ARP Protocol

Assalamualaikum, 
Pada kali ini saya akan kembali membahas sebuah materi yang bisa dibilang merupakan materi basic dan materi yang akan saya bahas adalah materi mengenai ARP Table.
Oke sebelum belajar mengenai ARP Table, lebih baik kita mengenal terlebih dahulu apa itu protocol ARP. Lalu apa sih protocol ARP itu? 
Protocol ARP merupakan sebuah protocol yang berfungsi untuk mencari tahu mac address dari sebuah host yang sudah terdaftar dalam sebuah jaringan dengan menggunakan perantara ip address. Jadi protocol ARP ini bekerja sama antara layer 2 dan juga layer 3 untuk mencari seluruh informasi yang nantinya akan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. 
Untuk informasi mengenai ARP yang ada di dalam jaringan kita sendiri, apabila pada mikrotik, akan tersimpan di dalam ARP table. ARP table juga bisa dianggap sebagai ARP cache dikarenakan seluruh informasi yang berkaitan dengan addressing entah itu ip address ataupun mac address, semua akan disimpan di ARP table. 
Lalu bagaimana caranya protocol ARP bekerja? 
Pertama tama, sebuah perangkat jaringan akan mengirimkan sebuah packet broadcast yang dikirimkan kepada seluruh client, yang bertujuan untuk meminta informasi dari mac address yang ada pada setiap client. Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan informasi mac address yang ada pada client, maka client tersebut harus terhubung terlebih dahulu dengan jaringan yang sudah kita miliki. 
Apabila client sudah menerima packet tersebut, maka client akan memeriksa packet tersebut, dan apabila diperbolehkan, maka client tersebut akan mengirimkan informasi mengenai mac address yang dia miliki. 
Jika sudah seperti itu, router  yang menerima packet tersebut akan segera memasukkan informasi yang dikirim dari client tersebut, untuk didaftarkan ke dalam ARP table. ARP table inilah yang berisi kumpulan mac address beserta ip address yang digunakan oleh setiap host. 
Untuk ARP table ini sendiri bersifat dinamis. Ataupun dalam artian, apabila ada mac address dan ip address yang berubah dari sebuah client, maka ARP tersebut akan segera di update untuk mendapatkan informasi yang terbaru. 

ARP Protocol

Assalamualaikum, 
Pada kali ini saya akan kembali membahas sebuah materi yang bisa dibilang merupakan materi basic dan materi yang akan saya bahas adalah materi mengenai ARP Table.
Oke sebelum belajar mengenai ARP Table, lebih baik kita mengenal terlebih dahulu apa itu protocol ARP. Lalu apa sih protocol ARP itu? 
Protocol ARP merupakan sebuah protocol yang berfungsi untuk mencari tahu mac address dari sebuah host yang sudah terdaftar dalam sebuah jaringan dengan menggunakan perantara ip address. Jadi protocol ARP ini bekerja sama antara layer 2 dan juga layer 3 untuk mencari seluruh informasi yang nantinya akan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. 
Untuk informasi mengenai ARP yang ada di dalam jaringan kita sendiri, apabila pada mikrotik, akan tersimpan di dalam ARP table. ARP table juga bisa dianggap sebagai ARP cache dikarenakan seluruh informasi yang berkaitan dengan addressing entah itu ip address ataupun mac address, semua akan disimpan di ARP table. 
Lalu bagaimana caranya protocol ARP bekerja? 
Pertama tama, sebuah perangkat jaringan akan mengirimkan sebuah packet broadcast yang dikirimkan kepada seluruh client, yang bertujuan untuk meminta informasi dari mac address yang ada pada setiap client. Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan informasi mac address yang ada pada client, maka client tersebut harus terhubung terlebih dahulu dengan jaringan yang sudah kita miliki. 
Apabila client sudah menerima packet tersebut, maka client akan memeriksa packet tersebut, dan apabila diperbolehkan, maka client tersebut akan mengirimkan informasi mengenai mac address yang dia miliki. 
Jika sudah seperti itu, router  yang menerima packet tersebut akan segera memasukkan informasi yang dikirim dari client tersebut, untuk didaftarkan ke dalam ARP table. ARP table inilah yang berisi kumpulan mac address beserta ip address yang digunakan oleh setiap host. 
Untuk ARP table ini sendiri bersifat dinamis. Ataupun dalam artian, apabila ada mac address dan ip address yang berubah dari sebuah client, maka ARP tersebut akan segera di update untuk mendapatkan informasi yang terbaru. 

Skema Komunikasi DHCP

Assalamualaikum, 
Setelah tidak lama ngepost, sekarang saya kembali lagi hehehe. Pada kali ini saya akan membahas materi mengenai bagaimana client bisa mendapatkan DHCP address dari server.

Ada salah kaprah dimana ada anggapan bahwa server membagikan address kepada client, dan apabila anda tau, bahwa anggapan tersebut adalah salah. Mengapa seperti itu? Hal ini dikarenakan pada dasarnya, server tidak membagikan address. Lalu bagaimana prosesnya? Prosesnya sebagai berikut.

1. DHCP Discovery
Di dalam sebuah jaringan yang terdapat DHCP Server, sebenarnya DHCP Server akan standby untuk menunggu request dari client kepada server. Dalam hal ini, client akan memasuki masa DHCP Discovery dimana client akan mengirimkan broadcast packet setiap interface yang dimilikinya. Broadcast yang dikirimkan tersebut merupakan broadcast untuk meminta ip address.

2. DHCP Offer
Setelah client melakukan pengecekan, apabila diterima oleh DHCP Server dan membaca request tersebut, maka DHCP server akan menawarkan address kepada client. Apakah client tersebut ingin address dari DHCP server?

3. DHCP Request
Jika sudah ditawarkan address oleh server, maka client akan melakukan request kepada server untuk mendapatkan address yang sebelumnya sudah ditawarkan.

4. DHCP Acknowledgement
Setelah server menerima DHCP Request dari client, maka DHCP server akan segera mengirimkan informasi mengenai address yang nantinya akan didapatkan oleh client, dan server akan mendaftarkan address yang diberikan kepada client tersebut pada DHCP Lease yang dimiliki oleh server.

Skema Komunikasi DHCP

Assalamualaikum, 
Setelah tidak lama ngepost, sekarang saya kembali lagi hehehe. Pada kali ini saya akan membahas materi mengenai bagaimana client bisa mendapatkan DHCP address dari server.

Ada salah kaprah dimana ada anggapan bahwa server membagikan address kepada client, dan apabila anda tau, bahwa anggapan tersebut adalah salah. Mengapa seperti itu? Hal ini dikarenakan pada dasarnya, server tidak membagikan address. Lalu bagaimana prosesnya? Prosesnya sebagai berikut.

1. DHCP Discovery
Di dalam sebuah jaringan yang terdapat DHCP Server, sebenarnya DHCP Server akan standby untuk menunggu request dari client kepada server. Dalam hal ini, client akan memasuki masa DHCP Discovery dimana client akan mengirimkan broadcast packet setiap interface yang dimilikinya. Broadcast yang dikirimkan tersebut merupakan broadcast untuk meminta ip address.

2. DHCP Offer
Setelah client melakukan pengecekan, apabila diterima oleh DHCP Server dan membaca request tersebut, maka DHCP server akan menawarkan address kepada client. Apakah client tersebut ingin address dari DHCP server?

3. DHCP Request
Jika sudah ditawarkan address oleh server, maka client akan melakukan request kepada server untuk mendapatkan address yang sebelumnya sudah ditawarkan.

4. DHCP Acknowledgement
Setelah server menerima DHCP Request dari client, maka DHCP server akan segera mengirimkan informasi mengenai address yang nantinya akan didapatkan oleh client, dan server akan mendaftarkan address yang diberikan kepada client tersebut pada DHCP Lease yang dimiliki oleh server.

