Keutamaan Salat – Hadits Keutamaan Shalat


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim…

Kali ini saya ingin sharing kepada kalian mengenai Keutamaan Salat. semoga postingan saya kali ini dapat memotivasi kalian semua agar lebih menjaga shalat-nya. Aamiin….
saya akan memberikan beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan shalat. semoga beberapa hadist berikut dapat mewakili untuk memotivasi kita dalam melaksanakan shalat dengan sempurna atau setidaknya kita dapat menjaga shalat agar tidak ada bagian yang kurang sehingga mengancam keabsahan shalat kita.

  • hadits yang pertama, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ


“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia sukses dan berhasil dan jika shalatnya rusak, dia sangat rugi” (HR. Nasai dan Turmudzi)

  • hadits yang kedua, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ ؟ قَالُوْا
لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَْءٌ .قَالَ : كَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ اْلخَطَايَا:

Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang di antara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran (di badannya) meski sedikit ?” Para shahabat menjawab : “Tentu tidak tersisa sedikit pun kotoran (di badannya)” Beliau berkata: “Demikian pula dengan sholat lima waktu, dengan sholat itu Allah menghapus dosa-dosa” (HR. Bukhari I/197 no.505, dan Muslim I/462 no.667, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu)

  • hadits yang ketiga, dari Anas bin Malik RodhiyallahuanhuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah memiliki Malaikat yang bertugas memanggil setiap kali shalat wajib ‘Wahai manusia, datangi api yang akan menyiksa kalian yang kalian nyalakan sendiri (dengan dosa & maksiat), lalu padamkanlah (dengan shalat).” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath)

  • hadits yang keempat, Anas bin Malik Rodhiyallahuanhu, beliau mengatakan;

“Diwajibkan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam 50 kali shalat pada malam isra. Kemudian dikurangi hingga tinggal lima waktu, Kemudian beliau dipanggil, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya ketetapan-Ku tidak akan berubah. Dari shalat lima waktu ini, engkau mendapatkan pahala 50’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Turmudzi dan yang lainnya)

  • hadist yang kelima, dari Utsman bin Affan RodhiyallahuanhuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

“Ketika datang waktu shalat wajib, kemudian seorang muslim melakukan wudhu dengan sempurna, memperhatikan khyusu dan rukuknya, maka shalat itu akan menjadi kaffarah (penebus) untuk dosa-dosa sebelumnya, selama dia tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

  • hadits yang ke enam, dari Abu Qatadah RodhiyallahuanhuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.


“Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad dan Ibn Hibban)

Telah dikatakan oleh Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu:

“Jagalah shalatmu. Ketika kau kehilangannya, kau akan kehilangan yang lainnya”

Semoga menjadi motivasi untuk kita agar lebih menjaga shalat-nya. Demikian yang bisa saya berikan. lebih lengkapnya silahkan lihat video Seri Cara Shalat Nabi: Keutamaan Sholat.

jika terdapat kesalahan mohon komentar atau contact saya. karena setiap manusia tidak jauh dari kesalahan, bahwa kebenaran hanya milih Allah SWT.

Nun walqalami wama yasthurun


أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Keutamaan Salat – Hadits Keutamaan Shalat


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim…

Kali ini saya ingin sharing kepada kalian mengenai Keutamaan Salat. semoga postingan saya kali ini dapat memotivasi kalian semua agar lebih menjaga shalat-nya. Aamiin….
saya akan memberikan beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan shalat. semoga beberapa hadist berikut dapat mewakili untuk memotivasi kita dalam melaksanakan shalat dengan sempurna atau setidaknya kita dapat menjaga shalat agar tidak ada bagian yang kurang sehingga mengancam keabsahan shalat kita.

  • hadits yang pertama, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ


“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia sukses dan berhasil dan jika shalatnya rusak, dia sangat rugi” (HR. Nasai dan Turmudzi)

  • hadits yang kedua, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ ؟ قَالُوْا
لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَْءٌ .قَالَ : كَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ اْلخَطَايَا:

Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang di antara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran (di badannya) meski sedikit ?” Para shahabat menjawab : “Tentu tidak tersisa sedikit pun kotoran (di badannya)” Beliau berkata: “Demikian pula dengan sholat lima waktu, dengan sholat itu Allah menghapus dosa-dosa” (HR. Bukhari I/197 no.505, dan Muslim I/462 no.667, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu)

  • hadits yang ketiga, dari Anas bin Malik RodhiyallahuanhuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah memiliki Malaikat yang bertugas memanggil setiap kali shalat wajib ‘Wahai manusia, datangi api yang akan menyiksa kalian yang kalian nyalakan sendiri (dengan dosa & maksiat), lalu padamkanlah (dengan shalat).” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath)

  • hadits yang keempat, Anas bin Malik Rodhiyallahuanhu, beliau mengatakan;

“Diwajibkan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam 50 kali shalat pada malam isra. Kemudian dikurangi hingga tinggal lima waktu, Kemudian beliau dipanggil, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya ketetapan-Ku tidak akan berubah. Dari shalat lima waktu ini, engkau mendapatkan pahala 50’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Turmudzi dan yang lainnya)

  • hadist yang kelima, dari Utsman bin Affan RodhiyallahuanhuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

“Ketika datang waktu shalat wajib, kemudian seorang muslim melakukan wudhu dengan sempurna, memperhatikan khyusu dan rukuknya, maka shalat itu akan menjadi kaffarah (penebus) untuk dosa-dosa sebelumnya, selama dia tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

  • hadits yang ke enam, dari Abu Qatadah RodhiyallahuanhuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.


“Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad dan Ibn Hibban)

Telah dikatakan oleh Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu:

“Jagalah shalatmu. Ketika kau kehilangannya, kau akan kehilangan yang lainnya”

Semoga menjadi motivasi untuk kita agar lebih menjaga shalat-nya. Demikian yang bisa saya berikan. lebih lengkapnya silahkan lihat video Seri Cara Shalat Nabi: Keutamaan Sholat.

jika terdapat kesalahan mohon komentar atau contact saya. karena setiap manusia tidak jauh dari kesalahan, bahwa kebenaran hanya milih Allah SWT.

Nun walqalami wama yasthurun


أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