Cara Mengganti Nama Interface Network ke eth0 Pada Ubuntu 16.04 (Xenial Xerus)

Assalamualaikum gaes, udah lama nih ga update tulisan di web aku ini hehe. Nah kali ini saya akan memberikan informasi bagaimana cara melakukan penggantian nama interface network pada Ubuntu 16.04.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Ubuntu telah merilis Ubuntu 16.04 (Xenial Xerus) sebagai versi baru dari varian LTS (Long Term Support). Dan disini ada hal yang menarik jika kita pertama kali mencoba Ubuntu 16.04. Apabila kita mencoba melakukan instalasi pada VMware Workstation atau VirtualBox kita akan mendapati bahwa nama interface network kita adalah ens33. Kemudian kita pasti akan bertanya tanya, kok namanya berubah jadi ens33 yaa? Biasanya kan eth0 kek gitu ada apa nih? Trus gimana nih cara ngerubahnya?.

Oke, tenang-tenang. Sebenarnya itu adalah format default network interface yang baru dari Ubuntu. Tapi mungkin kita ini sudah terbiasa dengan format eth0. Nah, untuk mengubahnya berikut caranya :

  1. Silahkan login dan pakai akses root.
  2. Kemudian cek interface dengan perintah “ip a”.
    # ip a
    
    1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN group default qlen 1
        link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
        inet 127.0.0.1/8 scope host lo
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 ::1/128 scope host 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    2: ens33: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP group default qlen 1000
        link/ether 00:0c:29:1f:ee:72 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
        inet 100.100.100.10/24 brd 100.100.100.255 scope global eth0
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 fe80::20c:29ff:fe1f:ee72/64 scope link 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    
  3. Kita juga bisa mengecek nama interface yang dibuat system pada saat reboot dengan perintah “dmesg | grep eth”.
    # dmesg | grep eth
    
    [    3.050064] e1000 0000:02:01.0 eth0: (PCI:66MHz:32-bit) 00:0c:29:1f:ee:72
    [    3.050074] e1000 0000:02:01.0 eth0: Intel(R) PRO/1000 Network Connection
    [    3.057410] e1000 0000:02:01.0 ens33: renamed from eth0
    
  4. Berikutnya silahkan edit grub file agar interface kita berubah ke eth0. Buka dulu grub file dengan perintah ini :
    # sudo nano /etc/default/grub

    Dan rubahlah pada bagian “GRUB_CMDLINE_LINUX” yang awalnya seperti ini :

    GRUB_CMDLINE_LINUX=""

    Menjadi seperti ini :

    GRUB_CMDLINE_LINUX="net.ifnames=0 biosdevname=0"
  5. Setelah itu generate baru grub file nya :
    # sudo grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg
    
    Generating grub configuration file ...
    Warning: Setting GRUB_TIMEOUT to a non-zero value when GRUB_HIDDEN_TIMEOUT is set is no longer supported.
    Found linux image: /boot/vmlinuz-4.4.0-15-generic
    Found initrd image: /boot/initrd.img-4.4.0-15-generic
    Found memtest86+ image: /memtest86+.elf
    Found memtest86+ image: /memtest86+.bin
    done
    
  6. Ubahlah pada “/etc/network/interfaces” dan ganti nama interface menjadi eth0 :
    # nano /etc/network/interfaces
    
    auto lo
    iface lo inet loopback
    
    auto eth0
    iface eth0 inet static
            address 100.100.100.10
            netmask 255.255.255.0
            gateway 100.100.100.2
            dns-nameserver 8.8.8.8
  7. Terakhir reboot, dan cek kembali dengan perintah “ip a” atau “ifconfig”. Maka hasilnya nama interface telah kembali menjadi eth0.
    # ifconfig 
    eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0c:29:1f:ee:72  
              inet addr:100.100.100.10  Bcast:100.100.100.255  Mask:255.255.255.0
              inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe1f:ee72/64 Scope:Link
              UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
              RX packets:7 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
              TX packets:15 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
              collisions:0 txqueuelen:1000 
              RX bytes:676 (676.0 B)  TX bytes:1184 (1.1 KB)
    
