[How to] Step by Step Configuration NFS datastore in VMware vSphere using Windows Server 2012

LAB 18 : Add NFS datastore in VMware vSphere with Windows Server 2012 
disini kita akan belajar tentang :

  • Add Roles and Features NFS (Windows Server 2012)
  • Sharing NFS-Mount in Windows Server 2012
  • Add Datastore in VMware ESXi
  • Mount and share NFS from ESXI 1 to ESXI 2
  • NFS-Share
  • NFS-Datastore
  • File-Based
  • Windows Server

1. Kita hidupkan dulu fitur NFS Server pada Microsoft Windows 2012 klik manage Add roles and Features 

2. Role-based or feature-based installation

3. select a server from the server pool

4. Server for NFS

5. sekarang kita buat partisi NFSnya klik Disks – Bring online

6. New Volume

7. Volume Size – 60GB – Next

8. Drive letter – Next

9. NFS – Next

10. sekarang kita akan mencoba setting NFSnya pada folder berikut – NFS Disk – NFS Mount – Properties

11. Klik Manage NFS Sharing

12. Share this folder – Permissions –  Read and Write – OK

Menambah NFS datastore kedalam vCenter ESXI host
13. Right click pada esxi-1 – Storage – New datastore

14. Pilih NFS

15. NFS 3

16. NFS – NFS-Mount – 10.1.1.111

17. Verify – Finish

18. sekarang kita akan mencoba Mounting NFS storagenya ke esxi-2 (host tetangga) pilih  esxi-1 – Related Objects – Datastore – Mount Datastore to Additional Hosts

19. Choose esxi-2 – next

20. sekarang kita test NFS datastorenya dengan Migrate sebuah VM.

21. kita pilih Change storage only

22.Pilih NFS

23. Finish

24. Hasilnya~

[How to] Step by Step Configuration NFS datastore in VMware vSphere using Windows Server 2012

LAB 18 : Add NFS datastore in VMware vSphere with Windows Server 2012 
disini kita akan belajar tentang :

  • Add Roles and Features NFS (Windows Server 2012)
  • Sharing NFS-Mount in Windows Server 2012
  • Add Datastore in VMware ESXi
  • Mount and share NFS from ESXI 1 to ESXI 2
  • NFS-Share
  • NFS-Datastore
  • File-Based
  • Windows Server

1. Kita hidupkan dulu fitur NFS Server pada Microsoft Windows 2012 klik manage Add roles and Features 

2. Role-based or feature-based installation

3. select a server from the server pool

4. Server for NFS

5. sekarang kita buat partisi NFSnya klik Disks – Bring online

6. New Volume

7. Volume Size – 60GB – Next

8. Drive letter – Next

9. NFS – Next

10. sekarang kita akan mencoba setting NFSnya pada folder berikut – NFS Disk – NFS Mount – Properties

11. Klik Manage NFS Sharing

12. Share this folder – Permissions –  Read and Write – OK

Menambah NFS datastore kedalam vCenter ESXI host
13. Right click pada esxi-1 – Storage – New datastore

14. Pilih NFS

15. NFS 3

16. NFS – NFS-Mount – 10.1.1.111

17. Verify – Finish

18. sekarang kita akan mencoba Mounting NFS storagenya ke esxi-2 (host tetangga) pilih  esxi-1 – Related Objects – Datastore – Mount Datastore to Additional Hosts

19. Choose esxi-2 – next

20. sekarang kita test NFS datastorenya dengan Migrate sebuah VM.

21. kita pilih Change storage only

22.Pilih NFS

23. Finish

24. Hasilnya~

[How to] Step by Step Integrating Mikrotik for Router in VMware vSphere

LAB 17  : Mikrotik Router
disini kita akan belajar tentang :

  • Routing
  • DHCP
  • NAT
  • DNS

1. Install Mikrotik 5.20 pada VMware Workstation

2. Other – Other

3. Customize Network Adapter seperti ini

4. Installing Mikrotik

5. Login Mikrotik

6. Internet Interface – Set DHCP Client

7. beri pula DNS server

8. beri ip setiap network dengan prefix .123

9. Address list yang telah jadi akan seperti ini

10. Create DHCP server for each network – DHCP Setup

11. restart networking vm ubuntu

12. Jika kita ingin menggunakan Internet kita bisa menggunkanan NAT.

13.

[How to] Step by Step Integrating Mikrotik for Router in VMware vSphere

LAB 17  : Mikrotik Router
disini kita akan belajar tentang :

  • Routing
  • DHCP
  • NAT
  • DNS

1. Install Mikrotik 5.20 pada VMware Workstation

2. Other – Other

3. Customize Network Adapter seperti ini

4. Installing Mikrotik

5. Login Mikrotik

6. Internet Interface – Set DHCP Client

7. beri pula DNS server

8. beri ip setiap network dengan prefix .123

9. Address list yang telah jadi akan seperti ini

10. Create DHCP server for each network – DHCP Setup

11. restart networking vm ubuntu

12. Jika kita ingin menggunakan Internet kita bisa menggunkanan NAT.

13.

Tutorial Install dan Konfigurasi Windows Server 2012 : Cara Install Active Directory Menggunakan Server Core

Assalamualaikum, halo sobat life4code bertemu lagi dengan saya, seperti judul blog ini, pasti teman2 pernah berpikir bagaimana caranya untuk install Active Directory pada Server core / menggunakan Command Line Powershell, nah disini kita akan belajar mengenai hal tersebut. dari pada banyak basa basi, mending kita langsung aja keprakteknya, oke ikuti langkah berikut :

LAB 9(73) Install Active Directory pada Server Core ( CLI )
1. kita buka CMD (Command line interface) kemudian ketikan perintah Powershell -> setelah itu ketikkan perintah berikut :

Install-WindowsFeature  -name AD-Domain-Services 

output yang akan keluar seperti ini, kita tunggu prosesnya sampai selesai.

setelah proses selesai, nanti yang akan tanpi seperti ini.

berikutnya kamu ketikkan perintah untuk promote Active directorynya. ketikkan perintah sebagai berikut :

Install-ADDSForest -domainname “life4code.com”

setelah itu kita isikan passwordnya dan verifikasi

kita tunggu sampai selesai prosesnya.

setelah selesai kamu dapat control dengan Full UI ( User Interface ) menggunakan Client Active Directory, yang dapat anda lihat disini.

oke mungkin cukup sekian dari saya, Wassalamualaikum

Tutorial Install dan Konfigurasi Windows Server 2012 : Active Directory

Apa itu Active Directory ?
Active Directory adalah layanan direktori yang dimiliki oleh sistem operasi jaringan Microsoft Windows server 2000, Windows server 2003 dan Windows Server 2008. Active Directory terdiri atas basis data dan juga layanan direktori. Basis data yang dimiliki oleh Active Directory menyimpan segala sumber daya yang terdapat di dalam jaringan, seperti halnya komputer yang telah tergabung ke sebuah domain, daftar akun pengguna dan kelompok pengguna, folder yang di-share, dan lain-lain. Sementara itu, layanan direktori yang dimilikinya membuat informasi yang disimpan di dalam basis data dapat diakses oleh pengguna dan aplikasi. Active Directory sebenarnya merupakan implementasi dari protokol Lightweight Directory Access Protocol (LDAP).
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
Active Directory merupakan directory service yang menyimpan konfigurasi jaringan baik user, group, komputer, hardware, serta berbagai policy keamanan dalam satu database terpusat. Peran utama Active Directory adalah menyediakan sarana untuk melakukan admnistrasi jaringan secara terpusat baik di level domain maupun lintas domain, selama antar domain tersebut masih berada dalam satu forest.

Macam – macam role active directory
1. Active Directory Domain Services (ADDS)
Active Directory Domain Services (ADDS) adalah pengembangan dari Active Directory yang ada di Windows Server 2003. Pada Windows Server 2012, ADDS memiliki beberapa fitur seperti Granular Password, Read-Only Domain Controller, Improvement pada Auditing Services, Support untuk Server Core serta Restartable.
2. Active Directory Federation Services (ADFS)
Active Directory Federation Services (ADFS) adalah role Windows Server 2012 yang digunakan untuk identity access. Artinya, ADFS ini memungkinkan trust antar domain, misalnya saja, company A berpartner dengan company B, maka mereka melakukan federasi antar domain mereka), dengan tujuan authentikasi antar domain bisa dilakukan dengan single sign on.
3. Active Directory Lightweight Directory Services (ADLDS)
Active Directory Lightweight Directory Services (ADLDS) bertugas untuk akses directory services melalui LDAP. Role ini pada Windows Server 2003 disebut sebagai Active Directory Application Mode (ADAM).Fungsi yang ditawarkan sebenarnya mirip dengan ADDS, namun pada ADLDS, tidak wajib diperlukan sebuah Domain Controller.
4. Active Directory Certificate Services (ADCS)
Active Directory Certificate Services (ADCS) pada Windows Server 2003 adalah sebuah komponen Certificate Server. Pada Windows Server 2012, Certificate Services masuk pada jajaran Role Active Directory, namun masih dengan fungsi yang sama dengan Certificate Server pada Windows Server 2003.
5. Active Directory Rights Management Services (ADRMS)
Active Directory Rights Management Server (ADRMS). Pada Windows Server 2003, fitur ini bernama RMS (Rights Management Services). Dari segi fungsi, tetap sama, namun di WIndows Server 2012, fitur ini sudah menjadi 1 role.
Fungsi dari RMS adalah untuk melakukan enkripsi terhadap dokumen Microsoft Office sehingga kita bisa mengatur permission terhadap dokumen tersebut dan user-user siapa saja yang bisa mengakses, serta pembatasan hak terhadap akses dokumen. User-user yang dimaksud adalah user-user yang ada di Active Directory, karena untuk mengakses dokumen yang terenkripsi oleh RMS tersebut, dibutuhkan authentikasi antara RMS client dengan RMS server (untuk request Public Key).

Apa saja feature yang ada pada Active directory ini ? 


Simplified Administration :
Active Directory menyediakan “single point” dalam hal administrasi semua sumber daya jaringan. Seorang administrator dapat melakukan login dari komputer manapun di dalam jaringan dan melakukan konfigurasi terhadap obyek dan setiap komputer dalam jaringan.
Scalability : 
Active Directory mampu mengelola sampai dengan jutaan obyek, dibandingkan arsitektur Windows NT yang “hanya” mampu menangani maksimal 40000 obyek dalam satu domain.

Open Standard : 
Active Directory kompatibel dan mendukung berbagai protokol dan teknologi standar yang ada, antara lain LDAP dan LDIF, sehingga Active Directory dapat berkomunikasi dengan Novell Directory Service dan teknologi lain yang menggunakan LDAP. Support terhadap HTTP memungkinkan Active Directory diakses dari web browser dan berbagai bahasa pemrograman pengakses data. Windows 2000 juga mengadopsi Kerberos 5 sebagai protokol otentifikasinya, sehingga kompatibel dengan berbagai produk yang menggunakan protokol sejenis. Sistem penamaan domain dalam AD menggunakan standar DNS name, sehingga nama domain Windows 2000 merupakan standar penamaan domain yang digunakan di internet, maka lebih mudah melakukan koneksi dengan internet.

Struktur yang ada pada Active Directory

Active Directory terdiri dari berbagai obyek, yang merupakan representasi obyek-obyek yang terdapat di dalam jaringan baik hardware, user, maupun domain.

Object :

adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu unit tertentu yang terdapat di dalam jaringan, misalnya user, group, printer, ataupun shared folder.
Container : merupakan “wadah” yang di dalamnya terisi berbagai macam obyek.
Organizational Unit (OU) :
 adalah representasi Container yang didalamnya berisi berbagai macam obyek. OU merupakan kesatuan terkecil dimana pengaturan Group Polivy dalam AD dapat diterapkan. Biasanya OU tersebut mencerminkan kesatuan organisasi tertentu dalam jaringan, misalnya dapat didefinisikan OU untuk Sales, Marketing, Direksi, dan sebagainya.
Domain :
merupakan kesatuan jaringan terkecil, yang didalamnya berisi berbagai obyek dan OU. Domain merupakan security boundary, sehingga seluruh obyek dalam satu domain berada dalam otoritas security yang sama. Sebuah organisasi dapat memiliki lebih dari satu domain dalam jaringannya, tergantung pada kebutuhan bisnis maupun policy keamanannya.
Tree :
adalah gabungan dari beberapa domain yang masing-masing masih berada dalam satu induk namespace. Misalnya dibentuk suatu tree dengan induk domain matrik.com, dan di level bawahnya terdapat dua domain bernama sales.matrik.com dan developer.matrik.com.
Forest :
beberapa tree dapat bergabung menjadi sebuah forest dan masing-masing domain tersebut menggunakan namspace yang berbeda. Domain yang berada dalam satu forest menggunakan global catalog yang sama, sehingga informasi konfigurasi dan obyek jaringan antar domain dalam satu forest dapat saling pertukarkan dan diakses secara terpusat.
Physical Component AD DS :
1. Data Store : tempat dimana data itu tersimpan (dimana kita install Active Directory disitulah data store nya).  contohnya : ntds.dit file yang tersimpan di %SystemRoot%\NTDS folder 
2. Domain Controller : sebuah Server yang kita install Active Directory, maka kita sebut sebagai Domain Controller didalamnya juga menyediakan Authentication dan authorization access ke resources tertentu, replikasi update antar Domain Controller. 
3. Global Catalog Server : yang didalamnya terdapat global catalog, global catalog sendiri bisa berisi query yang paling sering digunakan oleh objek, misalnya user      login, menyimpan trust antar domain dalam satu forest. tempat dimana kita      mengaktifkan global catalog disebut global catalog server. 
4. Read Only Domain Controller : Domain Controller yang kita hanya bisa read only, tanpa bisa melakukan perubahan di dalamnya. 
5. Sites : penempatan Domain controller, yang ditujukan untuk replikasi antar Domain Controller tersebut. Apabila beda site kita bisa melakukan scheduling, apabila satu site maka bisa langsung replikasi, kita juga bisa membagikan ip-subnet pada setiap Domain Controller.
AD DS Replication : mengkopi semua update yang ada AD DS database ke semua Domain Controller yang lainnya bisa dalam satu domain atau dalam satu forest. AD Replication juga memastikan semua DC mempunyai informasi yang sama, menggunakan Multimaster Replication Model(bisa diubah di setiap DC yang writeable dan updatenya dikirim ke DC yang lain). Replikasi bisa di manage dengan membuat Site.

Logical Component dari AD DS :
1. AD DS Schema : terdiri dari 2 bagian, yaitu class objek : mendefinisikan objek baru  yang bisa kita buat pada Active Directory (contohnya computer class dan user class),  attribut objek : Informasi apa saja yang bisa disimpan pada setiap class objek   (contohnya pada user class terdapat display name, email address, dll). 
2. AD DS object : merupakan bagian terkecil dari AD DS, yang didalamnya terdapat  user, computer, printer, group(digunakan untuk pengelompokan dan memberikan  permission), dan lainnya.
3. Organizational Unit (OU) : merupakan Object container atau tempat penampungan objek, setiap objek yang ada dalam AD DS bisa kita letakkan dalam 1 OU, OU juga berisi OU lainnya.
4. Domain : digunakan mengelompokan untuk memanage Active Directory objek dalam satu organisasi. Bisa juga untuk memberikan policy tertentu pada satu OU yang didalamnya bisa terdapat objek-objek yang lain, Pada satu(1) Domain pasti ada minimal 1 Domain Controller yang terinstall, dalam satu DC hanya bisa ada satu Domain. 
5. Domain Tree : Susunan Hirarki dari domain-domain dalam satu forest, yang  penulisan namanya  contiguous dengan parentnya (contohnya parent nya  example.co.id childnya firda.example.co.id). 
6.  Forest : merupakan keseluruhan dari AD DS, termasuk didalamnya domain, domain tree, schema, objek maupun OU.
setelah kita memahapi apa itu Active directory, struktur yang ada pada active directory, komponen komponen active directory, sekarang kita akan lab-kan.