Secure Socket Tunnel Protocol

Assalamualaikum,
Pada kali ini saya akan share mengenai teori dan juga konsep dari SSTP. Lalu apa itu SSTP?
SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol) adalah sebuah tunneling yang dibuat untuk menjalankan mekanisme untuk mengangkut ppp frame di dalam SSL/TLS Channel. Dengan menggunakan SSL, akan memungkinkan packet yang akan dikirimkan tersebut, memiliki keamanan yang akan memungkinkan kedua perangkat jaringan melakukan negosiasi, enkripsi, dan juga pengecekan traffic. 
Dengan menggunakan SSTP, tentunya akan memiliki keamanan yang cukup terjamin. Untuk melakukan negosiasi sendiri, ada beberapa cara, dan cara yang utama yaitu dengan menggunakan sertifikat. Dengan adanya sertifikat, akan membuat jalur yang dimana kita berhubungan dengan device lainnya, akan lebih aman, dikarenakan adanya negosiasi yang digunakan untuk mensinkronkan keduanya. 
Untuk port yang digunakan SSTP, ia menggunakan protocol TCP dengan port 443 dimana port tersebut memiliki kemampuan untuk melewati proxy, dan juga firewall sekalipun, akan tetapi tidak dapat melewati proxy yang memiliki autentikasi. Apabila sebuah client ingin melakukan hubungan dengan server, maka akan diperlukan adanya autentikasi untuk berhubungan dengan server tersebut. Untuk menjalin sebuah hubungan sendiri, server dan juga client, akan melewati terlebih dahulu PPP Phase. Hal ini dikarenakan SSTP merupakan tunneling yang menggunakan PPP. 
Dengan digunakannya PPP, ini akan memungkinkan tunnel tersebut menggunakan autentikasi EAP-TLS dan juga MS-CHAP. Berdasarkan yang terlihat pada gambar diatas, gambar tersebut merupakan header dari SSTP sendiri. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa setiap protocol memiliki headernya masing masing. Dan gambar diatas merupakan header yang dimiliki oleh SSTP. Berikut penjelasannya. 
● Version (8 bit) 
Untuk version sendiri, merupakan header yang digunakan oleh SSTP untuk bernegosiasi antar perangkat untuk menggunakan versi SSTP berapa. 
● Reserver (7 Bit) 
Sedang disiapkan. 
● C 
Pada bagian tersebut, header akan menginformasikan mengenai packet apa yang sedang ia kirimkan. Entah itu control packet, ataupun data packet.
● Length 
Akan menginformasikan mengenai panjang dari packet itu sendiri. 
● Data 
Apabila C di set, maka packet tersebut merupakan control packet. Dalam kata lain, data akan berisikan mengenai packet yang akan dikirimkan. 
Control Message 
● Message Type 
Message type sendiri, akan mengidentifikasikan pesan apa yang dikirimkan. 
● Attribute Count 
Akan menentukan jumlah attribute yang di tambahkan ke dalam control message SSTP. 
● Attributes 
Akan berisikan mengenai Attribute yang digunakan oleh SSTP itu sendiri.