    lo        Link encap:Local Loopback  
              inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
              inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
              UP LOOPBACK RUNNING  MTU:65536  Metric:1
              RX packets:160 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
              TX packets:160 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
              collisions:0 txqueuelen:1 
              RX bytes:11840 (11.8 KB)  TX bytes:11840 (11.8 KB)
    # ip a
    1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN group default qlen 1
        link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
        inet 127.0.0.1/8 scope host lo
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 ::1/128 scope host 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    2: eth0: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP group default qlen 1000
        link/ether 00:0c:29:1f:ee:72 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
        inet 100.100.100.10/24 brd 100.100.100.255 scope global eth0
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 fe80::20c:29ff:fe1f:ee72/64 scope link 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    

    Nah, konfigurasi telah selesai. Dan kini kita telah mempunyai nama dengan style yang lama hehe. Emang terkadang beberapa hal itu Old but Gold haha.

    Okay mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan. Jumpa lagi di lain tulisan yaa.
    Wassalamualaikum gaes

Konfigurasi IP address Pada Red Hat (RHEL) 7.2

Assalamualaikum,

Kali ini saya ingin membagikan bagaimana caranya konfigurasi ip address pada OS RHEL 7.2. Ya mungkin postingan ini akan kurang bermanfaat bagi anda yang sudah mengerti dan bisa mengoperasikan RHEL. Akan tetapi disini tujuan saya hanya ingin berbagi kepada teman-teman yang ingin belajar RHEL ini. Meskipun RHEL adalah Linux, tapi RHEL ini memiliki syntax dan cara konfigurasi IP yang berbeda dengan OS yang lainnya.

Baiklah, langsung saja berikut caranya :

  1. Login terlebih dahulu kedalam system RHEL kalian masing-masing dan gunakan akses root agar kita dapat mengubah konfigurasi IP address.
  2. Gunakan editor kesukaan kalian, disini saya mencontohkan menggunakan editor vi. Ketikan perintah dibawah ini :
    # vi /etc/sysconfig/network-scripts/INTERFACE

    Ubahlah INTERFACE dengan nama interface yang ingin kalian konfigurasi IP address nya. 100

  3. Kemudian edit konfigurasi seperti dibawah ini jika ingin mengkonfigurasi static IP. 102
  4. Dan konfigurasikan seperti ini jika ingin mengkonfigurasi IP secara DHCP. 101
  5. Setelah itu bisa dilakukan restart service network dan coba cek IP.
    # systemctl restart network
    # ip addr show

    103

  6. Lakukan tes ping dari client ke server dan sebaliknya. 104
    105

Konfigurasi IP address pada Red Hat telah selesai dan hasil ping menunjukkan bahwa konfigurasi telah berjalan sempurna. Itulah sedikit yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.

Tetap kunjungi blog saya untuk update terbaru yaa.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Konfigurasi VM Port Group Pada vSphere ESXi 6.0 (LAB 90)

Assalamualaikum rek. Kali ini saya akan kembali membagikan postingan saya mengenai konfigurasi VM Port Group pada ESXi. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu VM Port Group dan apa manfaatnya jika kita menggunakannya. Berikut penjelasannya :

Jadi, VM Port Group itu adalah sebuah mekanisme dimana kita dapat memanfaatkan adanya 2 NIC pada server ESXi menjadi lebih efisien dan memilah adanya traffic yang masuk maupun keluar baik kedalam server ESXi ataupun kedalam VM yang terdapat didalam ESXi.

Baiklah langsung saja kita praktekan lab nya, syarat yang paling utama dalam lab ini pastikan server ESXi yang anda punya sudah memiliki 2 NIC yang berjalan secara baik. Jika sudah kita bisa melanjutkan kedalam tahap konfigurasi.

