Konfigurasi OSPF Multi Area MikroTik

Sebelumnya saya sudah pernah membahas konfigurasi OSPF single area sebelumnya, kali ini saya akan membahas kelanjutan dari materi tersebut yang lebih tinggi lagi. Seperti yang kita ketahui OSPF dapat dibagi menjadi beberapa area, dan setiap area isinya adalah Network-network atau jaringan pada setiap Router.

Tujuan pembagian area ini adalah  untuk mengurangi beban setiap Router dalam menangani database OSPF jika topologi jaringan memiliki banyak segmen network yang berbeda, nantinya setiap Router akan mengurusi database network atau jaringan pada area-nya masing-masing. Router di OSPF bisa berkemungkinan berada di antara dua atau lebih area OSPF yang berbeda, Router ini disebut dengan ABR (Area Border Router). 

Beberapa poin penting dari OSPF Area :

  • Setiap area diidentifikasi dengan angka desimal (Cisco), untuk MikroTik formatnya seperti IP Address (x.x.x.x) dimana x adalah angka desimal.
  • Harus ada area backbone (0.0.0.0) sebagai pusat terhubungnya seluruh area.
  • Router ABR, akan mengirim database OSPF antar area dalam bentuk LSA Type 3.
Topologi yang akan kita praktekkan :
Router ABR pada topologi diatas adalah R2, Router R2 (ABR) ini akan mengirimkan informasi dari area 0 ke area 1 begitu pula sebaliknya tetapi dalam bentuk Summary Network LSA (Type-3), atau bisa dibilang hanya sebagian kecil informasi penting saja yang dikirimkan.
Berbeda jika Router mengirimkan informasi ke area yang sama pasti lebih lengkap informasinya (LSA Type 1) dibandingkan antar area yang berbeda .
Untuk mengkonfigurasinya, setiap Router pastikan sudah memiliki IP Address seperti topologi diatas atau sesuai keinginan sendiri.

Konfigurasi OSPF

Dari Router yang berada di Area backbone terlebih dahulu, masukan network atau jaringan yang akan disebarkan melalui OSPF.

R1

[admin@R1] > /routing ospf network
add area=backbone network=192.168.1.1/32
add area=backbone network=192.168.12.0/24

Lanjut pada Router ABR, karena di Router ini terdapat area tambahan baru selain dari backbone (Default) maka kita perlu membuatnya terlebih dahulu.

R2

Buat area 1 atau di mikrotik formatnya (0.0.0.1)

[admin@R2] > routing ospf area add area-id=0.0.0.1 name=area-1

Kemudian masukan network yang terdapat didalam area 1 , yaitu network yang terhubung dengan R3 (192.168.23.0/24)

[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=area-1

Masukan juga network yang ada di area backbone :

[admin@R2] > /routing ospf network
add area=backbone network=192.168.2.2/32
add area=backbone network=192.168.12.0/24

R3

Karena Router ini akan memiliki area selain area default backbone, kita perlu membuat area tambahan tersebut sama seperti yang dilakukan pada R2.

[admin@R3] > routing ospf area add area-id=0.0.0.1 name=area-1

Masukan semua network pada Router ini didalam area yang dibuat tadi.

[admin@R3] > routing ospf network add network=192.168.3.3/32 area=area-1 
[admin@R3] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=area-1

Setelah selesai kita konfirmasi konfigurasi apakah sudah benar atau belum. Yang pertama harus dicek adalah Routing table pada Router, apakah sudah terisi secara otomatis dan lengkap :

[admin@R3] > ip route print 
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADo 192.168.1.1/32 192.168.23.2 110
1 ADo 192.168.2.2/32 192.168.23.2 110
2 ADC 192.168.3.3/32 192.168.3.3 lo0 0
3 ADo 192.168.12.0/24 192.168.23.2 110
4 ADC 192.168.23.0/24 192.168.23.3 ether1 0

Kemudian untuk membandingkan informasi yang berasal dari dalam area dan luar area adalah sebagai berikut, pertama kita buka Router R1. Lihat daftar LSA OSPF di R1 dengan perintah routing ospf lsa print detail

[admin@R1] > routing ospf lsa print detail 
instance=default area=backbone type=router id=192.168.12.1 originator=192.168.12.1 sequence-number=0x80000003 age=1309 checksum=0x1E6 options="E" body=
flags=
link-type=Stub id=192.168.1.1 data=255.255.255.255 metric=10
link-type=Transit id=192.168.12.2 data=192.168.12.1 metric=10

instance=default area=backbone type=router id=192.168.23.2 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000006 age=946 checksum=0x5474 options="E"
body=
flags=BORDER
link-type=Stub id=192.168.2.2 data=255.255.255.255 metric=10
link-type=Transit id=192.168.12.2 data=192.168.12.2 metric=10

instance=default area=backbone type=router id=192.168.23.3 originator=192.168.23.3 sequence-number=0x80000003 age=1310 checksum=0x862A options="E" body=
flags=
link-type=Stub id=192.168.3.3 data=255.255.255.255 metric=10
link-type=Transit id=192.168.23.3 data=192.168.23.3 metric=10

instance=default area=backbone type=network id=192.168.12.2 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000001 age=1310 checksum=0xC6A0 options="E"
body=
netmask=255.255.255.0
routerId=192.168.23.2
routerId=192.168.12.1

instance=default area=backbone type=network id=192.168.23.3 originator=192.168.23.3 sequence-number=0x80000001 age=1310 checksum=0xE468 options="E"
body=
netmask=255.255.255.0
routerId=192.168.23.3
routerId=192.168.23.2


instance=default area=backbone type=summary-network id=192.168.3.3 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000001 age=484 checksum=0x89CD options="E"
body=
netmask=255.255.255.255
metric=20

instance=default area=backbone type=summary-network id=192.168.23.0 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000001 age=945 checksum=0x66E9 options="E"
body=
netmask=255.255.255.0
metric=10

Yang saya cetak tebal itu adalah informasi yang berasal dari dalam area internal, informasinya jauh lebih lengkap mulai dari dari Router yang ada didalam area tersebut dan juga segmen network/jaringan yang ada di area tersebut, kita bisa bandingkan dengan informasi yang berasal dari luar area saya cetak miring, lebih ringkas dan yang penting-penting saya yang didapat, sedangkan informasi mendetailnya tidak akan dikirimkan.

Sekian terima kasih itu saja yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan.

Konfigurasi OSPF Multi Area MikroTik

Sebelumnya saya sudah pernah membahas konfigurasi OSPF single area sebelumnya, kali ini saya akan membahas kelanjutan dari materi tersebut yang lebih tinggi lagi. Seperti yang kita ketahui OSPF dapat dibagi menjadi beberapa area, dan setiap area isinya adalah Network-network atau jaringan pada setiap Router.

Tujuan pembagian area ini adalah  untuk mengurangi beban setiap Router dalam menangani database OSPF jika topologi jaringan memiliki banyak segmen network yang berbeda, nantinya setiap Router akan mengurusi database network atau jaringan pada area-nya masing-masing. Router di OSPF bisa berkemungkinan berada di antara dua atau lebih area OSPF yang berbeda, Router ini disebut dengan ABR (Area Border Router). 

Beberapa poin penting dari OSPF Area :

  • Setiap area diidentifikasi dengan angka desimal (Cisco), untuk MikroTik formatnya seperti IP Address (x.x.x.x) dimana x adalah angka desimal.
  • Harus ada area backbone (0.0.0.0) sebagai pusat terhubungnya seluruh area.
  • Router ABR, akan mengirim database OSPF antar area dalam bentuk LSA Type 3.
Topologi yang akan kita praktekkan :
Router ABR pada topologi diatas adalah R2, Router R2 (ABR) ini akan mengirimkan informasi dari area 0 ke area 1 begitu pula sebaliknya tetapi dalam bentuk Summary Network LSA (Type-3), atau bisa dibilang hanya sebagian kecil informasi penting saja yang dikirimkan.
Berbeda jika Router mengirimkan informasi ke area yang sama pasti lebih lengkap informasinya (LSA Type 1) dibandingkan antar area yang berbeda .
Untuk mengkonfigurasinya, setiap Router pastikan sudah memiliki IP Address seperti topologi diatas atau sesuai keinginan sendiri.

Konfigurasi OSPF

Dari Router yang berada di Area backbone terlebih dahulu, masukan network atau jaringan yang akan disebarkan melalui OSPF.

R1

[admin@R1] > /routing ospf network
add area=backbone network=192.168.1.1/32
add area=backbone network=192.168.12.0/24

Lanjut pada Router ABR, karena di Router ini terdapat area tambahan baru selain dari backbone (Default) maka kita perlu membuatnya terlebih dahulu.

R2

Buat area 1 atau di mikrotik formatnya (0.0.0.1)

[admin@R2] > routing ospf area add area-id=0.0.0.1 name=area-1

Kemudian masukan network yang terdapat didalam area 1 , yaitu network yang terhubung dengan R3 (192.168.23.0/24)

[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=area-1

Masukan juga network yang ada di area backbone :

[admin@R2] > /routing ospf network
add area=backbone network=192.168.2.2/32
add area=backbone network=192.168.12.0/24

R3

Karena Router ini akan memiliki area selain area default backbone, kita perlu membuat area tambahan tersebut sama seperti yang dilakukan pada R2.

[admin@R3] > routing ospf area add area-id=0.0.0.1 name=area-1

Masukan semua network pada Router ini didalam area yang dibuat tadi.

[admin@R3] > routing ospf network add network=192.168.3.3/32 area=area-1 
[admin@R3] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=area-1

Setelah selesai kita konfirmasi konfigurasi apakah sudah benar atau belum. Yang pertama harus dicek adalah Routing table pada Router, apakah sudah terisi secara otomatis dan lengkap :

[admin@R3] > ip route print 
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADo 192.168.1.1/32 192.168.23.2 110
1 ADo 192.168.2.2/32 192.168.23.2 110
2 ADC 192.168.3.3/32 192.168.3.3 lo0 0
3 ADo 192.168.12.0/24 192.168.23.2 110
4 ADC 192.168.23.0/24 192.168.23.3 ether1 0

Kemudian untuk membandingkan informasi yang berasal dari dalam area dan luar area adalah sebagai berikut, pertama kita buka Router R1. Lihat daftar LSA OSPF di R1 dengan perintah routing ospf lsa print detail

[admin@R1] > routing ospf lsa print detail 
instance=default area=backbone type=router id=192.168.12.1 originator=192.168.12.1 sequence-number=0x80000003 age=1309 checksum=0x1E6 options="E" body=
flags=
link-type=Stub id=192.168.1.1 data=255.255.255.255 metric=10
link-type=Transit id=192.168.12.2 data=192.168.12.1 metric=10

instance=default area=backbone type=router id=192.168.23.2 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000006 age=946 checksum=0x5474 options="E"
body=
flags=BORDER
link-type=Stub id=192.168.2.2 data=255.255.255.255 metric=10
link-type=Transit id=192.168.12.2 data=192.168.12.2 metric=10

instance=default area=backbone type=router id=192.168.23.3 originator=192.168.23.3 sequence-number=0x80000003 age=1310 checksum=0x862A options="E" body=
flags=
link-type=Stub id=192.168.3.3 data=255.255.255.255 metric=10
link-type=Transit id=192.168.23.3 data=192.168.23.3 metric=10

instance=default area=backbone type=network id=192.168.12.2 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000001 age=1310 checksum=0xC6A0 options="E"
body=
netmask=255.255.255.0
routerId=192.168.23.2
routerId=192.168.12.1

instance=default area=backbone type=network id=192.168.23.3 originator=192.168.23.3 sequence-number=0x80000001 age=1310 checksum=0xE468 options="E"
body=
netmask=255.255.255.0
routerId=192.168.23.3
routerId=192.168.23.2


instance=default area=backbone type=summary-network id=192.168.3.3 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000001 age=484 checksum=0x89CD options="E"
body=
netmask=255.255.255.255
metric=20

instance=default area=backbone type=summary-network id=192.168.23.0 originator=192.168.23.2 sequence-number=0x80000001 age=945 checksum=0x66E9 options="E"
body=
netmask=255.255.255.0
metric=10

Yang saya cetak tebal itu adalah informasi yang berasal dari dalam area internal, informasinya jauh lebih lengkap mulai dari dari Router yang ada didalam area tersebut dan juga segmen network/jaringan yang ada di area tersebut, kita bisa bandingkan dengan informasi yang berasal dari luar area saya cetak miring, lebih ringkas dan yang penting-penting saya yang didapat, sedangkan informasi mendetailnya tidak akan dikirimkan.

Sekian terima kasih itu saja yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan.

OSPF Single Area pada MikroTik

OSPF kepanjangan dari Open Shortest Path First, adalah salah satu protokol Dynamic Routing yang berfungsi mendistribusikan informasi Routing berupa jalur jalur dan jaringan dari satu Router ke Router lainnya, selain itu OSPF juga menyusun informasi pada tabel Routing pada Router, dan menentukan jalan terbaik untuk menuju suatu jaringan menggunakan algoritma Djikstra.

Beberapa poin penting pada OSPF :

  • Routing protokol Interior yang hanya dapat menanggung satu AS atau ISP saja.
  • Menggunakan IP Multicast 224.0.0.5 dalam pengiriman paketnya.
  • Dapat dibagi menjadi beberapa area.
  • Sebelum saling bertukar informasi, Router terlebih dahulu membentuk hubungan Adjacencies.
  • Tahapan terhubungnya antar Router OSPF :
    • Down 
    • Init
    • Attempt
    • 2Way
    • ExStart
    • ExChange
    • Loading
    • Full
  • Setiap Router memiliki Router-id berdasarkan IP loopback atau manual config.
  • dll
Dengan menggunakan OSPF kita lebih mudah dalam mengkonfigurasi jaringan yang membutuhkan banyak proses Routing atau terdapat banyak jaringan yang berbeda, kita tinggal memasukan IP Network atau jaringan yang ada di masing-masing Router ke konfigurasi OSPF, kemudian OSPF akan langsung mendistribusikannya ke Router lain.
Kali ini saya tidak membahas secara detail OSPF, tapi akan membahas cara konfigurasinya di Router MikroTik. Berikut ini topologinya :
Seluruh Router masih kita masukan dalam satu area yang sama atau Single Area, masing-masing Router akan mengirimkan Network atau jaringan masing-masing yang dipunya, kemudian mereka juga akan saling menerima informasi dari tetangganya lalu informasi tersebut akan dimasukan didalam Routing table masing-masing Router.

IP Address

Kita mulai dari yang dasar terlebih dahulu, yaitu konfigurasi IP Address dan loopback interface pada masing-masing Router sesuai topologi diatas.

Router R1

[admin@R1] > interface bridge add name=lo0
[admin@R1] > ip address add address=192.168.1.1/32 interface=lo0
[admin@R1] > ip address add address=192.168.12.1/24 interface=ether1

Router R2

[admin@R2] > interface bridge add name=lo0
[admin@R2] > ip address add address=192.168.2.2/32 interface=lo0
[admin@R2] > ip address add address=192.168.12.2/24 interface=ether1
[admin@R2] > ip address add address=192.168.23.2/24 interface=ether2

Router R3

[admin@R3] > interface bridge add name=lo0
[admin@R3] > ip address add address=192.168.3.3/32 interface=lo0
[admin@R3] > ip address add address=192.168.23.3/24 interface=ether1

OSPF

Setelah itu barulah konfigurasi OSPF dapat dilakukan, caranya seperti yang sudah saya katakan yaitu masukan IP Network masing-masing Router di konfigurasi OSPF.

Router R1

Di Router ini memiliki network 192.168.12.0/24 dan 192.168.1.1/32

[admin@R1] > routing ospf network add network=192.168.1.1/32 area=backbone 
[admin@R1] > routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone

Router R2

[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.2.2/32 area=backbone 
[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone
[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=backbone

Router R3

[admin@R3] > routing ospf network add  network=192.168.3.3/32 area=backbone 
[admin@R3] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=backbone

Setelah selesai sekarang coba kita lihat Routing table salah satu Router untuk melihat hasilnya sudah berhasil atau belum.

[admin@R3] > ip route print 
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADo 192.168.1.1/32 192.168.23.2 110
1 ADo 192.168.2.2/32 192.168.23.2 110
2 ADC 192.168.3.3/32 192.168.3.3 lo0 0
3 ADo 192.168.12.0/24 192.168.23.2 110
4 ADC 192.168.23.0/24 192.168.23.3 ether1 0

Dan sudah dapat kita lihat, antar Router sudah dapat saling bertukar informasi dan tandanya konfigurasi sudah selesai.

OSPF Single Area pada MikroTik

OSPF kepanjangan dari Open Shortest Path First, adalah salah satu protokol Dynamic Routing yang berfungsi mendistribusikan informasi Routing berupa jalur jalur dan jaringan dari satu Router ke Router lainnya, selain itu OSPF juga menyusun informasi pada tabel Routing pada Router, dan menentukan jalan terbaik untuk menuju suatu jaringan menggunakan algoritma Djikstra.