Secure Socket Tunnel Protocol

Assalamualaikum,
Pada kali ini saya akan share mengenai teori dan juga konsep dari SSTP. Lalu apa itu SSTP?
SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol) adalah sebuah tunneling yang dibuat untuk menjalankan mekanisme untuk mengangkut ppp frame di dalam SSL/TLS Channel. Dengan menggunakan SSL, akan memungkinkan packet yang akan dikirimkan tersebut, memiliki keamanan yang akan memungkinkan kedua perangkat jaringan melakukan negosiasi, enkripsi, dan juga pengecekan traffic. 
Dengan menggunakan SSTP, tentunya akan memiliki keamanan yang cukup terjamin. Untuk melakukan negosiasi sendiri, ada beberapa cara, dan cara yang utama yaitu dengan menggunakan sertifikat. Dengan adanya sertifikat, akan membuat jalur yang dimana kita berhubungan dengan device lainnya, akan lebih aman, dikarenakan adanya negosiasi yang digunakan untuk mensinkronkan keduanya. 
Untuk port yang digunakan SSTP, ia menggunakan protocol TCP dengan port 443 dimana port tersebut memiliki kemampuan untuk melewati proxy, dan juga firewall sekalipun, akan tetapi tidak dapat melewati proxy yang memiliki autentikasi. Apabila sebuah client ingin melakukan hubungan dengan server, maka akan diperlukan adanya autentikasi untuk berhubungan dengan server tersebut. Untuk menjalin sebuah hubungan sendiri, server dan juga client, akan melewati terlebih dahulu PPP Phase. Hal ini dikarenakan SSTP merupakan tunneling yang menggunakan PPP. 
Dengan digunakannya PPP, ini akan memungkinkan tunnel tersebut menggunakan autentikasi EAP-TLS dan juga MS-CHAP. Berdasarkan yang terlihat pada gambar diatas, gambar tersebut merupakan header dari SSTP sendiri. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa setiap protocol memiliki headernya masing masing. Dan gambar diatas merupakan header yang dimiliki oleh SSTP. Berikut penjelasannya. 
● Version (8 bit) 
Untuk version sendiri, merupakan header yang digunakan oleh SSTP untuk bernegosiasi antar perangkat untuk menggunakan versi SSTP berapa. 
● Reserver (7 Bit) 
Sedang disiapkan. 
● C 
Pada bagian tersebut, header akan menginformasikan mengenai packet apa yang sedang ia kirimkan. Entah itu control packet, ataupun data packet.
● Length 
Akan menginformasikan mengenai panjang dari packet itu sendiri. 
● Data 
Apabila C di set, maka packet tersebut merupakan control packet. Dalam kata lain, data akan berisikan mengenai packet yang akan dikirimkan. 
Control Message 
● Message Type 
Message type sendiri, akan mengidentifikasikan pesan apa yang dikirimkan. 
● Attribute Count 
Akan menentukan jumlah attribute yang di tambahkan ke dalam control message SSTP. 
● Attributes 
Akan berisikan mengenai Attribute yang digunakan oleh SSTP itu sendiri.

MPLS Traffic Engineering

Assalamualaikum, 
Pada kali ini, saya akan share mengenai MPLS Traffic Engineering. Lalu apa itu MPLS Traffic Engineering? Overview dulu yuk materinya. 
Di dalam dunia jaringan tentunya ada banyak device yang saling menghubungkan satu sama lain. Dalam hal ini, tentunya routing akan dipergunakan untuk menghubungkan sebuah network dengan network yang lainnya.
Untuk routing sendiri, entah itu static routing ataupun dynamic routing, tentunya tujuannya tetaplah sama, yaitu bertujuan untuk menghubungkan sebuah network dengan network lainnya. 
Dalam menggunakan static routing, oke kita dapat menentukan jalur yang akan kita kehendaki, tujuannya kemana, dan gateway yang akan digunakan melewati mana. Dalam hal ini, mungkin bisa kita bilang cukup teratur dikarenakan kita dapat menentukan packe tersebut melewati jalur yang padat trafficnya atau tidak. 
Namun, ada sebuah masalah dimana jaringan yang menggunakan dynamic routing untuk menghubungkan beberapa network yang ada, tentunya tergantung routing itu sendiri, apakah menggunakan jalur terdekat ataupun bandwith yang lebih besar. 
Namun tentunya apabila di dalam sebuah jaringan sama sama memilih jalur yang sama sebagai jalur yang akan digunakan, maka akan menyebabkan padatnya traffic yang ada pada jalur tersebut. 
Seperti contoh yang terlihat diatas, jalur yang digunakan oleh kedua router untuk menuju router yang berbeda, tetap sama. Dan tentunya hal ini akan menyebabkan padatnya jalur yang digunakan itu. Padahal masih ada jalur lain yang tidak digunakan. 
Apabila seperti ini, kita dapat menerapkan sebuah protocol dimana protocol ini akan menggunakan jalur yang admin kehendaki. Jadi tidak menggunakan routing yang menentukan jalur berdasarkan jalur dengan hop tersedikit ataupun jalur dengan bandwith terbesar. Protocol tersebut dinamakan dengan MPLS TE.
MPLS TE sendiri merupakan sebuah protocol yang berjalan pada MPLS Backbone, yang akan memanfaatkan jaringan MPLS sebagai perantaranya. MPLS TE memiliki tunnel yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan mana jalur yang akan digunakan untuk dilewati sebuah packet. Lalu apa hubungannya dengan routing? 
Seperti yang sudah dibahas tadi, apabila terlalu memanfaatkan routing pada suatu jaringan, maka akan menyebabkan padatnya lalu lintas yang ada pada jaringan tersebut. Dikarenakan protocol routing itu tetaplah sama, apabila dalam hal menentukan jalur. Jadi tidak ada namanya “jalur ini telah digunakan” tapi yang ada adalah “jalur ini merupakan jalur terbaik”. 
Seperti yang terlihat pada gambar diatas, TE akan memungkinkan router yang bekerja sebagai PE untuk membuat sebuah tunnel yang dibentuk berdasarkan address yang akan dilewati. Jadi kita dapat membuat tunnel, dengan mendefinisikan address yang akan di lewati. 
Selain mendefinisikannya satu per satu ip address yang akan dibuat hubungan tunnel, dalam MPLS TE juga kita dapat menentukan tunnel yang dibuat secara dinamis. Jadi kita hanya perlu untuk mengaktifkan TE yang ada pada router yang kita miliki. 
Untuk membuat hubungan secara static juga ada beberapa cara untuk mendefinisikan jalur yang akan digunakan, diantaranya sebagai berikut. 
  • Strict 
Strict merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan jalur directly connected yang dapat digunakan. Dalam hal ini juga kita juga harus mendefinisikan secara spesifik melewati address mana jalur ini dibuat. 
  • Loose
Loose merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan jalur yang tidak directly connected, atau dalam artian kita hanya perlu mendefinisikan router penengah yang akan dilewati. Dalam hal ini juga brarti loose tidak perlu mendefinisikan sebuah jalur yang akan dibuat secara lebih spesifik. 
Opsi diatas tadi merupakan sebuah cara yang dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur yang akan digunakan secara manual. 

