Mengenal Design Pattern MVVM

By | April 21, 2020

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Mengenal Design Pattern MVVM pada Android, yang mana MVVM sendiri adalah kepanjangan dari Model- View- View Model.

Pengembangan Android berbanding lurus dengan pengembangan sistem pada Android. Struktur MVP merupakan struktur sebelum android Marshmellow keluar, jadi struktur tersebut masih banyak digunakan para pengembang dalam menciptakan sistem mereka. Saat ini Struktur yang lebih efisien dan maksimal sekarang disebut dengan Model-View-View Model (MVVM).

Model- View- View Model merupakan sebuah pola pengembangan aplikasi yang berasal dari presentasi Model (oleh Martin Fowler). MVVM biasa digunakan untuk membangun User Interface, dan digunakan oleh Microsoft untuk mengimplementasikan aplikasi Windows. Kehebatan dari pola ini adalah penggunaan dari Binding Engine, dimana Binding Engine akan menghindari semua kode boilerplate yang harus kita tulis untuk menghubungkan ViewModel kita dengan View agar tetap diperbarui.

Implementasi ViewModel akan berisi semua keadaan logika tampilan. “Visibilitas”, “difokuskan?”, “Dapat diklik?”, “Telah diklik?” Dan menyimpan referensi ke semua data yang terkait dengan tampilan tersebut. Jika kalian ingin menerapkan UI reaktif, kalian harus menghubungkan ViewModel kalian dengan mekanisme event agar dapat mengubah status View yang bergantung pada informasi ViewModel. Siklus komponen komponen Android UI akan terhubung dengan ViewModel.

Dalam implementasi MVVM ViewModel tidak akan berisi contoh tampilan, ia akan menggunakan mekanisme aktivitas — mesin pengikat data — untuk mengkomunikasikan perubahan keadaan ke tampilan implementasi. Dalam pola ini, tampilan “View” bukan interface, hanya sebuah implementasi menggunakan View Model. Activity, Fragment dan Tampilan Khusus akan menyimpan contoh Model Tampilan, dan akan mendaftarkan Listener yang berbeda untuk diketahui ketika ViewModel telah berubah.

Untuk menerapkan MVVM , menghubungkan ViewModel, dan melihat implementasi menggunakan Binding Engine. Ini akan mengurangi semua boilerplate diperlukan untuk menghubungkan elemen ini secara manual dan akan mendapatkan tampilan yang reaktif.

MVP VS MVVM :

– Binding Engine Data MVVM benar-benar kuat, namun tidak setiap library mendukung obfuscation.- MVP lebih mudah dipahami dan diimplementasikan.
– Jika menggunakan presenter kecil, implementasi MVP akan terlihat seperti MVVM.
– MVP bisa lebih mudah diuji, tergantung dari Binding Engine yang digunakan.
– MVVM akan lebih cepat diterapkan, jika menggunakan binding, karena hanya menulis lebih sedikit kode.
– Kedua pola tersebut akan memperbaiki kualitas kode dan kemampuan pengujian (Unit Testing).

Nah untuk kalian yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai penggunaan Design Pattern MVVM, Anda bisa mengikuti kelas training yang tertera di https://idn.id yang menyediakan banyak jenis training IT mulai dari Networking, Programming, dan Sysadmin.

Mungkin sekian dulu pembahasan kita tentang Mengenal Design Pattern MVVM, sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *