RIP (Routing Information Protocol)

By | April 12, 2020

RIP adalah routing protocol distance vector yang paling sederhana. Distance artinya seberapa jauh jarak untuk mencapai suatu network (direpresentasikan sebagai hop count) dan vector artinya kemana arah yang harus dituju untuk mencapai suatu network.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa distance vector digunakan untuk mengetahui jarak dan arah ketika packet menuju suatu network. Jalur yang memiliki hop count terkecil akan menjadi best path.

Kita melihat bahwa R1 mempunyai dua jalur yang bisa digunakan untuk mencapai Router 5 yaitu melalui router 2 dan router 4 dengan rincian sebagai berikut :

Jalur yang melewati R2 memiliki hop count 3, sedangkan jalur yang melewati R4 memiliki hop count 2. Maka R1 akan mengggunakan jalur yang melewati R4 sebagai best path dan akan dicopykan ke table routing. Sedangkan, jalur yang melewati R2 hanya akan menjadi jalur backup serta tidak akan dicopykan ke table routing kecuali jika jalur utama mati (down).

Secara umum, protocol routing dibedakan menjadi :

  1. Protocol Routing Static

Protocol ini akan menentukan rute network berdasarkan perintah – perintah yang diketikkan oleh administrator. Contohnya static routing.

  • Protocol Routing Dynamic

Protocol routing dynamic menentukan rute network secara otomatis berdasarkan kondisi network dengan cara mengadvertise interface network tersebut.

Protocol dynamic, dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Interior Routing Protocol (IGP)

     Disebut juga Interior Gateway Protocol. Protocol yang termasuk dalam kategori ini adalah RIP, EIGRP, OSPF, ISIS, IPv6. Kata interior disini menunjukkan bahwa protocol ini hanya bekerja pada sebuah Autonomous System (AS) yang sama.

  • Exterior Routing Protocol (EGP)

     Disebut juga Exterior Gateway Protocol. Protocol yang termasuk dalam kategori ini yaitu EGP, BGP. Kata Exterior disini menunjukkan bahwa protocol ini hanya dapat bekerja antar beberapa buah Autonomous System (AS).

Berdasarkan prosesnya, protocol routing dapat dibagi menjadi

  1. Distance Vector.  Contoh : RIP, RIPv2, RIPng, IGRP, EIGRP
  2. Link State. Contoh : OSPF, ISIS
  3. Path Vector. Contoh : EGP, BGPv4, BGPv4 untuk ipv6

RIP adalah protocol routing distance vector versi lama yang menggunakan hop count sebagai metriknya, dengan maksimum hop count sebanyak 15 router. Ada dua jenis RIP yaitu RIPv1 dan RIPv2. RIPv1 merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Sedangkan, pada RIPv2 perbedaannya pada informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasinya.

Konfigurasi RIP


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *