Cara Mengganti Nama Interface Network ke eth0 Pada Ubuntu 16.04 (Xenial Xerus)

Assalamualaikum gaes, udah lama nih ga update tulisan di web aku ini hehe. Nah kali ini saya akan memberikan informasi bagaimana cara melakukan penggantian nama interface network pada Ubuntu 16.04.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Ubuntu telah merilis Ubuntu 16.04 (Xenial Xerus) sebagai versi baru dari varian LTS (Long Term Support). Dan disini ada hal yang menarik jika kita pertama kali mencoba Ubuntu 16.04. Apabila kita mencoba melakukan instalasi pada VMware Workstation atau VirtualBox kita akan mendapati bahwa nama interface network kita adalah ens33. Kemudian kita pasti akan bertanya tanya, kok namanya berubah jadi ens33 yaa? Biasanya kan eth0 kek gitu ada apa nih? Trus gimana nih cara ngerubahnya?.

Oke, tenang-tenang. Sebenarnya itu adalah format default network interface yang baru dari Ubuntu. Tapi mungkin kita ini sudah terbiasa dengan format eth0. Nah, untuk mengubahnya berikut caranya :

  1. Silahkan login dan pakai akses root.
  2. Kemudian cek interface dengan perintah “ip a”.
    # ip a
    
    1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN group default qlen 1
        link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
        inet 127.0.0.1/8 scope host lo
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 ::1/128 scope host 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    2: ens33: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP group default qlen 1000
        link/ether 00:0c:29:1f:ee:72 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
        inet 100.100.100.10/24 brd 100.100.100.255 scope global eth0
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 fe80::20c:29ff:fe1f:ee72/64 scope link 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    
  3. Kita juga bisa mengecek nama interface yang dibuat system pada saat reboot dengan perintah “dmesg | grep eth”.
    # dmesg | grep eth
    
    [    3.050064] e1000 0000:02:01.0 eth0: (PCI:66MHz:32-bit) 00:0c:29:1f:ee:72
    [    3.050074] e1000 0000:02:01.0 eth0: Intel(R) PRO/1000 Network Connection
    [    3.057410] e1000 0000:02:01.0 ens33: renamed from eth0
    
  4. Berikutnya silahkan edit grub file agar interface kita berubah ke eth0. Buka dulu grub file dengan perintah ini :
    # sudo nano /etc/default/grub

    Dan rubahlah pada bagian “GRUB_CMDLINE_LINUX” yang awalnya seperti ini :

    GRUB_CMDLINE_LINUX=""

    Menjadi seperti ini :

    GRUB_CMDLINE_LINUX="net.ifnames=0 biosdevname=0"
  5. Setelah itu generate baru grub file nya :
    # sudo grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg
    
    Generating grub configuration file ...
    Warning: Setting GRUB_TIMEOUT to a non-zero value when GRUB_HIDDEN_TIMEOUT is set is no longer supported.
    Found linux image: /boot/vmlinuz-4.4.0-15-generic
    Found initrd image: /boot/initrd.img-4.4.0-15-generic
    Found memtest86+ image: /memtest86+.elf
    Found memtest86+ image: /memtest86+.bin
    done
    
  6. Ubahlah pada “/etc/network/interfaces” dan ganti nama interface menjadi eth0 :
    # nano /etc/network/interfaces
    
    auto lo
    iface lo inet loopback
    
    auto eth0
    iface eth0 inet static
            address 100.100.100.10
            netmask 255.255.255.0
            gateway 100.100.100.2
            dns-nameserver 8.8.8.8
  7. Terakhir reboot, dan cek kembali dengan perintah “ip a” atau “ifconfig”. Maka hasilnya nama interface telah kembali menjadi eth0.
    # ifconfig 
    eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0c:29:1f:ee:72  
              inet addr:100.100.100.10  Bcast:100.100.100.255  Mask:255.255.255.0
              inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe1f:ee72/64 Scope:Link
              UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
              RX packets:7 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
              TX packets:15 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
              collisions:0 txqueuelen:1000 
              RX bytes:676 (676.0 B)  TX bytes:1184 (1.1 KB)
    
    lo        Link encap:Local Loopback  
              inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
              inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
              UP LOOPBACK RUNNING  MTU:65536  Metric:1
              RX packets:160 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
              TX packets:160 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
              collisions:0 txqueuelen:1 
              RX bytes:11840 (11.8 KB)  TX bytes:11840 (11.8 KB)
    # ip a
    1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN group default qlen 1
        link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
        inet 127.0.0.1/8 scope host lo
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 ::1/128 scope host 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    2: eth0: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP group default qlen 1000
        link/ether 00:0c:29:1f:ee:72 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
        inet 100.100.100.10/24 brd 100.100.100.255 scope global eth0
           valid_lft forever preferred_lft forever
        inet6 fe80::20c:29ff:fe1f:ee72/64 scope link 
           valid_lft forever preferred_lft forever
    

    Nah, konfigurasi telah selesai. Dan kini kita telah mempunyai nama dengan style yang lama hehe. Emang terkadang beberapa hal itu Old but Gold haha.

