Membuat AlertDialog Android Kotlin

Hai sobat, bersaa lagi dengan saya di Blog Setya Aji. Sudah lama banget saya gak update blog ini lagi gara-gara sibuk. Review artikel yang dulu, saya telah menjelaskan tentang membuat aplikasi android yang menampilkan lokasi perangkat di google map menggunakan Google Map API. Nah kali ini sedikit berbeda karena sekarang kita akan mencoba hal baru, apa itu? Membuat alert dialog menggunakan bahasa Kotlin πŸ˜‚

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Alert Dialog adalah komponen android yang berguna untuk memberika informasi kepada pengguna serta dapat digunakan untuk memberikan pilihan kepada pengguna untuk melakukan suatu perintah di android. Alert Dialog ini memiliki beberapa komponen dasat yaitu :

  1. Judul : judul informasi yang akan ditampilkan
  2. Pesan : pesan yang akan disampaikan kepada pengguna
  3. Tombol Positif : tombol untuk pilihan positif dari pengguna utuk menjalankan perintah (Ya)
  4. Tombol Negative : tombol untuk pilihan negative dari pengguna untuk menjalankan perintah (Tidak)
  5. Tombol Netral : tombol pilihan netral dari pengguna (bukan ya/tidak)

Nah dari bagian2 di atas, kita bisa pahami komponen AlertDialog ini dengan mudah. Nah kali ini kita akan membuatnya menggunakan bahasa terbaru di Android Studio yaitu Kotlin. Kotlin ini bahasa yang efisien dan ringkas dibandingkan Java. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini.

Oke sekarang kita mulai membuat AlertDialog menggunakan Kotlin di Android Studio

Membuat Project

Buat project baru dengan nama AlertDialog Kotlin dan jangan lupa pilih bahasanya menjadi Kotlin. Selanjutnya pilih jenis activitynya empty activity.

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat Tampilan

Setelah project terbentuk dengna sempurna, sekarang buka activity_main.xml di dalam folder res/layout dan tambahkan satu Tombol di dalamnya. Di dalam properties, tambahkan onClick dengan alertClick. Untuk kodenya seperti berikut ini :

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context="com.blogspot.blogsetyaaji.basickotlin.MainActivity">

<Button
android:id="@+id/button"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginEnd="137dp"
android:layout_marginStart="159dp"
android:onClick="alertClick"
android:text="Button"
app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"
app:layout_constraintEnd_toEndOf="parent"
app:layout_constraintStart_toStartOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent" />
</android.support.constraint.ConstraintLayout>

Properti onClick digunakan untuk menjalankan perintah ketika tombol diklik

Kode File Kotlin

Setelah membuat tampilannya selanjutnya buat kode logikanya di file MainActivity. Buat method dari properti onClick yang ada di tampilan tadi dengan nama alertClick(view:View) di bawah method onCreate. Kemudian di dalam method ini tambahkan kode AlertDialog seperti berikut ini

package com.blogspot.blogsetyaaji.basickotlin

import android.content.DialogInterface
import android.content.Intent
import android.support.v7.app.AppCompatActivity
import android.os.Bundle
import android.support.v7.app.AlertDialog
import android.view.View
import android.widget.Toast
import kotlinx.android.synthetic.main.activity_main.*

class MainActivity : AppCompatActivity() {

override fun onCreate(savedInstanceState: Bundle?) {
super.onCreate(savedInstanceState)
setContentView(R.layout.activity_main)
}

public fun alertClick(view: View){
AlertDialog.Builder(this)
.setTitle("Judul")
.setMessage("Pesan yang tampil")
.setPositiveButton("Ya", DialogInterface.OnClickListener { dialogInterface, i ->
Toast.makeText(this, "Jalankan perintah ketika user memilih tombol Ya", Toast.LENGTH_LONG).show()
})
.setNegativeButton("No", DialogInterface.OnClickListener { dialogInterface, i ->
Toast.makeText(this, "Jalankan perintah ketika user memilih tombol No", Toast.LENGTH_LONG).show()
})
.show()
}
}

Menjalankan Aplikasi

Sekarang jalankan aplikasinya, jika tombolnya diklik maka akan tampil alert seperti berikut ini

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Nah, seperti itu cara menampilkan AlertDialog di Android menggunakan Kotlin, sangat mudah dan bisa diterapkan di mana saja 😁

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan atau masalah silahkan komentar di bawah. Jangan lupa bagikan tutorial ini ke sobat lain agar ilmunya lebih bermanfaat. Sampai jumpa..

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Hai sobat, bersaa lagi dengan saya di Blog Setya Aji. Sudah lama banget saya gak update blog ini lagi gara-gara sibuk. Review artikel yang dulu, saya telah menjelaskan tentang membuat aplikasi android yang menampilkan lokasi perangkat di google map menggunakan Google Map API. Nah kali ini sedikit berbeda karena sekarang kita akan mencoba hal baru, apa itu? Membuat alert dialog menggunakan bahasa Kotlin πŸ˜‚

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Alert Dialog adalah komponen android yang berguna untuk memberika informasi kepada pengguna serta dapat digunakan untuk memberikan pilihan kepada pengguna untuk melakukan suatu perintah di android. Alert Dialog ini memiliki beberapa komponen dasat yaitu :

  1. Judul : judul informasi yang akan ditampilkan
  2. Pesan : pesan yang akan disampaikan kepada pengguna
  3. Tombol Positif : tombol untuk pilihan positif dari pengguna utuk menjalankan perintah (Ya)
  4. Tombol Negative : tombol untuk pilihan negative dari pengguna untuk menjalankan perintah (Tidak)
  5. Tombol Netral : tombol pilihan netral dari pengguna (bukan ya/tidak)

Nah dari bagian2 di atas, kita bisa pahami komponen AlertDialog ini dengan mudah. Nah kali ini kita akan membuatnya menggunakan bahasa terbaru di Android Studio yaitu Kotlin. Kotlin ini bahasa yang efisien dan ringkas dibandingkan Java. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini.

Oke sekarang kita mulai membuat AlertDialog menggunakan Kotlin di Android Studio

Membuat Project

Buat project baru dengan nama AlertDialog Kotlin dan jangan lupa pilih bahasanya menjadi Kotlin. Selanjutnya pilih jenis activitynya empty activity.

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat Tampilan

Setelah project terbentuk dengna sempurna, sekarang buka activity_main.xml di dalam folder res/layout dan tambahkan satu Tombol di dalamnya. Di dalam properties, tambahkan onClick dengan alertClick. Untuk kodenya seperti berikut ini :

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context="com.blogspot.blogsetyaaji.basickotlin.MainActivity">

<Button
android:id="@+id/button"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginEnd="137dp"
android:layout_marginStart="159dp"
android:onClick="alertClick"
android:text="Button"
app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"
app:layout_constraintEnd_toEndOf="parent"
app:layout_constraintStart_toStartOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent" />
</android.support.constraint.ConstraintLayout>

Properti onClick digunakan untuk menjalankan perintah ketika tombol diklik

Kode File Kotlin

Setelah membuat tampilannya selanjutnya buat kode logikanya di file MainActivity. Buat method dari properti onClick yang ada di tampilan tadi dengan nama alertClick(view:View) di bawah method onCreate. Kemudian di dalam method ini tambahkan kode AlertDialog seperti berikut ini

package com.blogspot.blogsetyaaji.basickotlin

import android.content.DialogInterface
import android.content.Intent
import android.support.v7.app.AppCompatActivity
import android.os.Bundle
import android.support.v7.app.AlertDialog
import android.view.View
import android.widget.Toast
import kotlinx.android.synthetic.main.activity_main.*

class MainActivity : AppCompatActivity() {

override fun onCreate(savedInstanceState: Bundle?) {
super.onCreate(savedInstanceState)
setContentView(R.layout.activity_main)
}

public fun alertClick(view: View){
AlertDialog.Builder(this)
.setTitle("Judul")
.setMessage("Pesan yang tampil")
.setPositiveButton("Ya", DialogInterface.OnClickListener { dialogInterface, i ->
Toast.makeText(this, "Jalankan perintah ketika user memilih tombol Ya", Toast.LENGTH_LONG).show()
})
.setNegativeButton("No", DialogInterface.OnClickListener { dialogInterface, i ->
Toast.makeText(this, "Jalankan perintah ketika user memilih tombol No", Toast.LENGTH_LONG).show()
})
.show()
}
}