[admin@MikroTik] > /mpls traffic-eng tunnel-path
add hops=[address|strict]
Hops ::= Hop[,Hops]
   Hop ::= Address:Strict
      Address ::= A.B.C.D (IP address)
      Strict ::= strict | loose

Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, itu merupakan cara untuk membuat jalur static. Dan untuk hop yang akan di definisikan tidak seperti mengkonfigurasikan gateway pada static routing, akan tetapi menggunakan strict yang ada. 
Selain itu, seperti yang sudah saya bilang bahwa jalur juga dapat ditentukan secara dynamic. Apabila kita membuat tunnel secara dynamic, maka diperlukan diaktifkannya CSPF pada router tersebut. 
CSPF sendiri merupakan fitur yang ada pada MPLS TE yang akan memungkinkan kedua site untuk membentuk jalur dengan jalur terpendek. Jadi TE akan memilih secara otomatis jalur terpendek mana yang akan ia gunakan. 

[admin@MikroTik] > /mpls traffic-eng tunnel-path
add name=dynamic use-cspf=yes

Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, kita perlu untuk mendefinisikan cspf agar aktif pada jalur dynamic. 
Pada MPLS TE sendiri, dapat dikatakan sebagai protocol yang support high avaibility. Hal ini dikarenakan dalam membuat tunneling, kita dapat menentukan 2 jalur dimana salah satunya akan digunakan sebagai backup, dan juga sebagai jalur utama. Kita dapat mendefinisikannya sebagai berikut. 

[admin@MikroTik] > /interface traffic-eng
add primary-path=static secondary-paths=dynamic

Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, kita melakukan konfigurasi jalur mana yang dijadikan jalur utama, dan jalur mana yang akan dijadikan sebagai jalur cadangan.
Pada dasarnya, jalur utama yang dipilih, merupakan jalur static yang sudah kita buat tadi. Dan untuk jalur cadangan, kita menggunakan jalur dynamic yang sudah dibuat. 

