From Bandung with CCIE & MTCINE

From Bandung with Love CCIE & MTCINE

Alhamdulillah saya bersama teman-teman santri dari Pesantren Networkers IDN berkesempatan mengikuti CCIE dan MTCINE BOOTCAMP IDN 2016.

Cerita bermula…
Pagi itu, kami berjalan kaki  menuju terminal bus Trans Jakarta yang berlokasi di Slipi, Jakarta Barat. Saya berangkat dengan membawa dua tas yang cukup memberatkan. Kami berjalan kaki di pematang jalan. Saya lupa jam berapa persisnya kami berangkat meninggalkan kontrakan dan tiba di terminal bus Trans Jakarta. Cukup menyita waktu juga ketika menunggu bus dengan trayek yang sesuai. Sudah silih berganti lebih dari 3 bus Trans Jakarta yang transit dan kemudian meninggalkan terminal tersebut, namun kami masih juga bertahan di terminal. Hingga akhirnya, entah bus ke berapa yang singgah disana, barulah kami kemudian berangkat.

Cukup lama juga saya berdiri dengan menyandang dan menggandeng tas didalam Trans Jakarta hingga kami tiba di terminal bus selanjutnya; saya lupa nama terminalnya, kami dua kali berganti bus Trans Jakarta hingga ke terminal terakhir. Dan lagi-lagi saya lupa nama terminal bus tersebut. Dari terminal tersebut, kami kembali menumpangi bus lain dengan tujuan Bandung. Lumayan menyenangkan juga perjalanannya, walaupun kami terkadang tertidur pulas di bus tersebut, haha. 
Setibanya di Kota yang di Pimpin oleh bapak Ridwan Kamil tersebut, kami disambut dengan hawa sejuknya. Kami istirahat sejenak sambil menikmati Mie Ayam Bakso di pinggir terminal Bus di Bandung. Begitu perut terisi, kami selanjutnya memesan Grab, dan menunggu di pinggir jalan.

Nyalain laptop dipinggir jalan itu bukan buat begayaan yaa, itu karena baterai hp yg kita gunakan buat memesan grab sudah low. Laptop sebagai sumber arus, hehe.

Selanjutnya kami berangkat ke vila dago menggunakan Grab. Di perjalanan, kami disuguhi pemandangan dan sejuknya paris van java dan melewati beberapa tempat yang terlihat “wah” di TV.

Kami tiba di vila dago tersebut sekitar jam 16.xx wib, dan saat itu bootcamp CCIE sudah di mulai. Saya sendiri mengikuti setiap penyampaian materi pada bootcamp CCIE. 
Saya juga sempet nih ngumpulin file dokumentasinya..
Ini juga nih.
Setelah penyampaian materi CCIE, peserta dibebaskan mau ngelab dimanapun. Ada yang ngelab di kamar, ada yang masih setia duduk dikursinya dan ngelab disana.. kayak gini…
Sambil gangguin temen sebelahnya, hehe.. gak lah yaa, itu lagi diskusi.. hehe
ada yang keluar ruangan buat ngelab sambil menikmati pemandangan hijau,
Biasanya pada duduk di sana tuh kalo giliran nge-lab.
Atau ada juga yang ngelab di teras kamar lantai 2 sambil menikmati pemandangan kota Bandung.
Saya sendiri, setelah mengikuti penyampaian materi berupa teori dari topik yang akan dilab untuk bootcamp CCIE, saya malah ngelabnya materi MTCINE. Hehe…
Eh, pinjam foto laptopnya ya, pan. Soale laptopku ora lengkap tombol keyboard e. hehe
Tepat tanggal 05/12/2016, walaupun bootcamp CCIE belum selesai, saya pindah ke vila sebelah (Dago Highland) buat mengikuti bootcamp MTCINE. Alhamdulillah teman-teman Pesantren IDN di izinkan mengikuti kedua bootcamp tersebut tanpa biaya.