Beberapa poin penting pada OSPF :

  • Routing protokol Interior yang hanya dapat menanggung satu AS atau ISP saja.
  • Menggunakan IP Multicast 224.0.0.5 dalam pengiriman paketnya.
  • Dapat dibagi menjadi beberapa area.
  • Sebelum saling bertukar informasi, Router terlebih dahulu membentuk hubungan Adjacencies.
  • Tahapan terhubungnya antar Router OSPF :
    • Down 
    • Init
    • Attempt
    • 2Way
    • ExStart
    • ExChange
    • Loading
    • Full
  • Setiap Router memiliki Router-id berdasarkan IP loopback atau manual config.
  • dll
Dengan menggunakan OSPF kita lebih mudah dalam mengkonfigurasi jaringan yang membutuhkan banyak proses Routing atau terdapat banyak jaringan yang berbeda, kita tinggal memasukan IP Network atau jaringan yang ada di masing-masing Router ke konfigurasi OSPF, kemudian OSPF akan langsung mendistribusikannya ke Router lain.
Kali ini saya tidak membahas secara detail OSPF, tapi akan membahas cara konfigurasinya di Router MikroTik. Berikut ini topologinya :
Seluruh Router masih kita masukan dalam satu area yang sama atau Single Area, masing-masing Router akan mengirimkan Network atau jaringan masing-masing yang dipunya, kemudian mereka juga akan saling menerima informasi dari tetangganya lalu informasi tersebut akan dimasukan didalam Routing table masing-masing Router.

IP Address

Kita mulai dari yang dasar terlebih dahulu, yaitu konfigurasi IP Address dan loopback interface pada masing-masing Router sesuai topologi diatas.

Router R1

[admin@R1] > interface bridge add name=lo0
[admin@R1] > ip address add address=192.168.1.1/32 interface=lo0
[admin@R1] > ip address add address=192.168.12.1/24 interface=ether1

Router R2

[admin@R2] > interface bridge add name=lo0
[admin@R2] > ip address add address=192.168.2.2/32 interface=lo0
[admin@R2] > ip address add address=192.168.12.2/24 interface=ether1
[admin@R2] > ip address add address=192.168.23.2/24 interface=ether2

Router R3

[admin@R3] > interface bridge add name=lo0
[admin@R3] > ip address add address=192.168.3.3/32 interface=lo0
[admin@R3] > ip address add address=192.168.23.3/24 interface=ether1

OSPF

Setelah itu barulah konfigurasi OSPF dapat dilakukan, caranya seperti yang sudah saya katakan yaitu masukan IP Network masing-masing Router di konfigurasi OSPF.

Router R1

Di Router ini memiliki network 192.168.12.0/24 dan 192.168.1.1/32

[admin@R1] > routing ospf network add network=192.168.1.1/32 area=backbone 
[admin@R1] > routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone

Router R2

[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.2.2/32 area=backbone 
[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone
[admin@R2] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=backbone

Router R3

[admin@R3] > routing ospf network add  network=192.168.3.3/32 area=backbone 
[admin@R3] > routing ospf network add network=192.168.23.0/24 area=backbone

Setelah selesai sekarang coba kita lihat Routing table salah satu Router untuk melihat hasilnya sudah berhasil atau belum.

[admin@R3] > ip route print 
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADo 192.168.1.1/32 192.168.23.2 110
1 ADo 192.168.2.2/32 192.168.23.2 110
2 ADC 192.168.3.3/32 192.168.3.3 lo0 0
3 ADo 192.168.12.0/24 192.168.23.2 110
4 ADC 192.168.23.0/24 192.168.23.3 ether1 0

Dan sudah dapat kita lihat, antar Router sudah dapat saling bertukar informasi dan tandanya konfigurasi sudah selesai.

Lab 143 – IOS XR OSPF Routing

Pada lab sebelumnya kita sudah belajar tentang konfigurasi static routing di IOS XR.. Selanjutnya pada lab ini kita akan belajar konfigurasi routing OSPF pada IOS XR. Berikut topologi yang akan kita gunakan pada lab ini

Pada topologi diatas kita juga harus konfigurasi virtual link ya.. karena Area 2 tidak terhubung langsung dengan Area 0..

Oke pertama kita konfigurasikan ip address pada ketiga IOS XR sesuai topologi diatas

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#ipv4 add 12.12.12.1/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#ipv4 add 1.1.1.1/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#int l1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#ipv4 add 11.11.11.11/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#commit
Sat Jun 3 15:06:51.991 UTC
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 12.12.12.2/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 2.2.2.2/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#int l1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 22.22.22.22/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#int g0/0/0/1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 23.23.23.2/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#commit
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#ipv4 add 23.23.23.3/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#ipv4 add 3.3.3.3/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#int l1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#ipv4 add 33.33.33.33/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#commit

Oke.. konfigurasi ip address sudah selesai ya.. untuk pengujian, kita coba lakukan uji ping ke directly connected network masing2 router.. Berikut pengujian ping dari IOS-XR1 ke IOS-XR2

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#do ping ipv4 12.12.12.2
Sat Jun 3 15:10:34.386 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 12.12.12.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/14/59 ms

Oke dari IOS-XR1 ke IOS-XR2 berhasil.. sekarang kita coba dari IOS-XR2 ke IOS-XR3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#do ping ipv4 23.23.23.3
Sat Jun 3 15:11:08.853 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 23.23.23.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/10/39 ms

Oke.. sudah berhasil juga ya..

Lanjut kita konfigurasi OSPF pada ketiga router tersebut.. perhatikan konfigurasinya harus sesuai topologi ya.. pada topologi kita diminta untuk mengkonfigurasi OSPF dengan 3 area..

Oke langsung saja, berikut konfigurasi OSPF pada IOS-XR1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config)#router ospf 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#router-id 1.1.1.1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#area 0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar)#interface lo0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-if)#int l1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-if)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-if)#commit

Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan perintah network pada IOS XR, kita menggunakan perintah interface seperti diatas, untuk pengujian kita coba lihat running-config nya ya

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#do sh run router ospf
Sat Jun 3 15:21:25.241 UTC
router ospf 1
router-id 1.1.1.1
area 0
interface Loopback0
interface Loopback1
!
!
area 1
interface GigabitEthernet0/0/0/0
!
!

Oke.. sekarang lanjut konfigurasi di IOS-XR2 yaa

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config)#router ospf 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf)#router-id 2.2.2.2

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar)#int lo0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#int g0/0/0/0

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#area 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar)#int lo1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#int g0/0/0/1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#commit
Sat Jun 3 15:25:53.883 UTC
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh run router ospf
Sat Jun 3 15:27:19.337 UTC
router ospf 2
router-id 2.2.2.2
area 1
interface Loopback0
interface GigabitEthernet0/0/0/0
!
area 2
interface Loopback1
interface GigabitEthernet0/0/0/1
!
!

Setelah konfigurasi di IOS-XR1 dan IOS-XR2, seharusnya kedua router tersebut sudah adjacency OSPF.. kita coba lihat dulu yaa

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh ospf neig
Sat Jun 3 15:29:20.029 UTC

* Indicates MADJ interface

Neighbors for OSPF 2

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
1.1.1.1 1 FULL/DR 00:00:34 12.12.12.1 GigabitEth0/0/0/0
Neighbor is up for 00:03:15

Total neighbor count: 1

Perhatikan bahwa state nya sudah full… Sekarang kita lanjut konfigurasi di IOS-XR3 yaa

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config)#router ospf 3
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf)#router-id 3.3.3.3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf)#area 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#int l1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#commit
Sat Jun 3 15:32:09.727 UTC
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#do sh run router ospf
Sat Jun 3 15:32:18.186 UTC
router ospf 3
router-id 3.3.3.3
area 2
interface Loopback0
interface Loopback1
interface GigabitEthernet0/0/0/0
!
!

Kita coba lihat neighbor tabel di IOS-XR2 ya.. seharusnya IOS-XR2 punya 2 neighbor

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh ospf neigh
Sat Jun 3 15:34:20.278 UTC

* Indicates MADJ interface

Neighbors for OSPF 2

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
1.1.1.1 1 FULL/DR 00:00:38 12.12.12.1 GigabitEth0/0/0/0
Neighbor is up for 00:08:15
3.3.3.3 1 FULL/BDR 00:00:35 23.23.23.3 GigabitEth0/0/0/1
Neighbor is up for 00:01:59

Total neighbor count: 2

Oke IOS-XR2 sudah punya 2 neighbor ya.. dan statenya sudah full semua.. terahir kita akan konfigurasikan virtual link antara IOS-XR1 dan IOS-XR2..