MPLS Traffic Engineering

Assalamualaikum, 
Pada kali ini, saya akan share mengenai MPLS Traffic Engineering. Lalu apa itu MPLS Traffic Engineering? Overview dulu yuk materinya. 
Di dalam dunia jaringan tentunya ada banyak device yang saling menghubungkan satu sama lain. Dalam hal ini, tentunya routing akan dipergunakan untuk menghubungkan sebuah network dengan network yang lainnya.
Untuk routing sendiri, entah itu static routing ataupun dynamic routing, tentunya tujuannya tetaplah sama, yaitu bertujuan untuk menghubungkan sebuah network dengan network lainnya. 
Dalam menggunakan static routing, oke kita dapat menentukan jalur yang akan kita kehendaki, tujuannya kemana, dan gateway yang akan digunakan melewati mana. Dalam hal ini, mungkin bisa kita bilang cukup teratur dikarenakan kita dapat menentukan packe tersebut melewati jalur yang padat trafficnya atau tidak. 
Namun, ada sebuah masalah dimana jaringan yang menggunakan dynamic routing untuk menghubungkan beberapa network yang ada, tentunya tergantung routing itu sendiri, apakah menggunakan jalur terdekat ataupun bandwith yang lebih besar. 
Namun tentunya apabila di dalam sebuah jaringan sama sama memilih jalur yang sama sebagai jalur yang akan digunakan, maka akan menyebabkan padatnya traffic yang ada pada jalur tersebut. 
Seperti contoh yang terlihat diatas, jalur yang digunakan oleh kedua router untuk menuju router yang berbeda, tetap sama. Dan tentunya hal ini akan menyebabkan padatnya jalur yang digunakan itu. Padahal masih ada jalur lain yang tidak digunakan. 
Apabila seperti ini, kita dapat menerapkan sebuah protocol dimana protocol ini akan menggunakan jalur yang admin kehendaki. Jadi tidak menggunakan routing yang menentukan jalur berdasarkan jalur dengan hop tersedikit ataupun jalur dengan bandwith terbesar. Protocol tersebut dinamakan dengan MPLS TE.
MPLS TE sendiri merupakan sebuah protocol yang berjalan pada MPLS Backbone, yang akan memanfaatkan jaringan MPLS sebagai perantaranya. MPLS TE memiliki tunnel yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan mana jalur yang akan digunakan untuk dilewati sebuah packet. Lalu apa hubungannya dengan routing? 
Seperti yang sudah dibahas tadi, apabila terlalu memanfaatkan routing pada suatu jaringan, maka akan menyebabkan padatnya lalu lintas yang ada pada jaringan tersebut. Dikarenakan protocol routing itu tetaplah sama, apabila dalam hal menentukan jalur. Jadi tidak ada namanya “jalur ini telah digunakan” tapi yang ada adalah “jalur ini merupakan jalur terbaik”. 
Seperti yang terlihat pada gambar diatas, TE akan memungkinkan router yang bekerja sebagai PE untuk membuat sebuah tunnel yang dibentuk berdasarkan address yang akan dilewati. Jadi kita dapat membuat tunnel, dengan mendefinisikan address yang akan di lewati. 
Selain mendefinisikannya satu per satu ip address yang akan dibuat hubungan tunnel, dalam MPLS TE juga kita dapat menentukan tunnel yang dibuat secara dinamis. Jadi kita hanya perlu untuk mengaktifkan TE yang ada pada router yang kita miliki. 
Untuk membuat hubungan secara static juga ada beberapa cara untuk mendefinisikan jalur yang akan digunakan, diantaranya sebagai berikut. 
  • Strict 
Strict merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan jalur directly connected yang dapat digunakan. Dalam hal ini juga kita juga harus mendefinisikan secara spesifik melewati address mana jalur ini dibuat. 
  • Loose
Loose merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan jalur yang tidak directly connected, atau dalam artian kita hanya perlu mendefinisikan router penengah yang akan dilewati. Dalam hal ini juga brarti loose tidak perlu mendefinisikan sebuah jalur yang akan dibuat secara lebih spesifik. 
Opsi diatas tadi merupakan sebuah cara yang dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur yang akan digunakan secara manual. 

[admin@MikroTik] > /mpls traffic-eng tunnel-path
add hops=[address|strict]
Hops ::= Hop[,Hops]
   Hop ::= Address:Strict
      Address ::= A.B.C.D (IP address)
      Strict ::= strict | loose

Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, itu merupakan cara untuk membuat jalur static. Dan untuk hop yang akan di definisikan tidak seperti mengkonfigurasikan gateway pada static routing, akan tetapi menggunakan strict yang ada. 
Selain itu, seperti yang sudah saya bilang bahwa jalur juga dapat ditentukan secara dynamic. Apabila kita membuat tunnel secara dynamic, maka diperlukan diaktifkannya CSPF pada router tersebut. 
CSPF sendiri merupakan fitur yang ada pada MPLS TE yang akan memungkinkan kedua site untuk membentuk jalur dengan jalur terpendek. Jadi TE akan memilih secara otomatis jalur terpendek mana yang akan ia gunakan. 

