunkan.

    Sekian terima kasih

    Referensi

    Konfigurasi DNS Master Slave pada CentOS 7

    Kali ini saya akan mebahas materi kelanjutan dari DNS Server yang sudah saya posting sebelumnya, Pada umumnya dalam jaringan atau server terdapat istilah redudant yang artinya ada penggati jika yang utama mengalami kegagalan. Dalam DNS Server istilahnya adalah Master Slave, server utama yang menyimpan database asli adalah Master, sedangkan server yang hanya menyalin saja dari yang asli disebut dengan Slave.

    Sekarang saya akan menunjukan cara membuat Slave DNS Server, konfigurasi merupakan kelanjutan dari posting saya sebelumnya. Berikut ini adalah topologinya :

    Saya akan menambahkan satu zone forward baru dan satu zone reverse baru yaitu server.net dan 10.0.0.64/26, yang menjadi server Utama adalah dlp1 konfigurasi seperti pada posting sebelumnya, dan dlp2 yang merupakan replika dari dlp1.

    Konfigurasi Server Master

    Di server master kita akan melakukan konfigurasi IP Address server slave yang boleh menyalin database dari server master ini, melanjutkan konfigurasi sebelumnya dan juga menambahkan zone forward, reverse baru.

    1. Edit file konfigurasi bind /etc/named.conf
    2. [root@dlp1 ~]# nano /etc/named.conf
      • Pada bagian allow-transfer tambahkan IP Address server DNS Slave agar diizinkan melakukan transfer penyalinan. Jika tidak ada allow-transfer maka tambahkan saja.
      • options {
        listen-on port 53 { any; };
        listen-on-v6 port 53 { none; };
        directory "/var/named";
        dump-file "/var/named/data/cache_dump.db";
        statistics-file "/var/named/data/named_stats.txt";
        memstatistics-file "/var/named/data/named_mem_stats.txt";
        allow-query { any; };
        allow-transfer { localhost; 10.0.0.66; };
      • Kemudian pada bagian paling bawah kita tambahkan zone forward dan reverse baru.
      • zone "jaringan.org" IN { //Forward Zone
        type master; //Master atau server DNS utama
        file "/var/named/db.jaringan"; //File database zone
        };


        zone "server.net" IN {
        type master;
        file "/var/named/db.server";
        };


        zone "0.18.172.in-addr.arpa" IN { //Reverse Zone
        type master;
        file "/var/named/db.18";
        };


        zone "0.0.10.in-addr.arpa" IN {
        type master;
        file "/var/named/db.64";
        };


        include "/etc/named.rfc1912.zones";
        include "/etc/named.root.key";
      • Simpan file tersebut.
    3. Setelah konfigurasi bind named selesai, sekarang kita buat file database untuk zone yang baru.
      • Seperti biasa salin saja file database contoh yang sudah ada.
      • [root@dlp1 ~]# cd /var/named/
        [root@dlp1 named]# cp named.empty db.server
        [root@dlp1 named]# cp named.empty db.64
      • Edit file untuk zone forwardnya, kemudian isi dengan database record DNS sesuai dengan topologi.
      • [root@dlp1 named]# nano db.server
        $TTL 3H
        @ IN SOA jaringan.org. root.jaringan.org. (
        0 ; serial
        1D ; refresh
        1H ; retry
        1W ; expire
        3H ) ; minimum
        @ IN NS dlp1.jaringan.org.
        @ IN A 10.0.0.66
        dlp2 IN A 10.0.0.66
        node03 IN A 10.0.0.67
        node04 IN A 10.0.0.68
        www IN CNAME node03.server.net.
        web IN CNAME node03.server.net.
        mail IN CNAME node03.server.net.
        ftp IN CNAME node04.server.net.
        smb IN CNAME node04.server.net.
        IN MX 0 dlp2.server.net.
      • Sekarang kita edit file reverse.
      • [root@dlp1 named]# nano db.64
        $TTL 3H
        @ IN SOA jaringan.org. root.jaringan.org. (
        0 ; serial
        1D ; refresh
        1H ; retry
        1W ; expire
        3H ) ; minimum
        @ IN NS dlp1.jaringan.org.
        66 IN PTR server.net.
        66 IN PTR dlp2.server.net.
        67 IN PTR node03.server.net.
        68 IN PTR node04.server.net.
    4. Seperti biasa cek sintaks konfigurasi dari kesalahan penulisan.
    5. [root@dlp1 named]# named-checkconf -z
      zone jaringan.org/IN: loaded serial 0
      zone server.net/IN: loaded serial 0
      zone 0.18.172.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
      zone 64.0.0.10.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
      zone localhost.localdomain/IN: loaded serial 0
      zone localhost/IN: loaded serial 0
      zone 1.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.ip6.arpa/IN: loaded serial 0
      zone 1.0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
      zone 0.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
    6. Atur permission file database tersebut agar dapat dibaca oleh bind named.
    7. [root@dlp1 named]# chown named:named db.server 
      [root@dlp1 named]# chown named:named db.64
    8. Restart service named untuk memperbarui konfigurasi.
    9. [root@dlp1 named]# systemctl restart named

