Tidak Tahu Diri – Ustadz Firanda Andirja, MA.

Sungguh kita tidak tahu diri, jika kita berharap ingin masuk surga lantas kita ingin hidup tanpa ujian Allah سبحانه و تعالى telah menyatakan bahwa setiap orang yang beriman akan diuji

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al-Baqarah : 214)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”(QS. Al-‘Ankabut : 2)

Seseorang yang mengaku bahwa dirinya beriman bahkan mengaku diatas sunnah kemudian tidak di uji ingin masuk surga tanpa di uji maka itu adalah sifat tidak tahu diri.

Ketahuilah kita hidup di atas muka bumi ini untuk di uji oleh Allah SWT
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al-Mulk : 2)
Hidup adalah ujian, semua orang di uji oleh Allah سبحانه و تعالى hidup adalah suka dan duka. Jangankan anda, orang-orang kafir pun di uji oleh Allah سبحانه و تعالى apakah anda pernah melihat orang kafir tertawa terus? Apakah anda pernah melihat orang kafir bahagia terus tidak pernah bersedih. Orang kafir, para raja, orang-orang kaya, apakah anda menyangka para raja dan orang-orang kaya tidak pernah bersedih. Raja pun bersedih, president pun bersedih, terkadang kesedihan mereka lebih berat dari apa yang kita rasakan, oleh karena itu jangan pernah bermimpi hidup tanpa kesedihan, kehidupan ini penuh suka dan duka. Allah سبحانه و تعالى berfirman

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (QS. Al-Balad :4)

Kita ketika lahir dengan kepayahan, menjalani kehidupan dengan kepayahan ketika berkeluarga mengurusinya dengan kepayahan, tidak ada istirahat karena istirahat yang sebenarnya ketika kita sudah berada di surga nya Allah  سبحانه و تعالى
لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Tidak ada kekhawatiran, tidak ada kesedihan, tidak ada ketakutan ketika kita berada di surga nya Allah. Namun selama kita masih berada di muka bumi ini maka hidup kita akan selalu suka dan duka terkadang senang terkadang sedih.

Oleh karenanya hidup ini tidak terlepas dari ujian, ada seorang suami di uji dengan istrinya, seorang istri di uji dengan suami nya, ada orang tua yang di uji oleh kenakalan anak-anak nya, ada seorang anak di uji dengan orang tuanya, ada seorang pegawai di uji dengan bos nya, ada bos di uji dengan pegawainya, ada rakyat di uji dengan pemerintahnya dan ada pemerintah yang di uji oleh rakyatnya, kehidupan penuh dengan ujian, maka tidak mungkin kita terhindar dari ujian.

Tidak Tahu Diri – Ustadz Firanda Andirja, MA.

Sungguh kita tidak tahu diri, jika kita berharap ingin masuk surga lantas kita ingin hidup tanpa ujian Allah سبحانه و تعالى telah menyatakan bahwa setiap orang yang beriman akan diuji

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al-Baqarah : 214)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”(QS. Al-‘Ankabut : 2)

Seseorang yang mengaku bahwa dirinya beriman bahkan mengaku diatas sunnah kemudian tidak di uji ingin masuk surga tanpa di uji maka itu adalah sifat tidak tahu diri.

Ketahuilah kita hidup di atas muka bumi ini untuk di uji oleh Allah SWT
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al-Mulk : 2)
Hidup adalah ujian, semua orang di uji oleh Allah سبحانه و تعالى hidup adalah suka dan duka. Jangankan anda, orang-orang kafir pun di uji oleh Allah سبحانه و تعالى apakah anda pernah melihat orang kafir tertawa terus? Apakah anda pernah melihat orang kafir bahagia terus tidak pernah bersedih. Orang kafir, para raja, orang-orang kaya, apakah anda menyangka para raja dan orang-orang kaya tidak pernah bersedih. Raja pun bersedih, president pun bersedih, terkadang kesedihan mereka lebih berat dari apa yang kita rasakan, oleh karena itu jangan pernah bermimpi hidup tanpa kesedihan, kehidupan ini penuh suka dan duka. Allah سبحانه و تعالى berfirman

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (QS. Al-Balad :4)

Kita ketika lahir dengan kepayahan, menjalani kehidupan dengan kepayahan ketika berkeluarga mengurusinya dengan kepayahan, tidak ada istirahat karena istirahat yang sebenarnya ketika kita sudah berada di surga nya Allah  سبحانه و تعالى
لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Tidak ada kekhawatiran, tidak ada kesedihan, tidak ada ketakutan ketika kita berada di surga nya Allah. Namun selama kita masih berada di muka bumi ini maka hidup kita akan selalu suka dan duka terkadang senang terkadang sedih.