[admin@MikroTik] > /mpls traffic-eng tunnel-path
add name=dynamic use-cspf=yes

Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, kita perlu untuk mendefinisikan cspf agar aktif pada jalur dynamic. 
Pada MPLS TE sendiri, dapat dikatakan sebagai protocol yang support high avaibility. Hal ini dikarenakan dalam membuat tunneling, kita dapat menentukan 2 jalur dimana salah satunya akan digunakan sebagai backup, dan juga sebagai jalur utama. Kita dapat mendefinisikannya sebagai berikut. 

[admin@MikroTik] > /interface traffic-eng
add primary-path=static secondary-paths=dynamic

Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, kita melakukan konfigurasi jalur mana yang dijadikan jalur utama, dan jalur mana yang akan dijadikan sebagai jalur cadangan.
Pada dasarnya, jalur utama yang dipilih, merupakan jalur static yang sudah kita buat tadi. Dan untuk jalur cadangan, kita menggunakan jalur dynamic yang sudah dibuat. 

How MPLS Works?

Assalamualaikum, 
Pada kali ini, setelah membahas mengenai What is MPLS, sekarang kita akan membahas mengenai cara kerja dari MPLS itu. Untuk materi MPLS sendiri, saya tidak akan menjelaskan begitu banyak, dikarenakan saya sendiri kurang pengetahuan mengenai MPLSnya hehehe, namun untuk lab insya allah akan saya tunjukkan. 
Seperti yang kita ketahui bahwa label diselipkan pada layer2. Jadi ketika ada packet yang dikirimkan melewati MPLS domain, maka packet tersebut akan diiringi dengan label. 
Seperti yang ada pada gambar diatas, gambar diatas merupakan sebuah proses bagaimana yang akan terjadi ketika client mengirimkan sebuah packet ke client lainnya melewati MPLS Backbone. 
Sebelum kita mempelajari cara jalannya, kita akan mempelajari router yang ada pada dalam MPLS Backbone terlebih dahulu. Di dalam MPLS sendiri, setiap router yang berada dalam berbeda daerah dan juga berbeda ugas memiliki nama masing masing. 
  1. LER (Label Edge Router) atau Provider Edge
Di dalam MPLS Backbone, Provider Edge biasa bertempatkan pada setiap ujung MPLS Backbone. Dan itulah memang tugas dari LER, yaitu menghubungkan MPLS domain dengan non MPLS domain. Dalam artian, LER akan menghubungkan MPLS backbone dengan daerah yang tidak menggunakan MPLS. Dalam hal ini, berlaku juga untuk koneksi ke client tanpa MPLS. 
  1. LSR (Label Switch Router) atau Provider Router
Di dalam MPLS Backbone, juga terdapat Provider Router. Utuk Provider router sediri, dia biasanya berada untuk menghubungkan PE yang ada. Dalam artian, Provider router akan bertugas untuk memforward label yang nantinya akan lalu lalang di dalam MPLS Backbone. 
Oke setelah tau, kita akan membahas apa yang terjadi ketika client mengirimkan sebuah packet ke client lainnya melewati MPLS Backbone? 

Cara Kerja MPLS
Ini saya tambahin lagi gambarnya ehehe. Seperti yang terlihat pada gambar diatas, ketika client mengirimkan sebuah packet melewati MPLS Backbone, maka Packet tersebut akan di klasifikasikan terlebih dahulu, setelah itu packet tersebut dilapisi dengan Label. Inilah tugas dari LER, setiap ada packet yang keluar ataupun masuk, maka tugas dia adalah untuk memberikan label terhadap packet tersebut, atau melepas label yang sudah diberikan sebelumnya. 
Lalu perlu diingat, label untuk setiap network berbeda beda. Jadi setiap melalui sebuah network, maka packet tersebut akan mendapatkan label yang berbeda beda. Selanjutnya, setelah diberikan label, packet tersebut yang sudah diberikan label diforward oleh LSR kepada tujuan. Jadi tugas dari LSR akan menforward label tersebut ke LER tujuan. 
Setelah di forward, ketika packet tersebut sudah mencapai LER tujuan, maka packet yang sebelumnya sudah diberikan label, akan di lepas labelnya. Mengapa dilepas? Dikarenakan jaringan local tidak dapat membaca label yang ada pada di MPLS. Yang hanya dapat membacanya hanyalah MPLS backbone. 
Seperti itulah proses jalannya packet dari client melewati MPLS backbone. Jadi nantinya ketika sudah sampai pada client, maka packetnya akan seperti biasa kembali.