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config)#router ospf 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar)#virtual-link 2.2.2.2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-vl)#commit
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config)#router ospf 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar)#virtual-link 1.1.1.1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-vl)#commit

Oke, untuk pengujian, pastikan tabel routing di seluruh router sudah lengkap

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#show route ospf
Sat Jun 3 15:56:53.025 UTC

O 2.2.2.2/32 [110/2] via 12.12.12.2, 00:00:40, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 3.3.3.3/32 [110/3] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 22.22.22.22/32 [110/2] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 23.23.23.0/24 [110/2] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 33.33.33.33/32 [110/3] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0

Perhatikan bahwa IOS XR1 sudah punya tabel routing OSPF lengkap, kita coba cek di IOS-XR2 dan IOS-XR3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh route ospf
Sat Jun 3 15:58:15.940 UTC

O 1.1.1.1/32 [110/2] via 12.12.12.1, 00:01:52, GigabitEthernet0/0/0/0
O 3.3.3.3/32 [110/2] via 23.23.23.3, 00:02:06, GigabitEthernet0/0/0/1
O 11.11.11.11/32 [110/2] via 12.12.12.1, 00:01:52, GigabitEthernet0/0/0/0
O 33.33.33.33/32 [110/2] via 23.23.23.3, 00:02:06, GigabitEthernet0/0/0/1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3#show route ospf
Sat Jun 3 15:58:35.758 UTC

O IA 1.1.1.1/32 [110/3] via 23.23.23.2, 00:02:12, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 2.2.2.2/32 [110/2] via 23.23.23.2, 00:02:22, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 11.11.11.11/32 [110/3] via 23.23.23.2, 00:02:12, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 12.12.12.0/24 [110/2] via 23.23.23.2, 00:02:22, GigabitEthernet0/0/0/0
O 22.22.22.22/32 [110/2] via 23.23.23.2, 00:02:26, GigabitEthernet0/0/0/0

Oke tabel routing di IOS-XR2 dan IOS-XR3 juga sudah lengkap.. Untuk lebih memastikan kita coba ping ya.. kita akan coba ping dari IOS-XR1 ke loopback XR2 dan XR3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 2.2.2.2
Sat Jun 3 16:02:21.183 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 22.22.22.22
Sat Jun 3 16:02:23.943 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 22.22.22.22, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 3.3.3.3
Sat Jun 3 16:02:25.882 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/6/19 ms
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 33.33.33.33
Sat Jun 3 16:02:28.582 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 33.33.33.33, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/5/9 ms

Oke ping sudah jalan semua ya…

Alhamdulillah lab kedua kita tentang IOS XR sudah berhasil.. sampai ketemu di artikel selanjutnya yaa.. In Syaa Allah masih akan tetap tentang IOS XR

Lab 143 – IOS XR OSPF Routing

Pada lab sebelumnya kita sudah belajar tentang konfigurasi static routing di IOS XR.. Selanjutnya pada lab ini kita akan belajar konfigurasi routing OSPF pada IOS XR. Berikut topologi yang akan kita gunakan pada lab ini

Pada topologi diatas kita juga harus konfigurasi virtual link ya.. karena Area 2 tidak terhubung langsung dengan Area 0..

Oke pertama kita konfigurasikan ip address pada ketiga IOS XR sesuai topologi diatas

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#ipv4 add 12.12.12.1/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#ipv4 add 1.1.1.1/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#int l1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#ipv4 add 11.11.11.11/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#commit
Sat Jun 3 15:06:51.991 UTC
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 12.12.12.2/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 2.2.2.2/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#int l1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 22.22.22.22/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#int g0/0/0/1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#ipv4 add 23.23.23.2/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#commit
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#no sh
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#ipv4 add 23.23.23.3/24

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#ipv4 add 3.3.3.3/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#int l1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#ipv4 add 33.33.33.33/32

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-if)#commit

Oke.. konfigurasi ip address sudah selesai ya.. untuk pengujian, kita coba lakukan uji ping ke directly connected network masing2 router.. Berikut pengujian ping dari IOS-XR1 ke IOS-XR2

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-if)#do ping ipv4 12.12.12.2
Sat Jun 3 15:10:34.386 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 12.12.12.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/14/59 ms

Oke dari IOS-XR1 ke IOS-XR2 berhasil.. sekarang kita coba dari IOS-XR2 ke IOS-XR3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-if)#do ping ipv4 23.23.23.3
Sat Jun 3 15:11:08.853 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 23.23.23.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/10/39 ms

Oke.. sudah berhasil juga ya..

Lanjut kita konfigurasi OSPF pada ketiga router tersebut.. perhatikan konfigurasinya harus sesuai topologi ya.. pada topologi kita diminta untuk mengkonfigurasi OSPF dengan 3 area..

Oke langsung saja, berikut konfigurasi OSPF pada IOS-XR1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config)#router ospf 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#router-id 1.1.1.1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#area 0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar)#interface lo0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-if)#int l1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-if)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-if)#commit

Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan perintah network pada IOS XR, kita menggunakan perintah interface seperti diatas, untuk pengujian kita coba lihat running-config nya ya

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#do sh run router ospf
Sat Jun 3 15:21:25.241 UTC
router ospf 1
router-id 1.1.1.1
area 0
interface Loopback0
interface Loopback1
!
!
area 1
interface GigabitEthernet0/0/0/0
!
!

Oke.. sekarang lanjut konfigurasi di IOS-XR2 yaa

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config)#router ospf 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf)#router-id 2.2.2.2

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar)#int lo0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#int g0/0/0/0

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#area 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar)#int lo1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#int g0/0/0/1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#commit
Sat Jun 3 15:25:53.883 UTC
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh run router ospf
Sat Jun 3 15:27:19.337 UTC
router ospf 2
router-id 2.2.2.2
area 1
interface Loopback0
interface GigabitEthernet0/0/0/0
!
area 2
interface Loopback1
interface GigabitEthernet0/0/0/1
!
!

Setelah konfigurasi di IOS-XR1 dan IOS-XR2, seharusnya kedua router tersebut sudah adjacency OSPF.. kita coba lihat dulu yaa

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh ospf neig
Sat Jun 3 15:29:20.029 UTC

* Indicates MADJ interface

Neighbors for OSPF 2

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
1.1.1.1 1 FULL/DR 00:00:34 12.12.12.1 GigabitEth0/0/0/0
Neighbor is up for 00:03:15

Total neighbor count: 1

Perhatikan bahwa state nya sudah full… Sekarang kita lanjut konfigurasi di IOS-XR3 yaa

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config)#router ospf 3
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf)#router-id 3.3.3.3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf)#area 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar)#int g0/0/0/0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#int l0
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#int l1

RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#commit
Sat Jun 3 15:32:09.727 UTC
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3(config-ospf-ar-if)#do sh run router ospf
Sat Jun 3 15:32:18.186 UTC
router ospf 3
router-id 3.3.3.3
area 2
interface Loopback0
interface Loopback1
interface GigabitEthernet0/0/0/0
!
!

Kita coba lihat neighbor tabel di IOS-XR2 ya.. seharusnya IOS-XR2 punya 2 neighbor

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh ospf neigh
Sat Jun 3 15:34:20.278 UTC

* Indicates MADJ interface

Neighbors for OSPF 2

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
1.1.1.1 1 FULL/DR 00:00:38 12.12.12.1 GigabitEth0/0/0/0
Neighbor is up for 00:08:15
3.3.3.3 1 FULL/BDR 00:00:35 23.23.23.3 GigabitEth0/0/0/1
Neighbor is up for 00:01:59

Total neighbor count: 2

Oke IOS-XR2 sudah punya 2 neighbor ya.. dan statenya sudah full semua.. terahir kita akan konfigurasikan virtual link antara IOS-XR1 dan IOS-XR2..