Menjalankan Aplikasi

Sekarang jalankan aplikasinya, jika tombolnya diklik maka akan tampil alert seperti berikut ini

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Nah, seperti itu cara menampilkan AlertDialog di Android menggunakan Kotlin, sangat mudah dan bisa diterapkan di mana saja 😁

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan atau masalah silahkan komentar di bawah. Jangan lupa bagikan tutorial ini ke sobat lain agar ilmunya lebih bermanfaat. Sampai jumpa..

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Hai sobat, bersaa lagi dengan saya di Blog Setya Aji. Sudah lama banget saya gak update blog ini lagi gara-gara sibuk. Review artikel yang dulu, saya telah menjelaskan tentang membuat aplikasi android yang menampilkan lokasi perangkat di google map menggunakan Google Map API. Nah kali ini sedikit berbeda karena sekarang kita akan mencoba hal baru, apa itu? Membuat alert dialog menggunakan bahasa Kotlin πŸ˜‚

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Alert Dialog adalah komponen android yang berguna untuk memberika informasi kepada pengguna serta dapat digunakan untuk memberikan pilihan kepada pengguna untuk melakukan suatu perintah di android. Alert Dialog ini memiliki beberapa komponen dasat yaitu :

  1. Judul : judul informasi yang akan ditampilkan
  2. Pesan : pesan yang akan disampaikan kepada pengguna
  3. Tombol Positif : tombol untuk pilihan positif dari pengguna utuk menjalankan perintah (Ya)
  4. Tombol Negative : tombol untuk pilihan negative dari pengguna untuk menjalankan perintah (Tidak)
  5. Tombol Netral : tombol pilihan netral dari pengguna (bukan ya/tidak)

Nah dari bagian2 di atas, kita bisa pahami komponen AlertDialog ini dengan mudah. Nah kali ini kita akan membuatnya menggunakan bahasa terbaru di Android Studio yaitu Kotlin. Kotlin ini bahasa yang efisien dan ringkas dibandingkan Java. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini.

Oke sekarang kita mulai membuat AlertDialog menggunakan Kotlin di Android Studio

Membuat Project

Buat project baru dengan nama AlertDialog Kotlin dan jangan lupa pilih bahasanya menjadi Kotlin. Selanjutnya pilih jenis activitynya empty activity.

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat Tampilan

Setelah project terbentuk dengna sempurna, sekarang buka activity_main.xml di dalam folder res/layout dan tambahkan satu Tombol di dalamnya. Di dalam properties, tambahkan onClick dengan alertClick. Untuk kodenya seperti berikut ini :

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context="com.blogspot.blogsetyaaji.basickotlin.MainActivity">

<Button
android:id="@+id/button"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginEnd="137dp"
android:layout_marginStart="159dp"
android:onClick="alertClick"
android:text="Button"
app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"
app:layout_constraintEnd_toEndOf="parent"
app:layout_constraintStart_toStartOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent" />
</android.support.constraint.ConstraintLayout>

Properti onClick digunakan untuk menjalankan perintah ketika tombol diklik

Kode File Kotlin

Setelah membuat tampilannya selanjutnya buat kode logikanya di file MainActivity. Buat method dari properti onClick yang ada di tampilan tadi dengan nama alertClick(view:View) di bawah method onCreate. Kemudian di dalam method ini tambahkan kode AlertDialog seperti berikut ini

package com.blogspot.blogsetyaaji.basickotlin

import android.content.DialogInterface
import android.content.Intent
import android.support.v7.app.AppCompatActivity
import android.os.Bundle
import android.support.v7.app.AlertDialog
import android.view.View
import android.widget.Toast
import kotlinx.android.synthetic.main.activity_main.*

class MainActivity : AppCompatActivity() {

override fun onCreate(savedInstanceState: Bundle?) {
super.onCreate(savedInstanceState)
setContentView(R.layout.activity_main)
}

public fun alertClick(view: View){
AlertDialog.Builder(this)
.setTitle("Judul")
.setMessage("Pesan yang tampil")
.setPositiveButton("Ya", DialogInterface.OnClickListener { dialogInterface, i ->
Toast.makeText(this, "Jalankan perintah ketika user memilih tombol Ya", Toast.LENGTH_LONG).show()
})
.setNegativeButton("No", DialogInterface.OnClickListener { dialogInterface, i ->
Toast.makeText(this, "Jalankan perintah ketika user memilih tombol No", Toast.LENGTH_LONG).show()
})
.show()
}
}

Menjalankan Aplikasi

Sekarang jalankan aplikasinya, jika tombolnya diklik maka akan tampil alert seperti berikut ini

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Membuat AlertDialog Android Kotlin

Nah, seperti itu cara menampilkan AlertDialog di Android menggunakan Kotlin, sangat mudah dan bisa diterapkan di mana saja 😁

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan atau masalah silahkan komentar di bawah. Jangan lupa bagikan tutorial ini ke sobat lain agar ilmunya lebih bermanfaat. Sampai jumpa..

Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API

Hai sobat, ketemu lagi dengan saya di artikel tentang pemrograman android. Pada artikel sebelumnya saya terlah menjelaskan tentang Cara Menampilkan Map di Aplikasi Android Menggunakan Google Maps API di Androud Studio. Dan pada kali ini saya akan menunjukkan Cara Mudah Menampilkan Lokasi Perangkat Saat Ini di Maps Androd.

Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API

Dalam pembuatan aplikasi android, kita dapat menambahakan berbagai fitur ke dalam aplikasi yang dibuat. Salah satu fitur unggulan dalam apliaksi android adalah fitur menampilkan lokasi di Maps Android. Dan untuk menampilkan lokasi di maps android juga sangat mudah karena Google sudah menyiapkan berbagai tools dan dokumentasi tentang menampilkan lokasi di maps android, tapi untuk yang baru belajar mungkin akan sedikit membingungkan. *seperti yg saya rasakan πŸ˜‚ 
Oke, dalam artikel ini saya akan meneruskan artikel saya sebelumnya, silahkan bisa mencobana atau langsung ke tahap ini.

Menampilkan Maps Android dengan Google Maps API di Android Studio

Pada artikel ini kita akan menampilkan lokasi perangkat saat ini (MyLocation) di Maps Android. Untuk melakukanya kita memanfaatkan pengaturan pada komponen Maps Android yaitu .setMyLocationEnabled(). Dengan mengaktifkan pengaturan ini, maps akan menampilkan My-Location Layer dan memberikan indikasi lokasi, serta menampilkan tampilan tombol untuk berinteraksi dengan lokasi perangkat. Tetapi untuk menggunakan pengaturan Maps Android ini, kita perlu menambahkan user permission pada perangkat untuk android versi Marshmallow (API 23) ke atas yaitu permission ACCESS_COARSE_LOCATION atau ACCESS_FINE_LOCATION. Untuk perangkat versi dibawah API 23 tidak memerlukan permintaan uses permission.
Nah itu sedikit teorinya, sekarang saatnya mengimplementasikan ke dalam aplikasi :
Pembuatan Project
Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, artikel ini menggunkaan project dari artikel sebelumnya.
Pembuatan Tampilan
Tampilannya masih sama, tidak ada yang diubah.
Pembuatan Program Java
Nah di sini kita akan ubah kode di dalam file MainActivity.java. Kita implementasikan class MainActivity ke beberapa method class yaitu GoogleMap.OnMyLocationButtonClickListener dan GoogleMap.OnMyLocationClickListener. Untuk lebih jelasnya sobat bisa lihat di gamber berikut 
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Untuk kodenya seperti ini
public class MapsActivity extends FragmentActivity implements OnMapReadyCallback
, GoogleMap.OnMyLocationButtonClickListener
, GoogleMap.OnMyLocationClickListener {

..........