  1. Login terlebih dahulu kedalam control panel ESXi melalui vSphere Client.
  2. Kemudian pilih tab Configuration > pilih Networking > pilih Add Networking. screenshot_1
  3. Jika sudah akan keluar jendela baru Add Network Wizard. Dan silahkan pilih Connection Types Virtual Machine selanjutnya klik next. screenshot_2
  4. Selanjutnya pilih Create vSphere standard switch pada vmnic1 dan lanjutkan klik next. screenshot_3
  5. Dibagian Network Label silahkan tambahkan label yang diinginkan jika sudah klik next. screenshot_4
  6. Pastikan pada hasil summary sudah sesuai dengan konfigurasi yang diinginkan. Dan klik Finish untuk mengakhiri pembuatan Network baru. screenshot_5
  7. Maka vSphere standard switch baru yang telah kita tambahkan network serta nantinya akan digunakan untuk memisahkan traffic sudah berhasil dibuat. screenshot_6

Ya itulah sedikit ilmu yang dapat saya bagikan, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya untuk teman-teman sekalian. Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan saja langsung, insyaAllah akan saya jawab dengan senang hati. Baiklah sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Konfigurasi NIC Teaming Sebagai Failover pada vSphere ESXi 6 (LAB 89)

Assalamualaikum kawan semua. Kali ini saya bakalan membagi tutorial mengenai Lab VMware vSphere ESXi. Dengan sub bahasan NIC Teaming sebagai Failover. Ya mungkin sebagaian kalian sudah mengetahui apa fungsi dari sebuah failover tapi disini saya juga akan memberikan penjelasan sedikit mengenai failover.

Failover merupakan sebuah teknik yang menggunakan dua jalur dalam sebuah komunikasi jaringan. Baik komunikasi berupa server, jaringan komputer, database, storage ataupun lainnya. Nah fungsi dari failover yaitu meminimalisir adanya kesalahan atau kerusakan yang nantinya terjadi pada jalur tersebut. Bisa dikatakan disini akan terdapat 2 jalur komunikasi, 1 sebagai jalur utama dan satu yang lain menjadi backup jika terjadi kesalahan komunikasi.

Sama pula konsep yang dipakai dalam vSphere ESXi ini, jadi kita nantinya akan memiliki 2 jalur network dalam topologi server ESXi nya. Seperti ini topologinya : VMware NIC Teaming

 

 

 

Dari topologi diatas, maksudnya jika pada jalur 1 terputus maka jalur otomatis pindah dan terbackup oleh jalur 2. Sehingga client tetap bisa mengakses VM Server tanpa ada masalah.

Bagaimana cara konfigurasinya? Berikut penjelasannya :

  1. Disini saya menggunakan VMware Workstation sebagai sarana mengerjakan Lab. Bagi anda yang sama seperti saya silahkan matikan server ESXi kalian.
    Screenshot_4
  2. Edit setting server ESXi. Screenshot_5
  3. Selanjutnya tambahkan satu buah NIC baru. Dengan mode NAT karena harus satu network dengan NIC utamanya.Screenshot_6
  4. Screenshot_7Screenshot_8Setelah itu kita konfigurasikan NIC nya sebagai backup. Tambahkan dulu NIC dengan klik Configuration > Networking > Properties.Screenshot_9
  5. Kita tambah Adapternya dengan klik tab Network Adapters dan pilih Add. Screenshot_10
  6. Pada option dialog box baru, pilih NIC baru yang telah kita buat tadi yaitu vmnic1. Screenshot_11
  7. Dibagian Network Order, lakukan pemindahan NIC vmnic 1 pada Active Adapters kepada Standby Adapters dengan cara klik vmnic1 dan ubah menggunakan button Move Down/Move Up. Jika sudah klik Next.Screenshot_12
  8. Maka hasil dari pemindahan tersebut seperti ini. Screenshot_13
  9. Konfigurasi NIC menjadi standby sudah dan klik finish. Dan pada dialog box sebelumnya klik Close. Screenshot_14
  10. Screenshot_15
  11. Serta dikonfigurasi networkingnya akan berubah seperti ini. Yaitu 1 buah Physical Adapters sebagai active network dan 1 buah lagi dalam standby network. Screenshot_16
  12. Terakhir kita ujicoba dengan mematikan salah satu link dalam vSphere ESXi contoh yang saya matikan adalah jalur utamanya. Yaitu dengan klik kanan server ESXi kemudian lihat removable devices > pada network adapters klik disconnect. Screenshot_17
  13. Jika berhasil maka adalah PC client tetap bisa ping dan terhubung terhadap VM didalam ESXi, meskipun ethernet utama ESXi diputus. Disini saya tidak mendapatkan adanya timeout pada tes ping mungkin karena saya menguji dengan ethernet local. Jika keadaan realnya mungkin akan terdapat 2-3 ping timeout yang menandakan bahwa Failover sedang melakukan perpindahan jalur dan akan segera up kembali.Screenshot_18