Bootcamp MTCINE dibuka langsung oleh Pak Dedi Gunawan dan Pak Rofiq Fauzi.

Di Vila Dago Highland, suasananya tak kalah nyamannya buat ngelab. Masih sejuk juga. Kalau biasanya pas nge-lab, laptop saya kadang ogah-ogahan karena suhu tubuhnya meningkat kayak orang yang lagi demam karena mikirin Skripsi/TugasAkhir masa sampai segitunya sih om, skripsi itu dikerjain bukan dipikirin, kali ini laptop saya adem ayem aja di pake ngelab walaupun ngelab dengan waktu 15 jam-an per hari.

Seperti biasa, penyampaian materi dilakukan di ruangan. Dan setelah itu kita dilepas buat ngelab dimanapun, kan udah gede juga, dilepas aja, udah tau mana yg baik yg buruk, hehe, nggak gitu juga kali yaa.

Dan kami juga kedatangan tamu dari jauh, yakni dari Malaysia. Bapak Khomeini merupakan trainer terbaik peringkat 1 di Malaysia untuk saat ini. Karena yaa.., cuma beliau satu-satunya trainer mikrotik di Negeri Jiran sono.. Kita sempat ngobrol sama beliau, dan dari perbincangan tersebut beliau mengatakan bahwa prospek kerja sebagai network engineer dengan spesialisasi device mikrotik masih terbuka lebar. Makanya buruan ikut training di IDN. Oh iya, Pak Khomeini juga mengambil training dan sertifikasinya di IDN.

Gambar diatas diambil ketika sharing session bersama Pak Khomeini.

Selain Pak Khomeini, disana, kami bertemu dengan banyak orang-orang yang sudah kenyang pengalaman. Ada peserta yang dari ISP, kayak Moratelindo, Lintasarta, ada Dosen juga, dan lain-lain. Dan kita juga cerita-cerita untuk prospek kerja, pengalaman, dan yang paling keinget itu ternyata network engineer itu bisa bikin ketawa juga yaa, pada kocak pesertanya, ditambah lagi dengan kefasihan Pak Rofiq buat ngehidupin suasana, jadi ngelabnya juga enak. Slidenya presentasinya pun gak ngebosenin..
Berikut penampakan dari slide presentasi untuk bootcamp MTCINE.

Dan berikut beberapa dokumentasi dengan peserta MTCINE Bootcamp IDN 2016.

Berikut beberapa dokumentasi lainnya.

Akhirnya hari yang mendebarkan pun tiba. Dihari jumat, tanggal 9 kami mengikuti exam MTCINE. Sebelum exam, yaaa foto-foto dulu doong, hehe.

Dan Alhamdulillah, semua peserta yang mengikuti exam dinyatakan lulus.

Begitu selesai bootcamp MTCINE, selanjutnya kami pun kembali ke Vila Dago untuk bergabung dengan peserta Bootcamp CCIE. Karena kurang lengkap rasanya kalau tanpa foto bareng, walaupun sebenarnya kita sudah banyak foto-foto, dan tentu, di akhirnya kita foto-foto lagii.. haha.

Kedelapanan Pesantren IDN

Bersama the Youngest, Untung Wahyudi.

Bersama Pak Dedi Gunawan, Pak Rofiq Fauzi, Mas Farras Ferdana, dan Mas Chandra.
Kalau di ingat-ingat sebelum mengikuti pesantren IDN, tak pernah terpikirkan saya bisa mengikuti bootcamp tersebut. Tapi sekali lagi, alhamdulillah. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Berbicara soal target selanjutnya.., apa lagi coba..(?) semua juga pada tau targetnya network engineer itu apaan, hehe. Itu adalah nomor cantik yang bikin speechles.

From Bandung with CCIE & MTCINE

From Bandung with Love CCIE & MTCINE

Alhamdulillah saya bersama teman-teman santri dari Pesantren Networkers IDN berkesempatan mengikuti CCIE dan MTCINE BOOTCAMP IDN 2016.