#LAB 8(72) Install Active Directory pada Windows Server 2012
untuk konsep active directory tetap sama pada Windows 2008 tapi untuk konfigurasinya mungkin sedikit beda dengan windows server 2008, sekarang kita coba menggunakan powershell yang telah menggunakan account sebagai administrator, biasanya pada windows 2008 kita bisa install active directory dengan command :

dcpromo

sebelum menjelaskan lebih lanjut, apa itu dcpromo ?
dcpromo (Domain Controller Promoter) adalah alat Active Directory yang berfungsi untuk install dan menghapus Active Directory Domain Services (ADDS) dan promote domain controllers.

tetapi output yang akan tampil seperti ini :

sekarang kita akan mengkonfigurasi menggunakan dashboard, klik Manage > Add roles and Features

kita next saja

pada bagian Installation Type pili Role-based or feature-based installation.

Pada bagian Server Selection kita pilih Select a server from the server pool > Next

Pada Server Roles kita centang Active Directory Domain Service > Next

Pada Features kita Next saja karena tidak ada feature tambahan yang akan di install.

pada AD DS kita pilih Next

pada Confirmation, pastikan semua konfigurasi sudah benar lalu kita pilih Next

Nah sekarang kita tunggu installasi progressnya sampai selesai

kita juga dapat menyimpan template konfigurasi, untuk apa ? kita bisa menggunakan fitur ini ketika kita mau membuat active directory tanpa click sana sini, jadi langsung restore > wait > done.

pilih Promote this server to a domain controller

jika kalian lupa terlanjur memilih tombol Close bisa masuk ke AD DS > More.

Lalu kita pilih Promote this server to a admin

Pada bagian Deployment Configuration kita pilih Add a new forest lalu isi Root domain name
disini saya menggunakan domain life4code.net

Pada Domain Controller Options kita pilih Forest functional level dan Domain functional level menjadi Windows Server 2012 R2 karena saya akan mendeploy AD yang lain dengan Windows Server 2012 tidak dibawahnya, tapi jika environtment kamu ada yang menggunakan / akan menggunakan windows yang dibawah server 2012, kamu harus mencocokannya.

pada DNS Options kita pilih Next

nah pada Additional Options kita setting NetBIOS domain name, disini saya menggunakan ‘LIFE4CODE’

pada bagian Paths disini kita akan menentukan penyimpanan databsae, log, dan sysvol. microsoft sendiri menyarankan untuk tidak memberi lokasi penyimpanan yang sama. tapi itu tidak masalah

pada bagian Review Options kita pilih Next. tapi kita juga bisa melihat script Powershell dengan memilih View script nah disana ada beberapa command powershell yang bisa di coba, ini berguna disaat ingin memodifikasi dengan cepat menggunakan command powershell.

Pada bagian Prerequisites Check kita klik Next

Kita sekarang tunggu progressnya

sekarang kita setting User Active Directorynya. kita pilih AD DS > ip domainnya > Active Directory Users and Computers.

kita pilih domain life4code.net > New  > Organizational Unit 

kita kasih nama OUnya / Organizational Unit, dan check protect container from accidental deletion
fungsinya apa ? ini berfungsi untuk keamanan, jika ada orang ingin menghapus OU ini, dia tidak akan bisa karena kita sudah check Protect container from accidental deletion

sekarang kita bakalan coba untuk menghapus vschool lab OU, klik kanan dan pilih delete

dan hasilnya akan seperti ini

sekarang kita akan membuat user baru dengan cara klik kanan OU >  New > User

lalu isi First name , Last name, Full name, User Logon name, setelah selesai klik Next.

sekarang kita isi password untuk akun baru yang tadi dibuat.

kemudian pilih finish

sekarang kita verifikasi apakah sudah benar pembuatan user yang tadi kita buat.

nah sekarang saya akan menggunakan windows server 2003 menjadi user domain life4code, dengan user AlanUser, bagaimana caranya ? kita pergi ke start > system

Kita pilih Computer Name > Change

sekarang kita isi domain dengan mengisikan domain active directory yang kita buat tadi
life4code.net jika tidak bisa life4code saja.

setelah itu kita isikan User dan Password active directory

setelah selesai setting kita akan mendapatkan message box ‘Welcome to the life4code domain’ dan biasanya Windows akan merestart otomatis

setelah restart windows akan otomatis setting

setelah itu kita isi Username, Password, Log on to domain kamu, dan ok

kita tunggu dulu,

dan watcaaaa, sekarang kamu sudah menjadi client active directory!

oke mungkin ini dulu dari saya, kita nanti akan belajar lagi untuk active directory ini karena masih banyak yang harus dipelajari pada active directory ini. sekarang time’s to rest
Wassalamualaikum wr.wb

Tutorial Install dan Konfigurasi Windows Server 2012 : Control a Server Core using CMD, DISM, NETSH

Assalamualaikum,
kali ini kita akan belajar bagaimana cara untuk Kontrol sebuah Server Core pada Microsoft Windows Server 2012, kenapa hal ini perlu ? karena ketika kita menggunakan versi Core itu berarti kamu hanya bisa mengkonfigurasi, install roles,features, dan lain-lain dengan mode CLI (Command User Interface), karena banyaknya manfaat yang ada pada server core ini, kita diwajibkan tau dasar2 command line, aliases, dan perintah2 powershell.

apa yang akan kita pelajari pada bagian ini ?