    Konfigurasi Server Slave

    Setelah konfigurasi server master selesai dan dapat bekerja dengan baik, sekarang kita akan mengkonfigurasi server slave dlp2 (diposisi kanan pada gambar topologi) agar server ini melakukan replika atau meniru database domain/zone pada server dns master.

    1. Langkah pertama pastinya yaitu menginstall aplikasi bind atau named pada server ini.
    2. [root@dlp2 ~]# yum -y install bind bind-utils
    3. Edit file konfigurasi bind named /etc/named.conf untuk mengatur beberapa parameter.
      • Menetukan listen address, dan siapa saja yang boleh mengakses DNS Server ini.
      • options {
        listen-on port 53 { any; }; //Menerima req DNS dari mana saja
        listen-on-v6 port 53 { none; }; //Mematikan IPv6
        directory "/var/named";
        dump-file "/var/named/data/cache_dump.db";
        statistics-file "/var/named/data/named_stats.txt";
        memstatistics-file "/var/named/data/named_mem_stats.txt";
        allow-query { any; }; //Siapa saja boleh mengakses
      • Kemudian masukan zone forward dan reverse seperti yang ada di server master, tetapi tipenya Slave dan beserta IP Address dari server master yang memiliki databasenya. Letakan skrip ini dibagian bawah.
      • zone "jaringan.org" IN {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };

        zone "server.net" IN {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };

        zone "0.18.172.in-addr.arpa" {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };

        zone "0.0.10.in-addr.arpa" {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };


        include "/etc/named.rfc1912.zones";
        include "/etc/named.root.key";
    4. Buka akses firewall untuk dns pada server ini.
    5. [root@dlp2 ~]# firewall-cmd --add-service=dns --permanent
      success
      [root@dlp2 ~]# firewall-cmd --reload
      success
    6. Restart bind named untuk menyalin database domain dari server master.
    7. [root@dlp2 ~]# systemctl restart named
      [root@dlp2 ~]# systemctl enable named
      Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/named.service to /usr/lib/systemd/system/named.service.

      Note : untuk mengetahui jika terjadi sebuah error kita tinggal lihat saya pesan log server, caranya ketikan perintah tail -f /var/log/messages

    Setelah selesai mengkonfigurasi semuanya, sekarang kita lakukan testing pada server slave apakah sudah menyalin seluruh database dari server master.

    [root@dlp2 ~]# nslookup server.net //Testing A Record
    Server: 10.0.0.66
    Address: 10.0.0.66#53

    Name: server.net
    Address: 10.0.0.66

    [root@dlp2 ~]# nslookup www.server.net //Testing CNAME alias
    Server: 10.0.0.66
    Address: 10.0.0.66#53

    www.server.net canonical name = node03.server.net.
    Name: node03.server.net
    Address: 10.0.0.67

    [root@dlp2 ~]# nslookup 10.0.0.68 //Testing Reverse
    Server: 10.0.0.66
    Address: 10.0.0.66#53

    68.0.0.10.in-addr.arpa name = node04.server.net.

    Jika tidak ada pesan error tandanya semuanya sudah berhasil dan sudah dapat digunakan. Sekian terima kasih mohon maaf jika ada kesalahan.