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config)#router ospf 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar)#virtual-link 2.2.2.2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1(config-ospf-ar-vl)#commit
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config)#router ospf 2
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf)#area 1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar)#virtual-link 1.1.1.1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-vl)#commit

Oke, untuk pengujian, pastikan tabel routing di seluruh router sudah lengkap

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#show route ospf
Sat Jun 3 15:56:53.025 UTC

O 2.2.2.2/32 [110/2] via 12.12.12.2, 00:00:40, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 3.3.3.3/32 [110/3] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 22.22.22.22/32 [110/2] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 23.23.23.0/24 [110/2] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 33.33.33.33/32 [110/3] via 12.12.12.2, 00:00:30, GigabitEthernet0/0/0/0

Perhatikan bahwa IOS XR1 sudah punya tabel routing OSPF lengkap, kita coba cek di IOS-XR2 dan IOS-XR3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR2(config-ospf-ar-if)#do sh route ospf
Sat Jun 3 15:58:15.940 UTC

O 1.1.1.1/32 [110/2] via 12.12.12.1, 00:01:52, GigabitEthernet0/0/0/0
O 3.3.3.3/32 [110/2] via 23.23.23.3, 00:02:06, GigabitEthernet0/0/0/1
O 11.11.11.11/32 [110/2] via 12.12.12.1, 00:01:52, GigabitEthernet0/0/0/0
O 33.33.33.33/32 [110/2] via 23.23.23.3, 00:02:06, GigabitEthernet0/0/0/1
RP/0/0/CPU0:IOS-XR3#show route ospf
Sat Jun 3 15:58:35.758 UTC

O IA 1.1.1.1/32 [110/3] via 23.23.23.2, 00:02:12, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 2.2.2.2/32 [110/2] via 23.23.23.2, 00:02:22, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 11.11.11.11/32 [110/3] via 23.23.23.2, 00:02:12, GigabitEthernet0/0/0/0
O IA 12.12.12.0/24 [110/2] via 23.23.23.2, 00:02:22, GigabitEthernet0/0/0/0
O 22.22.22.22/32 [110/2] via 23.23.23.2, 00:02:26, GigabitEthernet0/0/0/0

Oke tabel routing di IOS-XR2 dan IOS-XR3 juga sudah lengkap.. Untuk lebih memastikan kita coba ping ya.. kita akan coba ping dari IOS-XR1 ke loopback XR2 dan XR3

RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 2.2.2.2
Sat Jun 3 16:02:21.183 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 22.22.22.22
Sat Jun 3 16:02:23.943 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 22.22.22.22, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 3.3.3.3
Sat Jun 3 16:02:25.882 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/6/19 ms
RP/0/0/CPU0:IOS-XR1#ping 33.33.33.33
Sat Jun 3 16:02:28.582 UTC
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 33.33.33.33, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/5/9 ms

Oke ping sudah jalan semua ya…

Alhamdulillah lab kedua kita tentang IOS XR sudah berhasil.. sampai ketemu di artikel selanjutnya yaa.. In Syaa Allah masih akan tetap tentang IOS XR

Lab 132 – Superlab L3VPN Cisco (Bagian 2 Konfigurasi OSPF)

Oke.. sebelumnya saya sudah memperkenalkan superlab spesial tentang L3VPN di cisco. selanjutnya saat ini kita akan mulai perang nya yaa.. berikut full topologi dari superlab yang akan kita bahas

Pada postingan kali ini, kita hanya akan fokus pada konfigurasi routing protocol IGP pada bagian ISP. Adapun routing protocol IGP yang akan kita gunakan adalah OSPF.

Pertama konfigurasikan ip addressing pada seluruh router ISP. Untuk addressing, kita akan menggunakan addressing standard IDN seperti biasa yaaa

R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int e0/1
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 16.16.16.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int e0/2
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 15.15.15.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int e0/3
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 13.13.13.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int lo0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0

R2(config-if)#int lo0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 13.13.13.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int e0/1
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 34.34.34.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int e0/2
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int lo0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
R4(config)#int e0/0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 14.14.14.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/1
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 47.47.47.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/2
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 48.48.48.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/3
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 34.34.34.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int lo0
R4(config-if)#ip add 4.4.4.4 255.255.255.255
R5(config)#int e0/0
R5(config-if)#no sh
R5(config-if)#ip add 15.15.15.5 255.255.255.0

R5(config-if)#int lo0
R5(config-if)#ip add 5.5.5.5 255.255.255.255
R6(config)#int e0/0
R6(config-if)#no sh
R6(config-if)#ip add 16.16.16.6 255.255.255.0

R6(config-if)#int lo0
R6(config-if)#ip add 6.6.6.6 255.255.255.255
R7(config)#int e0/0
R7(config-if)#no sh
R7(config-if)#ip add 47.47.47.7 255.255.255.0

R7(config-if)#int lo0
R7(config-if)#ip add 7.7.7.7 255.255.255.255
R8(config)#int e0/0
R8(config-if)#no sh
R8(config-if)#ip add 48.48.48.8 255.255.255.0

R8(config-if)#int lo0
R8(config-if)#ip add 8.8.8.8 255.255.255.255

Oke konfigurasi ip address sudah selesai.. selanjutnya kita konfigurasikan ospf pada seluruh router ISP.

R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#net 14.14.14.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 16.16.16.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 15.15.15.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 13.13.13.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0 are 0
R2(config-if)#router ospf 1
R2(config-router)#net 23.23.23.2 0.0.0.0 are 0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0 are 0
R3(config-if)#router ospf 1
R3(config-router)#net 13.13.13.3 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#net 34.34.34.3 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#net 23.23.23.3 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0 are 0
R4(config-if)#router ospf 1
R4(config-router)#net 14.14.14.4 0.0.0.0 are 0
RR4(config-router)#net 47.47.47.4 0.0.0.0 are 0
R4(config-router)#net 48.48.48.4 0.0.0.0 are 0
R4(config-router)#net 34.34.34.4 0.0.0.0 are 0
R4(config-router)#net 4.4.4.4 0.0.0.0 are 0
R5(config-if)#router ospf 1
R5(config-router)#net 15.15.15.5 0.0.0.0 are 0
R5(config-router)#net 5.5.5.5 0.0.0.0 are 0
R6(config-if)#router ospf 1
R6(config-router)#net 16.16.16.6 0.0.0.0 are 0
R6(config-router)#net 6.6.6.6 0.0.0.0 are 0
R7(config-if)#router ospf 1
R7(config-router)#net 47.47.47.7 0.0.0.0 are 0
R7(config-router)#net 7.7.7.7 0.0.0.0 are 0
R8(config-if)#router ospf 1
R8(config-router)#net 48.48.48.8 0.0.0.0 are 0
R8(config-router)#net 8.8.8.8 0.0.0.0 are 0

Okeee.. konfigurasi OSPF sudah selesai.. pastikan seluruh router mempunyai tabel routing yang lengkap. berikut tabel routing di R1

R1(config-router)#do sh ip route
Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 1.1.1.1 is directly connected, Loopback0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 2.2.2.2 [110/21] via 13.13.13.3, 00:03:13, Ethernet0/3
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 3.3.3.3 [110/11] via 13.13.13.3, 00:03:23, Ethernet0/3
4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 4.4.4.4 [110/11] via 14.14.14.4, 00:02:31, Ethernet0/0
5.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 5.5.5.5 [110/11] via 15.15.15.5, 00:02:00, Ethernet0/2
6.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 6.6.6.6 [110/11] via 16.16.16.6, 00:01:30, Ethernet0/1
7.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 7.7.7.7 [110/21] via 14.14.14.4, 00:00:55, Ethernet0/0
8.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 8.8.8.8 [110/21] via 14.14.14.4, 00:00:21, Ethernet0/0
13.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 13.13.13.0/24 is directly connected, Ethernet0/3
L 13.13.13.1/32 is directly connected, Ethernet0/3
14.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 14.14.14.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 14.14.14.1/32 is directly connected, Ethernet0/0
15.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 15.15.15.0/24 is directly connected, Ethernet0/2
L 15.15.15.1/32 is directly connected, Ethernet0/2
16.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 16.16.16.0/24 is directly connected, Ethernet0/1
L 16.16.16.1/32 is directly connected, Ethernet0/1
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 23.23.23.0 [110/20] via 13.13.13.3, 00:03:13, Ethernet0/3
34.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 34.34.34.0 [110/20] via 14.14.14.4, 00:02:31, Ethernet0/0
[110/20] via 13.13.13.3, 00:03:33, Ethernet0/3
47.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 47.47.47.0 [110/20] via 14.14.14.4, 00:02:42, Ethernet0/0
48.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 48.48.48.0 [110/20] via 14.14.14.4, 00:02:42, Ethernet0/0

Oke.. untuk saat ini sampai disini dulu yaa.. sampai jumpa di postingan selanjutnya.. di postingan selanjutnya in syaa allah kita akan membahas konfigurasi MPLS di jaringan ISP

Lab 132 – Superlab L3VPN Cisco (Bagian 2 Konfigurasi OSPF)

Oke.. sebelumnya saya sudah memperkenalkan superlab spesial tentang L3VPN di cisco. selanjutnya saat ini kita akan mulai perang nya yaa.. berikut full topologi dari superlab yang akan kita bahas

Pada postingan kali ini, kita hanya akan fokus pada konfigurasi routing protocol IGP pada bagian ISP. Adapun routing protocol IGP yang akan kita gunakan adalah OSPF.