  • Kebanyakan menggunakan powershell
  • command + aliases ( CMD,DISM,NETSH.etc)
  • Sconfig

#LAB 6(70) Mengatur Server core dengan Command prompt
oke pertama, kita kali ini akan mencoba mengganti ip address, netmask, default gateway, dan dns dengan menggunakan command prompt, bagaimana caranya ?

so yang harus kamu lakukan adalah coba ketikkan

netsh interface ipv4 show interface

untuk menampilkan interface ipv4  

setelah itu tampilkan juga informasi interface dengan menggunakan command

ipconfig /all

 nah kali ini kita akan merubah ip address vEthernet

kita show lagi, dan ketikkan perintah berikut

netsh interface ipv4 set address name=vEthernet source=static address=10.0.0.254 mask=255.255.255.0 gateway=10.0.0.1

ganti vEthernet dengan nama interface yang ingin kamu buat
ganti 10.0.0.254 dengan ip address yang kamu inginkan
ganti 10.0.0.1 dengan gateway yang ada pada server kamu

jika kita menemukan masalah seperti ini gunakan akun Administrator, bagaimana caranya ?

gunakan logoff <session>

logoff 1

setelah itu kita login dengan user Administrator dan ketikan perintah yang tadi kita ketikkan

kita verifikasi menggunakan

ipconfig /all

dan cari vEthernetnya

untuk menambah dns, kita bisa menggunakan command berikut

netsh int ipv4 add dnsserver name=ethernet address=10.0.0.1 index=1

ganti vEthernet dengan nama ethernet dan ganti 10.0.0.1 dengan address dns yang ada pada server dns kamu, atau kamu bisa menggunakan dns google

dan kita verifikasi juga menggunakan

ipconfig /all

ketikan hostname untuk mengechek nama hostname yang ada pada komputer kita
untuk menggantinya kita bisa gunakan command dibawah

netdom renamecomputer %computername% /newname:vSchool1 /userd:Administrator /passwordd /reboot:0

dan konfirmasi dengan memberikan imputan ‘Y’

setelah itu windows server kita akan restart.

setelah restart check dengan menggunakan hostname

untuk join domain gunakan perintah berikut:

netdom join %computername% /domain:life4code.net /userd:Administrator /passowrdd: /reboot:5

cara menambah user pada windows command prompt, dengan menggunakan perintah berikut

net user alanvSchool /add *

dan masukkan password yang mempunyai minimal huruf besar,huruf kecil, nomor.

lalu kita juga bisa menambah user yang telah kita buat tadi ke localgroup Administrators dengan cara sebagai berikut :

net localgroup Administrators /add alanvSchool

kita verifikasi dengan menggunakan command berikut

net user alanvSchool

#LAB 7(71) Mengatur Server core dengan SCONFIG
nah ini adalah tampilan awal / main page dari sconfig, kita juga bisa setting menggunakan sconfig
seperti setting domain/workgroup, hostname, remote management, dll.

nah disini kita akan coba2 mengkonfigurasi dengan menggunakan, pada saat di command prompt kita ketikan dulu sconfig dan yang akan muncul nanti seperti gambar dibawah ini.

kita coba mengubah hostname menggunakan sconfig, pertama pilih nomon 2 > isi hostname yang kamu inginkan

kita pilih no dulu karena kita akan mencoba beberapa fitur lagi yang ada pada sconfig ini

untuk menggunakan domain kita bisa pilih pilihan nomor 1 > D > isi domain server kmu.
catatan: pada bagian ini saya belum setting domain.

dan isikan password administrator

oke kita coba 1 fitur lagi, kita coba mengganti jaringan dengan menggunakan sconfig seperti ini:

Tutorial Install dan Konfigurasi Windows Server 2012 : Switching installation modes CORE to FULL or FULL to CORE

Assalamualaikum, oke kali ini kita akan belajar mengenai bagaimana caranya untuk switch dari server CORE ke FULL atau sebaliknya, sebelum kita mulai nge-LABnya ada baiknya kita mengetahui apa sih berbedaan Server FULL dan Server CORE,

oke kita mulai dari Server Core, Apa itu Server core ?