    Okay mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan. Jumpa lagi di lain tulisan yaa.
    Wassalamualaikum gaes

Cara me-remote Remote Desktop Protokol (RDP) Windows di Linux menggunakan rdesktop

Assalamualaikum,,

Halo sobat life4code, jumpa lagi! sekarang kita akan belajar bagaimana cara remote windows yang menggunakanan Remote Desktop Protokol atau biasa disebut RDP

pastikan kita sudah meng-activekan RDP pada Windows ya..
kalau yang belum tau caranya mari kita coba!

1. Right click di This PC -> Properties

2. Kemudian kita pilih Remote settings 

3. Allow remote assistance connection to this computer kita ✓ dan Allow remote connection -> ok

secara konfigurasi kita sudah tau bagaimana cara untuk mengaktifkan RDP di windows, sekarang tugas kita adalah bagaimana caranya si linux dapat meremote PC Windows ini.
kita akan menggunakan rdesktop 
1. pertama install dulu rdesktop dengan perintah 

root@alan:Downloads# sudo apt-get install rdesktop

2. lalu kita buka remote langsung windowsnya 

root@alan:Downloads# rdesktop 192.168.10.14

oke mungkin sekian dari saya jika ada salah kata mohon dimaafkan #apaansih
wassalamualaikum,,

Instalasi VMware Tools pada Guest Linux (Lab 71)



Assalamualaikum..

Bismillahirrahmanirrahim.. pada lab kali ini saya akan memberikan tutorial untuk menginstall VMware Tools pada Guest Linux, tapi sebelum kita lanjut lab-nya, saya akan memberikan penjelasan sediki tentang VMware Tools ini.

What is VMware Tools?

VMware Tools ini sebenarnya software optional atau bisa kita sebut sebagai pelengkap saja, VMware Tools ini menyediakan driver dan utilitas yang berfungsi meningkatkan fungsionalitas koneksi diantara guest (virtual machine) dan host (esxi). Jadi singkatnya VMware Tools ini berfungsi menungkatkan performa interaksi antara guest dan host. Sumbernya dari sini

Why must install VMware Tools?

Berikut beberapa fungsi penting jika kita menginstall VMware Tool pada VM kita :

  • VMware tools akan menginstall driver VGA agar dapat meningkatkan FPS (frame per second) Graphics-nya
  • Meningkatkan alokasi dan efisiensi memory pemakaian (RAM), VMware tools ini akan menginstall driver memory control yang mana dapat meningkatkan alokasi penggunaan RAM.
  • Meningkatkan kinerja I/O dari SCSI yang digunakan oleh sebagian guest operating system VMware.
  • Meningkatkan responsifitas penggunaan mouse. Jadi kursor kita bisa langsung masuk ke guest dan host tanpa harus meng-klik atau menekan ctrl+alt 
  • Mendukung shared folders
  • Mempermudah untuk melihat ip address lewat dashboard vSphere client tanpa harus masuk ke guest (VM) nya
  • Terdapat fitur shutdown dan restart yang tidak secara paksa, kalau sebelum menginstall VMware Tools ini ketika kita mengklik power off di dashbord, itu akan mematikan secara paksa seperti menekan lama tombol power atau mencabut kabel power, tetapi jika sudah terinstall, guest akan men-shutdown seperti biasa secara SOP (Standar Oprasional Prosedur)
  • Waktu di VM dengan waktu di ESXi akan tersingkron langsung.
Kemungkinan seperti itu manfaat yang kita dapat jika menginstall VMware Tools ini.
Langsung saja saya akan memberikan tutorial untuk menginstall VMware Tools ini.
STEP 1 – Login ke VMware ESXi-nya

Buka aplikasi vSphere Client (aplikasi ini hanya untuk os windows) nya. Kemudian masukan IP Address atau domain name dari ESXi servernya, lalu kita akan login menggunkan user root, masukan user dan passwordnya.

login vmware clinet

jika muncul tab tentang  “Certificare Warning” di skip aja, atau bisa kita ignore aja…

security warrning


STEP 2 – Instalasi VMware Tools


Sebelum kita menginstall, pastikan dvd drive pada guest nya kosong, agar tidak terjadi masalah saat menginstall, matikan terlebih dahulu guest-nya, lalu klik kanan pada guest, pilih Edit Setting…

edit setting cdrom
kemudian klik pada bagian CD/DVD drive 1 lalu ubah ke Client Device dan dalam mode Passthrough IDE lalu klik OK

kosongkan dvd rom nya

Lalu kita lihat terlebih dahulu apakah VMware Tools sudah terinstall apa belum, klik kanan pada guest-nya lalu pada tab Summary, diopsi VMware Tools masih bertulisan Not running (Not Installed).

checking vmware tools not running

Kemudian kita masukan DVD VMware Tools-nya dengan cara klik kanan pada guest lalu pilih Guest > Install/Upgrade VMware Tools.

install/upgrade vmware tools
Jika muncul window seperti dibawah, di OK saja
warning before instalation
Lalu pastikan pada Recent Tasks statusnya sudah Completed

verifikasi vmware tools

STEP 3 – Mount VMware Tools di Guest Linux
Disini saya menggunakan putty untuk meremote guest-nya, kalian bisa menggunakan fitur Console di vSphere Client.
Pertama setting ip address-nya agar bisa terkoneksi internet, disini saya mengunakan ip dengan subnet 10.10.10.0/24 dan gateway-nya 10.10.10.1, untuk esxi nya saya menggunakan ip address 10.10.10.2 dan guest nya menggunakan ip address 10.10.10.150
setting ip address
lalu kita update servernya dan install package build-essentials dulu

# apt-get update && apt-get install build-essentials

apt-get update
apt-get intall build-essentials

Kemudian kita mount dvd VMware Tools-nya dan extract file VMwareTools-9.10.0-2476743.tar.gz

# mount /dev/cdrom /media/cdrom/

# tar -xzvf /media/cdrom/VMwareTools-9.10.0-2476743.tar.gz -C /tmp/ 

mount cdrom dan extract vmwaretools-nya

Kemudian kita jalankan instaler VMware Tools-nya dengan cara

# /tmp/vmware-tools-distrib/./vmware-install.pl

kita atur sesuai keinginan kita, atau bisa juga tekan enter saja.

running vmware-install.pl
running vmware-install.pl
perhatikan baik baik pada langkah diatas, jika sudah, kita kembali lagi ke vSphere Client, dan lihat pada tab Summary, pastikan pada opsi VMware Tools sudah Running (Current)
verifikasi
And Done~
Demikianlah cara menginstall VMware Tools pada Guest Linux, jika ada masalah silahkan kontak saya di facebook atau pun sosial yang sudah saya cantumkan di blog ini, semoga bermanfaat.
Nun walqalami wama yasthurum
Wassalmualaikum…

Instalasi VMware Tools pada Guest Linux (Lab 71)



Assalamualaikum..

Bismillahirrahmanirrahim.. pada lab kali ini saya akan memberikan tutorial untuk menginstall VMware Tools pada Guest Linux, tapi sebelum kita lanjut lab-nya, saya akan memberikan penjelasan sediki tentang VMware Tools ini.

What is VMware Tools?

VMware Tools ini sebenarnya software optional atau bisa kita sebut sebagai pelengkap saja, VMware Tools ini menyediakan driver dan utilitas yang berfungsi meningkatkan fungsionalitas koneksi diantara guest (virtual machine) dan host (esxi). Jadi singkatnya VMware Tools ini berfungsi menungkatkan performa interaksi antara guest dan host. Sumbernya dari sini

Why must install VMware Tools?

Berikut beberapa fungsi penting jika kita menginstall VMware Tool pada VM kita :

  • VMware tools akan menginstall driver VGA agar dapat meningkatkan FPS (frame per second) Graphics-nya
  • Meningkatkan alokasi dan efisiensi memory pemakaian (RAM), VMware tools ini akan menginstall driver memory control yang mana dapat meningkatkan alokasi penggunaan RAM.
  • Meningkatkan kinerja I/O dari SCSI yang digunakan oleh sebagian guest operating system VMware.
  • Meningkatkan responsifitas penggunaan mouse. Jadi kursor kita bisa langsung masuk ke guest dan host tanpa harus meng-klik atau menekan ctrl+alt 
  • Mendukung shared folders
  • Mempermudah untuk melihat ip address lewat dashboard vSphere client tanpa harus masuk ke guest (VM) nya
  • Terdapat fitur shutdown dan restart yang tidak secara paksa, kalau sebelum menginstall VMware Tools ini ketika kita mengklik power off di dashbord, itu akan mematikan secara paksa seperti menekan lama tombol power atau mencabut kabel power, tetapi jika sudah terinstall, guest akan men-shutdown seperti biasa secara SOP (Standar Oprasional Prosedur)
  • Waktu di VM dengan waktu di ESXi akan tersingkron langsung.
Kemungkinan seperti itu manfaat yang kita dapat jika menginstall VMware Tools ini.
Langsung saja saya akan memberikan tutorial untuk menginstall VMware Tools ini.
STEP 1 – Login ke VMware ESXi-nya

Buka aplikasi vSphere Client (aplikasi ini hanya untuk os windows) nya. Kemudian masukan IP Address atau domain name dari ESXi servernya, lalu kita akan login menggunkan user root, masukan user dan passwordnya.

login vmware clinet

jika muncul tab tentang  “Certificare Warning” di skip aja, atau bisa kita ignore aja…

security warrning


STEP 2 – Instalasi VMware Tools


Sebelum kita menginstall, pastikan dvd drive pada guest nya kosong, agar tidak terjadi masalah saat menginstall, matikan terlebih dahulu guest-nya, lalu klik kanan pada guest, pilih Edit Setting…

edit setting cdrom
kemudian klik pada bagian CD/DVD drive 1 lalu ubah ke Client Device dan dalam mode Passthrough IDE lalu klik OK

kosongkan dvd rom nya

Lalu kita lihat terlebih dahulu apakah VMware Tools sudah terinstall apa belum, klik kanan pada guest-nya lalu pada tab Summary, diopsi VMware Tools masih bertulisan Not running (Not Installed).