Cerita bermula…
Pagi itu, kami berjalan kaki  menuju terminal bus Trans Jakarta yang berlokasi di Slipi, Jakarta Barat. Saya berangkat dengan membawa dua tas yang cukup memberatkan. Kami berjalan kaki di pematang jalan. Saya lupa jam berapa persisnya kami berangkat meninggalkan kontrakan dan tiba di terminal bus Trans Jakarta. Cukup menyita waktu juga ketika menunggu bus dengan trayek yang sesuai. Sudah silih berganti lebih dari 3 bus Trans Jakarta yang transit dan kemudian meninggalkan terminal tersebut, namun kami masih juga bertahan di terminal. Hingga akhirnya, entah bus ke berapa yang singgah disana, barulah kami kemudian berangkat.

Cukup lama juga saya berdiri dengan menyandang dan menggandeng tas didalam Trans Jakarta hingga kami tiba di terminal bus selanjutnya; saya lupa nama terminalnya, kami dua kali berganti bus Trans Jakarta hingga ke terminal terakhir. Dan lagi-lagi saya lupa nama terminal bus tersebut. Dari terminal tersebut, kami kembali menumpangi bus lain dengan tujuan Bandung. Lumayan menyenangkan juga perjalanannya, walaupun kami terkadang tertidur pulas di bus tersebut, haha. 
Setibanya di Kota yang di Pimpin oleh bapak Ridwan Kamil tersebut, kami disambut dengan hawa sejuknya. Kami istirahat sejenak sambil menikmati Mie Ayam Bakso di pinggir terminal Bus di Bandung. Begitu perut terisi, kami selanjutnya memesan Grab, dan menunggu di pinggir jalan.

Nyalain laptop dipinggir jalan itu bukan buat begayaan yaa, itu karena baterai hp yg kita gunakan buat memesan grab sudah low. Laptop sebagai sumber arus, hehe.

Selanjutnya kami berangkat ke vila dago menggunakan Grab. Di perjalanan, kami disuguhi pemandangan dan sejuknya paris van java dan melewati beberapa tempat yang terlihat “wah” di TV.

Kami tiba di vila dago tersebut sekitar jam 16.xx wib, dan saat itu bootcamp CCIE sudah di mulai. Saya sendiri mengikuti setiap penyampaian materi pada bootcamp CCIE. 
Saya juga sempet nih ngumpulin file dokumentasinya..
Ini juga nih.
Setelah penyampaian materi CCIE, peserta dibebaskan mau ngelab dimanapun. Ada yang ngelab di kamar, ada yang masih setia duduk dikursinya dan ngelab disana.. kayak gini…
Sambil gangguin temen sebelahnya, hehe.. gak lah yaa, itu lagi diskusi.. hehe
ada yang keluar ruangan buat ngelab sambil menikmati pemandangan hijau,
Biasanya pada duduk di sana tuh kalo giliran nge-lab.
Atau ada juga yang ngelab di teras kamar lantai 2 sambil menikmati pemandangan kota Bandung.
Saya sendiri, setelah mengikuti penyampaian materi berupa teori dari topik yang akan dilab untuk bootcamp CCIE, saya malah ngelabnya materi MTCINE. Hehe…
Eh, pinjam foto laptopnya ya, pan. Soale laptopku ora lengkap tombol keyboard e. hehe
Tepat tanggal 05/12/2016, walaupun bootcamp CCIE belum selesai, saya pindah ke vila sebelah (Dago Highland) buat mengikuti bootcamp MTCINE. Alhamdulillah teman-teman Pesantren IDN di izinkan mengikuti kedua bootcamp tersebut tanpa biaya.

Bootcamp MTCINE dibuka langsung oleh Pak Dedi Gunawan dan Pak Rofiq Fauzi.