How MPLS Works?

Assalamualaikum, 
Pada kali ini, setelah membahas mengenai What is MPLS, sekarang kita akan membahas mengenai cara kerja dari MPLS itu. Untuk materi MPLS sendiri, saya tidak akan menjelaskan begitu banyak, dikarenakan saya sendiri kurang pengetahuan mengenai MPLSnya hehehe, namun untuk lab insya allah akan saya tunjukkan. 
Seperti yang kita ketahui bahwa label diselipkan pada layer2. Jadi ketika ada packet yang dikirimkan melewati MPLS domain, maka packet tersebut akan diiringi dengan label. 
Seperti yang ada pada gambar diatas, gambar diatas merupakan sebuah proses bagaimana yang akan terjadi ketika client mengirimkan sebuah packet ke client lainnya melewati MPLS Backbone. 
Sebelum kita mempelajari cara jalannya, kita akan mempelajari router yang ada pada dalam MPLS Backbone terlebih dahulu. Di dalam MPLS sendiri, setiap router yang berada dalam berbeda daerah dan juga berbeda ugas memiliki nama masing masing. 
  1. LER (Label Edge Router) atau Provider Edge
Di dalam MPLS Backbone, Provider Edge biasa bertempatkan pada setiap ujung MPLS Backbone. Dan itulah memang tugas dari LER, yaitu menghubungkan MPLS domain dengan non MPLS domain. Dalam artian, LER akan menghubungkan MPLS backbone dengan daerah yang tidak menggunakan MPLS. Dalam hal ini, berlaku juga untuk koneksi ke client tanpa MPLS. 
  1. LSR (Label Switch Router) atau Provider Router
Di dalam MPLS Backbone, juga terdapat Provider Router. Utuk Provider router sediri, dia biasanya berada untuk menghubungkan PE yang ada. Dalam artian, Provider router akan bertugas untuk memforward label yang nantinya akan lalu lalang di dalam MPLS Backbone. 
Oke setelah tau, kita akan membahas apa yang terjadi ketika client mengirimkan sebuah packet ke client lainnya melewati MPLS Backbone? 

Cara Kerja MPLS
Ini saya tambahin lagi gambarnya ehehe. Seperti yang terlihat pada gambar diatas, ketika client mengirimkan sebuah packet melewati MPLS Backbone, maka Packet tersebut akan di klasifikasikan terlebih dahulu, setelah itu packet tersebut dilapisi dengan Label. Inilah tugas dari LER, setiap ada packet yang keluar ataupun masuk, maka tugas dia adalah untuk memberikan label terhadap packet tersebut, atau melepas label yang sudah diberikan sebelumnya. 
Lalu perlu diingat, label untuk setiap network berbeda beda. Jadi setiap melalui sebuah network, maka packet tersebut akan mendapatkan label yang berbeda beda. Selanjutnya, setelah diberikan label, packet tersebut yang sudah diberikan label diforward oleh LSR kepada tujuan. Jadi tugas dari LSR akan menforward label tersebut ke LER tujuan. 
Setelah di forward, ketika packet tersebut sudah mencapai LER tujuan, maka packet yang sebelumnya sudah diberikan label, akan di lepas labelnya. Mengapa dilepas? Dikarenakan jaringan local tidak dapat membaca label yang ada pada di MPLS. Yang hanya dapat membacanya hanyalah MPLS backbone. 
Seperti itulah proses jalannya packet dari client melewati MPLS backbone. Jadi nantinya ketika sudah sampai pada client, maka packetnya akan seperti biasa kembali.