checking vmware tools not running

Kemudian kita masukan DVD VMware Tools-nya dengan cara klik kanan pada guest lalu pilih Guest > Install/Upgrade VMware Tools.

install/upgrade vmware tools
Jika muncul window seperti dibawah, di OK saja
warning before instalation
Lalu pastikan pada Recent Tasks statusnya sudah Completed

verifikasi vmware tools

STEP 3 – Mount VMware Tools di Guest Linux
Disini saya menggunakan putty untuk meremote guest-nya, kalian bisa menggunakan fitur Console di vSphere Client.
Pertama setting ip address-nya agar bisa terkoneksi internet, disini saya mengunakan ip dengan subnet 10.10.10.0/24 dan gateway-nya 10.10.10.1, untuk esxi nya saya menggunakan ip address 10.10.10.2 dan guest nya menggunakan ip address 10.10.10.150
setting ip address
lalu kita update servernya dan install package build-essentials dulu

# apt-get update && apt-get install build-essentials

apt-get update
apt-get intall build-essentials

Kemudian kita mount dvd VMware Tools-nya dan extract file VMwareTools-9.10.0-2476743.tar.gz

# mount /dev/cdrom /media/cdrom/

# tar -xzvf /media/cdrom/VMwareTools-9.10.0-2476743.tar.gz -C /tmp/ 

mount cdrom dan extract vmwaretools-nya

Kemudian kita jalankan instaler VMware Tools-nya dengan cara

# /tmp/vmware-tools-distrib/./vmware-install.pl

kita atur sesuai keinginan kita, atau bisa juga tekan enter saja.

running vmware-install.pl
running vmware-install.pl
perhatikan baik baik pada langkah diatas, jika sudah, kita kembali lagi ke vSphere Client, dan lihat pada tab Summary, pastikan pada opsi VMware Tools sudah Running (Current)
verifikasi
And Done~
Demikianlah cara menginstall VMware Tools pada Guest Linux, jika ada masalah silahkan kontak saya di facebook atau pun sosial yang sudah saya cantumkan di blog ini, semoga bermanfaat.
Nun walqalami wama yasthurum
Wassalmualaikum…

Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 18.0

NOTE : Screenshoot sedang proses

Assalamualaikum…

Pada postingan sebelumnya, kita sudah membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, kali inii saya akan menambahkan block storage atau cinder kedalam instanece yang sudah dibuat, pada part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat , melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

Part Sebelumnya:

  • Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0
  • kita langsung saja nge-lab cara menambahkan block storage ke instance

    LAB 65 – Membuat Volume – Node Controller

    sekarang kita akan membuat sebuah volume terlebih dahulu, yang nantinya volume ini akan digunakan instance

    STEP 1 – Konfigurasi
    kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    setelah itu kita buat volume dengan ukuran 1GB

    $ cinder create –display-name volume1 1

    lalu cek volume yang tadi di buat

    $ cinder list

    kemudian kita tambahkan volume tadi ke instance

    $ nova volume-attach INSTANCE_NAME VOLUME_ID

    > ganti INSTANCE_NAME dengan nama instance-nya
    > ganti VOLUME ID dengan id volume yang tadi dibuat

    STEP 2 – Verifikasi
    lalu kita lihat list dari volume-nya

    $ nova volume-list

    setelah itu lihat remote public-instance dengan ssh, dan lakukan fdisk untuk melihat kalau di instance sudah ada volume /dev/vdb

    $ sudo fdisk -l


    LAB 67 – Membuat Template dengan Heat – Node Controller

    pada lab ini kita akan membuat template untuk men-describe stack. Sebelum memulai silahkan lihat Template Guide untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh template. Langsung saja kita mulai konfigurasinya

    STEP 1 – Konfigurasi
    Pertama kita buat template nya terlebih dulu dengan nama vschool-template.yml

    # nano vschool-template.yml

    lalu tambahkan konfigurasi berikut

    heat_template_version: 2015-10-15
    description: Launch a basic instance using the “m1.tiny“ flavor and one network.
    parameters:
      ImageID:
        type: string
        description: Image to use for the instance.
      NetID:
        type: string
        description: Network ID to use for the instance.
    resources:
      server:
        type: OS::Nova::Server
        properties:
          image: { get_param: ImageID }
          flavor: m1.tiny
          networks:
          – network: { get_param: NetID }
    outputs:
      instance_name:
        description: Name of the instance.
        value: { get_attr: [ server, name ] }
      instance_ip:
        description: IP address of the instance.
        value: { get_attr: [ server, first_address ] }


    kemudian sekarang kita buat stack-nya, sebelum nya kita load admin-openrc.sh nya dulu

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita lihat list network nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita konfigurasi NET_ID environment variable untuk mencerminkan ID di network. Contoh disini menggunakan public network