Di Vila Dago Highland, suasananya tak kalah nyamannya buat ngelab. Masih sejuk juga. Kalau biasanya pas nge-lab, laptop saya kadang ogah-ogahan karena suhu tubuhnya meningkat kayak orang yang lagi demam karena mikirin Skripsi/TugasAkhir masa sampai segitunya sih om, skripsi itu dikerjain bukan dipikirin, kali ini laptop saya adem ayem aja di pake ngelab walaupun ngelab dengan waktu 15 jam-an per hari.

Seperti biasa, penyampaian materi dilakukan di ruangan. Dan setelah itu kita dilepas buat ngelab dimanapun, kan udah gede juga, dilepas aja, udah tau mana yg baik yg buruk, hehe, nggak gitu juga kali yaa.

Dan kami juga kedatangan tamu dari jauh, yakni dari Malaysia. Bapak Khomeini merupakan trainer terbaik peringkat 1 di Malaysia untuk saat ini. Karena yaa.., cuma beliau satu-satunya trainer mikrotik di Negeri Jiran sono.. Kita sempat ngobrol sama beliau, dan dari perbincangan tersebut beliau mengatakan bahwa prospek kerja sebagai network engineer dengan spesialisasi device mikrotik masih terbuka lebar. Makanya buruan ikut training di IDN. Oh iya, Pak Khomeini juga mengambil training dan sertifikasinya di IDN.

Gambar diatas diambil ketika sharing session bersama Pak Khomeini.

Selain Pak Khomeini, disana, kami bertemu dengan banyak orang-orang yang sudah kenyang pengalaman. Ada peserta yang dari ISP, kayak Moratelindo, Lintasarta, ada Dosen juga, dan lain-lain. Dan kita juga cerita-cerita untuk prospek kerja, pengalaman, dan yang paling keinget itu ternyata network engineer itu bisa bikin ketawa juga yaa, pada kocak pesertanya, ditambah lagi dengan kefasihan Pak Rofiq buat ngehidupin suasana, jadi ngelabnya juga enak. Slidenya presentasinya pun gak ngebosenin..
Berikut penampakan dari slide presentasi untuk bootcamp MTCINE.

Dan berikut beberapa dokumentasi dengan peserta MTCINE Bootcamp IDN 2016.

Berikut beberapa dokumentasi lainnya.

Akhirnya hari yang mendebarkan pun tiba. Dihari jumat, tanggal 9 kami mengikuti exam MTCINE. Sebelum exam, yaaa foto-foto dulu doong, hehe.

Dan Alhamdulillah, semua peserta yang mengikuti exam dinyatakan lulus.

Begitu selesai bootcamp MTCINE, selanjutnya kami pun kembali ke Vila Dago untuk bergabung dengan peserta Bootcamp CCIE. Karena kurang lengkap rasanya kalau tanpa foto bareng, walaupun sebenarnya kita sudah banyak foto-foto, dan tentu, di akhirnya kita foto-foto lagii.. haha.

Kedelapanan Pesantren IDN

Bersama the Youngest, Untung Wahyudi.

Bersama Pak Dedi Gunawan, Pak Rofiq Fauzi, Mas Farras Ferdana, dan Mas Chandra.
Kalau di ingat-ingat sebelum mengikuti pesantren IDN, tak pernah terpikirkan saya bisa mengikuti bootcamp tersebut. Tapi sekali lagi, alhamdulillah. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Berbicara soal target selanjutnya.., apa lagi coba..(?) semua juga pada tau targetnya network engineer itu apaan, hehe. Itu adalah nomor cantik yang bikin speechles.

LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

Pada lab menghubungkan router ke internet via ethernet  telah kita labkan pada lab-lab sebelumnya. Adapun untuk menghubungkan router kita ke internet via wireless maka prinsipnya pun sebenarnya sama. Langsung saja labnya.
  1. Pastikan router kita telah terhubung ke akses point, tentu saja wireless mode dari router kita adalah mode station atau station bridge seperti yang telah kita labkan sebelumnya, dan pastikan statusnya R.
  2. Selanjutnya tambahkan konfigurasi DHCP Client pada interface wlan1.
Selanjutnya kita tambahkan konfigurasi default route. Namun untuk mengetahui IP Address gatewaynya maka kita guna fitur Neighbours beperti berikut

  • Dari pengecekan IP Neighbours tersebut maka kita mengetahu IP Address dari Akses Point (AP) yang terhubung dengan router kita. Dimana pada lab ini IP Address dari AP adalah 192.168.95.1. Maka selanjutnya kita tambahkan konfigurasi Default Route.
  • Selanjutnya test Ping ke 8.8.8.8

    Pada test Ping diatas terlihat bahwasanya router tersebut telah terhubung dengan internet. Adapun untuk menghubung Client dari router kita ke internet, maka kita tunggal menambahkan konfigurasi Firewall NAT pada router kita seperti yang telah dijelaskan pada LAB-LAB sebelumnya.

    LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

    LAB 25 : Menghubungkan Router ke Internet via Wireless

    Pada lab menghubungkan router ke internet via ethernet  telah kita labkan pada lab-lab sebelumnya. Adapun untuk menghubungkan router kita ke internet via wireless maka prinsipnya pun sebenarnya sama. Langsung saja labnya.
    1. Pastikan router kita telah terhubung ke akses point, tentu saja wireless mode dari router kita adalah mode station atau station bridge seperti yang telah kita labkan sebelumnya, dan pastikan statusnya R.
    2. Selanjutnya tambahkan konfigurasi DHCP Client pada interface wlan1.
    Selanjutnya kita tambahkan konfigurasi default route. Namun untuk mengetahui IP Address gatewaynya maka kita guna fitur Neighbours beperti berikut

  • Dari pengecekan IP Neighbours tersebut maka kita mengetahu IP Address dari Akses Point (AP) yang terhubung dengan router kita. Dimana pada lab ini IP Address dari AP adalah 192.168.95.1. Maka selanjutnya kita tambahkan konfigurasi Default Route.
  • Selanjutnya test Ping ke 8.8.8.8

    Pada test Ping diatas terlihat bahwasanya router tersebut telah terhubung dengan internet. Adapun untuk menghubung Client dari router kita ke internet, maka kita tunggal menambahkan konfigurasi Firewall NAT pada router kita seperti yang telah dijelaskan pada LAB-LAB sebelumnya.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    Mode station bridige ini merupakan mode wireless yang digunakan untuk menerima sinyal yang dipancarkan oleh Akses Point. Ada beberapa mode yang bisa kita gunakan untuk menerima pancaran sinyal tersebut yakni mode station, station bridge, station pseudo bridge, station pseudo bridge clone, dll. Adapun perbedaan antara masing-masing mode tersebut akan kita bahas pada artikel selanjutnya
    Adapun topologi yang kita gunakan adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

    Utuk langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut:
    1. Masuk ke menu Wireless -> Interface
    2. Berikut tampilan wireless table setelah di enable.
    3. Selanjutnya Double klik pada wlan1. Maka akan tampil setting wireless wlan1. Lalu atur mode=station bridge –> apply –> scan.
    4.  

    5. Setelah kita klik scan, maka akan tampil tampilan seperti berikut. Lalu pilih interface yang akan kita gunakan untuk melakukan scanning, pada lab ini kita menggunakan wlan1. Lalu klik start, maka akan tampil beberapa SSID yang terbaca di router. Lalu pilih SSID yang akan kita hubungkan dengan router kita, terakhir klik Connect.
    6. Selanjutnya, SSID pada interface wireless kita akan otomatis berubah mengikuti SSID yang kita terhubung dengannya. Karena SSID yang kita terhubung dengannya tersebut membutuhkan password untuk terhubung, maka dibagian security profile kita masukkan securoty profile yang sudah kita buat sebelumnya. Terakhir klik OK.
      Hingga tahap ini, router kita yang bertindak sebagai penerima (Station) sudah terhubung dengan router yang bertindak sebagai pemancar (AP) yang ditandai dengan status R router yang berarti Running pada interface wilan1.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    LAB 22 : Wireless Mode Station Bridge.

