Cara Instalasi OpenShift Origin

Cara Instalasi OpenShift Origin

Contoh di sini, memakai CentOS 7.3

STEP 1 – Konfigurasi Jaringan

konfigurasi ip address serta hostname biar gampang dengan menggunakan perintah

nmtui

dan konfigurasi ip address-nya beserta hostname-nya, contoh di lab ini menggunakan ip address & hostname sebagai berikut

  • IP Address : 10.10.10.10/24
  • Gateway : 10.10.10.1
  • DNS : 8.8.8.8
  • Hostname : openshift.noor.labs

Dan jangan lupa tambahkan host di file /etc/hosts

echo “10.10.10.10     openshift.noor.labs” >> /etc/hosts

STEP 2 – Install Aplikasi Pendukung

sudo yum install wget docker -y

STEP 3 – Atur agar Openshift Images dapat di gunakan oleh Docker

Edit file docker,

sudo vi /etc/sysconfig/docker

Pada bagian opsi  INSECURE_REGISTRY , hilangkan tanda pagar dan tambahkan ip host openshift images

INSECURE_REGISTRY=’–insecure-registry 172.30.0.0/16′

Dan setelah itu, restart service docker

sudo systemctl restart docker

STEP 4 – Download Openshift Package

Download versi stable dari openshift, pada saat artikel ini dibuat, versi openshift-nya yg stable yaitu versi 1.41, kalo mau liat di halaman github openshift-nya https://github.com/openshift/origin/releases

Tapi di contoh ini, menggunakan versi 1.41

wget https://github.com/openshift/origin/releases/download/v1.4.1/openshift-origin-client-tools-v1.4.1-3f9807a-linux-64bit.tar.gz

Setelah di download, di extract file tersebut

tar xzvf  openshift-origin-client-tools-v1.4.1-3f9807a-linux-64bit.tar.gz

Masuk ke direktori hasil extract file tersebut

cd openshift*

Salin file oc (Openshift Client) ke direktori /usr/bin, agar bisa di akses dengan mudah, dan jangan lupa atur permission-nya

sudo cp oc /usr/bin/ sudo chmod +x /usr/bin/oc

STEP 5 – Instalasi (Jalankan) Openshift

Sekarang kita bisa langsung jalankan openshift-nya, dengan perintah sebagai berikut

sudo oc cluster up

dan log pada saat menjalankan openshift-nya

— Checking OpenShift client … OK — Checking Docker client … OK — Checking Docker version … OK — Checking for existing OpenShift container … OK — Checking for openshift/origin:v1.4.1 image … OK — Checking Docker daemon configuration … OK — Checking for available ports … OK — Checking type of volume mount … Using nsenter mounter for OpenShift volumes — Creating host directories … OK — Finding server IP … Using 10.10.10.10 as the server IP — Starting OpenShift container … Creating initial OpenShift configuration Starting OpenShift using container ‘origin’ Waiting for API server to start listening OpenShift server started — Adding default OAuthClient redirect URIs … OK — Installing registry … OK — Installing router … OK — Importing image streams … OK — Importing templates … OK — Login to server … OK — Creating initial project “myproject” … OK — Removing temporary directory … OK — Server Information … OpenShift server started. The server is accessible via web console at: https://10.10.10.10:8443 You are logged in as: User: developer Password: developer To login as administrator: oc login -u system:admin

STEP 6 – Izinkan Port 8443 pada Firewall

Karena secara default openshift memakai port 8443, maka kita izinkan terlebih dahulu pada sisi firewall di centos-nya, agar bisa di akses port tersebut, dengan cara

sudo firewall-cmd –add-port 8443/tcp –permanent sudo firewall-cmd –reload

STEP 7 – Akses via Web Browser

Buka web browser dengan google-chrome, firefox atau yang lain, dengan menuliskan alamat ip address host openshift tersebut beserta port dan protokol https-nya, contoh

https://10.10.10.10:8443

dan berikut tampilan OpenSshift-nya

Cara Instalasi OpenShift Origin

Cara Instalasi OpenShift Origin

Cara Instalasi OpenShift Origin

Contoh di sini, memakai CentOS 7.3 STEP 1 – Konfigurasi Jaringan konfigurasi ip address serta hostname biar gampang dengan menggunakan perintah nmtui dan konfigurasi ip address-nya beserta hostname-nya, contoh di lab ini menggunakan ip address & hostname sebagai berikut IP Address : 10.10.10.10/24 Gateway : 10.10.10.1 DNS : 8.8.8.8 Hostname…