Pertama konfigurasikan ip addressing pada seluruh router ISP. Untuk addressing, kita akan menggunakan addressing standard IDN seperti biasa yaaa

R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int e0/1
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 16.16.16.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int e0/2
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 15.15.15.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int e0/3
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 13.13.13.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int lo0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0

R2(config-if)#int lo0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 13.13.13.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int e0/1
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 34.34.34.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int e0/2
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0

R3(config-if)#int lo0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
R4(config)#int e0/0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 14.14.14.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/1
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 47.47.47.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/2
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 48.48.48.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int e0/3
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 34.34.34.4 255.255.255.0

R4(config-if)#int lo0
R4(config-if)#ip add 4.4.4.4 255.255.255.255
R5(config)#int e0/0
R5(config-if)#no sh
R5(config-if)#ip add 15.15.15.5 255.255.255.0

R5(config-if)#int lo0
R5(config-if)#ip add 5.5.5.5 255.255.255.255
R6(config)#int e0/0
R6(config-if)#no sh
R6(config-if)#ip add 16.16.16.6 255.255.255.0

R6(config-if)#int lo0
R6(config-if)#ip add 6.6.6.6 255.255.255.255
R7(config)#int e0/0
R7(config-if)#no sh
R7(config-if)#ip add 47.47.47.7 255.255.255.0

R7(config-if)#int lo0
R7(config-if)#ip add 7.7.7.7 255.255.255.255
R8(config)#int e0/0
R8(config-if)#no sh
R8(config-if)#ip add 48.48.48.8 255.255.255.0

R8(config-if)#int lo0
R8(config-if)#ip add 8.8.8.8 255.255.255.255

Oke konfigurasi ip address sudah selesai.. selanjutnya kita konfigurasikan ospf pada seluruh router ISP.

R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#net 14.14.14.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 16.16.16.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 15.15.15.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 13.13.13.1 0.0.0.0 are 0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0 are 0
R2(config-if)#router ospf 1
R2(config-router)#net 23.23.23.2 0.0.0.0 are 0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0 are 0
R3(config-if)#router ospf 1
R3(config-router)#net 13.13.13.3 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#net 34.34.34.3 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#net 23.23.23.3 0.0.0.0 are 0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0 are 0
R4(config-if)#router ospf 1
R4(config-router)#net 14.14.14.4 0.0.0.0 are 0
RR4(config-router)#net 47.47.47.4 0.0.0.0 are 0
R4(config-router)#net 48.48.48.4 0.0.0.0 are 0
R4(config-router)#net 34.34.34.4 0.0.0.0 are 0
R4(config-router)#net 4.4.4.4 0.0.0.0 are 0
R5(config-if)#router ospf 1
R5(config-router)#net 15.15.15.5 0.0.0.0 are 0
R5(config-router)#net 5.5.5.5 0.0.0.0 are 0
R6(config-if)#router ospf 1
R6(config-router)#net 16.16.16.6 0.0.0.0 are 0
R6(config-router)#net 6.6.6.6 0.0.0.0 are 0
R7(config-if)#router ospf 1
R7(config-router)#net 47.47.47.7 0.0.0.0 are 0
R7(config-router)#net 7.7.7.7 0.0.0.0 are 0
R8(config-if)#router ospf 1
R8(config-router)#net 48.48.48.8 0.0.0.0 are 0
R8(config-router)#net 8.8.8.8 0.0.0.0 are 0

Okeee.. konfigurasi OSPF sudah selesai.. pastikan seluruh router mempunyai tabel routing yang lengkap. berikut tabel routing di R1

R1(config-router)#do sh ip route
Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 1.1.1.1 is directly connected, Loopback0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 2.2.2.2 [110/21] via 13.13.13.3, 00:03:13, Ethernet0/3
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 3.3.3.3 [110/11] via 13.13.13.3, 00:03:23, Ethernet0/3
4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 4.4.4.4 [110/11] via 14.14.14.4, 00:02:31, Ethernet0/0
5.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 5.5.5.5 [110/11] via 15.15.15.5, 00:02:00, Ethernet0/2
6.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 6.6.6.6 [110/11] via 16.16.16.6, 00:01:30, Ethernet0/1
7.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 7.7.7.7 [110/21] via 14.14.14.4, 00:00:55, Ethernet0/0
8.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 8.8.8.8 [110/21] via 14.14.14.4, 00:00:21, Ethernet0/0
13.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 13.13.13.0/24 is directly connected, Ethernet0/3
L 13.13.13.1/32 is directly connected, Ethernet0/3
14.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 14.14.14.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 14.14.14.1/32 is directly connected, Ethernet0/0
15.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 15.15.15.0/24 is directly connected, Ethernet0/2
L 15.15.15.1/32 is directly connected, Ethernet0/2
16.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 16.16.16.0/24 is directly connected, Ethernet0/1
L 16.16.16.1/32 is directly connected, Ethernet0/1
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 23.23.23.0 [110/20] via 13.13.13.3, 00:03:13, Ethernet0/3
34.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 34.34.34.0 [110/20] via 14.14.14.4, 00:02:31, Ethernet0/0
[110/20] via 13.13.13.3, 00:03:33, Ethernet0/3
47.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 47.47.47.0 [110/20] via 14.14.14.4, 00:02:42, Ethernet0/0
48.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 48.48.48.0 [110/20] via 14.14.14.4, 00:02:42, Ethernet0/0

Oke.. untuk saat ini sampai disini dulu yaa.. sampai jumpa di postingan selanjutnya.. di postingan selanjutnya in syaa allah kita akan membahas konfigurasi MPLS di jaringan ISP

MPLS L3VPN Konfigurasi OSPF Sham Link

Routing protocol OSPF secara default dalam pemilihan jalur terbaiknya lebih mengutamakan jalur pada Area yang sama dibandingkan dengan jalur yang berasal dari luar OSPF, hal ini akan menjadi masalah ketika kita membuat jaringan MPLS L3VPN yang menggunakan Routing protocol OSPF. Contohnya seperti topologi dibawah ini :

Router CE R4 memiliki 2 jalur, yang satunya lewat R1 dan yang satunya lagi lewat R5 (backdoor), karena R5 berada di area yang sama, sedangkan R1 merupakan jalur eksternal, R4 akan lebih memilih ke jalur R5 dibandingkan melewati jalur VPN MPLS yang ada di R1.

Untuk mengatasi masalah seperti ini kita buat sebuah jalur Sham-link antara R1 dan R3, agar jalur VPN MPLS lebih diprioritaskan dibandingkan jalur backdoor yang dimiliki oleh R4. Saya contohkan konfigurasi dibawah ini :

Virtual Routing and Forwarding

Kita buat VRF pada Router PE dan kemudian terapkan pada Interface yang terhubung dengan Router CE.

    R1

    Pertama kita buat VRF-nya terlebih dahulu, kemudian tentukan RD dan RT-nya.

    R1(config)#ip vrf Dark
    R1(config-vrf)#rd 10:1
    R1(config-vrf)#route-tar bot 10:1
    R1(config-vrf)#exi

    Lalu terapkan pada Interface yang terhubung dengan Router CE.

    R1(config)#int e0/1
    R1(config-if)#ip vrf for Dark
    R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#exi

    R3

    R3(config)#ip vrf Dark   
    R3(config-vrf)#rd 10:1
    R3(config-vrf)#route-tar bo 10:1
    R3(config-vrf)#exi
    R3(config)#int e0/1
    R3(config-if)#ip vrf for Dark
    R3(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
    R3(config-if)#no sh
    R3(config-if)#exi

IP Addressing & MPLS LDP

Kita konfigurasi IP Addressing pada tiap interface Router, dan MPLS LDP pada Router yang berada di MPLS Backbone.