    Konfigurasi DNS Master Slave pada CentOS 7

    Kali ini saya akan mebahas materi kelanjutan dari DNS Server yang sudah saya posting sebelumnya, Pada umumnya dalam jaringan atau server terdapat istilah redudant yang artinya ada penggati jika yang utama mengalami kegagalan. Dalam DNS Server istilahnya adalah Master Slave, server utama yang menyimpan database asli adalah Master, sedangkan server yang hanya menyalin saja dari yang asli disebut dengan Slave.

    Sekarang saya akan menunjukan cara membuat Slave DNS Server, konfigurasi merupakan kelanjutan dari posting saya sebelumnya. Berikut ini adalah topologinya :

    Saya akan menambahkan satu zone forward baru dan satu zone reverse baru yaitu server.net dan 10.0.0.64/26, yang menjadi server Utama adalah dlp1 konfigurasi seperti pada posting sebelumnya, dan dlp2 yang merupakan replika dari dlp1.

    Konfigurasi Server Master

    Di server master kita akan melakukan konfigurasi IP Address server slave yang boleh menyalin database dari server master ini, melanjutkan konfigurasi sebelumnya dan juga menambahkan zone forward, reverse baru.

    1. Edit file konfigurasi bind /etc/named.conf
    2. [root@dlp1 ~]# nano /etc/named.conf
      • Pada bagian allow-transfer tambahkan IP Address server DNS Slave agar diizinkan melakukan transfer penyalinan. Jika tidak ada allow-transfer maka tambahkan saja.
      • options {
        listen-on port 53 { any; };
        listen-on-v6 port 53 { none; };
        directory "/var/named";
        dump-file "/var/named/data/cache_dump.db";
        statistics-file "/var/named/data/named_stats.txt";
        memstatistics-file "/var/named/data/named_mem_stats.txt";
        allow-query { any; };
        allow-transfer { localhost; 10.0.0.66; };
      • Kemudian pada bagian paling bawah kita tambahkan zone forward dan reverse baru.
      • zone "jaringan.org" IN { //Forward Zone
        type master; //Master atau server DNS utama
        file "/var/named/db.jaringan"; //File database zone
        };


        zone "server.net" IN {
        type master;
        file "/var/named/db.server";
        };


        zone "0.18.172.in-addr.arpa" IN { //Reverse Zone
        type master;
        file "/var/named/db.18";
        };


        zone "0.0.10.in-addr.arpa" IN {
        type master;
        file "/var/named/db.64";
        };


        include "/etc/named.rfc1912.zones";
        include "/etc/named.root.key";
      • Simpan file tersebut.
    3. Setelah konfigurasi bind named selesai, sekarang kita buat file database untuk zone yang baru.
      • Seperti biasa salin saja file database contoh yang sudah ada.
      • [root@dlp1 ~]# cd /var/named/
        [root@dlp1 named]# cp named.empty db.server
        [root@dlp1 named]# cp named.empty db.64
      • Edit file untuk zone forwardnya, kemudian isi dengan database record DNS sesuai dengan topologi.
      • [root@dlp1 named]# nano db.server
        $TTL 3H
        @ IN SOA jaringan.org. root.jaringan.org. (
        0 ; serial
        1D ; refresh
        1H ; retry
        1W ; expire
        3H ) ; minimum
        @ IN NS dlp1.jaringan.org.
        @ IN A 10.0.0.66
        dlp2 IN A 10.0.0.66
        node03 IN A 10.0.0.67
        node04 IN A 10.0.0.68
        www IN CNAME node03.server.net.
        web IN CNAME node03.server.net.
        mail IN CNAME node03.server.net.
        ftp IN CNAME node04.server.net.
        smb IN CNAME node04.server.net.
        IN MX 0 dlp2.server.net.
      • Sekarang kita edit file reverse.
      • [root@dlp1 named]# nano db.64
        $TTL 3H
        @ IN SOA jaringan.org. root.jaringan.org. (
        0 ; serial
        1D ; refresh
        1H ; retry
        1W ; expire
        3H ) ; minimum
        @ IN NS dlp1.jaringan.org.
        66 IN PTR server.net.
        66 IN PTR dlp2.server.net.
        67 IN PTR node03.server.net.
        68 IN PTR node04.server.net.
    4. Seperti biasa cek sintaks konfigurasi dari kesalahan penulisan.
    5. [root@dlp1 named]# named-checkconf -z
      zone jaringan.org/IN: loaded serial 0
      zone server.net/IN: loaded serial 0
      zone 0.18.172.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
      zone 64.0.0.10.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
      zone localhost.localdomain/IN: loaded serial 0
      zone localhost/IN: loaded serial 0
      zone 1.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.ip6.arpa/IN: loaded serial 0
      zone 1.0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
      zone 0.in-addr.arpa/IN: loaded serial 0
    6. Atur permission file database tersebut agar dapat dibaca oleh bind named.
    7. [root@dlp1 named]# chown named:named db.server 
      [root@dlp1 named]# chown named:named db.64
    8. Restart service named untuk memperbarui konfigurasi.
    9. [root@dlp1 named]# systemctl restart named