Baiklah itulah bagaimana caranya agar kita bisa melakukan konfigurasi Failover menggunakan NIC Teaming pada server ESXi. Jika ada kesulitan ataupun pertanyaan silahkan bisa ditanyakan. Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Cara Upgrade Server ESXi 6 (LAB 88)

Asslamaualaikum Wr. Wb. Kali ini saya akan kembali membagikan ilmu tentang bagaimana caranya kita upgrade versi server ESXi. Mungkin banyak yang bertanya mengapa kita perlu update server ESXi kita?

Berikut beberapa hal yang baru di versi 6 update 2 pada VMware ESXi :

  • High Ethernet Link Speed, pada esxi 6 update 2 ini sudah mendukung 25G dan 50G kecepatan dari link ethernet.
  • VMware Host Client, telah terinstall otomatis vmware web client, dan web client tersebut telah menggunakan HTML5 agar menjadi lebih ringan.
  • VMware Virtual SAN 6.2, telah terinstall otomatis juga vmware virtual SAN dengan versi 6.2.
  • vSphere APIs untuk I/O filtering, telah mendukung filter I/O (input/output) dari VASA Provider dengan IPv6 environment. Dan juga telah mendukung VMIOF versi 1.0 dan 1.1

Beberapa alasan agar upgrade server ESXi yaitu perbaikan dari masalah keamanan, kompatibilitas serta yang lainnya. Sebelum melakukan upgrade server ESXi ada baiknya agar kita mematikan semua VM yang berjalan. Kemudian backup jika diperlukan, oke langsung saja kita praktekan Labnya :

  1. Sebelum upgrade download terlebih dahulu file upgrade dari https://my.vmware.com/group/vmware/patch dan saat kita download diperlukan user login atau kita juga bisa mendaftarnya secara gratis pula.
  2. Silahkan akses login pada vSphere Client. Screenshot_1
  3. Kemudian silahkan pindah ke tab Configuration kemudian pilih storage. Screenshot_2
  4. Pada datastore silahkan klik kanan dan Browse Datastore. Screenshot_3
  5. Setelah itu klik upload dan pilih upload file. Pada tahap ini silahkan pilih file update nya dan klik open maka file akan terupload di datastore. Screenshot_4Screenshot_5
  6. Kemudian jika ada kotak dialog operation warning klik aja Yes. Dan setelah itu tunggu hingga proses upload file berhasil. Screenshot_6Screenshot_7
  7. Disini file telah terupload dan untuk melakukan upgrade nya kita eksekusi perintah upgrade nya via CLI.
    # esxcli software vib install -d /vmfs/volumes/datastore1/update-form-blablabla

    Screenshot_8

  8. Tunggu hingga proses selesai dan lakukan reboot jika sudah selesai instalasinya. Screenshot_10
  9. Dan berikut tampilan sebelum dan sesudah upgrade, maka version buildnya akan berbeda antara yang lama dan yang baru. Screenshot_11Screenshot_12

Oke cukup sekianyang bisa saya sampaikan pada lab kali ini, esok akan saya lanjutnya dengan materi virtual networking pada vSphere ESXi. Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Cara Menambah User Login dan License kedalam vSphere ESXi 6 (LAB 87)

Assalamualaikum Wr. Wb. Berjumpa kembali kawan sekalian. Kali ini saya akan membawakan sebuah tutorial kembali dengan pembahasan bagaimana cara agar kita dapat membuat user baru yang nantinya dapat digunakan untuk login kedalam server vSphere ESXi dan juga dapat melakukan manage terhadap server ESXi maupun host yang didalamnya.