    $ export NET_ID=$(neutron net-list | awk ‘/ public / { print $2 }’)

    lalu buat stack menggunakan cirros instance yang sudah ada di public network

    $ heat stack-create -f demo-template.yml -P “ImageID=cirros;NetID=$NET_ID” stack

    STEP 2 – Verifikasi
    sekarang kita verifikasi template nya

    $ heat stack-list

    lalu kita lihat nama dan IP address dari instance yang sudah dibuat

    $ heat output-show –all stack
    $ nova list

    jika ingin menghapus stack yang tadi sudah dibuat, berikut perintahnya

    $ heat stack-delete stack

    Sampai disini tutorial Instalasi Openstack Liberty pada Ubuntu 14.04 LTS, semoga bermanfaat untuk yang membacanya, silahkan tanyakan ke saya jika ada trouble selama proses instalasi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 18.0

    NOTE : Screenshoot sedang proses

    Assalamualaikum…

    Pada postingan sebelumnya, kita sudah membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, kali inii saya akan menambahkan block storage atau cinder kedalam instanece yang sudah dibuat, pada part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat , melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

  • Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0
  • kita langsung saja nge-lab cara menambahkan block storage ke instance

    LAB 65 – Membuat Volume – Node Controller

    sekarang kita akan membuat sebuah volume terlebih dahulu, yang nantinya volume ini akan digunakan instance

    STEP 1 – Konfigurasi
    kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    setelah itu kita buat volume dengan ukuran 1GB

    $ cinder create –display-name volume1 1

    lalu cek volume yang tadi di buat

    $ cinder list

    kemudian kita tambahkan volume tadi ke instance

    $ nova volume-attach INSTANCE_NAME VOLUME_ID

    > ganti INSTANCE_NAME dengan nama instance-nya
    > ganti VOLUME ID dengan id volume yang tadi dibuat

    STEP 2 – Verifikasi
    lalu kita lihat list dari volume-nya

    $ nova volume-list

    setelah itu lihat remote public-instance dengan ssh, dan lakukan fdisk untuk melihat kalau di instance sudah ada volume /dev/vdb

    $ sudo fdisk -l


    LAB 67 – Membuat Template dengan Heat – Node Controller

    pada lab ini kita akan membuat template untuk men-describe stack. Sebelum memulai silahkan lihat Template Guide untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh template. Langsung saja kita mulai konfigurasinya

    STEP 1 – Konfigurasi
    Pertama kita buat template nya terlebih dulu dengan nama vschool-template.yml

    # nano vschool-template.yml

    lalu tambahkan konfigurasi berikut

    heat_template_version: 2015-10-15
    description: Launch a basic instance using the “m1.tiny“ flavor and one network.
    parameters:
      ImageID:
        type: string
        description: Image to use for the instance.
      NetID:
        type: string
        description: Network ID to use for the instance.
    resources:
      server:
        type: OS::Nova::Server
        properties:
          image: { get_param: ImageID }
          flavor: m1.tiny
          networks:
          – network: { get_param: NetID }
    outputs:
      instance_name:
        description: Name of the instance.
        value: { get_attr: [ server, name ] }
      instance_ip:
        description: IP address of the instance.
        value: { get_attr: [ server, first_address ] }


    kemudian sekarang kita buat stack-nya, sebelum nya kita load admin-openrc.sh nya dulu

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita lihat list network nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita konfigurasi NET_ID environment variable untuk mencerminkan ID di network. Contoh disini menggunakan public network

    $ export NET_ID=$(neutron net-list | awk ‘/ public / { print $2 }’)

    lalu buat stack menggunakan cirros instance yang sudah ada di public network

    $ heat stack-create -f demo-template.yml -P “ImageID=cirros;NetID=$NET_ID” stack

    STEP 2 – Verifikasi
    sekarang kita verifikasi template nya

    $ heat stack-list

    lalu kita lihat nama dan IP address dari instance yang sudah dibuat

    $ heat output-show –all stack
    $ nova list

    jika ingin menghapus stack yang tadi sudah dibuat, berikut perintahnya

    $ heat stack-delete stack

    Sampai disini tutorial Instalasi Openstack Liberty pada Ubuntu 14.04 LTS, semoga bermanfaat untuk yang membacanya, silahkan tanyakan ke saya jika ada trouble selama proses instalasi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0

    Assalamualaikum…

    Pada postingan kali ini, kita masuk ke lab membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, di part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat vm, melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    Oke untuk itu kita langsung saja lanjut nge-lab nya, sekarang kita sudah sampai hingga lab 63 dengan pembahasan instalasi instance.