    R1

    R1(config)#int lo0
    R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
    R1(config-if)#exi
    R1(config)#int e0/0
    R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#mpls ip
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#exi

    R2

    R2(config)#int lo0
    R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
    R2(config-if)#exi
    R2(config)#int e0/0
    R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
    R2(config-if)#mpls ip
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exi
    R2(config)#int e0/1
    R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
    R2(config-if)#mpls ip
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exi

    R3

    R3(config)#int lo0
    R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
    R3(config-if)#exi
    R3(config)#int e0/0
    R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
    R3(config-if)#mpls ip
    R3(config-if)#no sh
    R3(config-if)#exi

    R4

    R4(config)#int lo0
    R4(config-if)#ip add 4.4.4.4 255.255.255.255
    R4(config-if)#exi
    R4(config)#int e0/0
    R4(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0
    R4(config-if)#no sh
    R4(config-if)#exi
    R4(config)#int s2/0
    R4(config-if)#ip add 45.45.45.4 255.255.255.0
    R4(config-if)#no sh
    R4(config-if)#exi

    R5

    R5(config)#int lo0
    R5(config-if)#ip add 5.5.5.5 255.255.255.255
    R5(config-if)#exi
    R5(config)#int e0/0
    R5(config-if)#ip add 20.20.20.2 255.255.255.0
    R5(config-if)#no sh
    R5(config-if)#exi
    R5(config)#int s2/0
    R5(config-if)#ip add 45.45.45.5 255.255.255.0
    R5(config-if)#no sh
    R5(config-if)#exi

Routing EIGRP

Konfigurasi Routing EIGRP pada MPLS Backbone.

    R1

    R1(config)#router eigrp 10
    R1(config-router)#no auto-summ
    R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0
    R1(config-router)#net 12.12.12.0 0.0.0.255
    R1(config-router)#exi

    R2

    R2(config)#router eigrp 10
    R2(config-router)#no auto-summ
    R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0
    R2(config-router)#net 23.23.23.0 0.0.0.255
    R2(config-router)#net 12.12.12.0 0.0.0.255
    R2(config-router)#exi

    R3

    R3(config)#router eigrp 10
    R3(config-router)#no auto-summ
    R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0
    R3(config-router)#net 23.23.23.0 0.0.0.255
    R3(config-router)#exi

Multi Protocol BGP

Konfigurasi MP BGP untuk membentuk jalur VPNv4 antar Router PE.

    R1

    R1(config)#router bgp 10
    R1(config-router)#no sync
    R1(config-router)#neighbor 3.3.3.3 remote-as 10
    R1(config-router)#neighbor 3.3.3.3 update-so lo0
    R1(config-router)#address-fam vpnv4
    R1(config-router-af)#neighbor 3.3.3.3 act
    R1(config-router-af)#exi
    R1(config-router)#address-fam ipv4 vrf Dark
    R1(config-router-af)#redistribute vrf Dark ospf 10 met 10
    R1(config-router-af)#exi
    R1(config-router)#ex

    R3

    R3(config)#router bgp 10
    R3(config-router)#no sync
    R3(config-router)#neighbor 1.1.1.1 remote-as 10
    R3(config-router)#neighbor 1.1.1.1 update-so lo0
    R3(config-router)#address-fam vpnv4
    R3(config-router-af)#neighbor 1.1.1.1 act
    R3(config-router-af)#exi
    R3(config-router)#address-fam ipv4 vrf Dark
    R3(config-router-af)#redistribute vrf Dark ospf 10 met 10
    R3(config-router-af)#exi

OSPF CE&PE

Kita aktifkan OSPF agar antar Router CE dan PE dapat saling berkomunikasi.

    R1

    R1(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R1(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
    R1(config-router)#exi

    R3

    R3(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R3(config-router)#net 20.20.20.0 0.0.0.255 ar 0
    R3(config-router)#exi

    R4

    R4(config)#router ospf 10
    R4(config-router)#net 0.0.0.0 0.0.0.0 ar 0
    R4(config-router)#exi

    R5

    R5(config)#router ospf 10
    R5(config-router)#net 0.0.0.0 0.0.0.0 ar 0
    R5(config-router)#exi

Kemudian kita lihat pada Routing table salah satu Router CE dan apa hasilnya.

R4#sh ip ro
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route, H - NHRP, l - LISP
a - application route
+ - replicated route, % - next hop override

Gateway of last resort is not set

4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 4.4.4.4 is directly connected, Loopback0
5.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 5.5.5.5 [110/65] via 45.45.45.5, 00:01:52, Serial2/0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 10.10.10.2/32 is directly connected, Ethernet0/0
20.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 20.20.20.0 [110/74] via 45.45.45.5, 00:01:42, Serial2/0
45.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 45.45.45.0/24 is directly connected, Serial2/0
L 45.45.45.4/32 is directly connected, Serial2/0

Terlihat Router CE R4 lebih memilih jalur link di Interface Serial atau jalur backdoor, dibandingkan dengan jalur MPLS L3VPN yang kita bentuk. Agar traffic teralihkan ke jalur MPLS L3VPN, kita harus mengkonfigurasi Sham link pada R1 dan R3.

OSPF Sham-Link

Kita buat sebuah jalur sham-link OSPF antara Router PE, agar dipilih menjadi jalur utama meskipun jalur eksternal.

    R1

    Pertama kita buat interface loopback baru pada Router ini, dan masukan dalam VRF Router CE.

    R1(config)#int lo1
    R1(config-if)#ip vrf for Dark
    R1(config-if)#ip add 100.100.100.1 255.255.255.255
    R1(config-if)#exi

    Kemudian konfigurasi OSPF Shamlink tentukan IP Address loopback Router PE R1 dan R3.

    R1(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R1(config-router)#area 0 sham-link 100.100.100.1 100.100.100.3
    R1(config-router)#exi

    R3

    R3(config)#int lo1        
    R3(config-if)#ip vrf for Dark
    R3(config-if)#ip add 100.100.100.3 255.255.255.255
    R3(config-if)#exi
    R3(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R3(config-router)#area 0 sham-link 100.100.100.3 100.100.100.1
    R3(config-router)#exi

    Kemudian cek konektifitas Sham-link apakah sudah UP.

    R3(config)#do sh ip ospf sham-links 
    Sham Link OSPF_SL0 to address 100.100.100.1 is up
    Area 0 source address 100.100.100.3
    Run as demand circuit
    DoNotAge LSA allowed. Cost of using 1 State POINT_TO_POINT,
    Timer intervals configured, Hello 10, Dead 40, Wait 40,
    Hello due in 00:00:06
    Adjacency State FULL (Hello suppressed)
    Index 1/2/2, retransmission queue length 0, number of retransmission 0
    First 0x0(0)/0x0(0)/0x0(0) Next 0x0(0)/0x0(0)/0x0(0)
    Last retransmission scan length is 0, maximum is 0
    Last retransmission scan time is 0 msec, maximum is 0 msec

Kemudian kita lihat lagi Routing table pada Router CE apakah sudah mengalami perubahan.

R4#sh ip route 
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route, H - NHRP, l - LISP
a - application route
+ - replicated route, % - next hop override

Gateway of last resort is not set

4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 4.4.4.4 is directly connected, Loopback0
5.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 5.5.5.5 [110/22] via 10.10.10.1, 00:03:17, Ethernet0/0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 10.10.10.2/32 is directly connected, Ethernet0/0
20.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 20.20.20.0 [110/21] via 10.10.10.1, 00:03:17, Ethernet0/0
45.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 45.45.45.0/24 is directly connected, Serial2/0
L 45.45.45.4/32 is directly connected, Serial2/0

Kita bisa lihat jalur sudah berubah mengarah ke MPLS Backbone kembali.

MPLS L3VPN Konfigurasi OSPF Sham Link

Routing protocol OSPF secara default dalam pemilihan jalur terbaiknya lebih mengutamakan jalur pada Area yang sama dibandingkan dengan jalur yang berasal dari luar OSPF, hal ini akan menjadi masalah ketika kita membuat jaringan MPLS L3VPN yang menggunakan Routing protocol OSPF. Contohnya seperti topologi dibawah ini :

Router CE R4 memiliki 2 jalur, yang satunya lewat R1 dan yang satunya lagi lewat R5 (backdoor), karena R5 berada di area yang sama, sedangkan R1 merupakan jalur eksternal, R4 akan lebih memilih ke jalur R5 dibandingkan melewati jalur VPN MPLS yang ada di R1.

Untuk mengatasi masalah seperti ini kita buat sebuah jalur Sham-link antara R1 dan R3, agar jalur VPN MPLS lebih diprioritaskan dibandingkan jalur backdoor yang dimiliki oleh R4. Saya contohkan konfigurasi dibawah ini :

Virtual Routing and Forwarding

Kita buat VRF pada Router PE dan kemudian terapkan pada Interface yang terhubung dengan Router CE.

    R1

    Pertama kita buat VRF-nya terlebih dahulu, kemudian tentukan RD dan RT-nya.