Nah, karena materi untuk menambahkan user tersebut terlalu singkat maka saya gabungkan pula materi bagaimana caranya agar kita dapat memasukkan licensi kedalam vSphere ESXi kita tersebut. Mungkin jika kita gunakan ESXi hanya untuk kebutuhan demo ataupun mengerjakan lab kita bisa menggunakan fasilitas licensi trial yang diberikan oleh VMware selama 30 hari.

Akan tetapi jika kita gunakan secara commercial dan company tentu saja kita harus membeli licensi dan memasukkan licensi tersebut kedalam ESXi. Baiklah langsung saja kita praktekan lab nya :

  1. Silahkan login terlebih dahulu kedalam server ESXi menggunakan vSphere Client.A28
  2. Untuk menambahkan user baru silahkan pilih tab Users.Screenshot_2
  3. Kemudian klik kanan dan pilih add user. Screenshot_3
  4. Nah isikan detail user dari username hingga passwordnya. Gunakan password sesuai kriteria yang diminta oleh ESXi yaitu password minimal 8 karakter harus mengandung huruf besar, huruf kecil, angka, serta karakter spesial . Jika sudah tekan Ok. Contoh password @K4tahugo Screenshot_4
  5. Maka user yang telah dibuat akan muncul pada list user. Screenshot_5
  6. Tinggal kita tambahkan permissions untuk user tersebut agar dapat berperilaku seperti admin. Kita mulai dengan pindah pada tab Permissions. Screenshot_6
  7. Selanjutnya klik kanan dan pilih Add Permission. Screenshot_7
  8. Maka akan muncul jendela Assign Permissions. Pada jendela tersebut, dibagian Assigned Role isikan dengan Administrator kemudian klik Add untuk menambahkan user yang ingin diberikan role administrator tersebut. Screenshot_8
  9. Pada jendela baru yang keluar, kita pilih user yang telah kita tambahkan tadi. Disini saya memilih user hugo2 dan jika sudah klik Ok. Screenshot_9
  10. Klik Ok lagi untuk menutup jendela Assign Permissions. Screenshot_10
  11. Kita lihat user tersebut telah terdapat pada list permissions. Screenshot_11
  12. Kita uji coba dengan mengakses server ESXi melalui vSphere client menggunakan user baru tersebut. Jika login berhasil maka kita bisa melihat dashboard admin server ESXi.Screenshot_12
  13. Selanjutnya kita akan menambahkan license kedalam ESXi kita. Yaitu dengan cara memilih tab Configuration, kemudian pilih Licensed Features dan klik edit yang terdapat pada bagian pojok.Screenshot_55
  14. Setelah itu masukkan license yang kita miliki dan jika sudah klik Ok. Maka otomatis status dari license kita akan berubah sesuai dengan license yang kita beli.

Nah, jadi itulah konfigurasi lab kali ini, jika mendapat kesulitan silahkan tanyakan secara langsung kepada saya. Baiklah usai sudah dan kita akan berjumpa pada postingan selanjutnya.

Jazakallah Khairan. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Konfigurasi Otomatisasi VM Startup dan Shutdown Pada vSphere ESXi 6 (LAB 86)

Assalamualaikum kawan, kali ini saya ingin membagikan tutorial mengenai bagaimana caranya agar VM kita yang berada pada vSphere ESXi dapat berjalan ataupun mati secara otomatis. Penggunaan fitur ini biasanya digunakan dikala kita telah memiliki banyak VM di ESXi, coba kita bayangkan jika kita melakukan start dan shutdown VM secara satu-satu tapi kita mempunyai 100 VM.