Oleh karenanya hidup ini tidak terlepas dari ujian, ada seorang suami di uji dengan istrinya, seorang istri di uji dengan suami nya, ada orang tua yang di uji oleh kenakalan anak-anak nya, ada seorang anak di uji dengan orang tuanya, ada seorang pegawai di uji dengan bos nya, ada bos di uji dengan pegawainya, ada rakyat di uji dengan pemerintahnya dan ada pemerintah yang di uji oleh rakyatnya, kehidupan penuh dengan ujian, maka tidak mungkin kita terhindar dari ujian.

Semua Kembali Ke Allah – Ustadz Subhan Bawazier

Allah سبحانه و تعالىberfirman

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (QS. Al-Mulk : 15)

Dari firman Allah di atas bahwa Allah  menjadikan bumi ini mudah bagi manusia, diperintahkan kita sebagai manusia untuk memanfaatkan kemudahan tersebut, dan makan lah rezeki yang telah Allah tebarkan. Sehingga manusia merupakan makhluk yang Allah berikan pengkhususan kemuliaan dari pada makhluk yang lain. Tugas manusia adalah mensyukuri semua nikmat yang Allah mudahkan untuk nya, karena bersyukur ini merupakan cara untuk mendatangkan akumulasi sebuah kebaikan, ada nilai tambah pada syukur yang kita lakukan 
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)
Kalau seandainya kalian (manusia) mau bersyukur maka akan aku tambah ini sebab datang nya kenikmatan yang berlipat ganda, namun sebalik nya jika kalian (manusia) kufur maka sesungguhnya akan diberikan adzab yang sangat pedih oleh Allah. 

Dan juga Allah memerintahkan yang harus selalu di ingat Allah menekankan sebagaimana firman sebelum Nya (QS. Al-Mulk :15) وَإِلَيْهِ النُّشُورُ “Kepada Allah lah tempat kembali kalian” 

Dan ingatlah semua nikmat yang Allah berikan akan ditanya
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. (QS. At-Takasur : 8)

Wa Allahu’alamu..

Semua Kembali Ke Allah – Ustadz Subhan Bawazier

Allah سبحانه و تعالىberfirman

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (QS. Al-Mulk : 15)

Dari firman Allah di atas bahwa Allah  menjadikan bumi ini mudah bagi manusia, diperintahkan kita sebagai manusia untuk memanfaatkan kemudahan tersebut, dan makan lah rezeki yang telah Allah tebarkan. Sehingga manusia merupakan makhluk yang Allah berikan pengkhususan kemuliaan dari pada makhluk yang lain. Tugas manusia adalah mensyukuri semua nikmat yang Allah mudahkan untuk nya, karena bersyukur ini merupakan cara untuk mendatangkan akumulasi sebuah kebaikan, ada nilai tambah pada syukur yang kita lakukan 
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)
Kalau seandainya kalian (manusia) mau bersyukur maka akan aku tambah ini sebab datang nya kenikmatan yang berlipat ganda, namun sebalik nya jika kalian (manusia) kufur maka sesungguhnya akan diberikan adzab yang sangat pedih oleh Allah. 

Dan juga Allah memerintahkan yang harus selalu di ingat Allah menekankan sebagaimana firman sebelum Nya (QS. Al-Mulk :15) وَإِلَيْهِ النُّشُورُ “Kepada Allah lah tempat kembali kalian” 

Dan ingatlah semua nikmat yang Allah berikan akan ditanya
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. (QS. At-Takasur : 8)

Wa Allahu’alamu..

Semua Kembali Ke Allah – Ustadz Subhan Bawazier

Allah سبحانه و تعالىberfirman

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (QS. Al-Mulk : 15)

Dari firman Allah di atas bahwa Allah  menjadikan bumi ini mudah bagi manusia, diperintahkan kita sebagai manusia untuk memanfaatkan kemudahan tersebut, dan makan lah rezeki yang telah Allah tebarkan. Sehingga manusia merupakan makhluk yang Allah berikan pengkhususan kemuliaan dari pada makhluk yang lain. Tugas manusia adalah mensyukuri semua nikmat yang Allah mudahkan untuk nya, karena bersyukur ini merupakan cara untuk mendatangkan akumulasi sebuah kebaikan, ada nilai tambah pada syukur yang kita lakukan 
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)
Kalau seandainya kalian (manusia) mau bersyukur maka akan aku tambah ini sebab datang nya kenikmatan yang berlipat ganda, namun sebalik nya jika kalian (manusia) kufur maka sesungguhnya akan diberikan adzab yang sangat pedih oleh Allah. 