    LAB 63 – Menjalankan Instance di Public Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    petama kita load admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    kemudian kita check flavor nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 1GB RAM, 1GBStorage. ini bisa kita konfigurasi sesuai kemauan kita.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PUBLIC_NET_ID \
      –security-group default –key-name vschoolkey vschool-instance

    > ganti PUBLIC_NET_ID dengan ID dari public network
    > ganti juga vschoolkey dengan keypair yang anda buat
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut

    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu
    $ nova get-vnc-console public-instance novnc


    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di public network
    pertama kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.100

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.100

    LAB 64 – Menjalankan Instance di Private Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    pertama kita load demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh 

    lalu kita litah list flavor-nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 2GB RAM, 30GBStorage.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PRIVATE_NET_ID \  –security-group default –key-name mykey private-instance

    > ganti PRIVATE_NET_ID dengan ID dari private network
    > ganti vschoolkey dengan keypair yang dibuat tadi
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut
    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu

    $ nova get-vnc-console private-instance novnc

    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di private network,
    pertama kita buat floating IP address terlebih dahulu. berikut perintahnya

    $ neutron floatingip-create public

    kemudian kita tambahkan floating IP tersebuh kedalam instance yang ada di private network

    $ nova floating-ip-associate private-instance 192.168.55.167

    192.168.55.167 adalah ip public
    setelah itu kita check status penambahan floating IP-nya telah berhasil

    $ nova list

    lalu kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.167

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.167

    pada part kali ini cukup sampai di membuat instace pada public network dan private network. kita lanjut di part selanjutnya tentang cara memasukan cinder atau block storage ke dalam instance yang sudah jadi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 17.0

    Assalamualaikum…

    Pada postingan kali ini, kita masuk ke lab membuat dan menjalankan sebuah instance atau vm di openstack, di part ini saya tidak menggunakan dashboard untuk membuat vm, melainkan menggunakan cli di node controller, untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    Oke untuk itu kita langsung saja lanjut nge-lab nya, sekarang kita sudah sampai hingga lab 63 dengan pembahasan instalasi instance.

    LAB 63 – Menjalankan Instance di Public Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    petama kita load admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    kemudian kita check flavor nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 1GB RAM, 1GBStorage. ini bisa kita konfigurasi sesuai kemauan kita.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PUBLIC_NET_ID \
      –security-group default –key-name vschoolkey vschool-instance

    > ganti PUBLIC_NET_ID dengan ID dari public network
    > ganti juga vschoolkey dengan keypair yang anda buat
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut

    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu
    $ nova get-vnc-console public-instance novnc


    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di public network
    pertama kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.100

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.100

    LAB 64 – Menjalankan Instance di Private Network – Node Controller

    Lakukan langkah-langkah dibawah ini pada node controller, kita akan mencoba menjalankan sebuah instance pada lab kali ini, sebelum itu kita akan mengkonfigurasi kebutuhan flavor, nama image, network, security group, key, dan nama instance.

    pertama kita load demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh 

    lalu kita litah list flavor-nya

    $ nova flavor-list

    kita akan menggunakan m1.tiny untuk instance-nya, jadi m1.tiny ini adalah spesifikasi untuk instance-nya, untuk m1.tiny prosessor hanya 1core, 2GB RAM, 30GBStorage.
    setelah kita sudah check flavor-nya, sekarang kita check image yang tersedia

    $ nova image-list

    kita akan menggunakan image cirros
    lalu check juga network-nya

    $ neutron net-list

    setelah itu kita check list security groups nya

    $ nova secgroup-list

    sekarang kita buat instance-nya

    $ nova boot –flavor m1.tiny –image cirros –nic net-id=PRIVATE_NET_ID \  –security-group default –key-name mykey private-instance

    > ganti PRIVATE_NET_ID dengan ID dari private network
    > ganti vschoolkey dengan keypair yang dibuat tadi
    setelah itu check status instance-nya

    $ nova list

    maka kalian akan melihat status nya berubah jadi ACTIVE dari BUILD. itu menandakan bahwa prosess-nya behasil

    kemudian kita akan mengakses instance-nya menggunakan virtual console, disini kita mengunakan VNC (Virtual Network Computing), silahkan ikuti perintah berikut
    pertama kita minta sesi VNC untuk instance yang dipublic dulu

    $ nova get-vnc-console private-instance novnc

    lalu kita copy-kan url nya, dan buka di web browser.

    setelah itu kita masukan username dan password instance yang sudah dibuat
    login dengan username cirros dan password nya cubswin;)
    kemudian lakukan ping untuk mengetahui jika instance sudah terhubung internet

    $ ping 192.168.55.1

    sekarang kita akan meremote instance yang ada di private network,
    pertama kita buat floating IP address terlebih dahulu. berikut perintahnya

    $ neutron floatingip-create public

    kemudian kita tambahkan floating IP tersebuh kedalam instance yang ada di private network

    $ nova floating-ip-associate private-instance 192.168.55.167

    192.168.55.167 adalah ip public
    setelah itu kita check status penambahan floating IP-nya telah berhasil

    $ nova list

    lalu kita verifikasi koneksi dari node controller ke instance.

    $ ping -c 4 192.168.55.167

    lalu kita akses instance tersebut dengan menggunakan SSH dari node controller

    $ ssh cirros@192.168.55.167

    pada part kali ini cukup sampai di membuat instace pada public network dan private network. kita lanjut di part selanjutnya tentang cara memasukan cinder atau block storage ke dalam instance yang sudah jadi.

    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 16.0

    Assalamualaikum…

    kita hampir mendekati akhir dari instalasi openstack ini. pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial untuk membuat VM di openstack. untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    pada lab sebelumnya kita sudah menyelesaikan instalasi ceilometer, sekarang kita akan belajar cara membuat instance atau virtual mechine.