Hal ini tentu saja kurang efisien dan menjadikan pekerjaan menjadi lama. Nah untuk itu kita bisa menggunakan service ini. Baiklah langsung saja kita praktikan.

  1. Pertama silahkan login terlebih dahulu kedalam ESXi panel kalian melalui vSphere Client.
  2. Pilih tab Configuration kemudian pilih Virtual Machine Startup/Shutdown. A24
  3. Selanjutnya bisa kita lihat, jika kita belum melakukan konfigurasi maka pada status terlihat disabled. Maka untuk mengkonfigurasinya silahkan klik Properties pada bagian pojok. A25
  4. Disini kita bisa melakukan konfigurasi yang pertama silahkan checklist pada Allow virtual machine to start and stop automatically with the system. Kita juga bisa mengatur waktu yang dibutuhkan untuk delay startup ataupun shutdown serta action shutdown yang akan dilakukan. KIta bisa pula mengatur order urutan VM mana yang akan mati atau hidup terlebih dahulu. Gunakan Move up / Move down untuk mengubah urutannya, tempatkan pada Automatic startup maka VM akan dijalankan / dimatikan secara otomatis sesuai urutannya. Pada urutan tersebut ada pilihan pula jikalau kita ingin agar mesin ESXi yang mengatur urutan boot silahkan pilih Any order, atau jika kita ingin membuat agar beberapa VM tertentu perlu dijalankan secara manual maka pindahkan set order ke Manual startup.
  5. A26Baiklah konfigurasi telah selesai. Dan apabila kita cek status service maka berubah menjadi enabled serta VM berada pada Automatic Startup Order. A27

Konfigurasi telah berhasil dan berjalan dengan sempurna. Jika ada yang perlu ditanyakan silahkan langsung tanyakan saja saya siap menjawab hehe. Akhir kata

Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Konfigurasi NTP pada vSphere ESXi 6 (LAB 85)

Assalamualaikum kawan, dikesempatan kali ini saya ingin membagikan bagaimana caranya kita mengkonfigurasi vSphere ESXi agar dapat menjadi dan menggunakan NTP untuk sinkronisasi waktu.

Fungsi dari NTP ini nantinya akan berguna sebagai sinkronisasi waktu antar VM dan juga saat kita melakukan konfigurasi scheduler task serta masih banyak kegunaan yang lainnya.

Oke langsung saja kita lab kan materi ini.

  1. Silahkan akses ESXi melalui vSphere Client.
  2. Kemudian pindah lah pada tab configuration kemudian pilih Time configuration.A15
  3. Jika NTP belum berjalan maka statusnya adalah stopped. Selanjutnya silahkan klik properties pada pojok kanan untuk melakukan konfigurasi.A16
  4. Setelah itu centang pada bagian NTP client enabled dilanjutkan dengan klik tombol option. A17
  5. Dibagian NTP setting silahkan tambahkan NTP server address dengan klik tombol Add dan jika sudah silahkan simpan. Disini saya menggunakan NTP dari LIPI pada alamat ntp.kim.lipi.go.idA19
  6. Centang pada bagian Restart NTP service to apply changes agar service memuat ulang service dan menerapkan hasil konfigurasinya. A20
  7. Kemudian kita pilih Start automatically if any ports are open and stop when all ports closed. Agar nantinya service NTP ini berjalan secara otomatis. Jangan lupa klik start agar service NTP tersebut berjalan dan silahkan klik Ok untuk menyimpan seluruh konfigurasi.A23
  8. Hasilnya adalah waktu pada ESXi kita akan berubah menjadi waktu terupdate dari NTP server yang telah kita inputkan tadi. A22.png

Baiklah konfigurasi NTP pada ESXi telah selesai. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi sesama. Jazakallah Khairan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.