Server Core
adalah mode instalasi dari Windows Server yang tidak mempunyai banyak fitur (minimalis), Server core pertama kali launching adalah di Windows Server 2008. Server Core menyediakan  server environment dengan fungsi mengembalikan ke fitur Server Inti, dan karena  keterbatasan fitur, itu akan mengurangi servicing dan management requirements, attack surface, serta penggunaaan disk dan memory,

Andrew Mason, seorang program manager dari Windows Server team, menekankan bahwa fungsi utama dari pembuatan versi Server Core pada Windows Server 2008 adalah untuk mengurangi attack surface dari Sistem Operasi,  dan sekitar 70% security vulnerabilities di Microsoft Windows dari 5 tahun sebelumnya tidak akan mempengaruhi Server core ini. terutama tidak ada Windows Explorer pada Server Core. semua konfigurasi dan maintenance dilakukan melalui command-line interface windows, alternatif lain ialah dengan mode remote, menggunakan Microsoft Management Console (MMC), remote server administration tools, dan PowerShell.

nah kalau Server Full itu adalah server dengan fitur yang lengkap ( full ) berbeda dengan Server core yang hanya memiliki fitur inti saja, mari coba kita lihat apa saja yang ada pada Server full dan yang tidak ada pada Server Core.
 
setelah kamu liat komparasi diantara Server core dan Server Full sekarang kita akan mencoba nge-LABnya 

#LAB 4(68) Switching dari Server Core ke Server Full
inti dari LAB kali ini adalah
  • mengurangi buyer remorse, dengan server core ini.
  • menggunakan remote access menggunakan DISM, Remote Server Manager, dan Powershell
  • konfigurasi akan sepenuhnya menggunakan Powershell / RSAT
oke pertama kita akan gunakan instalasi murni / kamu bisa turn off windows GUI features, tapi untuk kali ini kita akan menginstall murni server core. installnya gampang sama seperti biasanya, yang membedakan hanya pada saat option pilihan versi server.

sekarang kita buat virtual machinenya dulu

Pilih file iso (installer windows servernya minimal 2008)

Jika ada product key, isikan. dan kita pilih Windows Server 2012 R2 Datacenter Core 

Berikan size hardisk yang kamu inginkan, disini saya menggunakan 30GB

pada bagian ini, kita verifikasi dulu sudah benar apa belum konfigurasi yang tadi kita buat.

setelah itu kita tunggu installasi sampai selesai.

After installation will be like.

oke sekarang tugas kita adalah mengaktifkan GUI pada Server core ini. ketikan perintah dibawah ini

Powershell
Import-Module ServerManager
Install-WindowsFeature Server-Gui-Mgmt-Infra, Server-Gui-Shell -Restart 

command diatas maksudnya adalah yang pertama, kita masuk powershell kemudian kita import module server manager, setelah itu kita Install 2 fitur yaitu :
Server GUI Management  Infrastructure dan Server GUI Shell

dan hasilnya akan seperti ini, saat proses

setelah instalasi, karena tadi ada -Restart yang berarti setelah instalasi selesai akan restart, dan nanti akan ada tampilan GUI seperti ini

oke tugas kita untuk switching dari Server core ke Server full sudah terealisasikan. kita lanjut ke..

#LAB 5(69) Switching dari Server Full ke Server Core
sebenernya merubah server full ke server core ini sangat mudah, hanya dengan click2 saja selesai
tapi disini juga kita akan belajar bagaimana caranya untuk switching lewat Powershell. tapi sekarang kita coba pakai konfigurasi GUInya

kita masuk ke Dashboard > Manage tab > Remove roles and Features.

pada bagian ini kita next saja.

pada bagian select destination kita pilih select a server from the server pool.

kita next saja, karena tidak ada yang harus dihapus

nah pada bagian ini yaitu Remove features kita uncheck pada pilihan User Interfaces and Infrastructure. dan kita uncheck

  • Graphical Management Tool and Infrastructur 
  • Server Graphical Shell
sekarang kita check Restart the destination server automatically if required > remove
Proses installasi
dan hasilnya akan seperti ini
bagi kalian yang ingin merubah server full ke server core gunakan command dibawah ini 
pertama masuk Powershell, bisa dari gui atau pada saat di cmd ketikan perintah ‘Powershell’
dan masukkan perintah dibawah ini 

Uninstall-WindowsFeature Server-Gui-Shell

oke mungkin ini dulu untuk pembahasan dari Switching installation modes CORE to FULL or FULL to CORE, sampai jumpa lagi

wassalamualaikum wr.wb

Tutorial Install dan Konfigurasi Windows Server 2012 : Enable remote desktop

Assalamualaikum.
Halo sobat life4code, back again with me!
sekarang kita akan belajar mengenai remote desktop, sebelum kita mengenali remote desktop ini, ada baiknya kita mengetahui apa sih remote desktop.


Remote Desktop adalah salah satu fitur yang terdapat di dalam sistem operasi Microsoft Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows Server 2012 yang mengizinkan penggunanya untuk terkoneksi ke sebuah mesin jarak jauh seolah-olah mereka duduk di depan mesin yang bersangkutan.

nah jadi remote desktop itu adalah, sebuah protokol yang dapat digunakan untuk remote dengan cara GUI (Graphical User Interface) buka CLI (Command Line Interface). hari ini kita akan belajar tentang remote desktop ini, agar kita nanti dapat meremote Windows secara GUI.
#LAB 3(67) Enable remote desktop 
yang kita butuhkan adalah sebuah server fisik / virtual. nah disini saya akan membuat virtual machine (vm) dengan Hyper-V, Hyper-V adalah sebuah role yang ada di Windows Server 2008 atau terbarunya. yang menyediakan tools dan services yang bisa digunakan untuk membuat sebuah server virtualisasi.