Dan juga Allah memerintahkan yang harus selalu di ingat Allah menekankan sebagaimana firman sebelum Nya (QS. Al-Mulk :15) وَإِلَيْهِ النُّشُورُ “Kepada Allah lah tempat kembali kalian” 

Dan ingatlah semua nikmat yang Allah berikan akan ditanya
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. (QS. At-Takasur : 8)

Wa Allahu’alamu..

Jangan Meninggalkan Ibadah Karena Takut Riya’ – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

Meninggalkan ibadah karena takut dilihat manusia itu adalaha trik iblis, yang seharusnya kita lakukan yaitu sembunyikan ibadah bukan meninggalkan ibadah.

Itu merupakan trik iblis, meninggalkan ibadah karena takut dikira orang lain riya itu tidak benar. Yang benar adalah tetap continue beribadah tanpa memperhatikan orang lain disekitarnya.
Imam ibnu Alqoyim ketika mendefinisikan ikhlas, beliau mengatakan “Kamu jangan mencari atas orang yang melihat atas amal ibadahmu kecuali Allah.” Jadi intinya jangan ingin di lihat kecuali hanya oleh Allah سبحانه و تعالى 
Jangan pernah mencari orang yang memberikan ganjaran atas amal ibadah mu kecuali Allah, intinya jangan pernah berharap ganjaran, pahala, pujian, sanjungan, hadiah, kecuali dari Allah. Maka, tetaplah beramal sebanyak mungkin sambil menjaga hati. Waalahuta’ala a’lamu.


Jangan Meninggalkan Ibadah Karena Takut Riya’ – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

Meninggalkan ibadah karena takut dilihat manusia itu adalaha trik iblis, yang seharusnya kita lakukan yaitu sembunyikan ibadah bukan meninggalkan ibadah.

Itu merupakan trik iblis, meninggalkan ibadah karena takut dikira orang lain riya itu tidak benar. Yang benar adalah tetap continue beribadah tanpa memperhatikan orang lain disekitarnya.
Imam ibnu Alqoyim ketika mendefinisikan ikhlas, beliau mengatakan “Kamu jangan mencari atas orang yang melihat atas amal ibadahmu kecuali Allah.” Jadi intinya jangan ingin di lihat kecuali hanya oleh Allah سبحانه و تعالى 
Jangan pernah mencari orang yang memberikan ganjaran atas amal ibadah mu kecuali Allah, intinya jangan pernah berharap ganjaran, pahala, pujian, sanjungan, hadiah, kecuali dari Allah. Maka, tetaplah beramal sebanyak mungkin sambil menjaga hati. Waalahuta’ala a’lamu.


Kamu Dan Hartamu Milik Orang Tuamu – Ustadz Subhan Bawazier

Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda 

أنت ومالك لأبيك

“Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu (orang tuamu).”

Harta itu jangan hanya di kaitkan dengan materi, karena setiap kebaikan yang kita perbuat itu juga merupakan harta kita,yang bakal masuk ke lubang kubur kita. Kita  dapat lihat mayit ketika diantarkan ke kuburan nya tiga mengantar, dua kembali, satu menetap, sanak family, harta dan amal sholeh mengantar bagi orang yang meniggal dunia. Sanak family, harta kembali yang menetap atau mnemani kita hanyalah amal sholeh.
Harta yang kau miliki dalam bentuk kebaikan akan menjadi kebaikan pula bagi orang tuamu, maka apabila anak ini betul-betul baik yang demikianlah yang di sebut oleh Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kalau seseorang meninggal dunia maka semua amal ibadah nya akan putus kecuali ada 3 perkara. Yang pertama sedekah nya ketika hidup berkepanjangan, misalkan kita berbuat baik, bersedekah dengan harta atau tenaga kita, dan yang ga pernah bias di bayar adalah jasa seorang ibu yaitu melahirkan dan membesarkan kita.