}
Setelah mengimplementasikan class, selanjutnya adalah menambah kode permintaan uses-permission dan memberikan pengaturan MyLocationEnabled serta memberi perintah ketika tombol MyLocation diklik di dalam method onMapReady() seperti gambar di bawah ini 
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Untuk kodenya bisa diambil dari sini
if (android.os.Build.VERSION.SDK_INT >= Build.VERSION_CODES.M) {
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
ActivityCompat.requestPermissions(this, new String[]{Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION
, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION}, 1);
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}

mMap.setOnMyLocationButtonClickListener(this);
mMap.setOnMyLocationClickListener(this);
Kode di atas adalah untuk meminta permission jika permissionya belum diijinkan di perangakat. Ketika aplikasi sudah menerima pilihan user, maka aplikasi perlu memprosesnya di method baru dengan nama onRequestPermissionsResult(). Jika pengguna menerima permintaan dari aplikasi, maka tombol MyLocation akan tampil di Maps Android. Untuk kodenya sebagai berikut :
@Override
public void onRequestPermissionsResult(int requestCode, @NonNull String[] permissions, @NonNull int[] grantResults) {
if (requestCode == 1) {
if (grantResults.length > 0 && grantResults[0] == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
Toast.makeText(this, "Permission Granted", Toast.LENGTH_SHORT).show();
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
Toast.makeText(this, "Permission Denied", Toast.LENGTH_SHORT).show();
}
}
}
Selanjtnya kita tambahkan aksi kerika tombol MyLocation diklik maka akan tampil Toast dan ketika tanda lokasinya diklik maka akan menampilkan informasi lokasi yang diambil dari variable lokasi.
@Override
public boolean onMyLocationButtonClick() {
Toast.makeText(this, "My Location Button Clicked", Toast.LENGTH_SHORT).show();
return true;
}

@Override
public void onMyLocationClick(@NonNull Location location) {
Toast.makeText(this, "Lokasiku saat ini : " + location, Toast.LENGTH_LONG).show();
}
Untuk kode lengkap file MainActvity.java seperti di bawah ini
package com.blogspot.blogsetyaaji.firstmap;

import android.Manifest;
import android.content.pm.PackageManager;
import android.location.Location;
import android.os.Build;
import android.support.annotation.NonNull;
import android.support.v4.app.ActivityCompat;
import android.support.v4.app.FragmentActivity;
import android.os.Bundle;
import android.widget.Toast;

import com.google.android.gms.maps.CameraUpdateFactory;
import com.google.android.gms.maps.GoogleMap;
import com.google.android.gms.maps.OnMapReadyCallback;
import com.google.android.gms.maps.SupportMapFragment;
import com.google.android.gms.maps.model.LatLng;
import com.google.android.gms.maps.model.MarkerOptions;

public class MapsActivity extends FragmentActivity implements OnMapReadyCallback
, GoogleMap.OnMyLocationButtonClickListener
, GoogleMap.OnMyLocationClickListener {

private GoogleMap mMap;

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_maps);
// Obtain the SupportMapFragment and get notified when the map is ready to be used.
SupportMapFragment mapFragment = (SupportMapFragment) getSupportFragmentManager()
.findFragmentById(R.id.map);
mapFragment.getMapAsync(this);
}


/**
* Manipulates the map once available.
* This callback is triggered when the map is ready to be used.
* This is where we can add markers or lines, add listeners or move the camera. In this case,
* we just add a marker near Sydney, Australia.
* If Google Play services is not installed on the device, the user will be prompted to install
* it inside the SupportMapFragment. This method will only be triggered once the user has
* installed Google Play services and returned to the app.
*/
@Override
public void onMapReady(GoogleMap googleMap) {
mMap = googleMap;

// Add a marker in Sydney and move the camera
LatLng sydney = new LatLng(-34, 151);
mMap.addMarker(new MarkerOptions().position(sydney).title("Marker in Sydney"));
mMap.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLng(sydney));

if (android.os.Build.VERSION.SDK_INT >= Build.VERSION_CODES.M) {
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
ActivityCompat.requestPermissions(this, new String[]{Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION
, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION}, 1);
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}

mMap.setOnMyLocationButtonClickListener(this);
mMap.setOnMyLocationClickListener(this);
}

@Override
public void onRequestPermissionsResult(int requestCode, @NonNull String[] permissions, @NonNull int[] grantResults) {
if (requestCode == 1) {
if (grantResults.length > 0 && grantResults[0] == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
Toast.makeText(this, "Permission Granted", Toast.LENGTH_SHORT).show();
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
Toast.makeText(this, "Permission Denied", Toast.LENGTH_SHORT).show();
}
}
}

@Override
public boolean onMyLocationButtonClick() {
Toast.makeText(this, "My Location Button Clicked", Toast.LENGTH_SHORT).show();
return true;
}

@Override
public void onMyLocationClick(@NonNull Location location) {
Toast.makeText(this, "Lokasiku saat ini : " + location, Toast.LENGTH_LONG).show();
}
}

Menambah Permisson
Tak lupa, seperti yang tadi saya sampaikan bahwa kita membutuhkan beberapa ijin. Di sini kita tambahkan satu permission lagi yaitu permission  ACCESS_COARSE_LOCATION. kodenya seperti berikut ini 
<uses-permission android:name="android.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION"/>
Menjalankan Aplikasi
Pembuatan aplikasinya sudah selesai, sekarang aplikasi sudah siap dijalankan. Kurang lebih akan jadi seperti gambar di bawah 
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Oke, sekian artikel tentang Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, sobat dapat berkomentar di bawah. Silahkan sobat share ke sobat lainya jika sobat menyukai artikel ini karena berbagi itu indah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.. 😁

Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API

Hai sobat, ketemu lagi dengan saya di artikel tentang pemrograman android. Pada artikel sebelumnya saya terlah menjelaskan tentang Cara Menampilkan Map di Aplikasi Android Menggunakan Google Maps API di Androud Studio. Dan pada kali ini saya akan menunjukkan Cara Mudah Menampilkan Lokasi Perangkat Saat Ini di Maps Androd.

Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API

Dalam pembuatan aplikasi android, kita dapat menambahakan berbagai fitur ke dalam aplikasi yang dibuat. Salah satu fitur unggulan dalam apliaksi android adalah fitur menampilkan lokasi di Maps Android. Dan untuk menampilkan lokasi di maps android juga sangat mudah karena Google sudah menyiapkan berbagai tools dan dokumentasi tentang menampilkan lokasi di maps android, tapi untuk yang baru belajar mungkin akan sedikit membingungkan. *seperti yg saya rasakan πŸ˜‚ 
Oke, dalam artikel ini saya akan meneruskan artikel saya sebelumnya, silahkan bisa mencobana atau langsung ke tahap ini.