    R1(config)#ip vrf Dark
    R1(config-vrf)#rd 10:1
    R1(config-vrf)#route-tar bot 10:1
    R1(config-vrf)#exi

    Lalu terapkan pada Interface yang terhubung dengan Router CE.

    R1(config)#int e0/1
    R1(config-if)#ip vrf for Dark
    R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#exi

    R3

    R3(config)#ip vrf Dark   
    R3(config-vrf)#rd 10:1
    R3(config-vrf)#route-tar bo 10:1
    R3(config-vrf)#exi
    R3(config)#int e0/1
    R3(config-if)#ip vrf for Dark
    R3(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
    R3(config-if)#no sh
    R3(config-if)#exi

IP Addressing & MPLS LDP

Kita konfigurasi IP Addressing pada tiap interface Router, dan MPLS LDP pada Router yang berada di MPLS Backbone.

    R1

    R1(config)#int lo0
    R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
    R1(config-if)#exi
    R1(config)#int e0/0
    R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#mpls ip
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#exi

    R2

    R2(config)#int lo0
    R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
    R2(config-if)#exi
    R2(config)#int e0/0
    R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
    R2(config-if)#mpls ip
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exi
    R2(config)#int e0/1
    R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
    R2(config-if)#mpls ip
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exi

    R3

    R3(config)#int lo0
    R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
    R3(config-if)#exi
    R3(config)#int e0/0
    R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
    R3(config-if)#mpls ip
    R3(config-if)#no sh
    R3(config-if)#exi

    R4

    R4(config)#int lo0
    R4(config-if)#ip add 4.4.4.4 255.255.255.255
    R4(config-if)#exi
    R4(config)#int e0/0
    R4(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0
    R4(config-if)#no sh
    R4(config-if)#exi
    R4(config)#int s2/0
    R4(config-if)#ip add 45.45.45.4 255.255.255.0
    R4(config-if)#no sh
    R4(config-if)#exi

    R5

    R5(config)#int lo0
    R5(config-if)#ip add 5.5.5.5 255.255.255.255
    R5(config-if)#exi
    R5(config)#int e0/0
    R5(config-if)#ip add 20.20.20.2 255.255.255.0
    R5(config-if)#no sh
    R5(config-if)#exi
    R5(config)#int s2/0
    R5(config-if)#ip add 45.45.45.5 255.255.255.0
    R5(config-if)#no sh
    R5(config-if)#exi

Routing EIGRP

Konfigurasi Routing EIGRP pada MPLS Backbone.

    R1

    R1(config)#router eigrp 10
    R1(config-router)#no auto-summ
    R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0
    R1(config-router)#net 12.12.12.0 0.0.0.255
    R1(config-router)#exi

    R2

    R2(config)#router eigrp 10
    R2(config-router)#no auto-summ
    R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0
    R2(config-router)#net 23.23.23.0 0.0.0.255
    R2(config-router)#net 12.12.12.0 0.0.0.255
    R2(config-router)#exi

    R3

    R3(config)#router eigrp 10
    R3(config-router)#no auto-summ
    R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0
    R3(config-router)#net 23.23.23.0 0.0.0.255
    R3(config-router)#exi

Multi Protocol BGP

Konfigurasi MP BGP untuk membentuk jalur VPNv4 antar Router PE.

    R1

    R1(config)#router bgp 10
    R1(config-router)#no sync
    R1(config-router)#neighbor 3.3.3.3 remote-as 10
    R1(config-router)#neighbor 3.3.3.3 update-so lo0
    R1(config-router)#address-fam vpnv4
    R1(config-router-af)#neighbor 3.3.3.3 act
    R1(config-router-af)#exi
    R1(config-router)#address-fam ipv4 vrf Dark
    R1(config-router-af)#redistribute vrf Dark ospf 10 met 10
    R1(config-router-af)#exi
    R1(config-router)#ex

    R3

    R3(config)#router bgp 10
    R3(config-router)#no sync
    R3(config-router)#neighbor 1.1.1.1 remote-as 10
    R3(config-router)#neighbor 1.1.1.1 update-so lo0
    R3(config-router)#address-fam vpnv4
    R3(config-router-af)#neighbor 1.1.1.1 act
    R3(config-router-af)#exi
    R3(config-router)#address-fam ipv4 vrf Dark
    R3(config-router-af)#redistribute vrf Dark ospf 10 met 10
    R3(config-router-af)#exi

OSPF CE&PE

Kita aktifkan OSPF agar antar Router CE dan PE dapat saling berkomunikasi.

    R1

    R1(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R1(config-router)#net 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
    R1(config-router)#exi

    R3

    R3(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R3(config-router)#net 20.20.20.0 0.0.0.255 ar 0
    R3(config-router)#exi

    R4

    R4(config)#router ospf 10
    R4(config-router)#net 0.0.0.0 0.0.0.0 ar 0
    R4(config-router)#exi

    R5

    R5(config)#router ospf 10
    R5(config-router)#net 0.0.0.0 0.0.0.0 ar 0
    R5(config-router)#exi

Kemudian kita lihat pada Routing table salah satu Router CE dan apa hasilnya.

R4#sh ip ro
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route, H - NHRP, l - LISP
a - application route
+ - replicated route, % - next hop override

Gateway of last resort is not set

4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 4.4.4.4 is directly connected, Loopback0
5.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 5.5.5.5 [110/65] via 45.45.45.5, 00:01:52, Serial2/0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 10.10.10.2/32 is directly connected, Ethernet0/0
20.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 20.20.20.0 [110/74] via 45.45.45.5, 00:01:42, Serial2/0
45.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 45.45.45.0/24 is directly connected, Serial2/0
L 45.45.45.4/32 is directly connected, Serial2/0

Terlihat Router CE R4 lebih memilih jalur link di Interface Serial atau jalur backdoor, dibandingkan dengan jalur MPLS L3VPN yang kita bentuk. Agar traffic teralihkan ke jalur MPLS L3VPN, kita harus mengkonfigurasi Sham link pada R1 dan R3.

OSPF Sham-Link

Kita buat sebuah jalur sham-link OSPF antara Router PE, agar dipilih menjadi jalur utama meskipun jalur eksternal.

    R1

    Pertama kita buat interface loopback baru pada Router ini, dan masukan dalam VRF Router CE.

    R1(config)#int lo1
    R1(config-if)#ip vrf for Dark
    R1(config-if)#ip add 100.100.100.1 255.255.255.255
    R1(config-if)#exi

    Kemudian konfigurasi OSPF Shamlink tentukan IP Address loopback Router PE R1 dan R3.

    R1(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R1(config-router)#area 0 sham-link 100.100.100.1 100.100.100.3
    R1(config-router)#exi

    R3

    R3(config)#int lo1        
    R3(config-if)#ip vrf for Dark
    R3(config-if)#ip add 100.100.100.3 255.255.255.255
    R3(config-if)#exi
    R3(config)#router ospf 10 vrf Dark
    R3(config-router)#area 0 sham-link 100.100.100.3 100.100.100.1
    R3(config-router)#exi

    Kemudian cek konektifitas Sham-link apakah sudah UP.

    R3(config)#do sh ip ospf sham-links 
    Sham Link OSPF_SL0 to address 100.100.100.1 is up
    Area 0 source address 100.100.100.3
    Run as demand circuit
    DoNotAge LSA allowed. Cost of using 1 State POINT_TO_POINT,
    Timer intervals configured, Hello 10, Dead 40, Wait 40,
    Hello due in 00:00:06
    Adjacency State FULL (Hello suppressed)
    Index 1/2/2, retransmission queue length 0, number of retransmission 0
    First 0x0(0)/0x0(0)/0x0(0) Next 0x0(0)/0x0(0)/0x0(0)
    Last retransmission scan length is 0, maximum is 0
    Last retransmission scan time is 0 msec, maximum is 0 msec

Kemudian kita lihat lagi Routing table pada Router CE apakah sudah mengalami perubahan.

R4#sh ip route 
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route, H - NHRP, l - LISP
a - application route
+ - replicated route, % - next hop override

Gateway of last resort is not set

4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 4.4.4.4 is directly connected, Loopback0
5.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 5.5.5.5 [110/22] via 10.10.10.1, 00:03:17, Ethernet0/0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 10.10.10.2/32 is directly connected, Ethernet0/0
20.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 20.20.20.0 [110/21] via 10.10.10.1, 00:03:17, Ethernet0/0
45.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 45.45.45.0/24 is directly connected, Serial2/0
L 45.45.45.4/32 is directly connected, Serial2/0

Kita bisa lihat jalur sudah berubah mengarah ke MPLS Backbone kembali.