Kemudian yang kedua, ilmu yang bermanfaat yang pernah diajarkan. Kita ambil lagi contoh dari Ibu, karena beliau kita bias makan pakai sendok, karena beliau kita bias mandi bagaiman caranya kita bias mengambil air dengan gayung, hal-hal yang simple yang beliau ajarkan agar kita paham akan hal yang diajarkannya.

Dan yang ketiga yaitu doa anak yang sholeh, maksudnya anak yang sholeh ini adalah kita jangan pernah berhenti atau jangan pernah kering bibir kita ini untuk mendoakan kedua orang tua kita dengan mengatakan كَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَاkalimat tersebut itu hak anak kepada orang tua, orang lain gak ada yang berhak untuk itu. Doa anak sholeh  akan sampai ke alam kubur bahkan malaikat pun menghentikan cambukannya ketika orang tuanya sedang di siksa di alam kubur. 


Kamu Dan Hartamu Milik Orang Tuamu – Ustadz Subhan Bawazier

Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda 

أنت ومالك لأبيك

“Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu (orang tuamu).”

Harta itu jangan hanya di kaitkan dengan materi, karena setiap kebaikan yang kita perbuat itu juga merupakan harta kita,yang bakal masuk ke lubang kubur kita. Kita  dapat lihat mayit ketika diantarkan ke kuburan nya tiga mengantar, dua kembali, satu menetap, sanak family, harta dan amal sholeh mengantar bagi orang yang meniggal dunia. Sanak family, harta kembali yang menetap atau mnemani kita hanyalah amal sholeh.
Harta yang kau miliki dalam bentuk kebaikan akan menjadi kebaikan pula bagi orang tuamu, maka apabila anak ini betul-betul baik yang demikianlah yang di sebut oleh Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kalau seseorang meninggal dunia maka semua amal ibadah nya akan putus kecuali ada 3 perkara. Yang pertama sedekah nya ketika hidup berkepanjangan, misalkan kita berbuat baik, bersedekah dengan harta atau tenaga kita, dan yang ga pernah bias di bayar adalah jasa seorang ibu yaitu melahirkan dan membesarkan kita.

Kemudian yang kedua, ilmu yang bermanfaat yang pernah diajarkan. Kita ambil lagi contoh dari Ibu, karena beliau kita bias makan pakai sendok, karena beliau kita bias mandi bagaiman caranya kita bias mengambil air dengan gayung, hal-hal yang simple yang beliau ajarkan agar kita paham akan hal yang diajarkannya.

Dan yang ketiga yaitu doa anak yang sholeh, maksudnya anak yang sholeh ini adalah kita jangan pernah berhenti atau jangan pernah kering bibir kita ini untuk mendoakan kedua orang tua kita dengan mengatakan كَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَاkalimat tersebut itu hak anak kepada orang tua, orang lain gak ada yang berhak untuk itu. Doa anak sholeh  akan sampai ke alam kubur bahkan malaikat pun menghentikan cambukannya ketika orang tuanya sedang di siksa di alam kubur. 


Doa bagi Lisan yang Kaku – Ustadz M Abduh Tuasikal

Saat seseorang berada di depan publik, atau di depan orang banyak lisan lidahnya akan sulit berbicara karena dalam keadaan grogi, namun kita butuh ketika itu pertolongan Allah SWT karena kita dalam keadaan grogi supaya kita dapat mungutarakan pendapat, mengutarakan pembicaraan kita di deppan orang banyak, termasuk juga kerika menyampaikan kajian.
Ada doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang merupakan firman Allah SWT agar kita dilapangkan hati kita, dimudahkan urusan kita dan dimudahkan dalam berbicara  oleh Allah SWT. Doa tersebut adalah :


رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي
أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah urusanku ” (QS. Thoha: 25-28)
Disini kita meminta kelapangan dada, tidak iri ketika melihat orang lain diberi nikmat oleh Allah SWT, lapang dada ketika menerima cobaan, lapang dada ketika menerima terbatasnya rezeki, dan lapang dada ketika diberikan musibah atau cobaan.

Maka seyogya nya mari kita amalkan doa tersebut, mudah-mudahan kita menjadi orang yang lapang dada, Allah juga mudahkan urusan kita, kemudian lidah kita juga dimudahkan untuk berbicara bagi lisan yang masih merasa kaku berbicara di depan orang banyak, dan juga mudah-mudahan setiap apa yang kita utarakan ketika kita menyampaikan pendapat, ketika kita meyampaikan ceramah,ketika kita menyampaikan khutbah itu membuat orang yang mendengarkan itu menjadi paham.