Menampilkan Maps Android dengan Google Maps API di Android Studio

Pada artikel ini kita akan menampilkan lokasi perangkat saat ini (MyLocation) di Maps Android. Untuk melakukanya kita memanfaatkan pengaturan pada komponen Maps Android yaitu .setMyLocationEnabled(). Dengan mengaktifkan pengaturan ini, maps akan menampilkan My-Location Layer dan memberikan indikasi lokasi, serta menampilkan tampilan tombol untuk berinteraksi dengan lokasi perangkat. Tetapi untuk menggunakan pengaturan Maps Android ini, kita perlu menambahkan user permission pada perangkat untuk android versi Marshmallow (API 23) ke atas yaitu permission ACCESS_COARSE_LOCATION atau ACCESS_FINE_LOCATION. Untuk perangkat versi dibawah API 23 tidak memerlukan permintaan uses permission.
Nah itu sedikit teorinya, sekarang saatnya mengimplementasikan ke dalam aplikasi :
Pembuatan Project
Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, artikel ini menggunkaan project dari artikel sebelumnya.
Pembuatan Tampilan
Tampilannya masih sama, tidak ada yang diubah.
Pembuatan Program Java
Nah di sini kita akan ubah kode di dalam file MainActivity.java. Kita implementasikan class MainActivity ke beberapa method class yaitu GoogleMap.OnMyLocationButtonClickListener dan GoogleMap.OnMyLocationClickListener. Untuk lebih jelasnya sobat bisa lihat di gamber berikut 
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Untuk kodenya seperti ini
public class MapsActivity extends FragmentActivity implements OnMapReadyCallback
, GoogleMap.OnMyLocationButtonClickListener
, GoogleMap.OnMyLocationClickListener {

..........

}
Setelah mengimplementasikan class, selanjutnya adalah menambah kode permintaan uses-permission dan memberikan pengaturan MyLocationEnabled serta memberi perintah ketika tombol MyLocation diklik di dalam method onMapReady() seperti gambar di bawah ini 
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Untuk kodenya bisa diambil dari sini
if (android.os.Build.VERSION.SDK_INT >= Build.VERSION_CODES.M) {
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
ActivityCompat.requestPermissions(this, new String[]{Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION
, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION}, 1);
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}

mMap.setOnMyLocationButtonClickListener(this);
mMap.setOnMyLocationClickListener(this);
Kode di atas adalah untuk meminta permission jika permissionya belum diijinkan di perangakat. Ketika aplikasi sudah menerima pilihan user, maka aplikasi perlu memprosesnya di method baru dengan nama onRequestPermissionsResult(). Jika pengguna menerima permintaan dari aplikasi, maka tombol MyLocation akan tampil di Maps Android. Untuk kodenya sebagai berikut :
@Override
public void onRequestPermissionsResult(int requestCode, @NonNull String[] permissions, @NonNull int[] grantResults) {
if (requestCode == 1) {
if (grantResults.length > 0 && grantResults[0] == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
Toast.makeText(this, "Permission Granted", Toast.LENGTH_SHORT).show();
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
Toast.makeText(this, "Permission Denied", Toast.LENGTH_SHORT).show();
}
}
}
Selanjtnya kita tambahkan aksi kerika tombol MyLocation diklik maka akan tampil Toast dan ketika tanda lokasinya diklik maka akan menampilkan informasi lokasi yang diambil dari variable lokasi.
@Override
public boolean onMyLocationButtonClick() {
Toast.makeText(this, "My Location Button Clicked", Toast.LENGTH_SHORT).show();
return true;
}

@Override
public void onMyLocationClick(@NonNull Location location) {
Toast.makeText(this, "Lokasiku saat ini : " + location, Toast.LENGTH_LONG).show();
}
Untuk kode lengkap file MainActvity.java seperti di bawah ini
package com.blogspot.blogsetyaaji.firstmap;

import android.Manifest;
import android.content.pm.PackageManager;
import android.location.Location;
import android.os.Build;
import android.support.annotation.NonNull;
import android.support.v4.app.ActivityCompat;
import android.support.v4.app.FragmentActivity;
import android.os.Bundle;
import android.widget.Toast;

import com.google.android.gms.maps.CameraUpdateFactory;
import com.google.android.gms.maps.GoogleMap;
import com.google.android.gms.maps.OnMapReadyCallback;
import com.google.android.gms.maps.SupportMapFragment;
import com.google.android.gms.maps.model.LatLng;
import com.google.android.gms.maps.model.MarkerOptions;

public class MapsActivity extends FragmentActivity implements OnMapReadyCallback
, GoogleMap.OnMyLocationButtonClickListener
, GoogleMap.OnMyLocationClickListener {

private GoogleMap mMap;

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_maps);
// Obtain the SupportMapFragment and get notified when the map is ready to be used.
SupportMapFragment mapFragment = (SupportMapFragment) getSupportFragmentManager()
.findFragmentById(R.id.map);
mapFragment.getMapAsync(this);
}


/**
* Manipulates the map once available.
* This callback is triggered when the map is ready to be used.
* This is where we can add markers or lines, add listeners or move the camera. In this case,
* we just add a marker near Sydney, Australia.
* If Google Play services is not installed on the device, the user will be prompted to install
* it inside the SupportMapFragment. This method will only be triggered once the user has
* installed Google Play services and returned to the app.
*/
@Override
public void onMapReady(GoogleMap googleMap) {
mMap = googleMap;

// Add a marker in Sydney and move the camera
LatLng sydney = new LatLng(-34, 151);
mMap.addMarker(new MarkerOptions().position(sydney).title("Marker in Sydney"));
mMap.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLng(sydney));

if (android.os.Build.VERSION.SDK_INT >= Build.VERSION_CODES.M) {
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) != PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
ActivityCompat.requestPermissions(this, new String[]{Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION
, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION}, 1);
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}

mMap.setOnMyLocationButtonClickListener(this);
mMap.setOnMyLocationClickListener(this);
}

@Override
public void onRequestPermissionsResult(int requestCode, @NonNull String[] permissions, @NonNull int[] grantResults) {
if (requestCode == 1) {
if (grantResults.length > 0 && grantResults[0] == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
Toast.makeText(this, "Permission Granted", Toast.LENGTH_SHORT).show();
if (ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_FINE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED
&& ActivityCompat.checkSelfPermission(this, Manifest.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION) == PackageManager.PERMISSION_GRANTED) {
mMap.setMyLocationEnabled(true);
}
} else {
Toast.makeText(this, "Permission Denied", Toast.LENGTH_SHORT).show();
}
}
}

@Override
public boolean onMyLocationButtonClick() {
Toast.makeText(this, "My Location Button Clicked", Toast.LENGTH_SHORT).show();
return true;
}

@Override
public void onMyLocationClick(@NonNull Location location) {
Toast.makeText(this, "Lokasiku saat ini : " + location, Toast.LENGTH_LONG).show();
}
}

Menambah Permisson
Tak lupa, seperti yang tadi saya sampaikan bahwa kita membutuhkan beberapa ijin. Di sini kita tambahkan satu permission lagi yaitu permission  ACCESS_COARSE_LOCATION. kodenya seperti berikut ini 
<uses-permission android:name="android.permission.ACCESS_COARSE_LOCATION"/>
Menjalankan Aplikasi
Pembuatan aplikasinya sudah selesai, sekarang aplikasi sudah siap dijalankan. Kurang lebih akan jadi seperti gambar di bawah 
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API
Oke, sekian artikel tentang Menampilkan Lokasi Saat Ini pada Maps Android dengan Google Maps API, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, sobat dapat berkomentar di bawah. Silahkan sobat share ke sobat lainya jika sobat menyukai artikel ini karena berbagi itu indah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.. 😁