    Mode station bridige ini merupakan mode wireless yang digunakan untuk menerima sinyal yang dipancarkan oleh Akses Point. Ada beberapa mode yang bisa kita gunakan untuk menerima pancaran sinyal tersebut yakni mode station, station bridge, station pseudo bridge, station pseudo bridge clone, dll. Adapun perbedaan antara masing-masing mode tersebut akan kita bahas pada artikel selanjutnya
    Adapun topologi yang kita gunakan adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

    Utuk langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut:
    1. Masuk ke menu Wireless -> Interface
    2. Berikut tampilan wireless table setelah di enable.
    3. Selanjutnya Double klik pada wlan1. Maka akan tampil setting wireless wlan1. Lalu atur mode=station bridge –> apply –> scan.
    4.  

    5. Setelah kita klik scan, maka akan tampil tampilan seperti berikut. Lalu pilih interface yang akan kita gunakan untuk melakukan scanning, pada lab ini kita menggunakan wlan1. Lalu klik start, maka akan tampil beberapa SSID yang terbaca di router. Lalu pilih SSID yang akan kita hubungkan dengan router kita, terakhir klik Connect.
    6. Selanjutnya, SSID pada interface wireless kita akan otomatis berubah mengikuti SSID yang kita terhubung dengannya. Karena SSID yang kita terhubung dengannya tersebut membutuhkan password untuk terhubung, maka dibagian security profile kita masukkan securoty profile yang sudah kita buat sebelumnya. Terakhir klik OK.
      Hingga tahap ini, router kita yang bertindak sebagai penerima (Station) sudah terhubung dengan router yang bertindak sebagai pemancar (AP) yang ditandai dengan status R router yang berarti Running pada interface wilan1.

    LAB 21: Membuat Security Profile. (Mikrotik)

    LAB 21: Membuat Security Profile.
    Kenapa kita sebaiknya membuat security profile? Sesuai dengan namanya security, maka hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemanan dari Akes Point yang akan kita buat menggunakan interface wireless nantinya dengan menambahkan fitur authentikasi. Disamping itu, security profile juga kita gunakan agar bisa terhubung dengan SSID yang tersedia namun membutuhkan password autentikasi untuk terhubung dengannya.

    Adapun cara konfigurasinya adalah seperti pada gambar dibawah ini.

    Kita bisa menambahkan security profile yang kita butuhkan

    Agar paswordnya bisa terlihat dengan plaint text, maka caranya adalah klik setting, lalu kilik pada hide password untuk neghilangkan ceklisnya seperti gambar dibawah ini.

    LAB 21: Membuat Security Profile. (Mikrotik)

    LAB 21: Membuat Security Profile.
    Kenapa kita sebaiknya membuat security profile? Sesuai dengan namanya security, maka hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemanan dari Akes Point yang akan kita buat menggunakan interface wireless nantinya dengan menambahkan fitur authentikasi. Disamping itu, security profile juga kita gunakan agar bisa terhubung dengan SSID yang tersedia namun membutuhkan password autentikasi untuk terhubung dengannya.

    Adapun cara konfigurasinya adalah seperti pada gambar dibawah ini.

    Kita bisa menambahkan security profile yang kita butuhkan

    Agar paswordnya bisa terlihat dengan plaint text, maka caranya adalah klik setting, lalu kilik pada hide password untuk neghilangkan ceklisnya seperti gambar dibawah ini.

    LAB 6 Cisco: InterVlan menggunakan Switch L3

    LAB 6 : InterVlan menggunakan Switch L3
    Pada lab sebelumnya kita melakukan intervlan menggunakan router, namun kali ini kita akan menggunakan Switch Layer 3. Karena switch ini merupakan switch layer 3 maka memungkinkan untuk melakukan konfigurasi routing dan memberikan ip address pada Switch tersebut. Meskipun demikian, tetap saja jika kita membutuhkan konfigurasi routing yang besar maka sebaiknya menggunakan router.