    Di postingan kali ini kita akan membuat Virtual Network, karena saat menginstall neutron kita menggunakan Opsi 2 – Self-Service Networks, lihat di Part 6.0 “Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 6.0” kita akan membuat Public dan Private Network

    langsung saja kita lanjut nge-lab

    LAB 59 – Membuat Public Network – Node Controller

    petama kita membuat public network yang akan digunakan oleh Intance (Virtual Mechine) untuk memproleh IP Address secara DHCP.

    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create public –shared –provider:physical_network public –provider:network_type flat

    > –sharedberfungsi men-share network untuk digunakan oleh semua project.
    > –provider:pysical_network public dan –provider:network_type flatdigunakan untuk menghubungkan flat virtual network dengan flat native public physical network pada eth1

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create public PUBLIC_NETWORK_CIDR –name public \  –allocation-pool start=START_IP_ADDRESS,end=END_IP_ADDRESS \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PUBLIC_NETWORK_GATEWAY

    PUBLIC_NETWORK_CIDR ganti dengan ip pada interface yang terhubung public
    START_IP_ADDRESS dan END_IP_ADDRESS ganti dengan first dan last IP address dari range ip yang di inginkan untuk digunakan oleh intances.
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolver
    PUBLIC_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway dari ip public
    contohnya seperti dibawah

    public network menggunakan 192.168.55.0/24 dengan gateway 192.168.55.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 192.168.55.100 sampai 192.168.55.200. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.

    LAB 60 – Membuat Private Project Network – Node Controller
    jika memilih opsi 2, kita bisa membuat privare project virtual network untuk bisa terhubung dengan physical network infrastructure lewat layer-3 (routing) dan NAT. Network ini sudah termasuk DHCP server yang memberikan IP Address kepada intances.
    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create private

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create private PRIVATE_NETWORK_CIDR –name private \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PRIVATE_NETWORK_GATEWAY

    PRIVATE_NETWORK_CIDR ganti dengan ip yang akan digunakan untuk private network
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolves
    > PRIVATE_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway yang akan digunakan di private network

    contohnya seperti dibawah ini

    privarte network menggunakan 10.10.10.0/24 dengan gateway 10.10.10.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 10.10.10.2 sampai 10.10.10.254. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.
    LAB 60 – Membuat Vitrual Router – Node Controller
    agar private network dapat terhubung dengan public network, kita menggunakan router virtual, interface pada router ini akan terhubung dengan network private namun, gateway yang dipakai adalah gatway dari network public, jadi kedua network ini dapat saling terhubung.
    langsung saja kita konfigurasi network-nya
    pertama kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita tambahkan vitual router external pada network public

    $ neutron net-update public –router:external

    setelah itu kita buat router-nya

    $ neutron router-create router

    kemudian kita tambahkan subnet private network pada interface di router

    $ neutron router-interface-add router private

    lalu kita set gateway public network pada router

    $ neutron router-gateway-set router public

    terakhir kita verifikasi di node controller
    pertama kita lihat list network-nya terlebih dahulu

    $ ip netns

    lalu kita lihat port pada router yang tadi sudah dibuat

    $ neutron router-port-list router

    kemudian kita coba ping ke interface public physical network

    $ ping -c 4 192.168.77.113

    LAB 61 – Membuat Generate a Key Pair – Node Controller
    kebanyakan cloud images mendukung public key authentication daripada conventional password authentication. sebelum menjalankan intances, kalian harus menambahkan public key ke nova
    pertama load terlebih dahulu demo-openrc,sh

    $ source demo-openrc.sh

    kemudian kita generate dan tambahkan key pairnya

    $ ssh-keygen -q -N “” 

    $ nova keypair-add –pub-key ~/.ssh/id_rsa.pub mykey

    lalu kita verifikasi key pair yang tadi sudah dibuat

    $ nova keypair-list

    LAB 62 – Menambahkan Aturan Security Group Default – Node Controller
    secara default, security group mengizinkan semua intances termasuk aturan firewall yang menolak untuk meremote intances. untuk linux seperti cirros, disarankan untuk mengizinkan ICMP (ping) dan secure shell (SSH)
    pertama kita izinkan ICMP kedalam aturan default-nya

    $ nova secgroup-add-rule default icmp -1 -1 0.0.0.0/0

    kemudian izinkan akses SSH

    $ nova secgroup-add-rule default tcp 22 22 0.0.0.0/0

    oke kita akan lanjutkan di part selanjutnya, pada Part 17.0 kita akan menjalankan instance nya.
    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…

    Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 16.0

    Assalamualaikum…

    kita hampir mendekati akhir dari instalasi openstack ini. pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial untuk membuat VM di openstack. untuk part sebelumnya silakan cek link dibawah ini.

    Part Sebelumnya:

    pada lab sebelumnya kita sudah menyelesaikan instalasi ceilometer, sekarang kita akan belajar cara membuat instance atau virtual mechine.