Cara Menambah Icon di Action Bar Android

Hai sobat, lama tidak update blog ini. Pada artikel sebelumny asaya telah menjelaskan bagaimana cara Update XAMPP dan PHP dengan cara yang paling mudah dan aman. Kali ini saya akan membahas materi tentang android dan materi ini adalah materi umum sebagai tambahan di pemrograman android yaitu Menambahakan App Icon di Action Bar atau Title Bar Android. 
Cara Menambah Icon di Action Bar Android Android Studio
Action Bar adalah bagian android yang dapat berfungsi untuk menunjukkan beberapa informasi kepada user seperti nama aplikasi (Title), gambar icon aplikasi (App icon), tombol aksi (Action Button), dan sebagainya. Ketika membuat sebuah aplikasi, kita dapat memanipulasi tampilan sesuai yang kita inginkan atau sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Kita bahkan dapat menambahkan komponen lain ke dalam action bar seperti spinner dan searchview. Oke langsung saja ke cara menambah icon di action bar android
Membuat Project
Silahkan buat project baru dengan nama yang sobat inginkan, kemudian pilih jenis activity dengan Empty Activity
Menambahkan Gambar
Nah untuk tahap menambahkan gambar ini kita tidak bisa langsung memasukkan gambar ke dalam project yang kita buat karena android memiliki kategori-kategori tersendiri dalam penyimpanan resource seperti gambar, layout, icon, suara dan sebagainya. Untuk informasi tentang pembagaian resource dapat sobat baca di sini

Resource Android

Oke, karena kita akan menambahakan icon di action bar android, maka kita masukkan gambar icon di dalam mipmap. Kenapa di dalam mipmap? karena folder ini adalah folder khusus untuk menyimpan icon aplikasi android. Jika kita akan menambah icon di android, maka kita perlu memisahkan gambar icon ke beberapa ukuran seperti ldpi, hdpi, xhdpi dan sebagainya. Itu berguna untuk menyesuaikan gambar dengan ukuranlayar android. Tapi untuk android studio yang terbaru, kita tidak perlu susah payah dalam melakukan hal tersebut, kita bisa dengan menambahkan gambar icon dengan cara seperti video berikut :
Program Java
Setelah menambahkan gambar di folder mipmap, kemudian kita tambahkan icon di action Bar dengan kode berikut ini :
getSupportActionBar().setDisplayShowHomeEnabled(true);
getSupportActionBar().setLogo(R.mipmap.ic_launcher);
getSupportActionBar().setDisplayUseLogoEnabled(true);

atau

getSupportActionBar().setIcon(R.mipmap.ic_launcher);

jika sudah menggunakan AppBar / ToolBar
Kode tersebut berfungsi untuk menampilkan icon di action bar tepat di sebelah kiri title. Kita tempatkan kode tersebut di dalam method onCreate() di dalam file MainActivity.java seperti di bawah ini.

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);

getSupportActionBar().setDisplayShowHomeEnabled(true);
getSupportActionBar().setIcon(R.mipmap.ic_launcher);
getSupportActionBar().setDisplayUseLogoEnabled(true);
}
}
atau menggunakan kode di bawah jika menggunakan komponen AppBar atau ToolBar

public class Main2Activity extends AppCompatActivity {

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main2);
Toolbar toolbar = (Toolbar) findViewById(R.id.toolbar);
setSupportActionBar(toolbar);

FloatingActionButton fab = (FloatingActionButton) findViewById(R.id.fab);
fab.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View view) {
Snackbar.make(view, "Replace with your own action", Snackbar.LENGTH_LONG)
.setAction("Action", null).show();
}
});

getSupportActionBar().setIcon(R.mipmap.ic_launcher);
}

}

Menjalankan Aplikasi
Setelah menambahkan gambar dan kode untuk menampilkan icon di action bar android, maka saatnya menjalankan aplikasi. Silahkan jalankaan aplikasinya, kurang lebih seperti berikut ini :
Cara Menambah Icon di Action Bar Android

Nah seperti itu cara menambah icon di action bar android, sangat mudah bukan?
Sekian artikel kali ini, semoga membantu, dan jika sobat menyukai artikel ini, silahkan sobat bisa share ke sobat lainya. Silahkan berkomentar di bawah jika ada pertanyaan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. 😁

Cara Menambah Icon di Action Bar Android

Hai sobat, lama tidak update blog ini. Pada artikel sebelumny asaya telah menjelaskan bagaimana cara Update XAMPP dan PHP dengan cara yang paling mudah dan aman. Kali ini saya akan membahas materi tentang android dan materi ini adalah materi umum sebagai tambahan di pemrograman android yaitu Menambahakan App Icon di Action Bar atau Title Bar Android. 
Cara Menambah Icon di Action Bar Android Android Studio
Action Bar adalah bagian android yang dapat berfungsi untuk menunjukkan beberapa informasi kepada user seperti nama aplikasi (Title), gambar icon aplikasi (App icon), tombol aksi (Action Button), dan sebagainya. Ketika membuat sebuah aplikasi, kita dapat memanipulasi tampilan sesuai yang kita inginkan atau sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Kita bahkan dapat menambahkan komponen lain ke dalam action bar seperti spinner dan searchview. Oke langsung saja ke cara menambah icon di action bar android
Membuat Project
Silahkan buat project baru dengan nama yang sobat inginkan, kemudian pilih jenis activity dengan Empty Activity
Menambahkan Gambar
Nah untuk tahap menambahkan gambar ini kita tidak bisa langsung memasukkan gambar ke dalam project yang kita buat karena android memiliki kategori-kategori tersendiri dalam penyimpanan resource seperti gambar, layout, icon, suara dan sebagainya. Untuk informasi tentang pembagaian resource dapat sobat baca di sini

Resource Android

Oke, karena kita akan menambahakan icon di action bar android, maka kita masukkan gambar icon di dalam mipmap. Kenapa di dalam mipmap? karena folder ini adalah folder khusus untuk menyimpan icon aplikasi android. Jika kita akan menambah icon di android, maka kita perlu memisahkan gambar icon ke beberapa ukuran seperti ldpi, hdpi, xhdpi dan sebagainya. Itu berguna untuk menyesuaikan gambar dengan ukuranlayar android. Tapi untuk android studio yang terbaru, kita tidak perlu susah payah dalam melakukan hal tersebut, kita bisa dengan menambahkan gambar icon dengan cara seperti video berikut :
Program Java
Setelah menambahkan gambar di folder mipmap, kemudian kita tambahkan icon di action Bar dengan kode berikut ini :
getSupportActionBar().setDisplayShowHomeEnabled(true);
getSupportActionBar().setLogo(R.mipmap.ic_launcher);
getSupportActionBar().setDisplayUseLogoEnabled(true);

atau

getSupportActionBar().setIcon(R.mipmap.ic_launcher);

jika sudah menggunakan AppBar / ToolBar
Kode tersebut berfungsi untuk menampilkan icon di action bar tepat di sebelah kiri title. Kita tempatkan kode tersebut di dalam method onCreate() di dalam file MainActivity.java seperti di bawah ini.

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);

getSupportActionBar().setDisplayShowHomeEnabled(true);
getSupportActionBar().setIcon(R.mipmap.ic_launcher);
getSupportActionBar().setDisplayUseLogoEnabled(true);
}
}
atau menggunakan kode di bawah jika menggunakan komponen AppBar atau ToolBar

public class Main2Activity extends AppCompatActivity {

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main2);
Toolbar toolbar = (Toolbar) findViewById(R.id.toolbar);
setSupportActionBar(toolbar);

FloatingActionButton fab = (FloatingActionButton) findViewById(R.id.fab);
fab.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View view) {
Snackbar.make(view, "Replace with your own action", Snackbar.LENGTH_LONG)
.setAction("Action", null).show();
}
});

getSupportActionBar().setIcon(R.mipmap.ic_launcher);
}

}

Menjalankan Aplikasi
Setelah menambahkan gambar dan kode untuk menampilkan icon di action bar android, maka saatnya menjalankan aplikasi. Silahkan jalankaan aplikasinya, kurang lebih seperti berikut ini :
Cara Menambah Icon di Action Bar Android

Nah seperti itu cara menambah icon di action bar android, sangat mudah bukan?
Sekian artikel kali ini, semoga membantu, dan jika sobat menyukai artikel ini, silahkan sobat bisa share ke sobat lainya. Silahkan berkomentar di bawah jika ada pertanyaan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. 😁

Cara Mudah Update PHP XAMPP Terbaru

Hai sobat, kembali lagi dengan saya di Blog Setya Aji. Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan bagaimana membuat aplikasi android notifikasi sederhana menggunakan android studio. Dan kali saya akan jelaskan bagaimana memperbarui PHP XAMPP ke versi terbaru dengan mudah dan aman.