    Konfigurasi Server Slave

    Setelah konfigurasi server master selesai dan dapat bekerja dengan baik, sekarang kita akan mengkonfigurasi server slave dlp2 (diposisi kanan pada gambar topologi) agar server ini melakukan replika atau meniru database domain/zone pada server dns master.

    1. Langkah pertama pastinya yaitu menginstall aplikasi bind atau named pada server ini.
    2. [root@dlp2 ~]# yum -y install bind bind-utils
    3. Edit file konfigurasi bind named /etc/named.conf untuk mengatur beberapa parameter.
      • Menetukan listen address, dan siapa saja yang boleh mengakses DNS Server ini.
      • options {
        listen-on port 53 { any; }; //Menerima req DNS dari mana saja
        listen-on-v6 port 53 { none; }; //Mematikan IPv6
        directory "/var/named";
        dump-file "/var/named/data/cache_dump.db";
        statistics-file "/var/named/data/named_stats.txt";
        memstatistics-file "/var/named/data/named_mem_stats.txt";
        allow-query { any; }; //Siapa saja boleh mengakses
      • Kemudian masukan zone forward dan reverse seperti yang ada di server master, tetapi tipenya Slave dan beserta IP Address dari server master yang memiliki databasenya. Letakan skrip ini dibagian bawah.
      • zone "jaringan.org" IN {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };

        zone "server.net" IN {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };

        zone "0.18.172.in-addr.arpa" {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };

        zone "0.0.10.in-addr.arpa" {
        type slave;
        masters {172.18.0.10;};
        };


        include "/etc/named.rfc1912.zones";
        include "/etc/named.root.key";
    4. Buka akses firewall untuk dns pada server ini.
    5. [root@dlp2 ~]# firewall-cmd --add-service=dns --permanent
      success
      [root@dlp2 ~]# firewall-cmd --reload
      success
    6. Restart bind named untuk menyalin database domain dari server master.
    7. [root@dlp2 ~]# systemctl restart named
      [root@dlp2 ~]# systemctl enable named
      Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/named.service to /usr/lib/systemd/system/named.service.

      Note : untuk mengetahui jika terjadi sebuah error kita tinggal lihat saya pesan log server, caranya ketikan perintah tail -f /var/log/messages

    Setelah selesai mengkonfigurasi semuanya, sekarang kita lakukan testing pada server slave apakah sudah menyalin seluruh database dari server master.

    [root@dlp2 ~]# nslookup server.net //Testing A Record
    Server: 10.0.0.66
    Address: 10.0.0.66#53

    Name: server.net
    Address: 10.0.0.66

    [root@dlp2 ~]# nslookup www.server.net //Testing CNAME alias
    Server: 10.0.0.66
    Address: 10.0.0.66#53

    www.server.net canonical name = node03.server.net.
    Name: node03.server.net
    Address: 10.0.0.67

    [root@dlp2 ~]# nslookup 10.0.0.68 //Testing Reverse
    Server: 10.0.0.66
    Address: 10.0.0.66#53

    68.0.0.10.in-addr.arpa name = node04.server.net.

    Jika tidak ada pesan error tandanya semuanya sudah berhasil dan sudah dapat digunakan. Sekian terima kasih mohon maaf jika ada kesalahan.