Pertama yang harus kita lakukan adalah Membuat VM lewat Hyper-V, sebelum itu kita juga harus Add roles fitur Hyper-V dengan cara berikut

Menambah / Mengaktifkan Layanan Fitur Hyper-v pada WIndows Server 2012



pada bagian ini kita next saja

pada bagian Add Roles and Features Wizard pilih Role-based.

Pada bagian Server Selection pilih Network Bridge

Pada bagian Server Roles 

Jika kamu menemukan masalah seperti ini, kamu dapat solve dengan cara dibawah

untuk solve masalah diatas, lakukan langkah berikut :
pertama matikan vm seperti gambar dibawah ini

Pilih Hyper-v Version pada Virtual Machine Settings

lalu lakukan langkah yang diatas tadi, dan wallaaa! setelah dapat terchecklist lanjutkan instalasinya

Pada bagian features, next saja karena tidak ada features yang harus ditambahkan

pada bagian Hyper-V, kita next saja.

untuk vSwitch kita checklist semuanya, siapa tau nanti digunakan pada instalasi Virtual Machine
di Hyper-v

Pada bagian Migration skip saja, next.

pada bagian Default Stores kita gunakan folder default saja. tapi kalau mau dipindah, its oke

pada bagian Confirmation checklist Restart the blablabla, dan klik tombol install

Progress

Success !

setelah progress selesai, kita akan dapat melihat layanan Hyper-v pada Tools, lalu klik Hyper-v Manager

sebelum kita buat VM, kita setting dulu Virtual Switch pada Virtual Switch Manager

Rename, Intel blablabla Connection #2(network bridge) dan klik OK

!
setelah kita setting vSwitchnya, its time to make a Virtual Machine on Hyper-V! dengan cara dibawah ini :

pada bagian ini klik Next

Beri nama Virtual Machinenya dan pilih lokasi untuk penyimpanan Virtual Machine

pada bagian ini kita pilih Generasi 1

berikan memory dan checklist Dynamic Memory agar eficiency penggunaan RAM dapat teratasi
RAM 512 sudah cukup untuk menjalankan Windows Server 2008 R2

nah sekarang kita memilih pilih Network yang sudah kita buat pada vSwitch. pilih Network Bridge vSchool

pada bagian Connect Virtual Hard Disk, karena ingin membuat baru jadi kita berinama, lokasi penyimpanan, dan Hardisk size.

pada bagian Installation Options, kita pilih yang Install an OS from a bootable CD/DVD-ROM dan find file isonya

pada bagian Summary kita verifikasi dulu apakah sudah benar yang kita setting / belum. kalau sudah klik Finish.

setelah kita buat konfigurasi VMnya, sekarang waktunya untuk menjalankan Windows Server R2 

sekarang kita Start Virtual Machinenya.

Kita install dulu windows server 2008 R2nya, dengan biasa.

setelah kita install, coba test ping pada Windows 2008 R2 Virtual Machine.

untuk mengaktifkan Remmote desktop, yang harus kita lakukan ialah mengaktifkannya lewat
Change System Properties.

Kita pindah ke-tab Remote dan Allow connections ….

setelah itu kita check status Remote Desktop status harus enabled.

kita buka status IP address dulu, untuk mengetahui IP address yang kita dapat dari DHCP Bridge.
disini IP address saya adalah 192.168.222.39

disini saya mengguanakan Sistem Operasi Windows 10 pada laptop saya, search : Remote Desktop Connection dan jalankan Aplikasinya

lalu masuk ke Windows yang kamu gunakan / dari mana saja, yang peting 1 network, lalu konekan

kemudian, pilih More choices -> Use a different account -> Gunakan User Administrator.

pada bagian ini, kita pilih yes.

dan boom, kita sudah bisa menggunakan RDP ( Remote Desktop Protocol )

Tutorial Install dan Konfigurasi Windows Server 2012 Part of Overview : Installation

Assalamualaikum, sekarang kita akan belajar tentang Windows Server, Windows Server yang akan kita gunakan kali ini adalah Windows Server 2012,
pada bagian ini, apa saja sih yang akan kita pelajari ?
yang akan kita pelajari adalah :

  • Installation
  • Modifiying Installation
  • Server Core
  • Active Directory Management ( Important part of Windows Server )
  • Account Automation
  • Groups
  • Group policy object 
    • MLGPO
    • Central store & Refresh
    • Prefresences, Starters
    • Security & Template
    • Software lockdown
    • Windows firewall
  • IPv4, IPv6
  • DHCP
  • DNS
  • Hyper-v
  • Local Storage
  • SHARE + NTFS
  • Additional Storage
  • Configuring Printers
banyak bukan ? kita akan pelajari semua step by step jadi enak nanti belajarnya oke, kita mulai dari
LAB 1.(65) Installation Windows Server 2012 : 

bahan yang dibutuhkan ialah :

1. File Image Windows Server 2012
2. VMware / Virtualbox
3. Persyaratan Sistem yang memadahi yaitu 
  • 1,4 Ghz CPU 64bit
  • 512 MB RAM or more 
  • Disk space 32 GB
oke setelah persyaratan diatas sudah terpenuhi, mari kita coba membuat environtment sederhana. pertama buka VMware / Virtualbox
disini saya menggunakan VMware

1. Buat Virtual Machine untuk Windows Server 2012, ikuti langkah-langkah berikut








Lalu tekan Finish, karena saya menggunakan VMware, dan VMware yang saya gunakan detect Windows Server 2012 jadi dia otomatis pilih opsi datacenter seperti yang kita pilih tadi.

dan selamat anda sukses men-install Windows Server 2012

2. Karena tadi saya tidak set passwordnya, sekarang kita aktifkan Password Protectionnya dengan cara seperti dibawah ini.


3. buat user menjadi Standart account, dengan cara seperti gambar dibawah.

4. Buat networking environtment, jika kamu menggunakan VMware ikuti langkah berikut untuk mengaktifkan internet dengan mode Bridge, karena setting bridge pada VMware beda dengan di Virtualbox, so kita harus setting ini terlebih dahulu



lakukan step dibawah ini, untuk menambah driver vmware bridge pada Wifi/Ethernet yang akan dibriddge ke VMware

Pilih Virtual Network Editor

Pilih Change settings

sebelum restore pastikan VM windows server 2012 mati ( turn off )

oke sekarang kita coba ping google.com

nah setelah kita selesai installing a windows server 2012 ada baiknya kita komparasikan / membandingkan apa saja yang ada pada windows server 2012 ini daripada versi yang dulu
bisa check di link ini : https://www.microsoft.com/en-us/cloud-platform/windows-server-2012-r2-comparison

oke kita akan lanjutkan dengan Migrating Windows 2003 ke Windows 2012, menggunakan Management Migrating Tools,
apa itu Migration tools ? migration tool adalah fitur dari windows untuk Migrasi service2 yang sudah ada, contoh kita sudah build sebuah server di Windows server 2008 nah didalamnya udah ada service2 dan database yang jalan, untuk migrasi / pindah ke versi terbarunya, biasanya menggunakan Migration tools ini, sebenerya migrations tool ini adalah powershell command / pertintah powershell,

Windows Server Migration Tools

  • Migrasi dari
    Windows Server 2003, Windows Server 2008, Windows Server 2008 R2, Windows Server 2012, atau Windows Server 2012 R2 to Windows Server 2012 R2. Windows Server Migration Tools pada Windows Server 2012 R2 supports cross-subnet migrations.
  • P to V / V to P, Fisik ke Virtual atau sebaliknya
  • only to same UI language jadi ketika kamu migrate bahasa yang digunakan berbeda itu tidak akan work
  • Admin on both machines kedua Server harus mendapatkan akses Admin
  • PS Scripts (Skrip powershell)
  • Migrate roles,feature,system setting,share,data, etc.
hehe kamu tidak perlu mengingat semua fitur yang ada pada Windows server ini, just understanding the concept ! dan see how it work
untuk menggunkanan Migrate tools ini pada Windows 2003, kita harus install:
  • Powershell 2.0 bisa download disini
  • Net Framework 2.0 + SP 1 bisa download disni
nah untuk menggunakan fitur ini, kita bisa menggunakan dashboard (default) dari windows server 2012 ini, yang terdapat pada server manager  sebenernya ada 2 cara yaitu dari dashboardnya sendiri & menggunakan powershell, oke kita coba add migration tools menggunakan dashboard:
1. masuk Server manager > Add roles and feature, dan ikuti langkah berikut

2. Atau kita bisa menggunakan Powershell dengan cara berikut :

masuk dengan Admin

dan ketikkan command berikut :

Install-WindowsFeature Migration 

proses installasi fitur windows migration tool

kalau udah selesai, akan tampil seperti berikut

oke setelah Windows Migration tools telah terinstall, saatnya kita deploy migration dengan menggunakan cmd, seperti ini :

OS yang kita gunakan untuk migrate adalah windows 2003 x86, nah ini adalah alasan yang pas untuk menggunakan Fitur Migration ini, karena pada 32bit OS tidak dapat diupgrade mnjadi 64bit pada umumnya, solusi terbaik adalah menggunakan fitur migrate ini. untuk itu kita harus tau IP yang digunakan windows server 2003 ini, dengan cara sebagai berikut :

kita buat dulu file migratenya, kita save ke C: pada windows server 2012.

sekarang kita copykan file dengan nama folder “Migrasi” ke folder “share” Windows 2003
untuk dapat menggunakan fitur share, pastikan anda sudah share folder yang akan di gunakan untuk sharing, setelah itu copykan file Migrasi ke folder yang telah dishare

karena kita menggunakan Windows Server 2003, pada umumnya windows versi ini belum support yang namanya Powershell 2.0 dan NETframework 2.0, dan karena Migration tool membutuhkan kedua Aplikasi tersebut kita harus install terlebih dahulu, untuk linknya sudah ada diatas tadi.

setelah itu kita install Netframework 2.0 dan Powershell 2.0
kita install dulu NETframeworknya :

dan kita install juga Windows Powershellnya dengan klik pada aplikasi windowserver2003 yang telah saya highlight merah diatas :


nah sekarang kita jalankan smigdeploy yang telah kita buat tadi di windows server 2012 dengan cara berikut ini :

oke mungkin itu dulu, pengenalan dari migration tool, kita akan lanjut di sesen berikutnya hehe
wassalamualaikum