Cara Mudah Update PHP XAMPP Terbaru

XAMPP adalah aplikasi web service yang memiliki 4 program yang digunakan untuk mempermudah dalam menampilkan serta membuat aplikasi berbasis web. Aplikasi XAMPP ini sangat berguna sekali untuk programmer dan aplikasi ini merupakan aplikasi terpopuler di kalangan programmer karena fitur yang dimilikinya. Aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan 4 komponen utama yang biasa dibutuhkan dalam mengembangkan aplikasi berbasis web yaitu Apache, MySQL, PHP, dan Perl. Keempat komponen ini adalah hal utama dalam pembuatan aplikasi berbasis web.
Aplikasi XAMPP ini setiap waktu terus mengalami perubahan beriringan dengan kompoen yang ada di dalamnya. Untuk versi terbaru dari XAMPP sekarang adalah versi 7.1.9. Faktor utama dalam pembaruan versi ini adalah karena terdapat pembaruan di komponen PHP yang sekarang sudah masuk ke versi 7.1.9. Dengan pembaruan yang dibuat, maka akan muncul fitur baru atau hanya sekedar memperbaiki kekurangna di versi sebelumnya.
Dari pernyataan sebelumnya, maka kita disarankan untuk memperbarui versi XAMPP dan PHP yang kita gunakan. Saya sempat mengalami masalah dengan hal ini. Sebelum saya membuat artikel ini, saya kebingungan untuk memperbarui aplikasi XAMPP dan PHP yang saya gunakan. Kemudian setelah saya berpetualang mengitari browser, mencoba dan gagal, akhirnya saya menemukan cara yang tepat dan saya akan membagikanya kepada sobat. 😁
Masalah Database
Beberapa masalah yang dihadapi adalah kerika untuk versi XAMMP yang terbaru tidak menggunakan database MySQL tapi digantikan dengan database MariaDB. Jika kita memperbarui secara langsung maka database yang telah disimpan di MySQL akan hilang. Biasanya untuk memperbarui PHP XAMPP bisa dengan menyalin file dari dalam folder mysql ke dalam folder mysql XAMPP yang baru. Karena sekarang XAMPP menggunkan database MariaDB maka kita tidak bisa menggunakan cara tersebut. 
Masalah FIle Project
Ketika kita membuat project aplikasi menggunakan XAMPP versi sebelumnya, kita masih menggunakan PHP dengan versi yang lama. Untuk aplikasi XAMPP yang terbaru sudah menggunakan PHP versi 7. Hal ini dapat menyebabkan beberapa project yang kita buat harus diubah dan diperbarui juga. 

Cara Aman Memperbarui Aplikasi XAMPP

Masalah-masalah di atas dapat diselesaikan dengan mudah asal menggunakan cara yang benar. Untuk memperbarui aplikasi XAMPP berikut hal yang perlu dilakukan :
Membackup Database
Kita dapat membackup semua database yang disimpan di dalam MySQL aplikasi XAMPP yang lama dan mengimport kembali database tersebut di MariaDB yang ada di aplikasi XAMPP yang terbaru karena MySQL dan MariaDB hampir sama. Berikut adalah langkah membackup semua database MySQL dalam aplikasi XAMPP :
1. Buka aplikasi XAMPP Control Panel sebagai Administrator
2. Pilih tombol Shell di bagian kanan
3. Jalankan kode di bawah ini

mysqldump -u root -p --all-databases > semua-database.sql
4. Sistem akan meminta data user pada MySQL, silahkan sobat masukkan username dan password. Jika sobat tidak memiliki username dan password untuk masuk, sobat dapat langsung tekan enter
5. Kode yang tadi dimasukkan akan menghasilkan file SQL dengan nama semua-database.sql. FIle ini mengandung seluruh database yang ada di dalam MySQL server. Sobat dapat menemukanya di dalam folder xampp.

Tutup Aplikasi XAMPP dan Segala Service
Untuk memperbarui aplikasi XAMPP dan PHP, kita harus mematikan segala service XAMPP dan menutup aplikasi XAMPP.
Backup Folder
Sebelum memperbarui apliasi XAMPP sebaiknya backup dahulu folder xampp yang lama. Bisa dengan menyalinya, memindahkanya atau hanya dengan mengubah namanya menjadi “xampp-old”.

Instal Aplikasi XAMPP Terbaru
Perbarui aplikasi XAMP sesuai versi yang sobat inginkan. Saya sarankan untuk versi yang terbaru agar mendapat segala fitur terbarunya. Berikut langkah memperbarui aplikasi XAMPP terbaru :
1. Download aplikasi XAMPP terbaru di website resminya. 
2. Instal aplikasi XAMPP seperti biasa
3. Jika aplikasi sudah teristal dengan baik, sekarang jalankan XAMPP Control Panel sebagai Administrator.
4. Hidupkan Apache dan MySQL untuk mengetes apakah komponen dapat dijalankan dengan baik, dan jangan lupa untuk mengecek phpMyAdmin
5 Sekarang sobat sudah memiliki aplikasi XAMPP terbaru.
Mengembalikan Database
Setelah menginstal aplikasi XAMPP terbaru, maka database yang ada di dalam aplikasi masih kosong. Pada langkah sebelumnya kita telah membackup database di dalam folde xampp-old, kita akan kembalikan ke dalam aplikasi database MariaDB yang telah kita instal, berikut langkahnya :
1. Cari file php.ini di dalam folder xampp\php\
2. Buka file tersebut dan kita tingkatkan nilai untuk pengaturan upload_max_filesize, memory_limit, post_max_size. Atur menjadi ukuran yang besar agar file dengan ukuran besar dapat bekerja di dalam server lokal kita
Perlu diingat bahwa post_max_filesize dan memory_limit harus lebih besar daripada upload_max_filesize.
4. Selanjutnya cari file dengan nama config.default.php di folder xampp\phpMyAdmin\libraries\
5. Buka file tersebut kemudian cari kode $cfg[β€˜ExecTimeLimit’] = 300 (atau bisa nilai selain 300)
6. Tingaktkan nomer yang ada pada kode tersebut menjadi dua kali lipatnya.
7. Sekarang buka XAMPP Control Panel dan hidupkan komponen Apache dan MySQL server.
8. Buka browser sobat dan masuk ke dalam phpMyAdmin.
9. Kita akan  mengimport database dengan menuju ke tab import
10. Import database semua-database.sql melalui pengaturan yang ada di dalam tab tersebut. Tunggu hingga proses selesai.
11. Jika proses berhasil, maka akan muncul pesan berhasil.
12. Cek semua database yang diimport, apakah ada kesalahan atau tidak.
13. Proses memperbarui aplikasi XAMPP dan PHP telah selesai.
Cara memperbarui PHP XAMPP ini sangat mudah bukan? silahkan sobat coba. Sekian artikel dari saya semoga membantu sobat yang ingin memperbarui aplikasi XAMPP. Jika ada kesulitan, pertanyaa, kritik dan saran silahkan sobat dapat berkomentar pada kotak komentar di bawah. Jika sobat menyukai artikel ini, silahkan share ke sobat lainya agar saling bermanfaat. Sampai jumpa di artikel berikutnya. 😁

Cara Mudah Update PHP XAMPP Terbaru

Hai sobat, kembali lagi dengan saya di Blog Setya Aji. Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan bagaimana membuat aplikasi android notifikasi sederhana menggunakan android studio. Dan kali saya akan jelaskan bagaimana memperbarui PHP XAMPP ke versi terbaru dengan mudah dan aman.