    Di postingan kali ini kita akan membuat Virtual Network, karena saat menginstall neutron kita menggunakan Opsi 2 – Self-Service Networks, lihat di Part 6.0 “Instalasi Openstack Liberty – Ubuntu 14.04 LTS – Part 6.0” kita akan membuat Public dan Private Network

    langsung saja kita lanjut nge-lab

    LAB 59 – Membuat Public Network – Node Controller

    petama kita membuat public network yang akan digunakan oleh Intance (Virtual Mechine) untuk memproleh IP Address secara DHCP.

    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create public –shared –provider:physical_network public –provider:network_type flat

    > –sharedberfungsi men-share network untuk digunakan oleh semua project.
    > –provider:pysical_network public dan –provider:network_type flatdigunakan untuk menghubungkan flat virtual network dengan flat native public physical network pada eth1

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create public PUBLIC_NETWORK_CIDR –name public \  –allocation-pool start=START_IP_ADDRESS,end=END_IP_ADDRESS \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PUBLIC_NETWORK_GATEWAY

    PUBLIC_NETWORK_CIDR ganti dengan ip pada interface yang terhubung public
    START_IP_ADDRESS dan END_IP_ADDRESS ganti dengan first dan last IP address dari range ip yang di inginkan untuk digunakan oleh intances.
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolver
    PUBLIC_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway dari ip public
    contohnya seperti dibawah

    public network menggunakan 192.168.55.0/24 dengan gateway 192.168.55.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 192.168.55.100 sampai 192.168.55.200. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.

    LAB 60 – Membuat Private Project Network – Node Controller
    jika memilih opsi 2, kita bisa membuat privare project virtual network untuk bisa terhubung dengan physical network infrastructure lewat layer-3 (routing) dan NAT. Network ini sudah termasuk DHCP server yang memberikan IP Address kepada intances.
    Sebelum membuat networknya, load terlebih dahulu demo-openrc.sh

    $ source demo-openrc.sh

    lalu kita buat network-nya

    $ neutron net-create private

    lalu kita buat subnet pada network-nya yang tadi sudah dibuat

    $ neutron subnet-create private PRIVATE_NETWORK_CIDR –name private \  –dns-nameserver DNS_RESOLVER –gateway PRIVATE_NETWORK_GATEWAY

    PRIVATE_NETWORK_CIDR ganti dengan ip yang akan digunakan untuk private network
    > DNS_RESOLVER ganti dengan ip address dari DNS resolves
    > PRIVATE_NETWORK_GATEWAY ganti dengan ip gatway yang akan digunakan di private network

    contohnya seperti dibawah ini

    privarte network menggunakan 10.10.10.0/24 dengan gateway 10.10.10.1. Range ip yang akan digunakan oleh intances adalah dari 10.10.10.2 sampai 10.10.10.254. Dan semua intances menggunakan ip 8.8.8.8 sebagai DNS resolver.
    LAB 60 – Membuat Vitrual Router – Node Controller
    agar private network dapat terhubung dengan public network, kita menggunakan router virtual, interface pada router ini akan terhubung dengan network private namun, gateway yang dipakai adalah gatway dari network public, jadi kedua network ini dapat saling terhubung.
    langsung saja kita konfigurasi network-nya
    pertama kita load terlebih dahulu admin-openrc.sh

    $ source admin-openrc.sh

    lalu kita tambahkan vitual router external pada network public

    $ neutron net-update public –router:external

    setelah itu kita buat router-nya

    $ neutron router-create router

    kemudian kita tambahkan subnet private network pada interface di router

    $ neutron router-interface-add router private

    lalu kita set gateway public network pada router

    $ neutron router-gateway-set router public

    terakhir kita verifikasi di node controller
    pertama kita lihat list network-nya terlebih dahulu

    $ ip netns

    lalu kita lihat port pada router yang tadi sudah dibuat

    $ neutron router-port-list router

    kemudian kita coba ping ke interface public physical network

    $ ping -c 4 192.168.77.113

    LAB 61 – Membuat Generate a Key Pair – Node Controller
    kebanyakan cloud images mendukung public key authentication daripada conventional password authentication. sebelum menjalankan intances, kalian harus menambahkan public key ke nova
    pertama load terlebih dahulu demo-openrc,sh

    $ source demo-openrc.sh

    kemudian kita generate dan tambahkan key pairnya

    $ ssh-keygen -q -N “” 

    $ nova keypair-add –pub-key ~/.ssh/id_rsa.pub mykey

    lalu kita verifikasi key pair yang tadi sudah dibuat

    $ nova keypair-list

    LAB 62 – Menambahkan Aturan Security Group Default – Node Controller
    secara default, security group mengizinkan semua intances termasuk aturan firewall yang menolak untuk meremote intances. untuk linux seperti cirros, disarankan untuk mengizinkan ICMP (ping) dan secure shell (SSH)
    pertama kita izinkan ICMP kedalam aturan default-nya

    $ nova secgroup-add-rule default icmp -1 -1 0.0.0.0/0

    kemudian izinkan akses SSH

    $ nova secgroup-add-rule default tcp 22 22 0.0.0.0/0

    oke kita akan lanjutkan di part selanjutnya, pada Part 17.0 kita akan menjalankan instance nya.
    Nun walqalami wama yasthurun
    Wassalamualaikum…