    Langsung saja kita labkan, untuk topologinya adalah seperti dabawah ini

    Switch>
    Switch>en
    Switch#conf t
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name vlan10
    Switch(config-vlan)#vlan 20
    Switch(config-vlan)#name vlan20

    Daftarkan Interface kedalam vlan sesuai dengan kebutuhan kita. DI lab ini interface fa0/1 dan fa0/2 kita daftarkan ke vlan 10, sementara int fa0/3 dan fa0/4 kita daftarkan kedalam vlan 20.

    Switch(config-vlan)#int range fa0/1-2
    Switch(config-if-range)#switchport mode access
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if-range)#int range fa0/3-4
    Switch(config-if-range)#switchport mode ac
    Switch(config-if-range)#swi acc vlan 20

    Tambahkan interface Vlan dan berikan IP Address.

    Switch(config-if-range)#int vlan10
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan10, changed state to up

    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan10, changed state to up

    Switch(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
    Switch(config-if)#int vlan20
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan20, changed state to up

    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan20, changed state to up

    Switch(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
    Switch(config-if)#ex

    Tambahkan konfigurasi Routing agar antar Vlan bisa berkomunikasi.

    Switch(config)#ip routing

    Berikan IP Address pada PC 0

    Berikan IP Address pada PC1

    Berikan IP Address pada PC2

    Berikan IP Address pada PC3

     Selanjutnya lakukan test PING antar vlan.

    Pada test PING diatas terlihat bahwa ping memperoleh reply yang menunjukkan bahwa configurasi telah berjalan sebagaimana mestinya.

    LAB 6 Cisco: InterVlan menggunakan Switch L3

    LAB 6 : InterVlan menggunakan Switch L3
    Pada lab sebelumnya kita melakukan intervlan menggunakan router, namun kali ini kita akan menggunakan Switch Layer 3. Karena switch ini merupakan switch layer 3 maka memungkinkan untuk melakukan konfigurasi routing dan memberikan ip address pada Switch tersebut. Meskipun demikian, tetap saja jika kita membutuhkan konfigurasi routing yang besar maka sebaiknya menggunakan router.

    Langsung saja kita labkan, untuk topologinya adalah seperti dabawah ini

    Switch>
    Switch>en
    Switch#conf t
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name vlan10
    Switch(config-vlan)#vlan 20
    Switch(config-vlan)#name vlan20

    Daftarkan Interface kedalam vlan sesuai dengan kebutuhan kita. DI lab ini interface fa0/1 dan fa0/2 kita daftarkan ke vlan 10, sementara int fa0/3 dan fa0/4 kita daftarkan kedalam vlan 20.

    Switch(config-vlan)#int range fa0/1-2
    Switch(config-if-range)#switchport mode access
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if-range)#int range fa0/3-4
    Switch(config-if-range)#switchport mode ac
    Switch(config-if-range)#swi acc vlan 20

    Tambahkan interface Vlan dan berikan IP Address.

    Switch(config-if-range)#int vlan10
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan10, changed state to up

    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan10, changed state to up

    Switch(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
    Switch(config-if)#int vlan20
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan20, changed state to up

    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan20, changed state to up

    Switch(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
    Switch(config-if)#ex

    Tambahkan konfigurasi Routing agar antar Vlan bisa berkomunikasi.

    Switch(config)#ip routing

    Berikan IP Address pada PC 0

    Berikan IP Address pada PC1

    Berikan IP Address pada PC2

    Berikan IP Address pada PC3

     Selanjutnya lakukan test PING antar vlan.

    Pada test PING diatas terlihat bahwa ping memperoleh reply yang menunjukkan bahwa configurasi telah berjalan sebagaimana mestinya.