Cara Mudah Update PHP XAMPP Terbaru

XAMPP adalah aplikasi web service yang memiliki 4 program yang digunakan untuk mempermudah dalam menampilkan serta membuat aplikasi berbasis web. Aplikasi XAMPP ini sangat berguna sekali untuk programmer dan aplikasi ini merupakan aplikasi terpopuler di kalangan programmer karena fitur yang dimilikinya. Aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan 4 komponen utama yang biasa dibutuhkan dalam mengembangkan aplikasi berbasis web yaitu Apache, MySQL, PHP, dan Perl. Keempat komponen ini adalah hal utama dalam pembuatan aplikasi berbasis web.
Aplikasi XAMPP ini setiap waktu terus mengalami perubahan beriringan dengan kompoen yang ada di dalamnya. Untuk versi terbaru dari XAMPP sekarang adalah versi 7.1.9. Faktor utama dalam pembaruan versi ini adalah karena terdapat pembaruan di komponen PHP yang sekarang sudah masuk ke versi 7.1.9. Dengan pembaruan yang dibuat, maka akan muncul fitur baru atau hanya sekedar memperbaiki kekurangna di versi sebelumnya.
Dari pernyataan sebelumnya, maka kita disarankan untuk memperbarui versi XAMPP dan PHP yang kita gunakan. Saya sempat mengalami masalah dengan hal ini. Sebelum saya membuat artikel ini, saya kebingungan untuk memperbarui aplikasi XAMPP dan PHP yang saya gunakan. Kemudian setelah saya berpetualang mengitari browser, mencoba dan gagal, akhirnya saya menemukan cara yang tepat dan saya akan membagikanya kepada sobat. 😁
Masalah Database
Beberapa masalah yang dihadapi adalah kerika untuk versi XAMMP yang terbaru tidak menggunakan database MySQL tapi digantikan dengan database MariaDB. Jika kita memperbarui secara langsung maka database yang telah disimpan di MySQL akan hilang. Biasanya untuk memperbarui PHP XAMPP bisa dengan menyalin file dari dalam folder mysql ke dalam folder mysql XAMPP yang baru. Karena sekarang XAMPP menggunkan database MariaDB maka kita tidak bisa menggunakan cara tersebut. 
Masalah FIle Project
Ketika kita membuat project aplikasi menggunakan XAMPP versi sebelumnya, kita masih menggunakan PHP dengan versi yang lama. Untuk aplikasi XAMPP yang terbaru sudah menggunakan PHP versi 7. Hal ini dapat menyebabkan beberapa project yang kita buat harus diubah dan diperbarui juga. 

Cara Aman Memperbarui Aplikasi XAMPP

Masalah-masalah di atas dapat diselesaikan dengan mudah asal menggunakan cara yang benar. Untuk memperbarui aplikasi XAMPP berikut hal yang perlu dilakukan :
Membackup Database
Kita dapat membackup semua database yang disimpan di dalam MySQL aplikasi XAMPP yang lama dan mengimport kembali database tersebut di MariaDB yang ada di aplikasi XAMPP yang terbaru karena MySQL dan MariaDB hampir sama. Berikut adalah langkah membackup semua database MySQL dalam aplikasi XAMPP :
1. Buka aplikasi XAMPP Control Panel sebagai Administrator
2. Pilih tombol Shell di bagian kanan
3. Jalankan kode di bawah ini

mysqldump -u root -p --all-databases > semua-database.sql
4. Sistem akan meminta data user pada MySQL, silahkan sobat masukkan username dan password. Jika sobat tidak memiliki username dan password untuk masuk, sobat dapat langsung tekan enter
5. Kode yang tadi dimasukkan akan menghasilkan file SQL dengan nama semua-database.sql. FIle ini mengandung seluruh database yang ada di dalam MySQL server. Sobat dapat menemukanya di dalam folder xampp.

Tutup Aplikasi XAMPP dan Segala Service
Untuk memperbarui aplikasi XAMPP dan PHP, kita harus mematikan segala service XAMPP dan menutup aplikasi XAMPP.
Backup Folder
Sebelum memperbarui apliasi XAMPP sebaiknya backup dahulu folder xampp yang lama. Bisa dengan menyalinya, memindahkanya atau hanya dengan mengubah namanya menjadi “xampp-old”.

Instal Aplikasi XAMPP Terbaru
Perbarui aplikasi XAMP sesuai versi yang sobat inginkan. Saya sarankan untuk versi yang terbaru agar mendapat segala fitur terbarunya. Berikut langkah memperbarui aplikasi XAMPP terbaru :
1. Download aplikasi XAMPP terbaru di website resminya. 
2. Instal aplikasi XAMPP seperti biasa
3. Jika aplikasi sudah teristal dengan baik, sekarang jalankan XAMPP Control Panel sebagai Administrator.
4. Hidupkan Apache dan MySQL untuk mengetes apakah komponen dapat dijalankan dengan baik, dan jangan lupa untuk mengecek phpMyAdmin
5 Sekarang sobat sudah memiliki aplikasi XAMPP terbaru.
Mengembalikan Database
Setelah menginstal aplikasi XAMPP terbaru, maka database yang ada di dalam aplikasi masih kosong. Pada langkah sebelumnya kita telah membackup database di dalam folde xampp-old, kita akan kembalikan ke dalam aplikasi database MariaDB yang telah kita instal, berikut langkahnya :
1. Cari file php.ini di dalam folder xampp\php\
2. Buka file tersebut dan kita tingkatkan nilai untuk pengaturan upload_max_filesize, memory_limit, post_max_size. Atur menjadi ukuran yang besar agar file dengan ukuran besar dapat bekerja di dalam server lokal kita
Perlu diingat bahwa post_max_filesize dan memory_limit harus lebih besar daripada upload_max_filesize.
4. Selanjutnya cari file dengan nama config.default.php di folder xampp\phpMyAdmin\libraries\
5. Buka file tersebut kemudian cari kode $cfg[β€˜ExecTimeLimit’] = 300 (atau bisa nilai selain 300)
6. Tingaktkan nomer yang ada pada kode tersebut menjadi dua kali lipatnya.
7. Sekarang buka XAMPP Control Panel dan hidupkan komponen Apache dan MySQL server.
8. Buka browser sobat dan masuk ke dalam phpMyAdmin.
9. Kita akan  mengimport database dengan menuju ke tab import
10. Import database semua-database.sql melalui pengaturan yang ada di dalam tab tersebut. Tunggu hingga proses selesai.
11. Jika proses berhasil, maka akan muncul pesan berhasil.
12. Cek semua database yang diimport, apakah ada kesalahan atau tidak.
13. Proses memperbarui aplikasi XAMPP dan PHP telah selesai.
Cara memperbarui PHP XAMPP ini sangat mudah bukan? silahkan sobat coba. Sekian artikel dari saya semoga membantu sobat yang ingin memperbarui aplikasi XAMPP. Jika ada kesulitan, pertanyaa, kritik dan saran silahkan sobat dapat berkomentar pada kotak komentar di bawah. Jika sobat menyukai artikel ini, silahkan share ke sobat lainya agar saling bermanfaat. Sampai jumpa di artikel berikutnya. 😁

Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio

Hai sobat, bertemu lagi dengan saya di tutorial android. Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan sedikit tips dan trik untuk menjadi programmer yang sehat rohani dan jasmani serta cara menjaga mata agar tetap sehat walaupun bekerja di depan komputer seharian. Dan kali ini saya ingin menjeleskan tentang bagaimana membuat notifikasi android menggunakan komponen Notification.
Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio
Notifikasi adalah fitur yang paling banyak digunakan pada aplikasi untuk memberikan informasi ke pada pengguna. Notifikasi dikirimkan jika terdapat sesuatu yang penting untuk disampaikan kepada pengguna. Notifikasi dapat ditampilkan di berbagai platform dan sistem operasi. Android juga dapat menampilkan notifikasi yang bisa tampil di bagian status bar. 
Untuk menampilkan notifikasi di Andoroid, kita dapat menggunakan beberapa kompoenen seperti komponen Notification, NotificationCompat.Builder dan NotificationManager. Di dalam komponen NotificationCompat.Builder memiliki beberapa method yang memiliki masing-masing fungsi yaitu seperti berikut ini :
  1. build() : untuk mengampung semua pengaturan pada notifikasi dan mengirimkanya ke notifikasi yang baru
  2. setAutoCancel() : untuk mengatur notifikasi agar tertutup setelah diklik
  3. setContent() : untuk menampilkan notifikasi menggunakan tampilan yang telah kita buat
  4. setContentInfo() : menampilkan teks informasi di notifikasi
  5. setContentIntent : untuk mengarahkan sistem menggunakan Pending Intent ketika notifikasi diklik.
  6. setContentText() : untuk menampilkan teks kedua di dalam notifikasi (pesan)
  7. setContentTitle() : enampilkan teks pertama di dalam notifikasi (judul)
  8. setLargeIcon() : menampilkan icon besar pada notifikasi
  9. setSmallIcon() : menampilkan icon besar pada notifikasi
Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio
Nah, itu adalah beberapa kompoenn yang dapat kita atur untuk menampilkan notifikasi di aplikasi android. Untuk itu, sekarang kita mulai membuatnya. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini :

Membuat Project Baru

Biat project baru dengan nama Simple Notification dengan jenis activity Empty Activity.

Membuat Tampilan

Pada aplikasi ini, kita akan membuat aplikasi yang menampilkan notifikasi yang memberikan informasi dengan teks yang dimasukkan oleh pengguna di dalam aplikasi ini. Untuk melakukanya kita mebutuhkan dua buah koponen EditText, dan satu buah komponen Button. Silahkan tambahkan komponen tersebut dengan cara membuka file activity_main.xml dan buat kodenya seperti berikut ini 

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context="com.blogspot.blogsetyaaji.simplenotification.MainActivity">

<LinearLayout
android:layout_width="0dp"
android:layout_height="495dp"
android:layout_marginBottom="0dp"
android:layout_marginLeft="16dp"
android:layout_marginRight="16dp"
android:layout_marginTop="0dp"
android:orientation="vertical"
app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"
app:layout_constraintLeft_toLeftOf="parent"
app:layout_constraintRight_toRightOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent">

<EditText
android:id="@+id/txtJudul"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="wrap_content"
android:ems="10"
android:hint="Judul"
android:inputType="textPersonName" />

<EditText
android:id="@+id/txtpesan"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="wrap_content"
android:ems="10"
android:hint="Pesan"
android:inputType="textPersonName" />

<Button
android:id="@+id/btnkirim"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Kirim" />
</LinearLayout>
</android.support.constraint.ConstraintLayout>

Jika sudah ditambahkan, maka kurang lebih tampilanya seperti berikut ini

Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio

Atau jika sobat ingin membuat desain sendiri dan mempelajari tataletak tampilan notifikasi, sobat dapat mempelajarinya di dokumentasi material design notification.

Membuat Kode Java

Setelah membuat tampilan aplikasi notifikasi, sekarang kita buat kode pada file java. Kita buat agar nanti setelah tombol pada tampilan diklik, maka akan menampilkan notifikasi dengan teks judul sesuai teks yang dimasukkan ke dalam kolom judul dan menampilkan isi notifikasi sesuai teks yang diamasukkan ke dalam kolom pesan.
Pada tombol kita tambahkan aksi setOnClickListener dan di dalamnya kita tambahkan kode untuk menampilkan notifikasi di android. Untuk membuatnya, silahkan buka file MainActivity.java dan buat kodenya seperti berikut ini :

package com.blogspot.blogsetyaaji.simplenotification;

import android.app.Notification;
import android.app.NotificationManager;
import android.app.PendingIntent;
import android.content.Context;
import android.content.Intent;
import android.graphics.Bitmap;
import android.graphics.BitmapFactory;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.os.Bundle;
import android.support.v7.app.NotificationCompat;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

// deklarasi kode request
public static final int notifikasi = 1;

// deklarasi tombol
Button btnkirim;
// deklarasi edittext
EditText txtjudul, txtpesan;

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);

// inisialisasi komponen
btnkirim = (Button) findViewById(R.id.btnkirim);
txtjudul = (EditText) findViewById(R.id.txtJudul);
txtpesan = (EditText) findViewById(R.id.txtpesan);

// aksi letika tombol diklik
btnkirim.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View view) {
// membuat komponen Inten
Intent intent = new Intent(getApplicationContext(), MainActivity.class);
// memanggil method untuk menampilkan notifikasi
// dengan mengirimkan data yang dikirim dari komponen EditText
tampilNotifikasi(txtjudul.getText().toString()
, txtpesan.getText().toString(), intent);
}
});
}

private void tampilNotifikasi(String s, String s1, Intent intent) {
// membuat komponen pending intent
PendingIntent pendingIntent = PendingIntent.getActivity(MainActivity.this
, notifikasi, intent, PendingIntent.FLAG_UPDATE_CURRENT);

// membuat komponen notifikasi
NotificationCompat.Builder builder = new NotificationCompat.Builder(MainActivity.this);
Notification notification;
notification = builder.setSmallIcon(R.mipmap.ic_launcher)
.setAutoCancel(true)
.setContentIntent(pendingIntent)
.setContentTitle(s)
.setSmallIcon(R.mipmap.ic_launcher)
.setLargeIcon(BitmapFactory.decodeResource(MainActivity.this.getResources()
, R.mipmap.ic_launcher))
.setContentText(s1)
.build();

notification.flags |= Notification.FLAG_AUTO_CANCEL;

NotificationManager notificationManager = (NotificationManager) MainActivity.this
.getSystemService(Context.NOTIFICATION_SERVICE);
notificationManager.notify(notifikasi, notification);
}
}

Pada kode di atas, terdapat kode PendingIntent yang berfungsi untuk memberikan tujuan ketika notifikasi diklik. Dan di sini kita atur menjadi auto cancel agar notifikasi akan menghilang setelah diklik.
Silahkan jalankan aplikasi notifikasi yang sudah kita buat, maka tampilannya kurang lebih seperti ini

Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio

Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio

Untuk sobat yang ingin melihat pembuatanya, ini saya berikan videonya, semoga membantu hehe 😁
Untuk sobat yang ingin mendownload project ini, silahkan bisa mampir di github saya

Sekian artikel tentang Membuat Aplikasi Android Notifikasi Sederhana Menggunakan Android Studio, semoga bermanfaat. Jika sobat merasa suka dengan artikel ini, silahkan bisa dibagikan ke sobat lainya karena berbagi itu indah dan pasti ada ganjaranya hehe.. Apabila sobat ada kesulitan, atau memiliki kritik seta saran, silahkan bisa komentar di bawah. Terimakasih, sampai jumpa di artikel selanjutnya.. πŸ˜„